Bahas Inovasi Kehidupan Normal Baru, Pemkab Talakar Vicon dengan Tiga Menteri

(IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Takalar melakukan video conference (Vicon) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, membahas tentang inovasi daerah dalam penyiapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) yang produktif, di Ruang Rapat Wakil Bupati Takalar, Jumat (29/5) kemarin.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten takalar, hadir pada Vicon tersebut: Wakil Bupati Takalar, H. Achmad Dg Se’re; Dandim 1426/Takalar, Letkol Inf. Ilham Yunus; Kapolres Takalar, AKBP Budi Wahyono; Ketua Pengadilan Negeri Takalar, Arwana; dan Ketua Pengadilan Agama, Adhayani Saleng Pagesongan;

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam masa pandemi (Covid-19) ini, rata-rata daerah mengalami minus sehingga mempengaruhi ekonomi terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan adanya dijalankannya konsep atau skema kehidupan normal baru, ia berharap masyarakat mampu memulai kegiatan namun tetap aman dari Covid-19.

“Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara besar, dan 230 kabupaten/kota diantaranya masuk dalam zona hijau. Saya tekankan bahwa dalam memulihkan negara, kita bukan berarti mengabaikan protokoler kesehatan. Presiden kita perlu menata new normal. Tiap daerah berbeda-beda dalam desain new normal dan mempunyai inovasi masing-masing serta tetap produktif dan aman dari Covid,” ujarnya.

Sri Mulyani juga menyampaikan, pemerintah pusat bakal mengadakan lomba untuk pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia dengan membuat inovasi dalam penerapan kehidupan normal baru.

“Pemerintah pusat mengadakan lomba dengan membuat membuat inovasi dalam menangani proses new normal di setiap pemda di seluruh Indonesia. Dana Insentif Daerah (DID) serta piagam penghargaan,” sebut Sri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menyampaikan bahwa dirinya sudah menerapkan protokoler kesehatan di hotel, restoran dan tempat lainnya yang menjadi sektor pariwisata.

“Di dalam lomba ini akan banyak aspek penilaian, dan diutamakan tetap pada protokoler kesehatan,” katanya.

Sementara, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, dalam lomba inovasi ini ada beberapa ketentuan yang menjadi acuan penilaian.

“Kepala daerah perlu membuat tim untuk menggarap pasar tradisional, restoran, hotel dan tempat wisata. Aspek dan bobot penilaian, yakni
kesesuaian dengan protokoler Covid-19 dengan bobot 40%, aplikatif/replikasi dengan bobot 30%, strong idea (kreatifitas, kebaharuan) dengan bobot 20%, kerjasama/kokaborasi dengan bobot 10%, ” papar Tito.

Hasil inovasi daerah tersebut, kata Tito, harus dibuat dalam bentuk video berdurasi 1 menit dan maksimal 2 menit.

“Pelayanan harus pakai masker dan sarung tangan, pelayanan terpadu satu pintu. Lomba dimulai tanggal 29 Mei 2020, pembuatan dan pengiriman video tanggal 1 sampai 8 Juni 2020, tanggal 9 sampai 12 Juni 2020 penilaian, dan pengumuman tanggal 15 Juni 2020. Bagi daerah yang tidak mengikuti lomba maka diumumkan nama daerahnya pada pukul 15.23 Wita,” jelasnya. (*)

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI