AMAN Toraja: Pakai Motif Toraja Harus Paham Makna

Motif toraja. (ist)

KabarMakassar.com, Toraja — Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraja, Romba Sombolangi menanggapi serius persoalan ukiran yang dijadikan karpet salah satu hotel di Makassar. 

Romba menjelaskan jika setiap orang yang bakal menggunakan ukiran harusnya paham akan makna dan juga memahami terlebih dahulu makna dari ukiran tersebut.

“Kita patut menghargai karya seni atau desain siapapun, termasuk jika inspirasinya berasal dari budaya kearifan lokal Toraja. Siapapun itu harus paham dulu makna budaya itu. Ukiran Toraja sangat jelas makna dan penempatannya,” kata Romba Sombolangi.

Tidak hanya itu ia juga mengatakan jika pihak hotel yang memiliki ukiran Toraja tersebut, tidak memahami penempatan simbol ritual masyarakat Toraja. “Sangat tidak etis menaruhnya di karpet atau dilantai untuk diinjak,” tegasnya kepada KabarToraja.com, Jumat 11 Januari 2018.

Dikabarkan sebelumnya jika foto yang beredar ada ukiran Toraja berada di karpet Hotel Four Point Makassar. Ukiran tersebut merupakan ukiran Pa’barana, hal tersebut menjadi viral dan menjadi pembicaraan di media sosial.

Sebelumnya pula pihak Hotel Four Points Makassar mengkonfirmasi jika hal tersebut bukan ukiran melainkan logo dari hotel tersebut yang menyerupai kincir tersebut. Bahkan hal tersebut disampaikan langsung oleh Marcomm Hotel Four Points, Hardika Prayogo Rivai pada Kamis 10 Januari 2018.

Untuk diketahui jika ukiran pa’barana merupakan ukiran Toraja yang berasal dari kata barana’ atau pohon beringin. Makna ukiran tersebut agar keturunan dapat memperoleh rejeki dan berkembang seperti halnya pohon beringin yang selalu tumbuh dengan lebatnya dan juga diharapkan nantinya muncul keturunan yang bisa menjadi pemimpin dan melindungi rakyat.

Bagi masyarakat Toraja, ukiran memiliki arti tersendiri. Setiap lekukan, warna, dan model memiliki makna. Termasuk menempatkannya pada posisi itu juga tidak sembarangan. Tidak semua Tongkonan di Toraja memiliki ukiran yang sama.

Ketua AMAN Toraya Romba Sombolangi mengungkapkan jika pihak hotel tidak bisa berkelit jika ukiran dari karpet tersebut merupakan unsur dari ukiran Toraja dan harusnya dipertanggung jawabkan pihak hotel. 

“Apa bisa berkelit jika karpet yang sebenarnya rangkaian dari uliran didinding, pintu kava hingga ada di karpet tersebut,” tegas Romba Sombolangi. (*)

Penulis Fritz V. Wongkar 

Baca juga :   KPPU Sulsel: Harga Beras di Pasar Stabil