Begini Kronologi Kejadian Menurut Wakil Dekan III Fakultas FDK UIN

tipsbuzz.com
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabar Makassar — Pelaporan terhadap akademisi dan Kepala Laboratorium Radio Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Irwanti Said (Tanti) bersama kurang lebih 30 anggota grup WhatsApp lainnya oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Nursyamsiah ke Polrestabes Gowa atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial berangsur panjang.

Pasalnya, pelaporan Nursyamsiah tidak lain dikarenakan Tanti bersama anggota grup WhatsApp lainnya telah melakukan ujaran kebencian dan menghinanya.

“Kemarin saya dikasih liat itu isi percakapan di grup, karena saya tidak masuk di dalamnya. Kalau dibaca itu, seakan saya sebagai pimpinan tidak dihargai. Semuanya difitnah, dikata-katai, sampai dituduh sabotase,” kata Nursyamsiah kepada KabarMakassar.com melalui via telepon. Selasa, 25 Juli 2017.

Nursyamsiah menerangkan, awal pelaporan bukan berasal darinya. Melainkan dari Tanti yang melaporkan kejadian ke Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar.

“Tapi kemarin saya ditanyai AJI, mereka katanya mau bertemu dengan saya. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah bertemu,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Nursyamsiah, kejadian bermula ketika ia sedang menunggu jemputan untuk pulang setelah aktivitas akademik di UIN Alauddin Makassar selesai dilaksanakan pukul 18.00 Wita, Jumat, 5 Mei 2017.

“Pada waktu itu, saya lihat ada mahasiswa naik tangga bawa papan tulis. Dan saya tegur mereka mau kemana jam pulang di laboratorium, dan mereka bilang mau mengikuti matakuliah MC. Tapi sebenarnya tidak ada matakuliah itu, dan katanya juga mereka disuruh bayar,” terangnya di telepon.

Selain itu, Nursyamsiah menjelaskan bahwa yang menjadi dosen matakuliah tersebut adalah Tanti sendiri yang dibagi menjadi tiga kelas. Namun pada hari itu, tidak ada satupun dosen yang datang mengajar di laboratorium tersebut.

“Di UIN, berlaku dua atuan. Pertama, tidak boleh ada pungutan biaya apapun terhadap mahasiswa. Kedua, tidak boleh melakukan bina akrab selama dua semester,” jelas Nursyamsiah.

Mengikuti aturan tersebut, Nursyamsiah pun menyuruh mahasiswa yang mengikuti kelas MC untuk pulang, karena waktu menunjukkan pukul 18.30 Wita. Sementara peraturan kampus melarang ada aktifitas apapun setelah pukul 18.00.

“Saya suruh pulang mereka, karena ada banyak sekali mahasiswa di sana apalagi ada perempuan juga. Sebelumnya kan juga didapatkan ada perempuan yang menginap, dan itu dilarang untuk alasan demi keamanan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Nursyamsiah memutuskan untuk menyuruh semua mahasiswa untuk pulang dan meminta agar kunci diberikan untuk sementara.

“Karena kalau tidak saya minta itu kunci, mereka tidak pulang. Tapi malam itu katanya mahasiswa datangi ibu Tanti, dan saya sayangkan setelah malam itu ibu Tanti tidak klarifikasi ke saya malah langsung melapor-lapor. Padahal, tadinya saya mau kasih itu kunci tapi dekan bilang ‘Jangan dulu kasih, kita mau tau apa maunya dia,” sambungnya.

Jika dimintai keterangan, Nursyamsiah mengaku siap memberikan klarifikasi dan data tertulis sebagai bukti.

Foto: Int.

[divider sc_id=”sc1473182796715″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”489″ sc_id=”sc236784995470″]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.