Bapenda Akan Turunkan Tarif Pajak Kendaraan

Konferensi Pers Dirjen Pajak

Kabar Makassar — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel akan memberlakukan penyesuaian tarif pajak progresif dan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBN-KB yang baru dalam waktu dekat ini.

Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tranggina menerangkan pihaknya tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) terkait penyesuaian tarif baru itu sebagai tindak lanjut dari Perda nomor 8 tahun 2017 yang segera diberlakukan pada Desember 2017.

Dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 8 Tahun 2017 itu mengatur tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah mengalami perubahan signifikan.

Baca juga :   Diminta Hentikan Proyek Barombong, Ini Penjelasan Konsultan Pengawas

Perubahan itu, lanjutnya akan mengatur pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan roda empat lebih dari satu unit.

“Kalau Pergub ini sudah terbit, tarif pajak baru sudah dapat diberlakukan. Sebagai langkah awal, kita akan memberikan intensif bagi dealer atau show room kendaraan untuk segera menerapkan tarif progresif yang ada,” ungkap Tautoto

Sebelumnya di Perda Nomor 10 Tahun 2010, tarif pajak kendaraan bermotor ditetapkan secara progresif dengan interval sebesar 1%, yaitu kendaraan pertama sebesar 1.5%, kendaraan kedua 2,5% dan seterusnya sampai dengan paling tinggi 5,5%.

Baca juga :   Wagub Buka Forum Komunikasi Prodi Teknik Pertambangan

Dalam perda yang baru ini, tarif progresif Pajak Kendaraan Bermotor ditetapkan paling tinggi sebesar 2,75%. Kebijakan ini diharapkan dapat menguntungkan masyarakat khususnya bagi pemerintah daerah, kebijakan ini ampuh untuk mengurangi tunggakan pajak progresif.

“Tarif progresif yang tinggi menyebabkan pemilik kendaraan mengalihkan kepemilikan kendaraannya atas nama orang lain. Hal ini menyulitkan petugas dalam hal pendataan dan penagihan pajak progresif,” tambahnya.

Selain itu, dalam peraturan daerah ini, tarif BBN-KB untuk penyerahan pertama turun dari yang sebelumnya sebesar 12,5% menjadi 10%.

Baca juga :   PLN Makassar Sambung 2.000 Pelanggan Dalam Sehari

Dengan penurunan tarif tersebut masyarakat diharapkan tidak lagi membeli kendaraan baru di Jakarta dan sekitarnya karena tarif BBN kendaraan di Jakarta dan Sulsel sudah sama. (*/Mfn)

Penulis : Nur Marwah Yuwa