News

Ada Apa di New Makassar Mal?

Ada Apa di New Makassar Mal?

Kabar Makassar -- Polemik antara pedagang dan pihak Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) berangsur lama. Pasalnya, pedagang menolak melakukan pindah ke New Makassar Mal, karena permasalahan harga yang belum pasti di kedua pihak.

Sejak waktu pemindahan ke gedung baru tersebut ditentukan, yakni 5-15 Juli 2017 lalu, beberapa pedagang telah pindah. Namun, ada pula yang bersikeras untuk tetap di lapak penampungan sekitar Jalan Cokroaminoto, Makassar.

Muhammad Nur (49) misalnya, pedagang campuran ini belum mau pendaftar ke pihak MTIR dikarenakan harga yang belum menentu tersebut.

"Bagaimana mau DP (Pembayaran di depan, red). Kalau bayar berarti kita setuju harga, baru harga terlalu tinggi," katanya.

Pria beranak tiga ini mengatakan, harga los (kios, red) yang diberikan MTIR terlampau mahal berkisar Rp 90 Juta hingga Rp 115 Juta per meter. Sementara luas kios hanya 2 X 1,5 meter persegi.

"Baru di sana (New Makassar Mal) tempatnya dicampur antara penjual pakaian, aksesoris, penjual sayur, dan penjual ikan," ujar Haji Nur, sapaan akrab Muhammad Nur.

Berbeda kios yang dimilikinya dahulu, pemilik toko Gemilang ini dulunya memiliki kios bersertifikat dengan luas hampir mencapai 8,5 meter persegi. Namun, sejak kebakaran pada Juni 2011 lalu. Haji Nur mengalami kerugian besar, bahkan tidak mendapat ganti rugi apapun setelah kejadian tersebut.

"Padahal kita sudah membayar lebih Rp 500 Ribu per bulan itu dulu, namanya service cas termasuk di dalamnya ada asuransi, biaya kebersihan sama biaya keamanan," tuturnya.

Haji Nur mengaku telah berjualan sejak masih berusia 11 tahun, kala itu ia terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi. Sehingga, memutuskan untuk ikut dengan sepupu untuk mengadu nasib berjualan hasil bumi di Pasar Sentral Makassar.

"Jadi saya ini penjual lama. Jauh sebelum pengembang (MTIR) datang, saya dan pedagang lainnya sudah ada," tegasnya.

Selain Haji Nur, Sainuddin bersama pedagang Pasar Sentral Makassar lainnya mengaku tetap akan berjualan di lapak penampuangan sekitar Jalan Cokroaminoto, selama pihak MTIR belum memberikan Surat Keputusan (SK) berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan memberikan harga yang disepakati senilai Rp 42.158.000 per kios.

"Lebih baik bertengkar sekarang masalah harga, daripada setelah masuk dipaksa membayar lain-lain. Nanti bermasalah di belakang, baru dikasih keluar juga, kan kita (pedagang) yang dirugikan," jelasnya.

Sampai saat ini, pihak MTIR belum memberikan keterangan apapun setelah dihubungi oleh kru KabarMakassar.com.

Makassar Mal merupakan pertama di kawasan Indonesia Timur dengan luas lahan mencapai 24.820 m2 berkapasitas 3000 kios. Mal yang dibangun dengan sembilan lantai ini dapat menampung 1.800 pedagang lama dan mengakomodir PKL yang berjualan di sekitar Mal.

Desain bangunan menggunakan bahan kualitas mewah, lantai menggunakan marmer. Fasilitas yang disediakan berupa sistem parkir Slip level sehingga pengunjung dengan mudah memarkir kendaraan. Memiliki eskalator sebanyak 26 unik dan Lift enam unit.

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: