Selain Memancing, BFC Kampanyekan Wisata Air di Pinrang

KabarMakassar.com — Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hamparan lautan luas. Termasuk di Sulawesi Selatan memiliki beberapa destinasi wisata air. Seperti di Teluk Labili Bili, Kecematan Suppa, Kabupaten Pinrang, cocok dijadikan olah raga memancing (fishing sport) atau untuk berswafoto.

Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang menyenangi kegiatan ditempat itu untuk memancing.

Kegiatan memancing merupakan salah satu hobi yang paling banyak disenangi. Meskipun terkesan membosankan, tetapi kegiatan memancing ikan memiliki keseruannya sendiri.

Saat memancing kamu bisa juga bercengkerama dengan sesama pemancing atau menikmati pemandangan di sekitar tempat memancing.

Selain itu, kegiatan memancing juga dapat memberikan nilai positif terutama untuk melatih kesabaran.

Seperti Komunitas Pemancing Urung, Buntal fishing Club (BFC) Pinrang, menjadikan tempat tersebut sebagai sport memancing. Karena tempatnya cukup tenang nan indah.

“Bagi pecinta fishing sport seperti saya. Disini sangat cocok untuk bersantai sambil memancing, apalagi suasana pantai yang tenang,” kata Syaiful, salah seorang komunitas BFC, kepada KabarMakassar.com, Minggu (28/6).

Tak hanya memancing, kamu juga dimanjakan dengan pemandangan pantai sepanjang teluk yang bebentang langsung dengan Kota Parepare dan Kecematan Suppa Kabupaten Pinrang.

“Lokasinya, tidak jauh dari Kota Parepare sekitar kurang lebih 5 KM. Serta cocok untuk berswafoto sambil refresing, bersama keluarga,” jelasnya.

Senada dengan Haris, Ia mengatakan kami dari BFC selain memancing. Juga fokus memperkenalkan objek wisata air yang ada di Kabupaten Pinrang.

“Kita fokus dalam mengkampanyekan wisata air yang ada di Pinrang. Kita luangkan waktu di hari-hari libur, Sabtu atau Minggu,” ujarnya.

Mahasiswa UIM Gelar Aksi Demo, Ini Tuntutannya

KabarMakassar.com — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Se-Internal Kampus Universitas Islam Makassar menggelar aksi demo di kampusnya terkait pemotongan Biaya Pendidikan Pokok (BPP) sebanyak 50 persen, Minggu (28/6).

Para mahasiswa tersebut menuntut pemotongan Biaya Pendidikan Pokok (BPP) sebanyak 50 persen, karena menilai situasi sekarang banyak penurunan pendapatan orangtua mahasiswa dari segi ekonomi.

Kordinator Aliansi Ikbal, mengatakan bahwa ditengah Pandemi Covid-19 perlu adanya jaminan Subsidi kepada mahasiswa, karena pihak kampus selama ini memberlakukan kuliah online, atau belajar dari RumahSaja selama masa Pandemi Covid-19.

“Kampus UIM sama sekali tidak memberikan subsidi berupa Kouta internet kepada mahasiswanya, disisi lain banyak mahasiswa dari daerah yang kewalahan dengan jaringan Internet sehingga menghambat mereka yang di daerah untuk mengikuti perkuliahan secara virtual” kata Ikbal Minggu (28/6).

Iqbal menambahkan pemotongan 50 persen tersebut semakin melipatgandakan penderitaan yang mendalam bagi kehidupan rakyat karena Pandemi Covid-19, juga mengakibatkan penurunan pendapatan ekonomi orangtua mahasiswa.

Lanjut Iqpal, akan terus melakukan gerakan apabila tidak ada keputusan yang di keluarkan dari pihak kampus.

“Kami akan tetap melakukan gerakan yang lebih massif sampai adanya keputusan pemotongan biaya maupun subsidi kuliah online yang diberikan oleh Kampus” ujarnya

Selain itu, Muhammad Nur Syahbana dengan sapaan akrabnya Bana, selaku jendral lapangan, saat dikonfirmasi mengatakannya bahwa pendapatan kampus UIM melalui BPP/semester harusnya dapat memberikan jaminan Kouta internet, ia pun meminta kepada pihak birokrasi Kampus UIM untuk dilakukan pemotongan biaya BPP, pasalnya seluruh aktivitas belajar mahasiswa dilakukan secara daring (online)

“Kampus UIM melalui BPP atau semester harusnya dapat memberikan jaminan Kouta internet, dan membebaskan biaya BPP untuk semester ganjil di tahun ajaran baru 2020-2021 kepada mahasiswanya” kata Bana sapaan akrabnya.

“Hal ini dikarenakan anggaran biaya operasional pendidikan tidak digunakan secara penuh pasalnya seluruh aktivitas belajar mahasiswa secara daring” sambungya.

Sebelumnya juga lembaga Se-Internal kampus UIM Makassar melakukan Aksi Unjuk rasa di halaman kampus, menuntut pihak birokrasi melakukan pemotongan 50 persen pada Jumat (26/6) lalu.

Wisata Alam Dibuka, Ini yang Perlu Diperhatikan

KabarMakassar.com — Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengizinkan 29 Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) untuk dibuka kembali secara bertahap. Dibukanya wisata tersebut membuat para wisatawan mulai bersiap untuk melakukan aktifitas pendakian dan berpetualang.

Meski telah resmi dibuka untuk Kawasan pariwisata alam wisatawan atau warga yang berkunjung juga harus tahu dan patuhi protokol kesehatan yang dianjukan pemerintah.

Untuk diketahui Pariwisata alam yang dibuka antara lain, kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa serta geopark. Kemudian juga pariwisata alam non-kawasan konservasi, antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Dibukanya kawasan pariwisata ini dikhusukan untuk kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten dan kota dalam zona hijau atau zona kuning.

Dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pembukaan ini dilakukan atas pertimbangan adanya kebutuhan untuk masyarakat dapat menghirup udara segar secara langsung di alam yang tenang dan nyaman.

“Hutan bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental manusia (enhancing health and quality of life). Karenanya di tengah pandemi Covid-19 ini, maka salah satu pilihan untuk sehat adalah dengan melakukan kunjungan wisata ke TN, TWA, dan SM,” kata Siti dalam keterangan persnya, Kamis (25/6) lalu.

Namun bagi wisatawan yang tidak sabaran anda perlu perhatikan saat berwisata alam, antara lain:

  • Informasi wisata di daerah yang kawasan zona hijau dan zona kuning.
    Ini sangat penting untuk menjaga diri anda, jangan sampai anda tidak mengetahui informasi wilayah tersebut dan pulang dari lokasi atau wilayah zona merah. Hal itu penting diperhatikan, selain itu surat keterangan bebas virus corona juga perlu anda bawa.
  • Kalau baru sembuh dari penyakit jangan berwisata.
    Jika memaksakan diri anda untuk berwisata, untuk diperhatikan sebaiknya dirumah saja. Apalagi riwayat medis selesai karantina. Intinya sabar, dan menanti tubuh anda bugar kembali.
  • Jangan melakukan pendakian ektreme.
    Kalau pemula, sebaiknya jangan nekat. Diperlukan orang yang memiliki mental dan fisik yang kuat dalam situasi pandemi ini. Disarankan jika pendakian terlalu ektreme diurungkan niatnya saja dahulu. Jangan menjangkau medan yang terlalu sulit dan terlalu jauh dari rumah, karena otot yang telah lama tertidur perlu dibangunkan secara perlahan sehingga tak mengalami kelelahan ekstrem.
  • Wajib bawa masker, dan sesering mungkin cuci tangan.
    Secara tidak sadar, atau iseng menyentuh permukaan yang tidak perlu. Hati-hati dalam memegang sesuatu. Untuk itu wajib bermasker dan serajin mungkin cuci tangan.
  • Bawa bekal dari rumah.
    Sebaiknya bawa bekal dari rumah, jangan jajan diluar, kebersihan dan sterilisasi belum menjamin kesehatan anda di situasi seperti ini.

Selamat berwisata alam dan jaga kesehatan.

NA: Soal Covid-19, Bukan Masalah Anggaran Tapi Disiplin Warga

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menjadi narasumber pada webinar bersama Ikatan Alumni Pendidikan dan Pelatihan Nasional (IKAPIMNAS) yang mengusung tema ‘Covid-19 dan Tantangan Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan’.

Dalam paparannya, Gubernur menyampaikan, saat ini diperlukan kepemimpinan yang mampu membuat arah kebijakan dan mengendalikan kondisi yang tepat, khususnya menghadapi masa pandemi. Selain itu, komitmen masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin, kepatuhan dan kesadaran untuk memutus rantai penularan sebelum vaksin dan obat ditemukan.

“Masalah Covid bukan anggaran besar yang bisa menyelesaikan, tetapi kepatuhan dan disiplin harus dilakukan dengan kesadaran untuk memutus rantai penyebaran,” terang Nurdin Abdullah mengisi webinar di rumah jabatannya, Sabtu, (27/6).

Ia menyebutkan, anggaran yang dipersiapkan Pemprov Sulsel untuk mengatasi pandemi senilai Rp 500 miliar hanya terpakai kurang dari dua puluh persen. Hal ini terjadi karena besarnya dukungan kelompok masyarakat maupun pihak swasta dalam membantu percepatan penanganan Covid-19 di Sulsel.

“Dana pemerintah kita fokuskan pada penyediaan layanan dan fasilitas kesehatan rumah sakit untuk mengendalikan Covid-19,” paparnya.

Ia melanjutkan, seluruh pelaksanaan penyaluran bantuan dari para donatur kepada pihak yang membutuhkan juga diawasi secara ketat oleh Inspektorat dan Kejaksaan Tinggi baik di tingkat provinsi maupun seluruh kabupaten kota.

“Setiap bantuan yang masuk di Sulsel dari pemberi bantuan langsung diserahkan kepada yang menerima. Alhamdulillah hingga saat ini masih aman-aman saja karena ada protect melalui Inspektorat bersama Kejaksaan Tinggi, demikian juga di kabupaten dan kota. Mudah-mudahan sampai ini selesai tidak ada permasalahan,” ujarnya.

Kabar positif lainnya, Sulsel yang berhasil meraih tiga juara dalam inovasi penanganan Covid secara nasional juga memperoleh hadiah tunai sebesar Rp 5 miliar yang mampu memberi tambahan dana untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Sulsel.

Pj Wali Kota: Warga Luar, Masuk Makassar Perlihatkan Surat Bebas Covid-19

KabarMakassar.com — Memutus rantai penyebaran virus Covid 19 secara cepat dan tepat, Penjabat (PJ) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin akan memberlakukan pemeriksaan surat keterangan bebas covid bagi warga luar kota yang ingin masuk ke Kota Makassar.

Hal itu disampaikan saat menggelar rapat Kordinasi (rakor) dengan jajaran Forkopimda Makassar, SKPD dan seluruh camat, di Posko Induk Covid 19, jalan Nikel Raya, Sabtu (27/6/20).

Surat keterangan bebas covid ini bertujuan untuk menekan transportasi penyebaran virus Covid 19.

“Jadi siapapun yang masuk di Kota Makassar harus punya surat keterangan bebas Covid. Kita tidak pernah tahu misal ada yang ke maros dari maros dia tidak mematuhi aturan protokol kesehatan entah terpapar dimana dan kembali ke Makassar membawa virus tanpa ada tanda-tanda. Nah, itu yang kita waspadai,” ujar Rudy yang juga merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Untuk penerapannya sendiri iya masih menggodok dan berkordinasi dengan pihak terkait seperti dinas perhubungan, dinas kesehatan, TNI dan Polri.

Selain itu, Rudy juga sementara membentuk tim percepatan dengan bermuara pada tiga konsep yakni unsur kepatuhan, unsur kejujuran dan saling pegang tangan untuk menyadarkan masyarakat.

Tiga unsur ini dinilai Rudy sangat penting karena jumlah pasien positif covid bertambah dikarenakan tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan, tidak jujurnya masyarakat jika sedang merasakan gejala virus.

“Jadi kita panggil juga tim dari Unhas, tim epidemiologi yang memang mampu menggambarkan bagaimana status terhadap suatu pandemi atau penyakit yang berdampak pada suatu populasi di masyarakat,” ucapnya.

Tim ini yang nantinya akan melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat yang masih belum paham tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan rapid test.

Tak hanya itu, ia meminta camat, lurah agar lebih massif berkomunikasi dengan RT/RW untuk selalu memantau warganya.

“Jadi nanti kita lihat di RT/RW mana yang jumlah positif warganya sudah tinggi akan kita akan lock down sementara atau kita bawa isolasi ke hotel,” jelasnya.

Rudy menargetkan dengan cara pendekatan persuasif seperti ini akan lebih cepat menekan angka penyebaran virus di Kota Makassar.

Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol, Yudhiawan menyatakan siap untuk terus membantu pemerintah Kota Makassar.

“Jadi saya bersama TNI menyasar beberapa tempat seperti cafe, masjid-masjid, pasar tradisional, warkop-warkop dan mall-mall. Yang tidak mematuhi protokol kesehatan kami langsung tegur ditempat. Ini massif kita lakukan,” jelasnya.

Ia mengaku khusus di pasar tradisional pendekatannya masih sulit. Oleh karenanya, ia dan jajarannya akan terus melakukan peringatan dan peneguran.

Rapat Kordinasi ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target-target yang disasar. Begitupun harapan pemerintah kota Makassar agar masyarakatnya bisa lebih mematuhi protokol kesehatan untuk kepentingan bersama.