kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250

Dinkes Sulsel Temukan 12.280 Kasus TBC hingga Mei 2024

Dinkes Sulsel Tangani 12.280 Penderita TBC, Imbau Warga Lain Jaga Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar.
banner 468x60

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan sebanyak 12.280 orang menderita Tuberculosis atau TBC sejak Januari hingga Mei 2024.

Dari jumlah tersebut, Dinkes Sulsel memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan demi mencegah penularan TBC.

Pemprov Sulsel

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Yusri Yunus menyampaikan ada beberapa cara mencegah TBC menular. Salah satunya menghindari kontak fisik dengan penderita aktif TBC.

“Orang yang sering berinteraksi dengan penderita TBC aktif memiliki risiko lebih tinggi tertular,” ungkapnya saat dihubungi KabarMakassar.com, Selasa (11/06).

Selain itu, kata Yusri, lingkungan sekitar perlu diperhatikan apalagi mereka yang tinggal di pemukiman padat. Belum lagi jika punya kekebalan tubuh yang lemah.

“Bepergian atau tinggal di daerah dengan tingkat TBC yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko infeksi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar membeberkan bagaimana cara penanganan penyakit Tuberculosis atau TBC yang saat ini jadi perhatian.

Ia menyampaikan, Dinkes Sulsel saat ini punya beberapa upaya menangani kasus TBC baik untuk pencegahan maupun pengobatan.

Lewat upaya itu, Dinkes Sulsel telah mengobati 10.463 penderita TBC dari 12.280 total penderita sejak Januari sampai Mei 2024.

Untuk pencegahan, kata Iskandar, Dinkes Sulsel melakukan skrining terhadap kelompok yang rentan tertular TBC.

“Melakukan skrining pada kelompok berisiko termasuk penemuan infeksi TBC laten (ILTB) dan pemberian terapi pencegahan tuberculosis (TPT),” jelasnya pada KabarMakassar.com, Selasa (11/06).

Iskandar juga mengatakan pemantauan rutin dilakukan jika ada kasus TBC yang terbaru.

“Penemuan kasus di faskes pemerintah dan swasta melalui laporan google form setiap bulan,” katanya.

Selain itu, Dinkes Sulsel juga melakukan koordinasi dan perencanaan implementasi Public Private Mix (PPM). Termasuk ekspansi pemberian terapi pencegahan tuberculosis (TPT) kepada fasilitas kesehatan swasta.

“In House Training dan On the job training juga untuk meningkatkan keterlibatan dan kontribusi RS, Klinik dan TPMD dalam notifikasi kasus TBC,” lanjutnya.

“Pelibatan lintas sector dan lintas program dalam penemuan kasus TBC,” terang Iskandar.

Sedangkan untuk pengobatan, Iskandar mengatakan Dinkes Sulsel rutin melakukan kunjungan ke rumah pasien TBC.

“Itu untuk pemeriksaan ILTB dan pemberian TPT oleh petugas TBC bersama kader terlatih,” tutup Iskandar.

PDAM Makassar