23 Tenaga Honorer Diberhentikan, AMPK Gelar Aksi Unjuk Rasa

KabarMakassar.com — Puluhan mahasiswa dan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar, Rabu (5/8). Mereka menuntut pemberhentian 23 tenaga honorer di Dinas Catatan Sipil (Dukcapil).

Mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan (AMPK) itu mendesak Bupati Takalar untuk mempertimbangkan dan mencabut Surat Keputusan (SK) Bupati tertanggal 3 Agustus, tentang penunjukan petugas penjaringan data dokumen kependudukan dan pencatatan sipil tahun anggaran 2020.

”Pemberhentian tenaga honorer itu sangat tidak manusiawi dilakukan oleh Kepala Dinas, olehnya itu kami meminta Bupati Takalar menerbitkan kembali SK baru untuk 23 tenaga honorer yang telah diberhentikan oleh Kepala Dinas Dukcapil,” kata Jendral Lapangan Aksi, Rifai Jayandi.

Selain itu, massa juga meminta Bupati Takalar menerbitkan SK baru untuk tenaga honorer yang telah diberhentikan juga mendesak untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Dukcapil Takalar.

”Bupati harus mengevaluasi kinerja dinas terkait, karena pemberhentian tenaga honorer adalah ulah dari Kepala Dinas, bahkan di dinas tersebut syarat dengan kolusi, korupsi dan nepotisme,” katanya.

Usia melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar, massa kemudian bergerak dan melanjutkan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Takalar.

Dalam orasinya, Rifai Jayandi meminta pada DPRD Takalar untuk tidak menutup mata melihat kesenjangan sosial yang terjadi pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

”Yang diberhentikan itu adalah tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Kami meminta DPRD Takalar untuk turut prihatin dengan kegaduhan di Dinas Dukcapil,” pungkasnya

Terpeleset ke Sungai, Bocah di Pinrang Tewas Tenggelam

KabarMakassar.com — Seorang anak ditemukan meninggal karena tenggelam di Sungai Skunder Cempa-Labolong Desa Matongang Tongang, Kecematan Matiro Somppe, Pinrang, Rabu (5/8).

Anak itu bernama Dafa bin Rusdi (8) dan merupakan pelajar SDN Inpres Boate Wakka, Tadang Palie Kecematan Cempa. Peristiwa naas itu terjadi saat korban bermain bersama temannya dan diduga terpeleset sekitar pulul 21.00 Wita kemarin.

“Iya benar sudah ditemukan dalam keadaan meninggal tadi pagi, korban tersangkut di pintu sekunder,” kata Kapolsek Cempa, IPTU Demianus Rante Balik.

Demianus mengatakan korban saat ini sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. “Keluarganya sudah sepakat untuk tidak diotopsi,” pungkasnya.

Dua Perahu Jolloro Tabrakan di Takalar, Tiga Orang Terluka

KabarMakassar.com — Kecelakaan Laut kembali terjadi di Kepulauan Tanakeke yakni sebuah perahu Jolloro mengalami tabrakan di Perairan Paria Lau, Lingkungan Kunjung Mae, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Takalar, Rabu (5/8).

Kapolsek Mappakasunggu, Iptu M Natsir S yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan saat ini korban sedang dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.

“Benar tadi pagi telah terjadi kecelakaan laut perahu (jolloro) milik nelayan di Kepulauan Tanakeke, kejadian tersebut sedang diusut oleh kepolisian dan meminta kepada keluarga korban untuk bersabar, karena kasus ini sedang berproses,” Iptu Natsir.

Ia menjelaskan satu unit perahu yang di kemudi oleh Tallasa Daeng Bombong melaju dari arah Dermaga Takalar dengan tujuan Kepulauan Tanakeke bertabrakan dengan perahu milik Maming Daeng Sitaba yang melaju dari Kepulauan Tanakeke menuju Dermaga Takalar.

Ia mengaku jika dugaan sementara kasus kecelakaan laut di perairan Paria Lau itu disebabkan angin kencang yang terjadi di wilayah itu.

“Penyebab terjadinya kecelakaan akibat arus ombak yang kencang sehingga para pengemudi parahu sulit mengendalikan laju perahu masing-masing,” katanya.

Akibat dari kecelakaan ini, ia mengatakan ada tiga orang mengalami luka dan sementara dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle. “Aparat dari Polsek Mappakasunggu langsung menindak lanjuti dengan mendatangi dan mengamankan TKP,” pungkasnya.

Masa Pemulihan Marquez, Jelang di Seri ke-3 di Ceko

KabarMakassar.com — Pebalap asal Spanyol Marc Marquez saat ini masih menjalani pemulihan setelah cedera akibat kecelakaan pada lap ke-22, MotoGP Spanyol 2020 saat berusaha menyalip rival nya di team Yamaha yaitu Vinales.

Akibatnya lengan kanan pembalap yang di juluki Baby Alien itu patah dan di larikan ke Rumah Sakit Universitas Dexeus, Barcelona (21/6).

Namun dalam waktu beberapa hari lagi, rangkaian seri-3 MotoGP sirkuit Brno Republik Ceska akan digelar pada Jumat, (8/8). Menyambut putaran tersebut dikabarkan Marc Marquez masih menjalani proses pemulihan agar bisa tampil 100 persen.

Pembalap dari team Honda Repsol itu menjalani latihan mengangkat beban berat untuk membiasakan lengan kanannya berfungsi normal dan mampu tampil sempurna pada MotoGP Republik Ceska nanti.

Seperti dikutip dalam postingan instagram miliknya, Marc Marques sedang menjalani latihan angkat besi dan terlihat bersemangat, seakan akan memberi sinyal akan tampil ganas di sirquit Brno Republik Ceska nanti.

Sepertinya rangkaian seri 3 motoGP Republik Ceska akan menjadi panas saat Marc Marquez kembali bersaing dengan beberapa rival nya seperti Valentino Rossi dan Vinales pebalap dari Yamaha.

Untuk saat ini MotoGP 2020 masih menjadi Minggu senang bagi Fabio Quartararo dengan torehan poin 25, disusul Vinales dengan 20 poin.

Akankan Marquez bisa kembali tampil setelah menjalani pemulihan?.

Polres Gowa Amankan 14 Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika

KabarMakassar.com — Sebanyak 14 warga diamankan Satresnarkoba Polres Gowa, (5/8). Mereka ditangkap karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Terkait hal itu, Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola mengatakan penangkapan 14 pelaku penyalahgunaan narkotika pada operasi yang dimulai sejak 19 Juli hingga 3 Agustus 2020. Ia mengaku pihaknya tidak akan segan menindak tegas kepada pelaku jika melakukan peredaran di wilayah hukum Polres Gowa.

“Komitmen Polres Gowa sudah jelas bahwa, akan melakukan tindakan hukum dan menumpas jika masih ada yang terus mencoba coba melakukan aksi di Gowa ini dan kami tidak akan segan melakukan tindakan tegas,” kata Boy.

Sementara Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan menjelaskan berbagai modus dan motif terungkap ketika seluruh pelaku dilakukan interogasi.

“Latar belakang para pelaku umumnya telah berkeluarga dan motif melakukan aksi disebabkan masalah ekonomi yang mana para pelaku membutuhkan biaya hidup,” kata Tambunan.

Tambunan mengungkapkan sejak 19 Juli hingga 3 Agustus 2020 pihaknya berhasil menyita 15,41 gram sabu dan mengamankan terduga pelaku sebanyak 14 orang.

“Dengan jumlah barang bukti yang berhasil disita itu akan dapat menyelamatkan ratusan orang di Gowa dari bahaya narkoba,” sebut Tambunan.

Ia menambahkan barang haram itu didapatkan dan dibeli oleh para pelaku di Kota Makassar, kemudian diedarkan di Gowa dengan sasaran kalangan swasta dan buruh bangunan.

“Karena perbuatannya para pelaku di persangkakan dengan berbagai pasal yang berbeda sesuai UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 hingga 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Komisi E DPRD Sulsel Kunker ke Perpustakaan Nasional RI

KabarMakassar.com — Anggota Komisi E DPRD Sulsel melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perpustakaan Nasional RI di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Selasa (4/8) kemarin. Kunjungan kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi E, Rusdin Tabi itu bertujuan pembahasan Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019.

Hadir juga pada kesempatan itu yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel, Moh. Hasan Sijaya, Koordinator Bidang Pendidikan TGUPP Sulsel Prof. Dr Heri Tahir, S.H., M.H.

Selain itu, ada juga Sekretaris Dinas DPK Sulsel Widyawati , S.Sos., M.H, Plt Kabid Perpustakaan Nilma, S.Sos., M.M, juga hadir menyertai Founder dan CEO PT. Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020.

Rombongan ini pun disambut langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M, di dampingi Sestama Dra. Woro Titi Haryati, M.A, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Dra. Ofy Sofiana, M.Hum, dan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengembangan Minat Baca Drs. Deni Kurniadi, M.Hum.

Pada kesempatan itu, Muhammad Syarif Bando menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan terbaik menerima para Anggota DPRD Sulsel yang memegang peranan penting dalam mendorong kemajuan pembangunan di Sulsel termasuk dalam bidang pendidikan, peningkatan minat baca dan indeks literasi masyarakat.

“Perpustakaan Nasional ini adalah lembaga non pemerintah yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Bapak Presiden dan keberadaannya didukung oleh 10 undang-undang yang merupakan produk DPR,” kata Syarif Bando.

Ia juga memaparkan tentang pentingnya literasi bagi kemajuan suatu negara. Kata dia, sangat penting literasi bagi masyarakat untuk bisa memajukan bangsa.

“Kenapa negara yang tidak memiliki sumber daya alam maju, kenapa kita yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tidak maju dan tentu saja itu dipengaruhi tingkat literasi masyarakatnya,” ungkapnya.

“Bayàngkan kalau literasi kita bermasalah, bahan baku kita keliling dunia dijual dalam hitungan rupiah dan datang dalam negeri dalam bentuk barang jadi dibeli ratusan ribu rupiah. Karena itu celaka kalau literasi ini tidak diurus,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi mengatakan bahwa pihaknya cukup tercerahkan dengan pemaparan materi yang disampaikan. Selain itu, ia juga mengaku bangga dengan Kadis DPK Sulsel yang selalu berkomunikasi dengan baik dengan pusat.

“Sehingga Sulsel bisa mendapat suntikan dana APBN yang cukup fantastis terutama untuk pembangunan fisik perpustakaan di kabupaten/kota dan berharap ke depan dapat lebih ditingkatkan lagi,” kata Rusdin Tabi.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel H. Ince Langke. Ia berharap Sulsel bisa menjadi lokomotif untuk pengembangan literasi di Indonesia.

“Jika melihat kinerja Kadis DPK Sulsel yang terus menginspirasi dan tak pernah berhenti memberi semangat bagi semua pihak termasuk DPRD, untuk terus bergarak mengembangkan perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat di Sulsel,” kata Ince Langke.

Rayakan HUT RI ke-75, Polsek Marbo akan Bagikan Paket Sembako

KabarMakassar.com — Jelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-75 pada 17 Agustus 2020 mendatang, personil Polsek Marbo mulai melakukan sejumlah persiapan terutama di Kantor Polsek Marbo, Rabu (5/8).

Kesiapan dan persiapan perayaan sejarah kelahiran RI itu dilakukan di tengah masih mewabahnya pandemi covid-19. Walau demikian, itu tidak mengendorkan semangat personil dan rakyat untuk merayakan hari kemerdekaan meskipun dengan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Marbo, Iptu Abd. Karim mulai melakukan aktivitas seusai apel pagi dengan melakukan pemasangan bendera dan umbul-umbul merah putih yang membentang di pagar halaman dan di atas lespalang Kantor Mapolsek Marbo.

Kapolsek Marbo, AKP Sudirman mengatakan bahwa kegiatan perayaan 17 Agustus setiap tahunnya rutin dilakukan khususnya di lingkungan Kantor Mapolsek Marbo.

“Menyambut perayaan hari kemerdekaan tentu ini kegiatan rutin. Mulai dengan pemasangan umbul-umbul merah putih, pengecatan pagar, serta rangkaian lain yang menyangkut perayaan,” kata AKP Sudirman.

Menurutnya dalam waktu dekat ini akan melakukan pendistribusian bantuan sembako kepada warga yang belum sama sekali mendapatkan bantuan.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pendistribusian beras sembako sebanyak 10 kg/KK kepada keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. Makanya kita libatkan Personil Bhabinkamtibmas untuk segera mendatakan warganya,” pungkasnya.

Polsek Galut Terima Kunjungan Tim Monitoring Polres Takalar

KabarMakassar.com — Kapolsek Galesong Utara (Galut), AKP Haris Sumarsono menerima kunjungan dari tim monitoring evaluasi dan asistensi tahap II tahun 2020 yang dipimpin langsung Wakapolres Takalar Kompol H. Nasaruddin, Selasa (4/8) kemarin.

Pada kegiatan itu, tim monitoring, evaluasi dan asistensi Tahap II Tahun 2020 dari Polres Takalar tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan dan pemakaian handsanitizer atau rajin melakukan cuci tangan.

Kunjungan rombongan tim dari Polres Takalar ini bertujuan untuk melakukan monitoring/evaluasi terkait pelayanan yang dilakukan oleh personil Polsek Galut yang meliputi aspek pelaksanaan dan pengendalian unit kerja di satuan fungsi opsnal Polsek Galut.

Terkait hal itu, AKP Haris Sumarsono mengucapkan selamat datang kepada tim monitoring/evaluasi dan asistensi tahap II tahun 2020 dari Polres Takalar yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Takalar. “Selamat datang saya ucapkan kepada seluruh rombongan di Polsek Galut,” kata AKP Haris Sumarsono.

Sementara itu, Kompol H.Nasaruddi memberikan arahan kepada para Kanit dan Kasi serta penekanan terhadap Kanit Provost selaku pengawasan terhadap anggota agar mendukung kebijakan pimpinan dan senantiasa memberikan contoh yang baik kepada anggota serta memastikan tugas anggota di lapangan berjalan dengan baik.

“Fungsi Provost di Polsek menjadi salah satu fungsi terdepan dan merupakan salah satu wadah organisasi Polri yang bertanggungjawab atas pembinaan profesi dan pengamanan di lingkungan internal organisasi Polri,” kata Kompol H.Nasaruddin.

Cegah Stunting, TP PKK Takalar Laksanakan Pembinaan Kader di Kecamatan

KabarMakassar.com — Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa melaksanakan pembinaan Kader PKK di Kecamatan Marbo, Rabu (5/8). Kegiatan itu dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Takalar, Hj. Irma Andriani, S.Pi. M.Si.

Dalam sambutannya, Hj. Irma Andriani mengatakan bahwa salah satu ciri stunting adalah gagal tumbuh secara fisik dan gagal tumbuh secara mental. Karena itu, kata dia, pemerintah desa harus menjadi ujung tombak dalam mengatasi masalah tersebut.

“Pemerintah desa harus memperbaiki gizi di masyarakat. Dan semua kelompok-kelompok di desa baik dasawisma maupun kader-kader lainnya dibina dengan TP. PKK turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi kesehatan setiap masyarakat,” kata Hj. Irma.

Ia berharap agar para kader bersama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan stunting sehingga Kabupaten Takalar dapat zero stunting. “Mari bersama-sama bekerja untuk menekan angka stunting di Takalar,” katanya.

Sementara itu, Camat Marbo, Mappaturung mengatakan bahwa pasa masa pandemi Covid-19, pihaknya terus berupaya memperbaiki gizi di masyarakat sebagai cara dalam pencegahan stunting.

“Di setiap desa yang ada di Kecamatan Marbo juga sudah menganggarkan untuk memperbaiki gizi di masyarakat dengan memberikan vitamin dan makanan tambahan serta pemeriksaan kesehatan,” kata Mappaturung.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan program peduli penyakit kronis. “Jadi setiap hari jum’at itu, pemerintah desa mengunjungi masyarakat yang mengidap penyakit kronis untuk diberikan bantuan,” ungkapnya.

Kampung Sutera, Desa Pakanna Penghasil Tenun Ole-ole Sengkang

KabarMakassar.com — Kampung sutera yang berada di Dusun Impa-impa, Desa Pakanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kota Sengkang.

Kampung Sutera di Wajo tersebut, menjadi objek dentinasi wisata budaya yang banyak di minati oleh wisatawan dalam negeri hingga dari mancanegara.

Selain menjadi tempat wisatawan berkunjung, kampung sutera tersebut juga sebagai potensi peluang industri yang menopang perekonomian masyarakat setempat, karena sebagian besar rumah tangga di wilayah tersebut bekerja sebagai penenun.

Proses penenunan benang menjadi kain sutera masihlah sangat tradisional, dimana para pekerja tenun masih menggunakan alat tenun manual, bukan dari mesin pada umumnya.

Produksi kain tenun asli Sulawesi Selatan asli kain sutera ini, di bandrol dengan harga yang terjangkau mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu, tergantung dari jenis kain dan tingkat kerumitan pembuatannya.

Kain tenun ini juga memiliki berbagai motif yang khas di antaranya Cobo, Makkalu, Balo Tettong, dan Balo Renni. Ada pula yang motif aksara khas dari Bugis dan motif yang serupa dengan ukiran Toraja.

Dari tenunan tersebut, bisa lahir tiga macam tenun yang diproduksi, mulai dari tenun ikat, tenun polos, dan tenun variasi.

Tenun sutera polos tidak bermotif, hanya bermain di satu warna benang. Sedangkan  tenun ikat memakai dua hingga tiga warna benang yang disatukan. Sedangkan tenun variasi adalah perpaduan ikat dan polos.

Untuk diketahui pula, jika kampung sutera di Sengkang memiliki penginapan bagi wisatawan yang ingin belajar dan menyaksikan proses pembuatan kain tenun secara langsung dalam waktu berhari-hari. hal itu juga menarik wisatawan lainnya datang berkunjung.

Tak heran banyak wisatawan domestik dan mancanegara tertarik untuk memboyong kain khas tersebut sebagai ole-ole dari Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.