Bawaslu Gowa Pertanyakan Kewenangan Camat Tinggimoncong

Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto

KabarMakassar.com — Bawaslu Gowa mengecam tindakan yang dilakukan Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz karena memasuki area tes tertulis Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Aula Kantor Kecamatan Tinggimoncong, Rabu (4/3) kemarin.

Hal itu pun membuat Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto kesal dan mempertanyakan hal itu. “Apa kewenangan Camat Tinggimoncong masuk ke area tes? Apa aturannya, nomenklaturnya dimana?,” kata Juanto.

Menurutnya, undang undang, Peraturan KPU, Peraturan Bawaslu, Surat Edaran bahkan undang undang ASN tidak mengatur hal demikian. Bahkan, kata dia, Bawaslu sendiri punya etika masuk ke area tes.

“Tidak sepatutnya dia melakukan itu. Saya sendiri tidak seenaknya masuk ke area itu. Padahal kami punya kewenangan diamanahkan oleh UU untuk mengawasi. Tapi kami punya etika,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat untuk membicarakan dan memproses sesuai aturan yang berlaku jika diduga ada pelanggaran.

“Dia itu ASN, camat mestinya baca aturan, insyaAllah dekat ini akan kami rapatkan di Bawaslu, termasuk bicarakan pihak terkait, termasuk KPU dan panitia,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Andry Mauritz mengatakan dirinya saat itu hanya memastikan dan mengecek lantaran tempat terselenggaranya tes berada di aula kantornya.

“Saya fikir wajar sebagai pemerintah bersama tripikanya memantau. Kebetulan di aula kantor saya dilaksanakan tes, saya masuk ke panitia hanya untuk memastikan dan mengecek apakah ruangannya memadai karena diikuti ratusan peserta,” kata Andry, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan bahwa dirinya masuk ke aula tes tertulis bukan maksud apa-apa. Bahkan, kata dia, ada beberapa unsur tripika yang melihat.

“Setelah bincang sebentar dengan panitia kemudian saya kembali ke luar, di tengah jalan saya disapa peserta jadi saya temui. Bahkan ada peserta yang sudah selesai datang menyalami karena mengenal saya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menyayangkan pihak Bawaslu dan Panwascam yang tidak menegur dirinya saat masuk ke area tes tertulis PPS.

“Sekitar lima anggota Bawaslu termasuk Panwascam. Saya sempat bincang tapi tidak bilang-bilang ji juga bahwa dilarang. Tidak ada juga yang menegur saya dari Bawaslu kabupaten bahwa dilarang masuk,” katanya.

Karena itu, kata dia, kasus ini perlu diklarifikasi letak kesalahan dan pelanggarannya. “Harusnya kita konfirmasi ke pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Gowa. Letak kesalahan dan pelanggaran saya dimana. Karena ini di aula kantor saya,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI