Aktifitas Tambang di Pangkep Resahkan Warga Balocci

Aktifitas perusahaan tambang marmer oleh Saharuddin

Kabar Makassar — Aktifitas perusahaan tambang marmer yang diduga milik PT ME marmer di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan dikeluhkan warga. Pasalnya aktifitas tambang berada tak jauh dari pemukiman warga.

Warga mempertanyakan izin amdal yang digunakan perusahaan. Apalagi warga sekitar mengaku sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak perusahaan terkait tambang tersebut.

Salah satu warga Jalan Dahlia Kelurahan Tonasa Satu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep merasa resah dan terancam dengan bongkahan batu besar yang menggelinding dari atas gunung.

Baca juga :   Tak Didukung Bos Outlet, Outfest Makassar Tetap Digelar

“Perusahaan tambang ini sangat meresakan kami, sudah empat tahun beroperasi dan tahun ini, baru kelihatan. Mereka membuang limbahnya di bawah gunung dan itu dekat dengan pemukiman kami. Jaraknya hanya kurang lebih dari 300 meter, dampaknya selama ini kami resah dan ketakutan, jangan sampai batunya menggelinding dan mengarah ke kami,” kata Arman Naim salah seorang warga, Selasa, 19 September 2017.

Baca juga :   Enggan Ekspose SKPD Buruk, Tim Penilai Jamin Independen

Tambang dinilai mengancam nyawa orang banyak serta berpontesi terjadi longsor besar karena tebing setiap hari dikikis dan diambil batunya sebagai batu marmer.

Warga semakin resah karena tidak mengetahui alamat perusahaan tambang marmer tersebut.

Penulis: Saharuddin
Foto: Aktifitas perusahaan tambang marmer oleh Saharuddin