Bahaya PCC, Pemprov Sulsel Lakukan Antisipasi

Bahaya PCC, Pemprov Sulsel Lakukan Antisipasi

Bahaya PCC, Pemprov Sulsel Lakukan Antisipasi

Kabar Makassar ----- Maraknya penyalahgunaan obat jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol atau PCC, menjadi perhatian semua pihak khususnya di Sulawesi Selatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengancam akan mencabut izin Apoteker dan apoteknya sendiri.

"Iya, karena obat itu adalah ilegal dan tidak boleh diperjual belikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief.

Menurut Rachmat, selain obat itu ilegal, juga berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. Apalagi baru baru ini menimbulkan korban di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Puluhan anak-anak dan remaja dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara karena mengalami gejala gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan, seperti Somadril, Tramadol, dan PCC.

"Bukan hanya di Sulsel, tapi ini menjadi perhatian nasional," ajaknya.

Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan mengeluarkan pernyataan dan telah meminta kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) segera mengidentifikasi kandungan obat sekaligus menetapkan status zat tersebut dalam kelompok adiktif.

"Obat-obatan terlarang dan zat adiktif sangat membahayakan dan merugikan remaja sebagai asset masa depan bangsa. Maka, jika ini terbukti zat psikotropika, Kemenkes mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap NAPZA yang mengganggu kesehatan. Kami juga berharap agar BNN menginvestigasi secepatnya,” pungkasnya.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close