26 Peserta Sertifikasi Kejuruan Fiber Optik Siap Diberangkatkan

Kabar Makassar — Ketua TP PKK Makassar, Indira Yusuf Ismail bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, A Irwan Bangsawan melepas 26 orang yang akan menjadi peserta Pelatihan Kerja dan Sertifikasi Kejuruan Fiber Optik di dua tempat berbeda, Bandung dan Bekasi, Jumat, 11 Agustus 2017.

Indira Yusuf Ismail dalam sambutannya menyampaikan selamat bagi para peserta yang sebelumnya lolos seleksi dalam program Pemkot Makassar melalui Disnaker, Maeki Anjama Rong yang disingkat Manjarong, sembari memotivasi para peserta.

Baca juga :   HUT Makassar 410, Mukhtar Tahir: Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi

“Selamat bagi yang telah lulus seleksi dan semangat mengikuti pelatihan di Kemenaker. Tunjukkan bahwa sumber daya manusia di Makassar itu ahli di bidang masing-masing. Tentunya harus bisa bersaing nantinya,” ungkap Indira Yusuf Ismail

Indira Yusuf Ismail juga berpesan kepada para peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan kerja tersebut. Mengingat kompetisi di dunia kerja semakin kuat, maka keterampilan serta skill dalam bekerja harus ditingkatkan pula.

Sementara itu, Kepala Disnaker Makassar A. Irwan Bangsawan mengatakan bahwa para peserta akan dikirim ke Balai Besar Latihan Kerja Cevest Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI di Bekasi sebanyak 20 orang dan Bandung, enam orang.

Baca juga :   BNN Jadikan Pekerja sebagai Penyuluh Pencegahan Narkoba

“Ke 26 peserta yang akan dikirim ke Bekasi dan Bandung menjalani pelatihan selama sebulan penuh yang dibimbing oleh Kemenaker RI. Dilanjutkan magang selama tiga minggu di MNC TV,” kata A. Irwan Bangsawan

A. Irwan melanjutkan, pelatihan tersebut sepenuhnya ditanggung pihak Kemenaker RI alias gratis. Selain itu, keunggulan lainnya dari program ini para peserta akan mendapatkan sertifikasi standar internasional.

Baca juga :   Waspadai, Narkotika Efek 'Zombie' Ada di Indonesia

“Kegiatan ini ‘zero APBD’ artinya tidak menggunakan APBD Kota Makassar, semuanya ditanggung oleh Kemenaker RI, termasuk urusan logistiknya. Selain itu, mereka akan menerima sertifikat yang berstandar internasional,” ungkap A. Irwan.