Abraham Samad: Banyak Perubahan Pelanggaran HAM di Jaman Now

Abraham Samad ditengah pastisipan aksi kamisan yang digelar di Taman Macan Makassar, Kamis, (7/12/2017). Foto : Imran Arief

KabarMakassar.com — Tokoh Pergerakan Hak Asasi Manusia (HAM) Abraham Samad tampil memukau di hadapan aktifis HAM dan jurnalis dari berbagai media dalam Aksi Kamisan Perdana Makassar dan Peluncuran Lembaga Amnesty Internasional di Taman Macan atau Taman Harimau Makassar, Kamis 7 Desember 2017.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini cukup menggelegar menyuarakan hak-hak dasar manusia khususnya bentuk pelanggaran HAM yang telah bermetamorfosa sejak rezim berubah dari orde baru ke reformasi

“Rezim berubah sesuai dengan konteks dan rezim sekarang pelanggaran HAM bukan lagi pengekangan kebebasan bukan lagi pembungkaman tetapi pelanggaran instrumen hukum untuk melakukan kriminalisasi terhadap kelompok- kelompok atau orang-orang yang kritis yang protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat” ungkap AS

Baca juga :   SYL: KM Wakili Perjalanan Sejarah

Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus, lanjutnya maka yang terjadi adalah orang-orang kritis akan tertidur dan akan berdampak besar pada perubahan dunia dimana kebijakan pemerintah tidak ada yang berpihak ke kaum marjinal.

Menurutnya, tujuan aksi kamisan yang bertemakan “Jangan Padamkan Hak Asasimu” yang di helat cukup sederhana.

“Kita ingin menyadarkan kembali masyarakat. Ingin menggugah kembali common sense masyarakat bahwa di depan mata kita itu masih terjadi pelanggaran HAM. Kami ingin menyatukan kekuatan bersama dengan para relawan, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus-menerus memberitahukan kepada pemerintah agar berhenti memarjinalkan masyarakat sebab kita ini setara dihadapan hukum, agama dan berbangsa” ungkapnya di hadapan awak media

Baca juga :   Begini Mekanisme Takbir Akbar di Makassar

Dalam orasi Abraham Samad tampak perwakilan Komunitas Andara, Putri Aminda dan perwakilan Komunitas Makassar Tourism Community (MATIC) Irham Samad dan Aldri yang kelihatan serius mendampingi tokoh ini dengan simbol payung hitam.

Aksi kamisan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran masuknya Amnesty Internasional ke Indonesia yang merupakan sebuah lembaga pergerakan yang aktif mengampanyekan HAM memberi kesadaran orang lain tentang pentingnya menyuarakan hak asasi.

Baca juga :   Masyarakat Apresiasi Kinerja Satgas PU Makassar

Penulis Sriwaty Ilyas