Bank Panin Lelang Aset, Nasabah Ini Protes

Nasabah Bank Panin Kusnadi melalui Penasehat Hukumnya, Ardi Yusran menggugat Bank Panin terkait proses lelang lahan yang terletak di Jalan Tun Abdul Razak, Samata, Kabupaten Gowa, Sulsel. Foto : Imran Arief

Kabar Makassar — Nasabah ini mengajukan gugatan perdata terkait lelang aset rumah dan tanah seluas 3.500 meter persegi yang dilakukan Bank Panin Makassar.

Objek rumah dan tanah yang sebelumnya milik Kusnadi dilelang dengan harga murah. Terkait lelang ini, Kusnadi melalui penasehat hukumnya, Ardi Yusran menggugat Bank Panin terkait proses lelang lahan yang terletak di Jalan Tun Abdul Razak, Samata, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Dari keterangan Ardi, seharusnya aset kliennya tersebut dilelang oleh pihak Bank Panin Makassar sesuai nilai taksasi yang sebenarnya, tidak dengan harga miring. Salah satunya dengan merujuk pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dikeluarkan resmi pihak kelurahan setempat atau acuannya berdasarkan taksasi pihak swasta, dalam hal ini pihak properti atau boleh juga berdasarkan taksasi dari Kantor Jasa Penilai Publik tahun 2013 yang nilainya mencapai 8,2 M.

Baca juga :   OJK Laporkan Perkembangan Rasio Perbankan Bank Sulselbar

“Kami bertanya apa yang menjadi dasar acuan Bank Panin melelang aset klien kami dengan harga miring yakni hanya sebesar Rp2,5 miliar saja,” kata Ardi didampingi Tim Advokad, Andi Amin Halim Tamatappi saat menggelar press confrence di Makassar, Senin, 27 November 2017.

Andi Amin menambahkan , yang menjadi masalah kemudian, karena sertifikat aset berupa rumah dan tanah milik kliennya telah beralih nama ke pihak ketiga tanpa melalui proses roya atau melibatkan seluruh ahli waris yang memiliki hak atas aset tersebut.

Baca juga :   Harga Gas Elpiji Melambung, Walikota Makassar Protes

“Atas dasar itu, kami ajukan gugatan perdata untuk menuntut taksasi aset klien kami yang sebenarnya ke Pengadilan Negeri Makassar. Kami juga akan melaporkan secara pidana,” ujarnya

Diketahui, Kusnadi awalnya mengambil kredit ke Bank Panin Makassar sebesar Rp 2,5 Miliar dengan menjaminkan asetnya berupa rumah dan lahan seluas 3.500 Meter Persegi yang merupakan milik bapak kandungnya, Hasrul Azis tepatnya pada 11 Oktober 2011. (*/nck)

Baca juga :   Cari Enterpreneur Muda, KSP Sambangi Media Lokal Makassar

Fotografer & Penulis Imran Arief