30 Pengembang Pariwisata KTI Ikuti Australian Awards

peserta Australian Awards lokakarya Pariwisata Berkelanjutan untuk Pembangunan Regional [Foto: Marwah]

Kabar Makassar– Sebanyak 30 orang menjadi peserta Australian Awards lokakarya “Pariwisata Berkelanjutan untuk Pembangunan Regional” khusus Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sebelum diberangkatkan ke Australia pada 20 September hingga 16 November mendatang, peserta mengikuti pra lokakarya selama tiga hari di Politeknik Pariwisata Makassar,Jalan Gunung Rinjani, Tanjung Bunga.

Noel Scott selaku Pimpinan Kursus “Pariwisata Berkelanjutan untuk pembangunan daerah” dari Universitas Griffith, Australian, mengatakan peserta Australian Awards nantinya akan mendapatkan fasilitas pendidikan untuk mengembangkan pariwisata di daerah masing-masing.

Baca juga :   Ini Kronologis Kasus Penculikan Anak di Makassar

“Berdasarkan program tahun lalu, 30 orang ini akan mengikuti pengembangan pariwisata dan ini adalah usaha yang sangat besar,” jelasnya dalam sambutan. Selasa, 26 September 2017.

Menurutnya, di Asia, Indonesia sangat berpotensi dalam pengembangan pariwisata. Hal ini dikarenakan, posisi Indonesia berada di tengah antara Jepang dan Australia.

Selain itu, potensi pariwisata di Indonesia didukung adanya kekayaan sejarah dan sumber daya.

Baca juga :   Lagi, Tujuh Benda Mirip Mortir Ditemukan Di Kabupaten Gowa

“Sehingga inilah yang perlu kita kelola dengan baik,” tambahnya.

Tercatat kurang lebih 10 juta orang wisatawan asing dan 225 juta orang wisatawan domestik di Indonesia.

Untuk itu, kata Noel, wisatawan domestik juga perlu dikelola selain wisatawan asing agar nantinya pertumbuhan pariwisata dan ekonomi dapat dikendalikan dengan baik.

“Selama enam bulan ke depan, peserta akan berdiskusi dengan potensi di daerah masing-masing. Mulai dari hotel bintang lima sampai toilet,” katanya.

Baca juga :   ASITA Sulsel dan Makassar Travel Fair Diagendakan Hari Ini

[divider sc_id=”sc440679892429″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”489″ sc_id=”sc1199562096171″]