Akibat Kepsek Cabul, Siswi Ini Trauma ke Sekolah

KabarMakassar.com — Setelah menderita kasus pecabulan oleh oknum Kepala Sekolah negeri di Makassar. Siswi IL (9) ini sudah tidak pernah ke sekolah lagi.

Sampai – sampai dirinya tidak ikut ujian akhir semester. Ini seperti penjelasan pendamping Korban Kekerasan Seksual Anak, Andi Sri Wulandari saat dikonfirmasi awak KabarMakssar.com pada Minggu, 10 Desember 2017.

Semenjak kabar ini mencuat ke publik, Pengurus Kohati Sulsel ini mengakui jika orang tua korban yang berprofesi sebagai pedagang, tidak pernah lagi berjualan.

Baca juga :   Ini Kronologis Kasus Penculikan Anak di Makassar

Ini dikarenakan rasa malu, serta keinginan orangtuanya yang terus berada disamping anaknya yang masih trauma dengan kasus yang dilakukan oknum pendidik itu.

Selain laporan pidana, lanjutnya pelaku pencabulan itu wajib membayar restitusi sebagai kompensasi trauma yang dialami korban. Hal ini berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Pasal 71D ayat (2) Jo. PP No. 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi Bagi Anak yang Menjadi Korban Tindak Pidana.

Baca juga :   Hari Ke-15 Pelaku Bom Polsek Masih Misterius, Begini Tanggapan Aktivis GAM

“Kami juga terus menuntut tindak lanjut kasus ini. Karena kami tidak terima ketika hukuman yang diterima oleh pelaku hanya berupa pemecatan atau pencabutan jabatan. Seharusnya dia dihukum penjara seberat-beratnya,” kesalnya.

Menurut Sri, pengajuan restitusi itu bisa dilakukan dalam bentuk gugatan perdata di Pengadilan Negeri Makassar.

Dia juga membenarkan jika jumlah korban pencabulan dikabarkan berjumlah 4 orang. Korban pencabulan yang dilakukan pelaku bukan hanya IL dan SD.

Baca juga :   Kantor DLH Digeledah, Azis Hasan: Sah-Sah Saja

“Dari percakapan yang saya lakukan dengan keluarga salah satu korban, saya dapat informasi jika korban pelaku itu ada empat orang,” katanya.

Penulis Nur Marwah Yuna