Berbohongkah Seorang Luhut ?

Luhut Binsar Panjaitan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabar Makassar– Selain pernyataan keberatan dari pihak Alumni ITB terkait “pencatutan” nama organisasi tersebut untuk kepentingan pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta, Menteri Luhut ternyata mengalami hal yang nyaris serupa pada kurun waktu yang sama.

S&P (Standard and Poor, sebuah lembaga pemeringkat yang berbasis di Amerika Serikat) melayangkan klarifikasi yang terhitung “vulgar” menelanjangi suatu “pernyataan yang tidak sesuai kenyataan”. Bahasa singkatnya: kebohongan.

Adalah media The Jakarta Post, media berbahasa Inggris yang jamak menjadi referensi para Duta Besar, pebisnis asing, dan umumnya ekspatriat di Indonesia ini, memberitakan sebuah pernyataan Menteri Luhut pada tanggal 20 Oktober lalu.

“Luhut pada S&P: Meningkatkan Rating untuk Menurunkan Radikalisme”. Itulah judul artikelnya.

Mungkin banyak orang akan geleng geleng kepala mencari apa hubungannya peningkatan rating kepercayaan (makin dipercaya makin yakin para pemberi utang memberikan pinjaman) dengan penurunan tingkat radikalisme (?). Saya melihat, satu-satunya keterhubungan antara keduanya “hanyalah” pada “keindahan” bertutur saja (beauty of wordings), yaitu: “Meningkat” di sisi ini, maka, “Menurun” di sebelah sono. Kalau dalam bahasa Inggris sebagaimana tulisan berita: “Increase” to “Decrease”. Murni hanya sekedar “keindahan bertutur”.

Kalau rerata orang Indonesia, saya pikir akan langsung terbuai dengan gaya bahasa indah itu. Dan nama penuturnya akan terekam sebagai sesuatu yang “positif” di benak . Tetapi, rupanya, tidak untuk S&P. He he he… Mereka dalam waktu singkat langsung mengirim klarifikasi ke Jakarta Post yang, secara vulgar, menelanjangi sebuah kebohongan.

Berikut translasi klarifikasi itu yang saya coba buat:

S&P Mengklarifikasi

Sehubungan dengan artikel yang dipublikasi pada 21 Oktober berjudul “Luhut pada S&P: Meningkatkan Rating untuk Menurunkan Radikalisme”.

Artikel tersebut mengacu pada sebuah pertemuan yang diharapkan terjadi antara Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Pemimpin S&P Global Ratings John Berisford pada bulan ini, yang mana menurut artikel anda, peringkat rating Indonesia dibahas.

S&P mengkonfirmasi anda bahwa pertemuan tersebut tidak ada. Berisford tidak bertemu Menteri Luhut awal bulan ini, atau pun berkomunikasi dengannya. Berisford sama sekali tidak menghadiri pertemuan-pertemuan IMF / Bank Dunia di Washington DC tahun ini.

Bukan hanya bahwa percakapan yang anda beritakan itu tidak terjadi, namun lebih dari itu, percakapan itu tidak akan terjadi dalam struktur kami: pemeringkatan rating yang kami lakukan adalah bebas dari hal-hal komersil dan pertimbangan-pertimbangan yang tidak nyambung, dan ditentukan oleh komite-komite analis, yang bekerja independen tidak di bawah pengaruh Pemimpin perusahaan. Struktur kami tidak mengizinkan Pemimpin perusahaan mempengaruhi pemberian rating tertentu.

John Piecuch
Kepala Komunikasi Eksternal Global
S&P Global Ratings

Jawaban redaksi Jakarta Post:
Terima kasih atas klarifikasi anda. Artikel berita ditulis berdasar pidato yang disampaikan Luhut pada sebuah acara yang diselenggarakan Kepolisian RI tanggal 20 Oktober.

Penulis: Canny Watae

[divider sc_id=”sc814392372239″]divider-3[/divider]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.