Bupati Bantaeng Apresiasi Pelayanan KB Sejuta Akseptor

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng sukses melaksanakan kegiatan Hari Keluarga Nasional ke-27, Senin (29/6). Kegiatan itu adalah pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara serentak dalam 1 hari Sejuta Akseptor di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng, Ilham Azikin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia mengatakan pencapaian luar biasa dari 780 target akseptor untuk Bantaeng telah terlayani 299,5% untuk semua jenis metode kontrasepsi.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Bantaeng dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik,” kata Ilham Azikin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Abdi Sam mengatakan dari 780 target akseptor dalam momentum pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor ini telah terlayani 2.336 akseptor atau hampir 300 persen.

“Untuk metode implan dari target 66 telah tercapai 363 akseptor. Suntik telah tercapai 430 dari 181 target akseptor. Untuk pil telah tercapai 1.488 dari 777 target akseptor dan untuk kondom tercapai 54 dari 30 target,” kata Abdi.

Menurutnya semua jenis alat dan obat kontrasepsi melampaui target kecuali IUD. Kata dia, jenis pelayanan yang terlayani adalah peserta KB Baru, Ganti Cara, Ulangan dan KB Pasca Persalinan.

Menurutnya, khusus untuk KB pasca persalinan akan mendapatkan sertifikat langsung dari Kepala BKKBN Pusat. Selain pelayanan KB di Fasyankes, kata dia, 51 penyuluh KB/PLKB dan Kader IMP kami sebanyak 417 orang juga ikut memberikan pelayanan ulangan pil.

“Untuk kondom kepada akseptor dengan mengantar langsung pil ke rumah akseptor. Ini sesuai panduan pelayanan KB di masa pandemi,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. Andi Ihsan mengaku menyambut baik atas suksesnya kegiatan hari ini. “Ini bukti bahwa kemitraan dan kerjasama lintas sektor berjalan dengan baik,” kata dr. Andi Ihsan.

Update Covid-19: Sulsel Bertambah 188 Positif

KabarMakassar.com — Jumlah pasien covid-19 kembali bertambah, untuk wilayah Sulawesi Selatan dilaporkan bertambah 188 terkonfirmasi positif korona, hari ini Senin (29/6). Bahkan total kumulatif 4.995 mendekati 5 Ribuan terkonfirmasi positif di Sulsel.

Provinsi Sulsel menjadi wilayah yang terbanyak ketiga terkonfirmasi positif korona hari ini dari 34 Provinsi se-Indonesia, dimana data dari yang dimutakhirkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan pasien Covid-19 di Indonesia masih tetap dari Jawa Timur sebanyak 297 orang. Posisi kedua terbanyak ditempati Jawa Tengah sebanyak 198 orang, dan Sulsel 188 orang.

Dilaporkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, pada pukul 12.00 WIB tadi, memperlihatkan penambahan pasien positif Covid-19 1.082 orang di Indonesia, Senin 29 Juni 2020.

Hingga kini terkonfirmasi secara total terpapar korona menjadi 55.092 orang. Jumlah pasien positif Covid-19 sebelumnya 54.010 orang.

“Sudah terkonfirmasi 1.082 positif Covid-19 sehingga angkanya 55.092 orang,” kata dokter Yuri dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

Sementara pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, hari ini tercatat bertambah 864 orang.

“Total pasien yang sembuh menjadi 23.800, ” tambah dokter Yuri sapaan akrabnya.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah 51 orang. Total kumulatif pasien Covid-19 yang meninggal dunia kini telah mencapai 2.805 orang.

YKI Sulsel Edukasi Survivor Kanker di Masa Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — Ketua Yayasan Kanker Indonesia Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin, menjadi pembicara pada forum yang digelar secara daring untuk mengedukasi masyarakat mengenai kanker payudara disertai kiat para survivor kanker di masa pandemi Covid-19.

Lies menyebutkan, di masa pandemi ini, seluruh masyarakat tanpa terkecuali wajib menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan selama pandemi berlangsung. Selain itu, ia meminta masyarakat jujur jika memiliki gejala dan meninggikan rasa kebersamaan dalam menghadapi untuk memutus rantai penularan virus.

“Ada tiga perilaku utama yakni kepatuhan, kejujuran dan kebersamaan. Siapapun harus patuh pada protokol yang sudah kita tetapkan, masyarakat juga harus jujur, jangan kunjungi teman atau keluarga jika sedang memiliki gejala, sebaiknya segera periksa atau melapor pada pihak otoritas setempat, serta meninggikan rasa kebersamaan untuk tangani masalah Covid ini,” jelas Lies pada webinar di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Ahad, 28 Juni 2020.

Khusus bagi survivor kanker, Lies mengajak untuk tetap melakukan pola hidup sehat dengan rutin berolah raga, menjaga pola makan, konsultasi kesehatan dengan memerhatikan protokol kesehatan, dan menjalankan semua anjuran kesehatan khusus untuk survivor kanker.

Webinar yang mengangkat tema “Kanker Payudara pada Masa Pandemi Covid-19” juga menghadirkan Direktur Rumah Sakit Awal Bros, dr Merry Monica, dan dokter spesialis kanker dr Septiman. Dua pembicara ini juga membahas secara spesifik mengenai virus corona dan kanker payudara.

Kanker yang saat ini menyerang hampir dua juta perempuan di Indonesia ini menempati urutan kedua angka kematian tertinggi setelah kanker paru-paru. Di sini, dr Septiman berpesan untuk setiap survivor kanker agar tetap menjaga pola hidup sehat dan berpikir positif agar bisa menjalankan seluruh prosedur pengobatan dengan baik.

“Para survivor kanker sama seperti masyarakat umum, menjaga pola hidup sehat, tetap berolahraga, berpikir positif, mengurangi sentuhan fisik dan protokol kesehatan,” jelas Septiman.

Wagub: Butuh Intervensi Sektor Hulu untuk Atasi Covid-19

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memimpin Rapat Monitoring, Evaluasi Survailance, Promotive dan Preventative Covid-19. Rapat itu digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 29 Juni 2020.

Turut hadir, Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Gugus Tugas Covid-19 beserta pakar epidemologi dan akademisi.

Dalam rapat ini, Wakil Gubernur mendengarkan masukan, salah satunya dari Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperketat pengawasan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya. Pemerintah Soppeng juga mendirikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dilengkapi dengan alat PCR untuk memeriksa spesimen swab secara mandiri, tanpa harus menunggu hasil tes swab dari Makassar.

Selain itu, Pemkab Soppeng gencar melakukan tes swab dengan menyiapkan mobil tes swab keliling yang mampu menjangkau warganya hingga di daerah pelosok. Hingga menyiapkan ruang isolasi khusus Covid-19 di gedung bekas RSUD Ajjapangnge.

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, memberikan apresiasi atas rapat yang diinisiasi oleh Wagub Sulsel.

“Saya harapkan jangan ragu pertemuan seperti ini. Panggil semua Bupati/Wali Kota, para pakar membicarakan masalah ini bersama,” ujarnya.

Kaswadi mengatakan, dalam wabah Covid-19 ini, rumusnya adalah isolasi atau dijaga.

“Mulai Presiden mengumumkan dua kasus (covid-19 pertama di Indonesia), kami mulai siapkan. Mulai APD, penyiapan rumah sakit dan sebagainya,” bebernya.

Ia pun membuat RS yang khusus melayani pasien Covid-19, dan memisahkan pelayanan kesehatan lainnya. Pihaknya juga melibatkan berbagai pihak. Tim kesehatan, tim surveilans, TNI-POLRI, Lurah/Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sebagainya, hingga Pemkab Soppeng berhasil memutus penyebaran Covid-19.

“Masyarakat aktif memberikan informasi, jika ada pergerakan masyarakat yang dari luar Soppeng,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kepala daerah punya kewenangan memanfaatkan kekuatannya. Harus tegas mengambil sikap.

“Kita bekerja sesuai keahlian. Kita tidak boleh lemah di mata masyarakat. Semua bergerak, bersama Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur. Insya Allah (wabah Covid-19) cepat selesai,” pungkasnya.

Dirinya pun setuju agar digalakkan tes rapid dan swab secara massif.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berharap, pertemuan ini menjadi forum yang rutin dilakukan.
Tujuannya, untuk mengevaluasi situasi dan melahirkan strategi serta konsep pertimbangan pakar di sektor hulu untuk upaya pencegahan.

“Saat ini kita harus fokus pada pencegahan, jangan sampai kita sibuk dalam hal penindakan seperti mengobati dan membangun rumah sakit. Sementara pencegahan tidak dimaksimalkan,” paparnya.

“Di hulu sangat penting kita intervensi juga agar ada pertimbangan. Ada tadi beberapa masukan, termasuk penggunaan masker secara ketat, protapkes lainnya, payung hukum sanksi, masif rapid dan PCR sebagai satu dari tiga rekomendasi menekan penyebaran, masif edukasi oleh promkes ke masyarakat serta kebersamaan pemerintah dan seluruh elemen hingga peran aktif RT/RT sebagai benteng terdepan dalam memonitor warganya setiap hari dan masukan positif lainnya,” urainya.

Masukan itu, kata dia, semuanya akan diteruskan sebagai pertimbangan kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk follow up nantinya.

Empat Hari Diisolasi, Pemkab Pinrang Pulangkan TKI Deportan Malaysia

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang memutuskan memulangkan 45 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Deportan asal Malaysia, Senin (29/6).

Puluhan warga Pinrang itu dijemput langsung oleh armada Puskesmas dan pemerintah setempat usai melalui proses isolasi selama empat hari di Gedung Aisyiyah Pinrang.

Proses pemulangan TKI deportan itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pinrang Syamsuddin.

“Hasil rapid testnya non reaktif. Makanya mereka dipulangkan ke kampung halaman masing-masing dan dijemput oleh pihak puskesmas dan pemerintah setempat,” kata dr Dewi.

Ia menambahkan bahwa para TKI itu tetap melakukan isolasi lanjutan dirumahnya masing-masing dan dipantau oleh tim kesehatan dan surveillance dari Puskesmas. “Kita akan tetap pantau kesehatan mereka ini,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, akan ada lagi kedatangan deportan TKI dari Malaysia sekitar 25 orang. “Infonya pekan depan akan ada lagi 25 orang deportan asal Malaysia dipulangkan menggunakan kapal laut. Tetap kami isolasi di gedung ini lagi kalau sudah tiba,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari data yang diterima dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Pinrang, sebanyak 31 total kasus terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, 15 diantaranya sembuh, 16 lainnya masih dalam perawatan.

Bupati Selayar Sampaikan Ucapan HUT Harganas ke-27

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar melakukan kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Senin (29/6). Perayaan kegiatan itu dirasakan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan tanpa upacara bendera.

Hal itu dikarenakan wilayah Kabupaten Selayar masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan sementara menuju penerapan tatanan kehidupan baru dengan patuh pada protokol kesehatan.

Terkait hal itu, Bupati Selayar Basli Ali menyampaikan selamat Hari Keluarga Nasional ke-27 untuk tahun 2020. Basli mengajak untuk bersama mensukseskan pelayanan sejuta akseptor dan cegah stunting.

“Dalam masa pandemi ini marilah senantiasa mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19. Pakai masker, jaga jarak, hindari keramaian, dan cuci tangan,” kata Basli Ali.

Prof Rudy Tinjau Lokasi Kebakaran Kerung-Kerung

KabarMakassar.com — Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin meninjau langsung lokasi kebakaran di jalan Kerung-Kerung, Senin, (29/6). Rudy mengatakan kehadirannya di tempat tersebut sebagai wujud kehadiran pemerintah, sekaligus memastikan segala kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban bisa terpenuhi sementara dan telah ditangani dengan baik.

“Tidak ada yang menghendaki musibah. Tapi mari kita mengambil hikmah di baliknya. Tujuan Kami di sini untuk memastikan dan memberi semangat keluarga kita yang sedang berduka dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasarnya itu bisa tercukupi untuk sementara,” ucapnya.

Rudy terlihat mengecek kesiapan dapur umum termasuk segala bahan makanan dan peralatannya. Selain itu ia juga tampak menyerahkan bantuan berupa sarung dan obat-obatan.

Kebakaran yang terjadi kemarin siang ini menghanguskan 7 rumah yang dihuni 16 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materil ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Camat Makassar Andi Ardi Zulham menyampaikan sejauh ini warga yang terdampak seluruhnya sudah dievakuasi. Mereka disiapkan tenda darurat di dua lokasi sekitar lokasi kebakaran dan di halaman Kantor Polsek Makassar.

“Sejak tadi malam bantuan masuk di posko lokasi kebakaran sudah ada baik itu dari warga maupun komunitas-komunitas masyarakat. Alhamdulillah masyarakat sangat berterima kasih hari ini Pak Wali juga masuk dan memberi bantuan bahan makanan, sarung, dan sebagainya,” jelasnya.

Dari laporan yang diterimanya, kebutuhan dasar korban hingga makanan sehari-hari menurut Ardi sudah tercukupi hingga saat ini.

Menelisik Kehidupan Warga Lampa Toa Pinrang Tanpa Listrik

KabarMakassar.com — Menulusuri kehidupan warga di Lingkungan Lampa Timur (Lampa Toa) bagian dari Kelurahan Lampa, Kecamatan Duamapanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kondisinya kini memprihatinkan dan jauh tertinggal dibanding dengan daerah lainya.

Lampa Toa dengan jumlah penduduk sekitar 20 Kepala Keluarga (KK), berada jauh di pedalaman kaki gunung Tirasa, jaranya kurang lebih 10 Kilometer dari Ibu Kota Kecematan Duampanua. Kondisinya begitu memilukan, pasalnya mulai dari akses jalan menuju kesana yang rusak parah.

Bahkan mirisnya warga harus bertahan dan menelan pil pahit akibat tidak adanya listrik, serta tidak adanya fasilitas pendidikan formal atau bangunan sekolah.

“Kami butuh perhatian dari pemerintah. Warga disini sudah cukup menderita dengan tidak adanya, listrik, pendidikan formal, jalannya juga tidak bagus,” kata salah seorang warga Lampa Toa, Wannabupil, Minggu (29/6) kemarin.

Ia mengatakan kehidupan warga berkebun dan menggantukan hidup di hutan. Biasa warga, hasil dari bertani di jual ke pasar Pekkabata, itu pun harus bertarung dengan medan jalan yang rusak parah.

“Baru baru ada pembukaan akses jalan, itu pun setengah menggunakan dana swadaya masyarakat hasil dari berkebun dan hasil hutan di jual ke kota. Tidak ada pendidikan formal saat ini hanya ada pendidikan non formal. Proses belajar memgajar di kolong rumah oleh para relawan,” sambungnya.

Sementara itu, Lurah Lampa, Muhammad Delli, yang dikonfirmasi KabarMakassar.com melalui selularnya tak menampik kebenaran itu. Ia mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pinrang

“Jalan kesana memang kurang bagus, kita sudah koordinasi ke Dinas PUPR Pinrang,” kata Delli, Senin (29/6).

Delli mengaku turut prihatin atas kondisi warganya di Lampa Toa. Ia juga mengaku sudah melaporkan ke Bupati Pinrang terkait hal itu. Bahkan kata dia sudah menyampaikan langsung ke salah satu Anggota DPRD Pinrang, terkait aspirasi warganya itu.

“Kasihan memang kondisi warga disana. Tidak ada kelas jauh, mereka hanya bisa belajar di bawa kolong rumah. Saya sudah lapor ke Pak Bupati Pinrang. Bahkan saya sudah sampaikan langsung ke anggota DPRD saat reses baru-baru ini,” jelas Delli.

Karaeng Kio: Pilkada Gowa Lahirkan Pemimpin Cerdas dan Bebas Narkoba

KabarMakassar.com — Ketua Badan Narkotika Kabupaten Gowa, H. Abd Rauf Malaganni menjadi pembicara pada Ngobrol Virtual (Ngovi) Pilkada, narkoba dan covid-19 dengan tema, Membangun Generasi Pemimpin Cerdas dan Bebas Narkoba Untuk Gowa Yang Sejahtera, Senin (29/6).

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Gowa yang juga Wakil Bupati Gowa ini berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 khususnya Kabupaten Gowa melahirkan pemimpin yang cerdas dan bebas narkoba. Menurutnya hal ini untuk membawa Kabupaten Gowa lebih baik kedepan.

“Karena negeri kita dengan politik yang sangat dinamis membutuhkan pemimpin cerdas secara rasional intelektual, emosional, sosial dan spiritual,” katanya.

Kesuksesan Pilkada merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melahirkan pemimpin yang cerdas. Olehnya itu, aparat, peserta, pengawas, pemantau dan pemilih harus bersikap jujur dan adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Melalui proses pilkada kita berharap dapat melahirkan pemimpin yang cerdas. Pemimpin cerdas adalah pemimpin yang mampu berpikir cerdas dan bertindak cerdas. Ia tidak asal membuat keputusan dan tidak asal bertindak, tetapi ia akan mempelajari setiap hal secara matang agar tindakannya tepat,” ujar Kr Kio sapaan akrab Wabup Gowa

Selain itu, lanjutnyaq saat ini Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten juga telah melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba guna melahirkan generasi calon pemimpin yang bebas narkoba.

Seperti melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba ke masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Selain itu, akan terus dilakukan razia dan tes urine secara berkala dan intensif untuk meminimalkan penggunaan narkoba.

“Bagi pecandu narkoba akan dibuatkan program rehabilitasi. Semua upaya ini diharapkan akan membantu dan melindungi masyarakat Kabupaten Gowa dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Olehnya itu, dirinya menambahkan proses demokrasi yang sehat, jujur dan adil bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pilkada. Demikian pula halnya dengan tugas pencegahan dan penanggulangan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN, BNNP dan BNK, tetapi menjadi tugas bersama.

“Kehadiran kita dalam ngobrol virtual pada hari ini menjadi penting dan strategis agar kita selanjutnya aktif mengambil peran dalam membangun generasi pemimpin yang cerdas dan bebas narkoba untuk Kabupaten Gowa yang sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemerhati Penyalahgunaan Narkoba (GPPN) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa juga menghadirkan dua pemateri yakni Ketua BNNP Sulsel, Brigjend Pol Idris Kadir, dan Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis.

Prof Rudy : Peran RT dan RW Bergerak Awasi OTG dan ODP

KabarMakassar.com — Saat ini, Makassar menjadi episentrum penularan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Karena itulah Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin langsung melakukan langkah untuk kembali menekan arus keluar masuknya warga ke kota Makassar utamanya bagi mereka yang tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Tujuan pengendalian ini bukanlah untuk membatasi aktivitas masyarakat. Melainkan, untuk menekan warga yang tidak berkepentingan tidak usah dulu masuk Makassar, begitu pun sebaliknya orang yang tidak perlu keluar Makassar tidak usah dulu,” ucapnya tepat pada pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Senin, (29/6).

Menurut hemat Rudy, setiap daerah di Sulsel ini memiliki Gugus Tugas Pengendalian Covid-19. Artinya setiap pemerintah daerah mengetahui siapa saja warganya yang OTG maupun ODP termasuk yang berstatus positif dan negatif. Sehingga Pemda berkewajiban memberi surat keterangan kepada warganya.

Kehawatiran Rudy jangan sampai orang yang tidak memiliki gejala masuk di kota Makassar. Sementara, Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 pun berkewajiban untuk melindungi daerah-daerah lain agar tidak terjangkit lebih luas.

Rudy tidak ingin ada wilayah di luar Makassar yang sudah berhasil menekan angka penularan Covid-19 namun kembali meningkat karena terpapar di Makassar.

Sebaliknya, juga dirinya tidak akan membiarkan peningkatan jumlah positif di Makassar semakin tidak terkendali karena masuknya warga dari luar Makassar yang positif Covid – 19.

Karenanya dalam waktu dekat, Rudy akan segera menerbitkan Perwali yang akan mengatur regulasi termasuk resiko utung rugi serta bagaimana implementasi dari aturan itu sendiri.

Namun Ia menegaskan, dengan kembalinya diperketat aturan dan penegakan disiplin protokol kesehatan di Makassar tidak akan mengganggu aktivitas utama masyarakat.

“Karena kita juga tidak ingin terlalu kencang menangani covid tapi ekonomi terpuruk. Kita akan ambil perimbangan yang paling baik. Covid terkendali, ekonomi juga jalan,” terang Rudy.

Olehnya itu, Rudy akan meminta RT/ RW untuk bergerak mengawasi warganya sehingga tidak adalagi warga Makassar yang tidak terdeteksi baik yang berstatus OTG maupn ODP.

“Ini yang kita batasi, jangan sampai orang Makassar bawa virus keluar. Jangan juga orang sehat datang di Makassar pulang sakit. Semua harus mengantongi surat keterangan dari gugus tugas bahwa yang bersangkutan bebas Covid. Opsi-opsi inilah yang sedang kita godok, kita ambil yang paling kecil pengaruhnya ke masyarakat tapi paling bagus manfaatnya untuk menangani Covid,” pungkasnya.

Perwali ini akan diberlakukan sesegera mungkin. Saat ini pihak Pemerintah kota Makassar tengah menggodok hal-hal yang dipandang urgen sekaitan dengan aturan yang akan diterapkan. Jika semua hal yang direncanakan sudah dapat diaplikasikan maka langsung diterapkan. Sehingga sesegera mungkin pandemi Covid-19 bisa dikendalikan.