AJI Makassar: Sulsel Minim Liputan Isu Anak

Kabar Makassar — Maraknya pemberitaan yang mengeksploitasi anak menjadi kencenderungan sejumlah pihak dalam melindungi hak-hak privasi anak. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sulsel, hingga Maret 2016 mencatat 15 laporan yang masuk dan diterima instansi tersebut. Sementara untuk tahun sebelumnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.984 kasus.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Australia di Makassar menggelar Workshop Liputan Mendalam Seputar Isu Anak yang berlangsung 25-27 Agustus 2017.

Baca juga :   Sekolah 3T di Kabupaten Buru Maluku Butuh Donasi Buku

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews mengatakan media massa di Indonesia seringkali lupa untuk menjaga hak privasi anak.

“Di Australia, setiap ingin mempublikasikan identitas atau foto anak harus ada izin dari orangtua dulu. Jika tidak, akan langsung dituntut. Berbeda kalau di sini, media cenderung mempublikasikan dan jurnalisnya tidak dilaporkan sama sekali,” jelasnya.

Baca juga :   Lintas Generasi Sebagai Ajang Silahturahmi Mahasiswa Teknik Unibos

Sementara itu, Ketua AJI Makassar Qodriansyah Agam Sofyan menambahkan pemberitaan tentang isu anak di Sulawesi Selatan masih minim. Dimana masih banyak yang tidak berperspektif anak.

“Kebanyakan hanya mengekspos identitas anak, padahal yang perlu di informasikan kepada publik adalah fakta dimana adanya kasus kekerasan terhadap anak, penjualan anak, fokus pada permasalahan yang terjadi di sekitar kita,” tambah Agam.

Baca juga :   Mahasiswa FKM UMI Terpilih Korwil IV ISMKMI

Diharapkan ke depannya, pelatihan selama tiga hari ini menghasilkan jurnalis-jurnalis yang berperspektif terhadap isu anak.

[divider sc_id=”sc751166380820″]divider-2[/divider]

[team layout=”4″ staff=”489″ sc_id=”sc1497739456907″]