News

Bakteri Malassezia Adalah Penyebab Ketombe Pada Kepala

Bakteri Malassezia Adalah Penyebab Ketombe Pada Kepala

Kabar Makassar-- Memiliki kulit kepala yang berketembo memang sangat menganggu, selain menimbulkan rasa gatal dan kehadiran ketombe juga kadang membuat malu karena saking banyaknya, sampai sampai ketombe tersebut berjatuhan layaknya salju dan singgah pada pundak.

Berdasarkan penelitian ada beberapa hal penyebab kemunculan ketombe di kulit kepala. Jiao Tong University kepada 59 partisipan berusia antara 18 hingga 60 tahun mengatakan bahawa keberadaan jamur di kulit kepala adalah penyebab yang sering menimbulkan ketombe pada permukaan kulit kepala.

Dalam melindungi kulit kepala dari bakteri dan melembabkan kelit, kelenjar keringat memproduksi keringat atau yang dikenal dengan sebutan sebum.

Namun, ternyata, jamur yang berada pada kulit kepala manusia bernama malassezia, yaitu tipikal jamur yang memakan subtansi lemak yang terkandung dalam sebum.

Malassezia yang memakan sebum lalu menghasilkan sisa pencernaan berupa asam lemak yang justru dapat membuat kulit kepala iritasi hingga akhirnya menghambat metabolisme dan pertumbuhan sel kulit kepala yang baru.

Pertumbuhan sel kulit kepala yang terganggu akan menimbulkan pegelupasan kulit kepala yang ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih yang gatal.

Uniknya kondisi ini juga dipengaruhi oleh daya tahan kuklit kepala. Setiap kulit kepala menghasilkan sebum dan tumbuh jamur pada permukaan kulit kepala.

Namun hal ini tidak lantas menjadikan seluruh kulit kepala manusia berketombe. Kondisi ini di karenakan kulit kepala setiap orang memiliki sensitivitas dan daya tahan tubuh yang berbeda terhadap asam lemak yang dihasilkan oelh jamur malassezia.

Sebagian besar orang yang berketombe menggunakan sampo anti ketombe atau dandruff yang biasa dibeli di supermarket. Cara kerja berbagi sampo antiketombe berbeda beda.

Biasanya ketombe akan langsung beraksi terhadap metode ini. Tapi kemunculan kembali ketombe adalah hal yang wajar. Ketombe biasanya menghilang beberapa saat sebelum kembali lagi.

Pemakaian sampo antiketombe perlau dilakukan secara teratur, jika sampo gagal membersihkan ketombe setelah beberapa minggu.(Berbagai Sumber)

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close