News

Begini Upaya Sulsel Perangi Narkoba pada Generasi Muda

Begini Upaya Sulsel Perangi Narkoba pada Generasi Muda

Kabar Makassar --- "Tes urine untuk siswa baru SMA sederajat di Sulawesi Selatan tidak dipungut biaya," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo.

None, sapaan akrabnya mengakui, ternyata banyak orangtua siswa yang salah paham. Mereka langsung membawa anaknya ke Puskesmas terdekat untuk tes urine, sebagai salah satu berkas persyaratan yang dilampirkan. Namun, seharusnya Tes urine dilakukan di sekolah masing-masing.

"Kita bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk melakukan tes urine narkoba, dan biayanya itu gratis. Biayanya itu diambil dari dana bos untuk setiap sekolah, begitu juga dengan tes psikologi. Itu gratis juga," ujar None. Jumat, 21 Juli 2017.

None menegaskan, tidak ada satu pun sekolah yang berhak menyuruh siswanya untuk melakukan tes urine di tempat lain selain di sekolah. Apa lagi sampai dipungut biaya.

"Karena hoax (informasinya salah), makanya banyak yang pergi tes urine sendiri. Tapi tetap kami terima itu, supaya tidak rugi orangtua," ucapnya.

Tes urine tersebut bukan mencari celah untuk menghukum siswa lanjut dia. Tapi sebagai salah satu upaya memerangi narkoba kepada siswa baru.

"Enam parameter tentang tes urine yang dilakukan di setiap sekolah diantaranya, metamifine, remadol, ganja, sabu-sabu, heroin. Jika dalam tes urine ditemukan ada satu positif seperti metamifine maka kita bisa curigai," paparnya.

Ia melanjutkan, jika ke depan, didapatkan ada siswa yang positif menggunakan narkoba, maka pihak sekolah, atau Disdik Sulsel sekalipun, tidak akan memberikan hukuman, apalagi mengeluarkan dari sekolah.

"Akan tetapi kita hanya rehabilitasi siswa tersebut. Minta dengan BNN karena perjanjian kita dengan BNN yaitu merehab siswa bukan menghukum, yang penting dia tidak lebih dari ketentuan berapa hari dia tidak masuk sekolah," tuturnya.

Siswa yang terbukti positif narkoba, akan dikeluarkan, bila setelah direhab, dan BNN menyatakan anak tersebut harus dipisahkan dari kelompok siswa lainnya, maka secara terpaksa akan dikeluarkan.(*)

Foto: Int.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: