65 Persen Kasus Covid-19 di Sulsel Berasal dari Imported Transmission

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari menyampaikan, berdasarkan data dari hasil pemeriksaan spesimen pasien yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, dan Laboratorium Unhas di RSUP Wahidin Sudirohusodo. hari ini ada tambahan sebanyak 16 pasien positif Covid-19 di Sulsel.

Dengan begitu, hingga Rabu (1/4) pukul 19:00 WITA, jumlah total pasien di Sulsel yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sudah sebanyak 66 orang.

“16 pasien positif ini 15 yang diperiksa di BBLK dan 1 di Lab Unhas. Distribusi sebarannya itu 7 di Makassar, 3 di Maros, 1 di Gowa, 1 di Sidrap, 1 di Takalar, 1 di Pangkep dan 1 di Soppeng. 1 lagi itu yang belum diinput datanya itu hasil dari Lab Unhas,” kata Ichsan melalui video conference, Rabu (1/4) malam.

“Ini daerah asal pasien. Tapi untuk perawatan itu tidak mesti di daerah asalnya. Ada (banyak) yang dirujuk ke Makassar. Data domisili pasien ini penting untuk diketahui guna melacak dan melakukan pemantauan,” sambungnya.

Ichsan mengungkapkan, 65 persen dari total 66 pasien positif Covid-19 di Sulsel berasal dari imported transmission. Artinya, sang pasien tertular atau bahkan sudah positif terinfeksi Covid-19 saat berada di luar Sulsel.

“Imported transmission masih dominan. Ada 65 persen dari total kasus positif di Sulsel. Mereka ini ada yang dari Jakarta, bogo, dan ada juga yang dari luar negeri seperti Dubai, Singapura. Tentu ini harus menjadi perhartrian instansi terkait untuk memperketat dan meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu Sulsel,” ungkapnya.

Sementara 35 persen sisanya, lanjut Ichsan, merupakan pasien positif Covid-19 yang terinfeksi akibat local transmission.

“Sisanya local transmission, yaitu dari hubungan kerabat, pasangan, keluarga. Mungkin dengan penekanan pada imported transmission ini kita juga bisa menekan local transmission dengan menerapkan sosial distancing maupun physical distancing. Intinya semua harus patuh dan disiplin untuk tidak kemana-mana, agar rantai penyebaran dan penularan Covid-19 ini bisa diputus,” ujarnya.

Sekadar diketahui, hingga Rabu (1/4) pukul 18:37 WITA, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sulsel jumlahnya ada sebanyak 110 (bertambah 4 orang). Dari jumlah tersebut, 99 diantaranya masih dirawat, 8 sehat (hasil uji lab negatif), dan 3 meninggal dunia.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 1.072 orang (bertambah 381). Dari jumlah tersebut, 976 diantaranya masih dalam proses pemantauan, dan 96 lainnya telah selesai pemantauan.

Sejauh ini, Kota Makassar masih menjadi daerah dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi di Sulsel. Jumlah otal jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Makassar ada sebanyak 41 orang, diikuti Gowa 10 orang, Maros 6 orang, Sidrap 3 orang, Pinrang 1 orang, Bulukumba 1 orang, Luwu Timur 1 orang, Takalar 1 orang, Pangkep 1 orang, dan Soppeng 1 orang.

Penemuan Mayat Perempuan Terbungkus Karung Hebohkan Warga Pinrang

KabarMakassar.com — Penemuan mayat perempuan di dalam karung yang hanyut terbawa arus di Sungai Kariango, membuat geger warga di Dusun Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Rabu (1/4).

Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan warga, hanyut di sungai dengan kondisi separuh badan bagian atas (lutu ke atas) ditutupi karung berwarna putih, dan di bagian leher.terikat.

“Saya lagi mancing tiba-tiba ada itu mayat hanyut. Jadi saya dibantu kawan-kawan mencoba mengejar dan mengevakuasinya ke pinggir sungai karena terbawa arus sungai,” kata Fadli, warga Bela-belawa yang pertama kali melihat mayat tersebut.

Sementara, Kasat Reskim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara yang dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan tanpa identitas di dalam karung yang hanyut di Sungai Kariango tersebut.

“Benar, mayat perempuan itu sudah dievakuasi ke RSUD Lasinrang. Kami telah melakukan identifikasi, guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Dharma.

Ia mengaku pihaknya belum bisa memastikan apa motif kematian perempuan bertato hati dan tulisan Ram-Rul di telapak tangan kirinya itu..

“Kalau dari keterangan dokter belum bisa memastikan dugaan meninggal dikarenakan apa. Tapi kalau secara fisik dengan dibungkus, pasti ada unsur kesengajaan,” pungkasnya.

RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang Mulai Dioperasikan Senin Depan

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sudah mulai beroerasi paling lambat Senin (6/4) mendatang.

“Ini maksimal (hari) Senin sudah bisa dioperasikan,” kata Jokowi, usai meninjau kesiapan RS Darurat Penanganan Covid-19 di Pulau Galang, tersebut, Rabu (1/4).

Fasilitas kesehatan di Pulau Galang yang pembangunannya merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi pada awal Maret 2020 lalu kepada jajaran terkait itu, merupakan rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 kedua yang disiapkan oleh pemerintah setelah sebelumnya telah mengoperasikan RS serupa di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Jokowi mengatakan, sejumlah fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya. Namun, ia berharap agar fasilitas yang ada tersebut nantinya tidak digunakan oleh karena meningkatnya pasien terpapar virus korona yang membutuhkan perawatan.

“Sejak awal saya sampaikan, ini dibangun memang untuk menyiapkan itu. Kita harapkan tidak dipakai. Nanti kalau sudah semuanya selesai, baru ini akan kita alihkan pada penggunaan yang lain. Rencananya memang untuk rumah sakit bagi penyakit-penyakit menular dan riset,” ujarnya.

Untuk diketahui, RS Darurat di Pulau Galang ini direncanakan memiliki daya tampung sebanyak 1.000 tempat tidur, yang dalam situasi saat ini diperuntukkan guna merawat dan mengisolasi pasien Covid-19.

Berdasarkan perencanaan pembangunannya, RS Darurat tersebut nantinya memiliki tiga zonasi. Zona A merupakan fasilitas penunjang bagi para dokter dan paramedis yang menangani pasien Covid-19 di pulau tersebut; Zona B diperuntukkan bagi fasilitas medis dan tempat isolasi serta observasi bagi pasien yang dirawat; dan Zona C yang saat ini difungsikan sebagai area cadangan untuk pengembangan fasilitas-fasilitas lainnya di area rumah sakit, yang sekaligus akan dijadikan pusat riset.

Terus Bertambah, 4 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel yang sembuh terus bertambah. Hingga Rabu (1/4) pukul 19.00 WITA, sudah ada 4 orang yang dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari melalui video conference, Rabu (1/4) malam,

“Sampai malam ini sudah 4 orang yang sembuh. Insha Allah dengan berjalannya waktu, ini jumlah yang sembuh akan semakin banyak,” kata Ichsan.

Keyakinan tersebut, kata dia, didasarkan pada terus membaiknya kondisi dari seluruh pasien positif Covid-19 yang saat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Sulsel.

“Dari seluruh pasien positif yang dirawat, sekitar 75 persen itu mengalami perbaikan kondisi. Ini penting kita sampaikan, sekaligus menjadi bukti bahwa penyakit ini bisa disembuhkan,” tegasnya.

Ichsan menjelaskan, seorang pasien yang sudah terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 bisa dinyatakan sembuh jika dua kali hasil uji swab yang dilakukan terhadap pasien tersebut selama masa karantina atau isolasi menunjukkan hasil negatif.

“Jadi tidak hanya gejala klinis saja yang dilihat. kondisi fisik dan beberapa hal lainnya juga diliha selama sselang waktu sejak dia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Lebih jauh Ichsan mengatakan, dari 5 pasien positif Covid-19 di Sulsel yang meninggal dunia, semuanya memiliki penyakit kronis selain Covid-19.

“5 yang meninggal itu kemarin semua ada penyakit penyerta, sehingga Covid-19 ini memang semakin memperberat kondisi sakitnya,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, hingga Rabu (1/4) pukul 18:37 WITA, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sulsel jumlahnya ada sebanyak 110 (bertambah 4 orang). Dari jumlah tersebut, 99 diantaranya masih dirawat, 8 sehat (hasil uji lab negatif), dan 3 meninggal dunia.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 1.072 orang (bertambah 381). Dari jumlah tersebut, 976 diantaranya masih dalam proses pemantauan, dan 96 lainnya telah selesai pemantauan.

Sejauh ini, Kota Makassar masih menjadi daerah dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi di Sulsel. Jumlah otal jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Makassar ada sebanyak 41 orang, diikuti Gowa 10 orang, Maros 6 orang, Sidrap 3 orang, Pinrang 1 orang, Bulukumba 1 orang, Luwu Timur 1 orang, Takalar 1 orang, Pangkep 1 orang, dan Soppeng 1 orang.

Sebelumnya, pada Rabu (1/4) siang, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengumumkan adanya tiga pasien positif Covid-19 di Sulsel yang dinyatakan sembuh.

“Ada 3 pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh,” kata Nurdin.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang juga sudah dipulangkan.

“Jadi totalnya sudah ada 8 yang sembuh (PDP) dan 3 yang positif. Tim dokter, tim medis, dan kita semua sudah maksimal,” ujarnya.

Meski begitu, Nurdin tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga imun atau daya tahan tubuh agar tak mudah terserang penyakit.

“Kita berharap memang masyarakat menjaga imunitas tubuhnya. Sekali lagi saya menyampaikan, imunitas tubuh kita harus dijaga. Walaupun positif, itu kan belum tentu mereka berbahaya. Kita harus melawan ini, karena masa inkubasinya14 hari,” jelasnya.

“Isolasi diri secara mandiri merupakan jalan terbaik agar terhindar dari Covid-19,” sambungnya.

Nurdin menambahkan, siapapun bisa terinfeksi Covid-19 jika tak berhati-hati dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Olehnya itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menganggap Covid-19 ini sebagai aib keluarga atau pribadi, sehingga sampai menolak pemakaman jenazah pasien korban Covid-19

“Jadi saya minta sekali lagi, korban meninggal yang disebabkan oleh Covid-19 itu bukan aib. Harus dipahami bahwa virus juga tidak menyebar kalau mereka sudah dikuburkan,” pungkasnya.

Kasus Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 16, Ini Distribusi Sebarannya

KabarMakassar.com — Jumlah kasus positif Covid-19 di Sulsel terus bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengumumkan, hingga Rabu (1/4) pukul 19:00 WITA, ada tambahan sebanyak 16 kasus baru pasien positif Covid-19.

Dengan begitu, total jumlah pasien di Sulsel yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sudah sebanyak 66 orang. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya meninggal dunia.

Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu mengatakan, 16 pasien baru tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan di dua laboratorium yang ada di Kota Makassar. Yakni 15 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, dan 1 di Laboratorium Unhas di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“16 pasien positif ini distribusi sebarannya itu 7 di Makassar, 3 di Maros, 1 di Gowa, 1 di Sidrap, 1 di Takalar, 1 di Pangkep dan 1 di Soppeng. 1 lagi itu yang belum diinput datanya itu hasil dari Lab Unhas. Ini daerah asal pasien, tapi untuk perawatan itu tidak mesti di daerah asalnya. Ada (banyak) yang dirujuk ke Makassar,” kata Ichsan melalui video conference, Rabu (1/4) malam.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata dia, jumlahnya saat ini sebanyak 110 (bertambah 4 orang). Dari jumlah tersebut, 99 diantaranya masih dirawat, 8 sehat (hasil uji lab negatif), dan 3 meninggal dunia.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 1072 orang (bertambah 381). Dari jumlah tersebut, 976 diantaranya masih dalam proses pemantauan, dan 96 lainnya telah selesai pemantauan.

“Jumlah ODP meningkat, ini memperlihatkan bahwa kinerja tim gerak cepat itu berhasil mengidentifikasi dan melakukan pemantauan dengan baik. Begitu juga dengan PDP, angkanya itu dinamis,” jelasnya.

Ichsan menambahkan, selain angka kematian, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel yang sembuh juga bertambah.

“Sampai malam ini sudah 4 orang yang sembuh. Insha Allah dengan berjalannya waktu, ini jumlah yang sembuh akan semakin banyak. karena dari seluruh pasien positif yang dirawat, sekitar 75 persen itu mengalami perbaikan kondisi. Ini penting kita sampaikan, sekaligus menjadi bukti bahwa penyakit ini bisa disembuhkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, Kota Makassar masih menjadi daerah dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi di Sulsel dengan total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 41 orang, diikuti Gowa 10 orang, Maros 6 orang, Sidrap 3 orang, Pinrang 1 orang, Bulukumba 1 orang, Luwu Timur 1 orang, Takalar 1 orang, Pangkep 1 orang, dan Soppeng 1 orang.

Warga Gowa yang Meninggal 29 Maret Lalu Dinyatakan Negatif Covid-19

KabarMakasar.com — Uji laboratoriun swab tes terhadap warga Kabupaten Gowa berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo namun telah meninggal pada Minggu (29/3) lalu, telah selesai.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, warga Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa yang saat hendak dimakamkan di pemakaman Nipa-nipa sempat ditolak oleh warga sehingga akhirnya dimakamkan di Sudiang itu, dinyatakan negatif Covid-19.

“Baru-baru kami dihubungi dari laboratoriun kesehatan provinsi, sudah ada hasil pemeriksaan swab test dari salah satu PDP yang meninggal pada Minggu lalu. dan ternyata hasilnya negatif,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Rabu (1/4).

Adnan berharap, hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi warga untuk tidak takut dan panik sehingga berujung pada penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Masyarakat, kata dia, perlu mengetahui bahwa proses pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (world Health Organization/WHO), sehingga sudah betul-betul aman.

“Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakamannya itu memakai SOP. Inha Allah tidak apa-apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman orang yang meninggal akibat virus ini. Virus ini bukan aib sehingga harus ditolak bahkan mengusir mereka baru yang masuk daftar ODP, PDP dan keluarganya,” tegas Adnan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin mengatakan, meskipun almarhum warga Kecamtan Somba opu tersebut dinyatakan negatif Covid-19, namun pemerintah daerah akan tetap terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap keluarga almarhum.

“Tetap kita isolasi dulu, dan tetap dipantau kesehatannya. Apalagi virus ini semakin besar penyebarannya,” ujarnya.

Kasus Positif Covid-19 di Sulsel jadi 66, 3 Sembuh

KabarMakassar.com — Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kembali mengumumkan adanya penambahan sebanyak 149 kasus pasien baru yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Dengan begitu, hingga Rabu (1/4) pukul 12.00 WIB, total jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 1.677 kasus.

Tak hanya jumlah pasien positif, angka kesembuhan maupun kematian pasien Covid-19 juga bertambah.

“Angka kematian dari kasus konfirmasi positif bertambah 21 orang, sehingga totalnya menjadi 157 orang. Kasus sembuh bertambah 22 orang sehingga total menjadi 103 orang,” paparnya.

Sekadar diketahui, tambahan sebanyak 149 kasus pasien positif tersebut termasuk di dalamnya 16 pasien yang ada di Sulsel. Dengan begitu, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah sebanyak 66 orang.

Namun, data yang dirilis Pemprov Sulsel di laman https://covid19.sulselprov.go.id/ berbeda dengan data yang dirilis di laman https://www.covid19.go.id/, website yang dikelola oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional.

Data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/ menunjukkan, hingga Rabu (1/4) pukul 16:55 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel masih sebanyak 50 orang (45 dirawat, 5 meninggal).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (DP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masing-masing sebanyak 1.078 orang (982 prses pemantauan, 96 selesai pemantauan) dan 113 orang (102 dirawat, 8 sehat, 3 meninggal).

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, sebenarnya tak ada perbedaan data antara gugus tugas nasional dengan gugus tugas Provinsi Sulsel.

“Tidak ada perbedaan, hanya saja memang kita di provinsi masih dalam tahap atau prses penginputan. Kan atuarannya itu memang di nasional dulu diumumkan baru setelah itu provinsi. Jadi tidak ada perbedaan, nanti akan sama datanya setelah kita input,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Rabu (1/4) siang mengumumkan adanya tiga pasien positif Covid-19 di Sulsel yang dinyatakan sembuh.

“Ada 3 pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh,” kata Nurdin, di Posko Gugus Tugas Percepatan Pemanganan (GTPP) Covid-19, Rabu (1/4).

Selain itu, lanjut Nurdin, ada 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang juga sudah dipulangkan.

“Jadi totalnya sudah ada 8 yang sembuh (PDP) dan 3 yang positif. Tim dokter, tim medis, dan kita semua sudah maksimal,” ujarnya.

Meski begitu, Nurdin tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga imun atau daya tahan tubuh agar tak mudah terserang penyakit.

“Kita berharap memang masyarakat menjaga imunitas tubuhnya. Sekali lagi saya menyampaikan, imunitas tubuh kita harus dijaga. Walaupun positif, itu kan belum tentu mereka berbahaya. Kita harus melawan ini, karena masa inkubasinya14 hari,” jelasnya.

“Isolasi diri secara mandiri merupakan jalan terbaik agar terhindar dari Covid-19,” sambungnya.

Nurdin menambahkan, siapapun bisa terinfeksi Covid-19 jika tak berhati-hati dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Olehnya itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menganggap Covid-19 ini sebagai aib keluarga atau pribadi, sehingga sampai menolak pemakaman jenazah pasien korban Covid-19

“Jadi saya minta sekali lagi, korban meninggal yang disebabkan oleh Covid-19 itu bukan aib. Harus dipahami bahwa virus juga tidak menyebar kalau mereka sudah dikuburkan,” pungkasnya.

Ketua Umum PSSI Minta Insan Sepak Bola Indonesia Ikuti Imbauan Pemerintah

KabarMakassar.com — Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menilai keputusan pemerintah untuk melakukan physical distancing dan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar harus bisa diterjemahkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat lapisan bawah.

“Acaman Covid-19 ini mulai dari bagaimana cara virus ini menular serta langkah yang kita lakukan agar masyarakat tidak dengan mudah terpapar,” kata Iriawan.

Karena itu, kata dia, PSSI juga telah melakukan berbagai hal terkait imbauan pemerintah mengenai kebijakan bekerja dari rumah sejak Maret lalu. Pihaknya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kantor PSSI.

“Seluruh kegiatan kompetisi dan Timnas Indonesia juga telah dihentikan,” ungkapnya.

Iriawan menilai menjaga jarak adalah hal yang sangat prinsipal dalam melakukan physical distancing. “Hal ini hendaknya dilakukan bukan hanya di ruang publik, tetapi juga di seluruh rumah, di setiap warga,” ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat dan insan sepak bola Indonesia dapat melindungi diri dan keluarga dari Covid-19 untuk tidak berkumpul sementara dengan alasan apapu dan berhenti bercanda tentang Covid-19 demi Indonesia.

“Seluruh masyarakat dan insan sepak bola harus bersatu padu, kompak, bergotong royong dan saling memberikan dukungan satu sama lain sehingga kita bisa bersama-sama meminimalkan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Asimilasi Pencegahan Covid-19, 23 Napi di Lapas Bulukumba Dibebaskan

KabarMakassar.com — Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan keputusan menteri dengan nomor M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Terkait hal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bulukumba, Syarifuddin Nakku mengaku jika Lapas Bulukumba membebaskan sebanyak 23 narapidana yang telah memenuhi persyaratan.

“Ada 20 orang narapidana laki-laki dan 3 orang narapidana perempuan,” kata Syarifuddin Nakku, Rabu (1/4).

Ia menambahkan bahwa narapidana yang dibebaskan merupakan narapidana yang telah memenuhi syarat dan kententuan pemberian integrasi. Diantaranya, kata dia, berkelakuan baik dan tidak pernah menjalani hukuman disiplin selama 6 bulan terakhir.

Selain itu, kata dia, aktif dalam mengikuti pembinaan dan telah menjalani 1/2 masa hukuman pidana. Ia mengaku jika program ini dilaksanakan tanpa ada pengutan biaya atau gratis.

“Hari ini sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) program asimilasi ini kita bebaskan 23 narapidana dan itu gratis jadi jika ada oknum yang melakukan pungli maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

“Warga binaan yang telah dinyatakan bebas dan menjalani asimilasi di rumah masing-masing ini tetap dalam pengawasan dari pihak kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas),” tambahnya.

1 Warga Takalar Positif Terinfeksi Covid-19

KabarMakassar.com — Satu warga Kabupaten Takalar dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Hal ini dibeenarkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Rahmawati, Rabu (1/4).

“Benar bahwa salah satu warga Takalar yang positif terinfeksi Covid-19. Warga tersebut berdomisili di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang,” kata Rahmawati.

Menurut Rahmawati, pasien tersebut sebelumnya telah dirujuk ke RS Bhayangkara pada tanggal 25 Maret lalu, dan memang sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Namun sambil menunggu hasil uji swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, pasien tersebut dipulangkan ke rumahnya di Takalar.

“Hasil uji swab yang dilakukan di BBLK Makassar keluar hari ini, dan yang bersangkutan berdasarkan pemeriksaan PCR dinyatakan positif terinfeksi covid 19,” terangnya,

Rahmawati menjelaskan, sebenarnya pasien tersebut merupakan PDP yang terdaftar di Kabupaten Gowa dengan alamat KTP di Soreang, Kelurahan Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan. Namun si pasien ini mempunyai dua istri, yang masing-masing berda di Kabupaten Gowa dan Takalar.

Olehnya itu, kata dia, Pemkab Takalar sangat berharap kepada keluarga pasien untuk bisa menerima Protap atau prosedur tetap yang harus dijalankan kepada seluruh orang yang telah kontak langsung dengan si pasien.

“Saat ini Pemkab melalui dinas kesehatan sedang melakukan tracing kontak erat kepada seluruh keluarga pasien yang telah kontak langsung dan dipantau kesehatannya oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Pattallassang dan Tim PSC Kabupaten. Selain itu akan dilakukan penyemprotan di sekitar rumah pasien,” ujarnya.

“Sementara si pasien kita rujuk ke rumah sakit di Makassar untuk dilakukan penanganan sesuai dengan protap yang berlaku,” sambungnya.

Rahmawati menambahkan, piahknya juga meminta seluruh keluarga pasien yang telah melakukan kontak langsung dengan yang bersangkutan agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan self monitoring, serta segera melaporkan diri kepada petugas surveilans Puskesmas Pattallassang atau ke sarana kesehatan terdekat.

“Keluarga yang kontak erat dengan pasien kita minta agar semaksimal mungkin membatasi diri untuk tidak bepergian, dan melaporkan sesegera mungkin ke petugas kesehatan jika terjadi gejala seperti flu, batuk, sesak nafas dan gejala lainnya,” pungkasnya.