Akhiri Tahun 2019, Bapenda Sulsel Lewati Target Pajak

KabarMakassar.com — Menutup tahun 2019, pajak daerah yang dikelola langsung oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mencapai target pajak bahkan surplus pajak hingga puluhan miliaran rupiah. pajak kendaraan bermotor (PKB) surplus Rp. 40 miliar lebih dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) surplus Rp. 26 miliar lebih.

Pada tahun 2019, total target Pajak Daerah sebesar Rp. 3,7 triliun lebih, naik Rp.250 miliar lebih dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp.3,4 triliun lebih.

Dari lima pajak daerah yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ada empat jenis pajak yang dikelola langsung Bapenda Sulsel, PKB, BBNKB, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan Pajak Air Permukaan (PAP) semuanya melewati target pajak.

Berdasarkan data dari Bapenda, Bapenda Sulsel sudah merealisasikan PKB sebesar Rp. 1.394.110.456.618 dari target sebesar Rp. 1.345.247.950.000 atau mencapai 103%.

Sementara BBNKB sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 993.777.500.000 berhasil dicapai sebesar Rp. 1.020.124.486.703 atau mencapai 102%. Tak hanya itu, PBBKB juga melebihi target yang ditetapkan. Target ini sebesar Rp. 650.662.145.360 dan dicapai sebesar Rp. 654.633.759.689 atau mencapai 101,50%.

Pajak Air Pemukaan juga surplus. Target sebesar Rp. 92.219.000.000 berhasil dicapai Rp. 93.392.154.197 atau mencapai 101.27%.

Kepala Bapenda Sulsel mengungkapkan tercapainya target pajak ini berkat kerja keras semua unit pelaksana teknis pendapatan daerah di Sulsel di bawah supporting Tim Korsupgah KPK. tentu saja tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang sangat baik dari mitra Bapenda Sulsel yakni pihak kepolisian, PT Bank Sulselbar, dan Jasa Raharja . Pencapaian target pajak daerah ini adalah target pajak APBD perubahan 2019 yang jumlahnya mengalami penambahan sekitar Rp. 250 Miliar dari Target Pokok.

Ia menekankan, Tim Korsupgah KPK yang terlibat langsung dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan pajak daerah juga mempunyai andil yang besar dalam pencapaian target ini.
“Ini tidak lepas dari adanya supervisi langsung dari Korsupgah KPK yang dipimpin Pak Choki, Bu Linda, dan Pak Eddy,” ungkap Sumardi Sulaiman Kamis,(02/01).

Menurutnya pencapaian inipun tak luput dari arahan dari Gubernur Sulsel dan Wakil Gubernur yang juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan PAD Sulsel.
“Syukur alhamdulillah target ini berhasil kami capai bahkan surplus berkat arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang terus mendorong kami dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujarnya.

Dari semua ini, tersisa pajak rokok yang tidak mencapai target. Pasalnya, pajak rokok merupakan pajak yang dipungut secara self assessment, dimana pemungutannya dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersamaan dengan pemungutan Cukai Rokok.

“Setiap tahun begitu, pajak rokok triwulan empat hanya diterima untuk hasil pemungutan Bulan Oktober dan November, sedangkan hasil pemungutan Bulan Desember akan kami terima pada bulan April tahun depannya,” tutupnya.

Adapun Pajak Rokok pada tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 630.962.000.000 berhasil dicapai Rp 548.040.916.937 atau sebesar 86.86%.

Kabid PAD Bapenda Sulsel Dharmayani Mansyur, menambahkan, untuk mencapai target ini, Bapenda Sulsel memberikan pelayanan ekstra sepanjang tahun. ada beberapa jenis pelayanan yang tetap dibuka 7 hari dalam seminggu, seperti Samsat Drive Thru, Kedai Samsat, Samsat Keliling, dan Gerai Samsat. Bahkan kami memberikan pelayanan hingga malam hari di sejumlah tempat, seperti Samsat Cafe yang dibuka di warkop, cafe atau rumah makan.

“Kami bahkan menjemput bola ke rumah masyarakat untuk memudahkan mereka dalam membayar pajak kendaraan, dengan fasilitas Samsat Lorong, Samsat Care, dan Samsat Delivery,” ungkapnya

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI