Arca di Pinrang Bukan Peninggalan Zaman Hindu-Budha

Patung batu berbentuk manusia dan mirip arca kuno, yang ditemukan warga Pinrang saat menggali pondasi rumah di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/2). (Foto:KabarMakassar/Rudi)

KabarMakassar.com — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Sulawesi Selatan merampungkan laporan awal penelitian atas temuan patung berbentuk manusia di Kabupaten Pinrang, baru-baru ini.

Tim BPCG (Arkeolog) Sulsel, Iswadi menuturkan, temuan semacam itu baru pertama ditemukan di wilayah Pinrang.

“Dugaan awal temuan ini biasanya digunakan sebagai nisan kubur, penanda batas wilayah, penjaga lumbung padi dan sarana pemujaan arwah leluhur. Tradisi pembuatan temuan ini merupakan tradisi megalitik, yang berkembang hingga pertengahan abad 19 hingga 20,” kata Iswadi, Senin (17/2).

Menurut Iswadi, arca yang ditemukan itu terbuat dari bahan batuan beku andesit yang banyak ditemukan di wilayah Enrekang, Parepare, Pinrang, hingga dareah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Untuk itu masih perlu data pembanding lainnya seperti data sejarah, hasil wawancara, temuan sejenis, konteks temuan dan asosiasianya. Jenis arca atau patung ini bukan peninggalan dari zaman klasik Hindu-Budha. Itu yang sementara kami bisa sampaikan,” ungkapnya.

Sebelumnya dikabarkan, Tim BPCB Sulsel turun untuk melakukan pengumpulan data dan mengecek keaslian benda tersebut pada Rabu (12/2) lalu.

Awalnya, patung tersebut diduga dan diperkirakan sebagai peninggalan Kerajaan Sawitto sebelum masuknya Islam, dan berusia sekitar 400 tahun lalu atau pertengahan abad ke-19 sampai abad 20.

Meski begitu, pihak BPCB mengaku kesulitan dalam mengumpulkan data terkait temuan patung atau arca itu. Pasalnya saat TIm BPCB tiba di lokasi, benda tersebut posisinya sudah berada di atas tanah. Sementara belum diketahui saat ditemukan berasosiasi dengan apa.

“Ya masih kesulitan. Kita masih dalami patung itu berasosiasi dengan apa. Apakah masih ada bagian-bagian yang lain di dalamnya. Nanti kita coba wawancara dengan penemu, bagaimana sejarah penemuaannya. Termasuk pemilik tanah kami akan minta keterangan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, patung terbuat dari batu yang berbentuk manusia dan diduga arca kuno ini pertama kali ditemukan oleh seorang tukang batu bernama Syahdan (26), di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulsel, tak jauh dari makam para Raja-raja Sawitto.

Patung batu yang beratnya ditaksir sekitar 200 Kg, dengan panjang 120 cm dan lebar 50 cm tersebut ditemukan di kedalaman kurang lebih 1 meter, saat Syahdan tengah menggali pondasi rumah milik Sakka pada Sabtu (8/2).

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI