Asimilasi Pencegahan Covid-19, 23 Napi di Lapas Bulukumba Dibebaskan

Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Syarifuddin Nakku menyerahkan surat keputusan pembebasan kepada narapidana yang dibeaskan, rabu (1/4). (IST)

KabarMakassar.com — Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan keputusan menteri dengan nomor M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Terkait hal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bulukumba, Syarifuddin Nakku mengaku jika Lapas Bulukumba membebaskan sebanyak 23 narapidana yang telah memenuhi persyaratan.

“Ada 20 orang narapidana laki-laki dan 3 orang narapidana perempuan,” kata Syarifuddin Nakku, Rabu (1/4).

Ia menambahkan bahwa narapidana yang dibebaskan merupakan narapidana yang telah memenuhi syarat dan kententuan pemberian integrasi. Diantaranya, kata dia, berkelakuan baik dan tidak pernah menjalani hukuman disiplin selama 6 bulan terakhir.

Selain itu, kata dia, aktif dalam mengikuti pembinaan dan telah menjalani 1/2 masa hukuman pidana. Ia mengaku jika program ini dilaksanakan tanpa ada pengutan biaya atau gratis.

“Hari ini sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) program asimilasi ini kita bebaskan 23 narapidana dan itu gratis jadi jika ada oknum yang melakukan pungli maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

“Warga binaan yang telah dinyatakan bebas dan menjalani asimilasi di rumah masing-masing ini tetap dalam pengawasan dari pihak kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas),” tambahnya.

Reporter :

Editor :

Fitriani

Sofyan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI