News

70 Sapi Qurban Diperiksa Kelayakannya

70 Sapi Qurban Diperiksa Kelayakannya

Kabar Makassar-- Minus enam hari menjelang hari raya Idul Qurban, pedagang sapi musiman mulai bermunculan dan menjajakan hewan hewan ternak meraka di tepi tepi jalan kota.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar bekerjasama dengan Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) sejak berapa waktu lalu telah gencar melakukan pemerikasaan terhadap hewan hewan ternak yang diajajakan.

Seperti halnya siang tadi, berlokasi di samping Masjid Al-Islami, Jalan Masjid Raya Makassar DP2 Kota Makassar dan Dokter Hewan melakukan pemeriksaan kalayakan hewan kuraban terhadap 70 ekor sapi milik H. Mustafa.

Kepala DP2 Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan hewan hewan qurban tersebut terbebas dari penyakit menular seperti antrax yang saat ini banyak menyerang hewan ternak di wilayah Sulsel.

"pemerikasaan ini bertujuan untuk memastikan hewan tersebut layak dan telah memenuhi syarat berdasarkan syariat dan terbebas dari penyakit penyakit menular," kata Abd Rahman Bando. Jumat 25 Agustus 2017.

Pemerikasaan yang diawali dengan memeriksa fiskk hewan seperti tanduk dan gigi ini melibatkan 200 orang yang terdiri dari 42 pertugas DP2, 100 Dokter Hewan, setrta bantuan dari Perhimpunan Dokter Hewan (PPHD) Sulawesi Selatan dan Barat.

"Kami melibatkan sekira 200 orang untuk pemerikasaan hari ini, mulai dari fisik hingga usia hewan. Apabila dirasa belum cukup umur dan tidak terindikasi menderita penyakit maka akan langsung kita beri tanda dan nomor serta kartu kesehatan yang telah disipakan," jelasnya.

Namun, lanjut Abd Rahman Bando, jika pada hewan terdapat tanda tana mengidap penyakit maka akan langsung mendapat penanganan atau tindakan.

"Tim melakukan pengambilan sampel darah yang langsung dicek di mobil Animal Care (laboratorium mobile), kalau terdapat hewan yang positif berpenyakit langsung kita isolasi dan diberi pengobatan. Sedangkan untuk hewan yang bertubuh kurus, itu dianggap tidak layak, dan untuk yang cacat fisik kita arahkan agar dibawah kerumah pemotonagn hewan, agar bisa dikonsumsi untuk umum dan bukan untuk hewan kuraban," tandasnya.

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close