Bahas Persiapan New Normal, Prof Yusran Terima Kunjungan DPRD Sulsel

KabarMakassar.com — Penjabat (pj) Wali Kota Makassar Prof. Yusran Jusuf menerima kunjungan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan terkait kesiapan Pemkot Makassar dan pusat kegiatan bisnis menyambut New Normal.

Sekaitan hal tersebut, menurut Yusran yang paling pertama dilakukan Makassar adalah melakukan rapid test massal. Rapid dilakukan di pasar, ojol, pelayan supermarket, dan tenaga kesehatan.

“Hari ini kami kembali fokus pada lima kecamatan episentrum. Kami fokus di situ karena dengan menemukan masyarakat yang terpapar akan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ucapnya.

Kegiatan tersebut menperoleh hasil yang sangat signifikan. Yusran mengatakan sebelum PSBB Reproduction Number (RO) Covid-19 di Makassar 3,8 yang berarti satubpasien bisa menularkan 4 orang. Akan tetapi setelah dilakukan rapid test massal RO tinggal 1,03 atau satu pasien hanya bisa menularkan ke satu orang.

“Untuk persyaratan New Normal RO harus di bawah satu (1). Jadi kami pastikan terus berupaya untuk sampai ke situ,” sebutnya.

Menurutnya jika rapid test dan edukasi ke masyarakat bisa diintervensi secara total maka RO akan bisa diturunkan dengan cepat.

Yusran juga tidak menyanggkali, sejak dilakukannya test massal setiap hari ditemukan kasus positif. Namun kata dia hal ini justru baik karena dengan menemukan warga yang postif maka upaya pemberantasan virus juga akan cepat.

Selama tingkat kesembuhan lebih tinggi dari yang terpapar maka hal itu mengindikasikan bahwa upaya yang dilakukan selama ini berhasil. Tinggal kata Yusran bagaimana penegakan disiplin protokol kesehatan, yakni cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak terus di perketat serta mendorong masyarakat melakukan aktivitas fisik yang bisa meningkatkan imunitas personal mereka.

Pengrajin Kapal Phinisi Keluhkan Biaya Rapid Test

KabarMakassar.com — Pengrajin Kapal Phinisi di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba mengeluhkan kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang mewajibkan para pengrajin mengantongi hasil rapid test kerika bekerja di luar daerah untuk mencari nafkah.

Salah satu pengrajin Kapal Phinisi, Sudirman mengatakan jika biaya untuk melakukan pemeriksaan rapid test mencapai jutaan sekali tes tidak sepadan dengan pendapatannya.

Karena itu, Sudirman mendatangi Kantor Desa Lembanna untuk menyampaikan keluhannya tersebut. Ia mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat pekerjaannya berhenti sejak November 2019.

“Dampak yang saya rasakan sangat luar biasa, tidak cuma saya tapi seluruh pekerja Kapal Phinisi yang ada di Desa Lembanna dan Desa Ara, saya berhenti total sejak November 2019, setelah itu tidak ada lagi,” kata Sudirman.

Kata dia, untuk dapat bertahan hidup para pengrajin mencari pekerjaan di luar daerah. Tapi, kata dia, beban bertambah ketika Gugus Tugas setempat mewajibkan surat keterangan sehat yang melampirkan hasil rapid test.

“Biaya rapid test sangat memberatkan bagi kami, selain ongkos perjalanan kami juga harus menyiapkan biaya rapid test yang mencapai jutaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembanna, Aspar mengatakan jika pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kelangsungan hidup para pekerja atau pengrajin Kapal Phinisi.

“Kita merasa kasihan pada mereka karena dampak Covid-19 ini banyak daro mereka yang kehilangan pekerjaan, sehubungan dengan kegiatan pekerjaan yang seharusnya kita permudah,” kata Aspar.

Ia menambahkan bahwa sekitar 80% masyarakat di Desa Lembanna merupakan perantau yang harus dicarikan solusi agar tetap bekerja. Selebihnya, kata di, merupakan pegawai dan pedagang.

Mungkin ini bisa dicarikan solusi supaya mereka bisa bekerja di tengah Covid-19 ini, jika memungkinkan ada peluang mendapat pekerjaan di luar daerah, apa salahnya kita membantu melancarkan perjalanan, contohnya rapid test secara gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.

240 TKI Deportan asal Malaysia Tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare

KabarMakassar.com — Sebanyak 240 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) deportan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare menggunakan KM Thalia, Jumat (5/6).

Terkait hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Parepare, Iskandar Nusu mengatakan sebanyak 240 TKI 185 orang di warga Sulsel, 24 warga Nusa Tenggaran Timur (NTT), 4 warga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan 4 warga asal Jawa Tijur (Jatim).

“Jadinya hanya ada 185 warga Sulsel, masing-masing dari mereka langsung dijemput oleh Pemda Kabupaten/kota setempat, kami sudah koordinasi sesui surat perintah dari Gubernur Sulsel,” kata Iskandar.

Sementara itu, Dandim 1404 Pinrang, Letkol ARM Lukman Sasono mengaku menerima langsung warga Pinrang yang juga TKI deportan. Kata dia, sebanyak 31 orang langsung dilakukan isolasi mandiri di Gedung Boarding School Aisyiyah.

“Ada 31 orang ini, 4 diantaranya perempuan, 2 anak-anak. Sesuai protap akan diisolasi selama 14 hari, tergantung kondisi jika tidak ada gejala mereka bisa saja kurang dari itu,” kata Lukman.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pinrang mengaku jika pihaknya akan melakukan pemantauaan terhadap kondisi kesehatan TKI tersebut. Sedangkan untuk keamanan, gedung yang menjadi tempat isolasi akan dijaga oleh personel gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP.

“Semua kebutuhan TKI sudah disiapkan oleh petugas. Keluarga boleh menjenguk, dengan memperhatikan physical distancing dan sosial distancing,” pungkasnya.

Disnaker Makassar Terima 178 Laporan Terkait THR Belum Dibayarkan

KabarMakassar.com — Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar telah menerima setidaknya 178 laporan terkait Tunjangan Hari Raya yang belum terbayarkan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Irwan Bangsawan, Jumat,(5/7).

“Ada sekitar 170 lebih, 178 laporanlah sudah banyak sekali masalah THR itu jumlah pelaporan,” kata Irwan Bangsawan.

Ia menambahkan pihaknya menerima setidaknya 20 sampai 30 laporan perharinya terkait aduan THR yang belum dibayarkan. “Jadi di kantor itu setiap hari ada 20 orang sampai 30 orang melapor,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya akan terus melakukan mediasi antara pekerja dan perusahaan dalam memenuhi THR yang belum terbayarkan.

“Sampai tadi kami memediasi beberapa perusahaan dan pekerja yang tidak membayarkan THR sampai tadi, saya sudah menyampaikan jadi kita mediasi di kantor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irwan mengaku jika mediasi ini untuk pertemukan perusahaan dengan pihak karyawan untuk membayar THR. Pun, kata dia, pihaknya akan memberikan kelonggaran agar perusahaan dapat melunasinya.

“Kita harap THR ini bisa dibayar secara bertahap, jadi inilah kesepakatan yang kami lakukan saat ini dan Alhamdulillah sampai saat ini saran kami itu semua diterima oleh pihak perusahaan” katanya.

Kata dia, berdasarkan data yang diterimanya bahwa tenaga kerja yang terdampak Covid-19 setidaknya telah mencapai 11.000 orang.

Karena itu, dengan memasuki tahapan new normal dan dengan diizinkannya beberapa toko kembali beroperasi diharapakan akan mengalami pengurangan.

“Saat ini belum ada laporan perusahaan yang akan buka kembali. Tapi yang banyak ini dari perdagangan yang akan buka kembali, kalau di hotel itu belum semua. Jadi karena dengan adanya konsep new normal, sudah mulai lagi buka perlahan-lahan” pungkasnya.

Pemkab Takalar Laksanakan Halal bi Halal Secara Virtual

KabarMakassar.com — Bupati Takalar, Syamsari Kitta menggelar Halal bi Halal secara virtual sebagai moment perayaan idul fitri di Gedung PKK, Jumat (5/6).

Pada kesempatan itu, Syamsari Kitta mengatakan bahwa dua kenikmatan yang orang-orang sering kali lalai adalah kesehatan dan kenikmatan. Kata dia, manusia terbaik adalah manusia yang bisa memanfaatkan kesempatan terbaik yang Allah berikan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Salah satu waktu terbaik yang di berikan Allah SWT yaitu waktu bulan ramadan, kita harus menyadari dan yakin bahwa ramadan memang disengaja di datangkan oleh Allah SWT untuk kita menuju jalan ke surga,” kata Syamsari.

Kata dia, manusia mengalami suatu kejanggalan dalam berfikir apabila ramadan datang tetapi tidak menyambut dengan gembira. Karenya Manusia harus mengupayakan agar ramadan dpat meraih predikat taqwa.

“Orang bertaqwa harus sadar bahwa dunia ini penuh ujian dan tantangan, untuk itu bagaimana kita bisa melewati cobaan tersebut dengan penuh keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa manusia harus segerakan untuk mencari ilmu karena dengan ilmu kita akan menjadi kreatif dan menjadi manusia yang berguna dan selamat.

“Orang yang tidak punya ilmu adalah orang yang rugi, karena dia tidak tahu membaca Al-Qur’an dan tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang salah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Hj. Irma Andriani mengatakan dengan adanya Covid-19 kita tidak bisa melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Untuk itu, kata dia, ke depan TP. PKK akan melakukan pertemuan virtual setiap bulan dengan TP. PKK Kecamatan dengan melaksanakan berbagai kegiatan seperri seminar dan games lewat virtual.

“Semoga Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan dengan normal dan kita dapat bertatap muka langsung,” kata Irma Andriani.

Pemkab Gowa Laksanakan Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah Secara Virtual

KabarMakassar.com — Sempat tertunda beberapa pekan akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menggelar Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah (PQJI) secara virtual, Jumat (5/6).

Pada kesempatan itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan selain pelaksanaan PQJI pertama juga merupakan hari pertama aktivitas kantor bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali normal.

Menurutnya hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo dengan noor 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020.

“Ini menjadi momentum yang sangat penting untuk sama-sama berdoa kepada Allah SWT supaya kita semua yang hadir dan bekerja seperti biasa selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT,” kata Adnan.

Ia menyebutkan saat ini kasus Covid-19 masih sangat tinggi termasuk di Sulsel khususnya di Gowa. Kata dia, Sulsel sudah berada diurutan ke 3 di Indonesia kasus Covid-19 terbesar.

“Ini berarti terjadi tren kenaikan yang cukup signifikan, hari kita mengalami penambahan positif 8 orang sehingga di Gowa juga cukup tinggi yang terkena Covid-19,” ungkapnya.

Kata Adnan, jumalah masyarakat Kabupaten Gowa yang terkategorikan masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 505, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 251 orang, dan positif sebanyak 137 orang.

Karena itu, ia berharap ada pencerahan agar bisa meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dan berdoa agar terjaga dari penyebaran Covid-19.

“Mari jaga diri kita, jaga keluarga kita dan jaga orang disekitar kita dengan cara memakai masker, menjaga jarak, tidak berkontak, tidak bersalaman dan rajin-rajin cuci tangan,” harapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Othman Omar Shihab mengajak untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya apa yang terjadi saat ini merupakan ujian dari Allah SWT.

“Allah SWT mengatakan pasti senang atau tidak senang, pasti kita akan diuji oleh Allah SWT. Kita siap atau tidak siap orang beriman itu akan diuji oleh Allah SWT,” kata Othman Omar.

Karenanya, ia berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan yang meninggal mati dalam keadaaan syuhada.

“Mudah-mudahan Allah SWT melindungi kita dari segala bala, dari segala musibah, dari segala fitnah dan kita diberi kesehatan diberikan rezeki yang dapat menenangkan kita, menenangkan hati kita dan keluarga kita dan Allah mengangkat wabah ini,” pungkasnya.

Sekda Sambut Kajari Selayar di Pelapuhan Pamatata

KabarMakassar.com — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Selayar, Adi Nuryadin Sucipto resmi bertugasnya di Kabupaten Kepulauan Selayar hari ini, Jumat (5/6).

Kedatangan Kajari baru tersebut disambut oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Marjani Sultan di Pelabuhan Pamatata.

Kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang di Rumah Jabatan Bupati Selayar bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar lainnya.

Adi Nuryadin Sucipto menggantikan posisi Cumondo Trisno yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Selayar. Pergantian pimpinan dijajaran Kejaksaan tinggi Sulsel ini dilakukan Kamis (4/5) kemarin.

Terkait hal itu, Marjani Sultan menyampaikan selamat datang di Kabupaten Selayar. “Kami ucapkan selamat datang Pak dan selamat bertugas di Kabupaten Selayar,” kata Marjani Sultan.

Gubernur Sulsel Minta ke RS Hasil Tes Swab Pagi Keluar Sore

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menjawab dilema penentuan status pasien ODP, PDP dan OTG, dengan mempercepat pemeriksaan tes swab di Balai Laboratorium Kesehatan laboratorium (BLK). Hal tersebut berdasarkan kasus penentuan status ODP dan PDP yang dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian tersebut cukup menjadi pelajaran berharga bagi gugus tugas penanganan Covid-19 di Sulsel. Pasalnya, ada yang dinyatakan ODP dan PDP meninggal dunia sementara dalam proses perawatan di RS sedangkan hasil tes swabnya belum usai.

“Maka saya minta kemarin itu kepada rumah sakit, mereka masuk langsung swab. Kita juga minta lab prioritaskan semua yang terbaring di rumah sakit. Jangan dicampur OTG dan lain sebagainya, jangan. Jadi ada jalur khusus yang sudah terbaring supaya pagi di swab sore sudah ada hasil,” jelas Nurdin Abdullah, saat diwawancarai, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis, (4/6).

Ia mengaku, memang ini suatu dilema bagi gugus tugas. Sebab saat ODP dan PDP masuk rumah sakit langsung disuruh tanda tangan siap untuk mengikuti protokol Covid.

“Dilema bagi kita, sudah dikebumikan baru hasilnya keluar. Hal-hal seperti ini kan pasti kita menghadapi tuntutan masyarakat, loh kok keluarga saya negatif kok, kenapa dibawa kesana (Pemakaman Covid-19) kan. Makanya kita berharap mulai hari ini tidak ada lagi seperti itu, supaya masyarakat juga ada kepastian,” urainya.

Gubernur mengaku sudah pernah berkali-kali mengingatkan pihak rumah sakit agar melakukan tes swab langsung setiap pasien PDP dan ODP.

“Saya sudah berkali-kali ingatkan rumah sakit langsung swab, jangan cuman tanda tangan udah aman, bukan. Mereka tandatangan langsung swab dan jalurnya juga kaya di Wahidin, masuk pagi sore hasilnya udah keluar. Nggak usah tunggu berhari-hari, karena menjadi dilema bagi kita gugus tugas. Sehingga posisi PDP kita tidak pakai protokol Covid terus keluar hasilnya positif kan ini jadi repot lagi. Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi,” paparnya.

Wagub Sulsel Temui Korban Kebakaran Maccini Parang Makassar

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menemui warga Jalan Kemauan V dan Jalan Kesatuan, Kelurahan Maccini Parang, Kota Makassar, Kamis (4/6) kemarin. Dimana lokasi tersebut terdapat tujuh (7) unit rumah sebelumnya hangus dilalap si jago merah.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wita, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.20 Wita. Andi Sudirman Sulaiman, langsung turun ke lokasi. Ia pun memasuki dan melihat kondisi yang hanya tersisa puing-puing sisa kebakaran, seraya berbincang dengan keluarga korban kebakaran.

“Pemprov Sulsel telah bergerak cepat merespon terjadinya kebakaran dan memberikan bantuan bagi warga,” ujar Andi Sudirman.

Dirinya menenangkan keluarga korban yang rumahnya terbakar agar bersabar dalam menghadapi masalah ini.

“Sabarki, mudah-mudahan ada rezeki dari Allah, dibukakan sebagai pengganti Insya Allah,” ujarnya kepada korban.

“Kita doakan semoga korban kebakaran diberi kesabaran dan berharap Allah memberi hikmah dibalik musibah ini, Amin,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor dua di Sulsel itu pun turut memberikan bantuan berupa sembako serta perlengkapan untuk dapur umum, seperti kompor dan gas.

Pria yang dikenal aktif memperhatikan masyarakat ini pun turut membagikan masker kepada masyarakat sekitar yang berada di lokasi yang tidak mengenakan masker.

Diketahui, kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik. Tak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut, namun terdapat dua orang mengalami luka bakar.

Lolos Tahap Verifikasi, Dua Desa di Takalar Dimekarkan

KabarMakassar.com – Setelah lolos tahap verifikasi administrasi, Pemkab Takalar melakukan verifikasi lapangan terkait pemekaran Desa Laikang dan Pembentukan Desa Tete Bonea sebagai salah satu desa yang memenuhi syarat untuk pemekaran, Kamis (4/6).

Desa Laikang yang berpenduduk 5.172 jiwa merupakan satu dari 11 desa di Takalar yang tahun ini rencananya akan dimekarkan menjadi dua wilayah yakni Desa Laikang dan Desa Tete Bonea.

Untuk Desa induk Laikang terdiri dari tiga dusun yakni Dusun Laikang, Dusun Puntondo, dan Dusun Boddia yang dihuni oleh 655 kepala keluarga atau 2.473 jiwa penduduk.

Sedangkan Desa Pemekaran Tete Bonea terdiri dari dusun Turikale, Pandala, Ongkoa dengan jumlah anggota penduduk 2.699 jiwa atau 912 kepala keluarga.

Desa pemekaran ini, nantinya akan diterapkan sebagai desa percobaan selama tiga tahun untuk menguji layak tidaknya desa tersebut ditetapkan sebagai desa definitif. Jika gagal, desa pemekaran akan dikembalikan dan digabungkan dengan desa definitif sebelumnya.

“Pemekaran ini keinginan kuat masyarakat yang dipelopori oleh Bupati Takalar. Ini murni tanpa kepentingan apapun semata-mata untuk kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam hal mendekatkan pelayanan, dan meningkatkan perekonomian,” pungkas Staf ahli Bupati Iskandar Adam.

Asisten Pemerintahan Andi Rijal Mustamin menyampaikan bahwa langkah pemekaran desa yang terdiri masing-masing tiga desa bisa kemudian dimekarkan lagi menjadi beberapa dusun.

“ini adalah finalisasi untuk kita sampaikan kepada pemerintah Provinsi. Kita berharap desa Laikang ini yang pertama dan menjadi desa percontohan karena dalam pembentukan desa ini, Laikang ini yang paling siap. Struktur desanya tahun ini sudah bisa terbentuk, dari beberapa dusun induk bisa kita mekarkan lagi menjadi beberapa dusun,” ujar Asisten Pemerintahan Andi Rijal.

Verifikasi disertai dengan pemasangan tiang batas desa antara Desa induk Laikang dengan Desa Pemekaran Tete Bonea, serta peninjauan bakal kantor desa Tete Bonea.

Verifikasi lapangan dihadiri oleh Staff Ahli Bupati Abd. Wahab, Asisten Pemerintahan Andi Rijal Mustamin, Asistem Administrasi Iskandar Adam, Sekretari PMD, Kabag Pemerintahan H. Zulkarnain, Camat Mangarabombang Mappaturun, serta staff desa dan tokoh masyarakat Laikang.