Belum Usulkan PSBB, Pemprov Sulsel Hanya Masifkan Sosialisasi

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai hari ini belum mengajukan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Padahal, sejak beberapa hari lalu Sulsel sudah masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Hal ini karena jumlah kasus positif Covid-19 di Sulsel sudah lebih dari 100 kasus atau yang tertinggi di luar Pulau Jawa.

Gubernur Sulsel, Nudin Abdullah mengatakan, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Sulsel telah menggelar rapat dan mengevaluasi kondisi terakhir di Sulsel.

Nurdin mengaku, dalam rapat yang digelar di Hotel Four Point by Sheraton Makassar itu dibahas sejumlah hal terkait penanganan Covid-19, termasuk langkah strategis yang kedepan bakal diterapkan.

“Beberapa hal lagi kita kaji, termasuk apakah sudah memenuhi syarat PSBB. Saya kira tidak mudah langsung kita usulkan. Banyak hal yang menjadi persyaratan,” kata Nurdin, Kamis (9/4).

Olehnya itu, kata dia, yang menjadi penekanan pada rapat Forkopimda tersebut diantaranya: program jaring pengaman sosial (social safety net), terutama bagi para pekerja di sektor informal; dan perkembangan pandemi Covid-19 di Sulsel yang saat ini belum mampu ditekan.

Nurdin mengungkapkan, strategi yang akan dijalankan adalah melakukan sosialisasi secara masif tentang penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, dengan memanfaatkan jaringan unsur pemerintah hingga ke tingkat bawah.

“Sosialisasi pengunaan masker, bahwa semua masyarakat itu harus dan wajib mengunakan masker. Yang kedua hidup bersih, karena beberapa testimoni yang kita dengarkan itu Covid-19 ini banyak yang sembuh tanpa diobati, hanya menjaga kondisi tubuh, makan makanan bergizi dan jangan stres dan panik. Saya kira untuk masyarakat Sulsel, kondisi yang harus kita jaga,” ujarnya.

“Itu sebagai langkah antisipasi saat ini. Jadi PSBB itu langkah akhir yang akan kita lakukan. Selama masih ada upaya untuk pencegahan, itu dulu kita lakukan,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sulsel, Selle KS Dalle mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengambil langkah tegas, cepat dan tepat, dalam menangani penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan PSBB.

“Kondisi Sulsel saat ini patut dicemaskan. Kita zona merah pertama di luar Pulau Jawa. Ada tiga daerah yang jumlah kasusnya tinggi. Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel, kemudian Gowa dan Maros. Daerah yang lain juga pewrlu diwanti-wanti, karena ada perkembangan signifikan di Sidrap, dan beberapa daerah lainnya,” kata Selle.

“Kebijakan yang cepat dan tepat harus diambil agar kondisi ini tidak menyebar ke daerah. Kecepatan penanganannya butuh ditambah, harus full speed, khususnya di Makassar, Gowa dan Maros. Tidak akan efektif kalau hanya pebatasan sosial berskala kecil (PSBK). Toh lalu lintas orang antara 3 daerah ini tidak dibatasi, sehingga pola penanganan penyebaran tidak bisa dipastikan efektif,” sambungnya.

Bahwa hal tersebut (pemberlakukan PSBB) butuh kajian dan diskusi yang komprehensif, Selle mengaku setuju dengan hal tersebut. Hanya saja, ia mengingatkan agar jangan terlalu lama.

“Saat ini kita berpacu dengan penyebaran virus. Jangan ragu mengambil sikap tegas, karena jangan sampai kehilangan momentum. Kalau terlambat, sikap tegas itu tidak ada gunanya. Kalau dari sisi anggaran, jangan terlalu berpikir. Tidak boleh kita berhitung uang ketika kita berbicara nyawa. Ini darurat kesehatan,” tegasnya.

Selle meyakini, persoalan anggaran tidak akan menjadi soal, sepanjang Pemprov Sulsel melakukan komunikasi secara baik dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

“Kita siap membackup segala kebijakan yang diambil kepala daerah. Bahkan diskresi sekalipun kalauitu dibutuhkan, kita akan backup. Mumpung kondisi sosial kita belum terlalu parah, ini momen tepat pemerintah mengambil langkah tegas,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI