5 Diet Terbaik Yang Patut Anda Coba Di Tahun 2018

Ilustrasi (Foto: truebalancewellness.com)

KabarMakassar.Com — Memiliki badan yang tidak ideal bukan saja mempunyai dampak negatif terhadap penampilan seseorang, tetapi juga memberikan dampak negatif terhapa kondisi kesehatan yang dimiliki.

Peringkat terbaru untuk tahun 2018 terkait diet terbaik telah dirilis oleh U.S. News & World Report. Peringkat tersebut dievaluasi dengan masukan dari panel ahli kesehatan.

Alat ukur yang digunakan dalam memberikan peringkat diet adalah diet harus relatif mudah diikuti, bergizi, aman, efektif untuk menurunkan berat badan dan melindungi dari diabetes dan penyakit jantung.

Berikut 5 peringkat teratas diet terbaik yang telah dirangkum oleh Tim Redaksi KabarMakassar.Com:

1. DASH Diet

Nutrisi seperti potasium, kalsium, protein dan serat sangat penting untuk menangkis atau melawan tekanan darah tinggi. Diet ini menyarankan anda untuk tidak perlu melacak masing-masing nutrisi dimakanan anda, hanya cukup tekankan makanan yang akan dimakan (buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak dan susu rendah lemak), sementara membatasi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti daging berlemak, makanan olahan susu berlemak minyak tropis, dan minuman dan permen manis. Kemudian diet ini menyarankan untuk mengurangi garam untuk dikonsumsi.

Baca juga :   Gagal Menaklukkan Uji Kompetensi Perawat, Ini Penjelasan Dosen UMI

2. Mediterranean Diet

Secara umum dapat diterima bahwa orang-orang di negara-negara yang berbatasan dengan Laut Tengah (Laut Mediteranian) hidup lebih lama dan menderita lebih sedikit penyakit dibanding kebanyakan orang Amerika seperti penyakit kanker dan penyakit kardiovaskular. Rahasia yang tidak terlalu mengejutkan adalah gaya hidup mereka yang aktif, pengendalian berat badan, dan diet rendah daging merah, gula dan lemak jenuh. Kemudian meningkatkan konsumsi produk kacang-kacangan dan makanan sehat lainnya.

3. Flexitarian Diet

Flexitarian adalah gabungan dari dua kata: fleksibel dan vegetarian. Istilah ini diciptakan lebih dari satu dekade yang lalu, dan dalam buku yang berjudul “The Flexitarian Diet: The Mostly Vegetarian Way to Lose Weight, Be Healthier, Prevent Disease and Add Years to Your Life” ahli diet, Dawn Jackson Blatner mengatakan bahwa Anda tidak harus menghilangkan daging sebagai makanan anda sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang terkait dengan vegetarisme, Anda bisa menjadi vegetarian sebagian besar di waktu anda, namun tetap bisa melahap burger atau steak sesekali jika anda menginginkannya.

Baca juga :   Universal Health Coverage: BPJS Kesehatan Makassar Jalin Kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Karya Anak Bangsa

4. Weight Watchers Diet

Jika Anda membuat pilihan dan perubahan perilaku yang lebih sehat, Anda akan merasa lebih baik saat menurunkan berat badan dibanding hanya memperhatikan kalori makanan anda. Program Weight Watchers Beyond the Scale diluncurkan pada akhir tahun 2015, dirancang untuk membantu orang makan lebih baik, bergerak lebih banyak dan mengubah pola pikir mereka. Program ini memberikan setiap makanan dan minuman nilai “SmartPoints” yang dihitung berdasarkan nutrisi (jumlahnya harus lebih tinggi dari lemak jenuh dan gula).

Jadi jika Anda bimbang antara sup lobster atau sandwich salad ayam yang keduanya memiliki 380 kalori – sandwich akan menjadi pilihan cerdas disebabkan nilai nutrisi yang dimilikinya. Tujuan dari rencana ini adalah akses multi-model dengan program Beyond The Scales (melalui pertemuan langsung, obrolan online atau telepon) untuk mendukung orang-orang yang kehilangan berat badan dengan menggunakan Weight Watchers, mempertahankannya dan telah dilatih dalam teknik manajemen berat perilaku. Dengan Beyond the Scale Program, anggota Weight Watchers kehilangan bobot 15 persen lebih banyak dalam dua bulan pertama mereka setelah mengikuti program baru ini.

Baca juga :   Capaian Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Makassar

5. MIND Diet

MIND Diet menggunakan dua diet yaitu DASH dan Mediterranean Diet yang menekankan pada makanya yang secara khusus mempengaruhi kesehatan otak. Dengan menekankan pada 10 kelompok makanan sehat untuk otak: sayuran-sayuran terkhusus yang berdaun hijau, kacang-kacangan, buah beri, biji-bijian, ikan, unggas, minyak zaitun dan anggur. Sementara itu, MIND Diet menghindari makanan yang masuk dalam lima kelompok makanan tidak sehat: daging merah, mentega dan margarin, kue kering dan permen, dan makanan cepat dan goreng-gorengan.

MIND Diet yang merupakan singkatan dari “Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay” dikembangkan oleh Martha Clare Morris, seorang ahli epidemiologi nutrisi di Rush University Medical Center, melalui sebuah studi yang didanai oleh National Institute on Aging dan dipublikasikan secara online pada bulan Februari 2015.(*)

Penulis: Muhammad Fajar Nur