Bapenda Sulsel Optimis Capai Target 2017

KabarMakassar.com— Kepala Bapenda Sulsel Tautoto, optimis Bapenda Sulsel dapat memenuhi target PKB tahun ini yang mengalami penambahan sebesar Rp 50 miliar dari Rp 1.056.098.000.000 pada target APBD pokok menjadi Rp 1.106,098.000.000 pada APBD perubahan.

Hal ini disampaikan di ruang kerja Kepala Bapenda Sulsel di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, 10 November 2017.

“Kami optimistis mencapai target PKB karena saat ini kita melakukan berbagai upaya untuk mencapainya antara lain, penertiban kendaraan yang belum membayar pajak, semua samsat membuka pelayanan di hari Sabtu, memudahkan pembayaran secara nontunai melalui ATM dan kartu debit via EDC, serta upaya lainnya,” kata Tautoto.

Baca juga :   Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat

Meski perekonomian nasional tengah melesu, Bapenda Sulsel terus berupaya untuk mengumpulkan pajak dari masyarakat. Hingga September 2017 atau triwulan III Bapenda Sulsel yang mengelola 25 samsat induk di seluruh Sulsel berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai Rp 767.375.947.063 atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,66 persen dengan nilai Rp 19.861.210.604 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 747.514.736.459.

Adapun perolehan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,38 persen dengan nilai sebesar Rp 38.442.649.854. Pada triwulan III 2017 realisasinya sebesar Rp 408.848.067.306 sementara tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 370.405.417.452.

Baca juga :   Sering Diperjualbelikan, Tana Luwu Kini Dikelola Pemerintah

Pajak air permukaan (PAP) pada triwulan III 2017 juga tumbuh dengan perolehan sebesar Rp 63.900.342.143 sedangkan pada tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 55.224.539.937 atau mengalami kenaikan sebesar 15,71 persen dengan nilai mencapai Rp 8.675.802.206.

Perolehan pajak rokok juga mengalami pertumbuhan sebesar Rp 15,36 persen. Tahun 2016 triwulan III sebesar Rp 275.316.163.477 sedangkan pada tahun 2017 triwulan IIII mencapai Rp 317.599.755.881.

Namun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) mengalami penurunan. Hingga September 2017 perolehan BBNKB sebesar Rp 652.100.614.289 sementara periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 710.992.702.141 atau mengalami penurunan 8,28 persen dengan nilai sebesar Rp 58.892.087.852.

Baca juga :   Ini Target Dinasi PU Di Tahun 2018

Rendahnya perolehan BBNKB karena banyak masyarakat yang lebih memilih membeli kendaraan dari Jakarta dengan alasan pilihan model dan warna lebih banyak serta tidak inden (menunggu). Alasan lain harganya lebih murah karena dekat dengan pabrik dan tarif BBN di Jakarta lebih murah yakni hanya 10 persen sementara di Sulsel dikenakan tarif BBN 12,5 persen.(rilis)