Akses Jalan Masuk Objek Wisata Malino Ditutup Sementara

Objek wisata Malino di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa

KabarMakassar.com — Akses jalan masuk ke objek wisata Malino di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, ditutup untuk sementara waktu.

Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlyh mengatakan, penutupan akses jalan masuk ke wilayah Tinggimoncong khususnya objek wisata Malino ini dilakukan sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita lakukan penutupan akses masuk guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Bagi masyarakat yang akan melintas menuju kabupaten Sinjai, silahkan melanjutkan perjalanan. Akan tetapi masyarakat yang hendak menikmati liburan di Malino untuk sementara waktu tidak diizinkan, dan diminta kembali ke rumah masing-masing,” kata Hasan, Sabtu (28/3).

Hasan berharap, masyarakat di wuilayah Kecamatan Tinggimoncong juga tetap berada di rumah jika tak ada hal-hal mendesak yang harus dikerjakan di luar rumah.

“Ini semua dilakukan untuk memuutus rantai penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap di rumah saja, biarkan kami yang bekerja untuk masyarakat dalam pencegahan Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara, Camat Tinggimoncong Andry Mauritz mengatakan, penutupan ini dilakukan berdasarkan keputusan rapat Muspika, sebagai bentuk tindak lanjut dari edaran Bupati Gowa.

“Kita lakukan pemeriksaan bagi masyarakat yang keluar masuk wilayah kita, jadi hal-hal yang tidak perlu seperti pengunjung wisata yang akan berwisata ke Malino kita suruh kembali. Tetapi bagi warga sekitar yang memang ada keperluan tetap bisa masuk, tapi ada batasan-batasan,” kata Andry.

Terkait para pedagang hasil bumi atau bahan pokok di Malino, Andry mengatakan, pihaknya tidak melarang. Akan tetapi harus memperhatikan sterilisasi sekitar dan dilakukan pengawasan oleh petugas.

“Pedagang-pedagang yang menjual bahan-bahan pokok untuk konsumsi masyarakat itu kita dibolehkan, tapi tentunya melakukan sterilisasi seperti penyemprotan disinfektan terhadap kendaraannya. Termasuk pengecekan suhu badan dan tetap dalam pengawalan dan pengawasan petugas,” jelasnya.

Andry juga mengklarifikasi soal beredarnya kabar yang menyebut Malino akan di-lockdown. Menurut dia, hal itu terjadi pengucapan istilah yang salah yang dilakukan oleh Kapolsek, dan sudah diralat.

Keputusan lockdown itu, kata dia, tidak serta merta dikeluarkan, tetapi ada aturan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga ke kecamatan.

“Jadi tidak ada lockdown. Itu hanya kesalahpahaman dalam menggunakan kata-kata dan sudah diralat. Semua itu ada aturan yang berlaku, tetapi kita saat ini lakukan pembatasan siapa saja yang mau masuk di wilayah kita,” tegasnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI