APBN 2017, Alokasi Pembebasan Lahan Bendungan Sulsel Rp300 Miliar

KabarMakassar.com — Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang mengalokasikan anggaran fantastis untuk pembebasan lahan sejumlah bendungan besar di Sulsel. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan Rp300 miliar dari APBN 2017 untuk menuntaskan masalah lahan pada setidaknya empat bendungan di Sulsel.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang, Iskandar, menyatakan sejumlah pembebasan lahan proyek bendungan besar yang belum tuntas secara keseluruhan secepatnya akan dirampungkan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mengalokasikan anggaran besar untuk pembebasan lahan proyek-proyek yang ditujukan untuk kepentingan umum.

Baca juga :   ASITA Sulsel dan Makassar Travel Fair Diagendakan Hari Ini

“Jadi anggaran Rp300 miliar dari APBN 2017 itu masing-masing untuk membebaskan lahan sejumlah proyek bendungan. Di antaranya yakni Bendungan Passelorang Rp135 miliar; Bendungan Baliase Rp66 miliar; Bendungan Nipah-nipah Rp71 miliar dan Bendungan Pammukkulu Rp25 miliar,” kata Iskandar, Selasa, 7 November 2017.

Sederet proyek bendungan tersebut diketahui ada yang sudah cukup lama dikerjakan, tapi belum juga tuntas karena terkendala pembebasan lahan. Menurut Iskandar yang belum lama menjabat sebagai pimpinan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang, seluruh proyek itu tetap berjalan dan menjadi tanggungjawabnya untuk dilanjutkan.

Baca juga :   SYL: Instrumen Teknologi dan Hukum Berubah Sistem Ikut Berubah

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan untuk merampungkan sederet proyek bendungan besar tersebut, pihaknya telah mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan pelibatan desk-desk terkait, termasuk peran-serta aparat hukum untuk bisa melakukan percepatan penyelesaian permasalahan pembebasan lahan.

Gubernur Syahrul menginginkan agar pembebasan lahan proyek bendungan tersebut bisa dipercepat. Toh, proyek tersebut bila jadi akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Sulsel. Terkait waktu pembebasan lahan yang tersisa 1,5 bulan, ia menyebut mesti digenjot perampungannya. Kalau bisa, diharapkannya dapat rampung dalam satu pekan. (*/ADV)