AMSI Makassar Kecam Perampasan Kamera Pewarta Kampus

KabarMakassar.com — Sejumlah organisasi profesi jurnalis di Makassar terus melakukan aksi dan mengecam tindakan oknum TNI yang telah melakukan perampasan paksa kamera milik pewarta kampus pada insiden kerusuhan yang terjadi di pintu 1 Unhas Tamalanrea Makassar beberapa waktu yang lalu.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan, Herwin Bahar saat dihubungi di Makassar, Senin 18 Desember 2017.

Baca juga :   Ada Apa di New Makassar Mal?

Menurutnya pers dan jurnalis merupakan salah satu elemen penting dalam kemajuan proses demokrasi di tanah air. Kemerdekaan pers selain sebagai alat kontrol sosial, lanjutnya juga menjadi sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan menyoroti kasus-kasus yang tidak sejalan dengan norma sosial masyarakat.

“Perampasan atribut peliputan pewarta. Apalagi file kamera yang seharusnya menjadi hak publik memperoleh informasi dihancurkan oleh oknum aparat. Sudah jelas melanggar  ini Undang-undang No.40/1999 Tentang hak jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Baca juga :   Korban Meninggal akibat Terbakar jadi Dua Orang

Perampasan itu, lanjutnya sebuah peristiwa yang tak boleh di pertontonkan ke masyarakat sipil. Apalagi oknum TNI melakukan perampasan itu di wilayah teritori civitas akademika. Terlepas permasalahan itu untuk melakukan pengamanan publik terkait aksi yang dituding anarkis.

Mantan jurnalis Harian Fajar ini juga berpesan agar oknum TNI memberikan edukasi perlindungan profesi jurnalis kepada anggotanya agar oknum-oknum itu tidak seenaknya memperlakukan jurnalis saat menjalankan profesinya. (*)