Beras Beredar Dipasaran di Klaim Tak Punya Izin Merek

KabarMakassar.com— Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Provinsi Sulawesi Selatan Ramli Simanjuntak, melakukan sidak langsung kepasar untuk mengatur kondisi beras di Pasar Pabaeng Baeng dan Pasar Terong Sabtu, 12 Januari 2018.

Hasil sidak yang dilakukan pun ditemukan ternyata beberapa beras dianggap belum memiliki izin merek.

Ramli Simanjuntak mengatakan bahwa ada kesalahan dalam hal rantai distribusi beras yang selama ini berlangsung.

Baca juga :   Daftar ke KPU Sulsel, NH - Aziz Diantar Ketua Umum Golkar

“Karena ini merupakan jalur distribusi yang panjang. Dibutuhkan informasi yang banyak tentang distribusi dari petani, pengumpul, penggilingan hingga penjual kecil. Hal inilah yang harus dipotong rantai distribusi dengan menghadirkan pasar induk.”jelasnya

Lebih lanjut Ramli mengklaim Yang menjadi permasalah temuan sekarang adalah susahnya mengetahui beras yang masuk kategori medium dan kategori premium.

“Hal yang muncul pedagang membeli satu karung dan ia tempelkan merek seperti mawar merah, Brojo lele dan lain-lain yang bisa di klaim itu medium atau premium.”ungkap Ramli

Baca juga :   Basarnas Sulsel Antisipasi Gempa di Sinjai

Iya pun menganggap izin mengeluarkan identitas untuk merek suatu barang itu harus lapor ke Disperindag atau instansi terkait terlebih dahulu.

“Ini semua tidak ada yang melaporkan. Tidak ada yang teregistrasi dan itu semua tercetak dari Surabaya.”tambahnya

Tadi kita sudah cek dari pedagang bahwa mereka ambil beras dari Camba dan Maros pake karung besar dan mereka karungin, mau pake karung Brojo lele, mawar merah dan lain-lain. (*/sng)

Baca juga :   Dispora Sulsel Beri Penghargaan 10 Atlet Difabel

Penulis Wawan Indrawan