Identifikasi Warga yang Terpapar Corona, GTPP Covid-19 Sulsel Gunakan Drone

KabarMakassar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sulsel yang kini diketuai oleh Pangdam IV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menyiapkan sejumlah upaya atau langkah preventif untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Sulsel.

Selain membangun sistem informasi teknologi (IT) yang terkoneksi dengan seluruh rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang ada di wilayah Sulsel, Andi Sumangerukka mengungkapkan, pihaknya juga akan menggunakan drone (pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh) yang diterbangkan ke lokasi atau daerah padat, untuk mendeteksi atau mengidentifikasi warga yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Ini bagian dari tindakan preventif dalam rangka melakukan pendataan dan pengecekan. Kalau kita datang di bandara itu kan ada alat pengecek suhu tubuh, sekarang alat itu kita tempelkan di drone. Dimana daerah yang kita indikasi, terutama tempat perkumpulan masyarakat, apakah itu di pasar, di pelabuhan, kita akan terbangkan drone itu ke sana,” jelasnya.

“Drone itu akan berfungsi untuk mengidentifikasi siapa diantara masyarakat yang berjalan di daerah itu yang bisa dikategorikan atau dicurigai (terpapar Covid-19), dan perlu diambil langkah-langkah penanganan,” sambungnya.

Menurut Sumagerukka, saat ini drone yang dibeli dari Jakarta itu tersebut sedang dalam pengiriman ke Sulsel.

“Saat ini sedang dalam perjalanan, rencananya hari Senin sudah tiba dan bisa digunakan. Untuk awal ini kita datangkan 2 unit dulu. Secara bertahap kita akan pesan lagi,” terangnya.

Sumangerukka menekankan, GTPP Covid-19 Sulsel akan selalu berupa untuk melakukan langkah-langkah preventif yang konkret dalam penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Provinsi Sulsel.

“Kita ingin dan berharap semua penanganan harus konkret dan sesuai ukurannya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman covid19.sulselprov.go.id yang dikelola langsung oleh GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga Sabtu (28/3) pukul 17:36 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulsel ada sebanyak 365 orang (329 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 80 orang (72 masih dirawat, 8 pulang dan sehat); dan pasien positif ada sebanyak 33 orang (4 meninggal, 29 dirawat).

Update Covid-19 di Sulsel 28 Maret: ODP 365, PDP 80, Positif 33

KabarMakassar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sulsel yang saat ini diketuai langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumagerukka, mengumumkan adanya penambahan 4 pasien positif Covid-19 di Sulsel.

Dengan adanya penambahan 4 pasien tersebut, hingga Sabtu (28/3), total jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah sebanyak 33 orang (4 meninggal, 29 dalam perawatan/observasi).

“Ada 3 orang pasien positif Covid-19 yang isolasi mandiri di rumahnya. Kita masih pantau terus,” kata Sumangerukkan, Sabtu (28/3) malam.

Untuk memastikan penanganan kasus Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel berjalan dengan baik, Sumangerukka mengatakan, GTPP Covid-19 Sulsel membangun sistem informasi teknologi (IT) yang terhubung dengan seluruh daerah di Sulsel.

“Kita membangun IT yang terkonek di semua daerah. Semua akan kita pantau 1 x 24 jam, utamanya RS rujukan yang ada di seluruh wilayah Sulsel,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, pihaknya akan menyusun dan menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di tiap-tiap daerah di Sulsel.

“Dari data yang didapatkan dari berbagai daerah itu, nanti kita akan melakukan langkah-langkah penanganan. Mulai malam ini kita sudah membangun IT di semua RS rujukan di Sulsel. Jadi semua terpantau,” jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman covid19.sulselprov.go.id yang dikelola langsung oleh GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga Sabtu (28/3) pukul 17:36 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulsel ada sebanyak 365 orang (329 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 80 orang (72 masih dirawat, 8 pulang dan sehat); dan pasien positif ada sebanyak 33 orang (4 meninggal, 29 dirawat).

Adapun 33 sebaran kasus positif Covid-19 tersebut (asal daerah pasien) yakni: Makassar 22 orang, Gowa 5 orang, Maros 2 orang, Sidrap 2 orang, Pinrang,1 orang, dan Bulukumba 1 orang.

Pertamina Bantu Warga yang Kena Dampak Ekonomi Covid-19

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan kepada 100 Kepala Keluarga (KK) berpenghasilan minim dan terkena dampak ekonomi Covid-19 di Kelurahan Pattingalloang, Makassar, Jumat (27/3) kemarin..

Unit Manager Communication dan CSR Pertamima MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan bantuan yang diberikan itu terdiri dari 500 kg beras dan makanan dari produk mitra UMKM binaan Pertamina seperti abon ikan, nugget, bandeng cabut tulang dan otak-otak.

“Bantuan ini sengaja dimanfaatkan Pertamina untuk sekaligus memberdayakan mitra UMKM binaan yang juga terdampak Covid-19 karena pendapatan mereka ini ikut turun,” kata Hatim Ilwan.

Ia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat tapi juga menimbulkan dampak ekonomi. “Apalagi masyarakat lapisan menegah ke bawah, tentu sangat terdampak,” ujarnya.

Karena itu, imbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah membuat sebagian masyarakat Kelurahan Pattingalloang yang berprofesi sebagai buruh maupun pedagang kecil mengalami penurunan pemasukan.

“Maka dari itu kami coba meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan pangan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” katanya.

Hatim menambahkan bahwa proses penyerahan bantuan telah diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi gerombolan yang dapat memudahkan penularan COVID-19.

Ia mengaku pemberian dan pembagian bantuan ini melibatkan juga Ketua Rukun Warga (RW) 3 Kelurahan Pattingalloang dan Satuan Pembinaan Masyarakat (SATBINMAS) setempat.

“Paket bantuan kami tempatkan di rumah Ketua RT dan penerima bantuan kami panggil satu per satu untuk menerima bantuan tersebut,” jelasnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik itu masyarakat penerima bantuan maupun UMKM binaan.

“Kami juga telah menyusun sejumlah cara untuk memaksimalkan pemberdayaan mitra UMKM binaan agar tetap memiliki penghasilan di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Senin, Abdul Hayat Gani Kembali Bekerja Sebagai Sekprov Sulsel

KabarMakassar.com — Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan dan dinyatakan pulih serta sehat oleh tim dokter, Abdul Hayat Gani akan kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan Sulsel.

Selama Abdul Hayat menjalani perawatan, psosisinya sebagai Sekprov untuk sementara digantikan oleh Asisten Pemerintahan Andi Aslam Patonangi yang ditunjuk oleh Gubernur Sulsel untuk menjabat sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekprov.

“Alhamdulillah saya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dan saat ini sudah berada di rumah,” kata Hayat Gani, melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Abdul Hayat mengatakan, dirinya akan terrlebih dahulu melaporkan kepada Gubernur Sulsel perihal kondisi kesehatannya saat ini yang telah pulih dan sehat untuk kembali menjalankan tugas serta tanggungjawabnya membantu gubernur sesuai tugas dan fungsinya selaku Sekprov.

Menurut Abdul Hayat, dirinya juga akan menyesuaikan dan mengikuti protokol pemerintah dengan menerapkan work from home (WFH) dalam membantu gubernur mengkoordinasikan langkah-langkah dan upaya dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel dengan seluruh perangkat daerah terkait.

“Insya Allah, Senin saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku Sekprov Sulsel dalam membantu tugas-tugas Gubernur Sulsel, baik di bidang administrasi maupun tugas-tugas lain yang diamanahkan dan diperintahkan gubernur,” tutupnya.

Update Covid-19 28 Maret: Jumlah Pasien Sembuh Bertambah 15 Orang

KabarMakassar.com — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Sabtu (28/3) sore kemabali mengumumkan update data jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

Yurianto menyampaikan, berdasarkan laporan yang masuk, selama periode Jumat (27/3) pukul 12.00 WIB hingga Sabtu (28/3) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan sebanyak 109 kasus baru (positif Covid-19) di Indonesia. Dengan begitu, total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi sebanyak 1.155 kasus.

“Ini memprihatinkan, karena ini membuktikan bahwa masih ada kontak dekat yang mengakibatkan penularan di masyarakat,” kata Yurianto dalam keterangan persnya di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3) sore.

Selain jumlah kasus positif, angka kematian akibat kasus Covid-19 ini juga bertambah sebanyak 15 orang, sehingga total korban meninggal dunia sejauh ini sudah mencapai 102 orang.

Yang sedikit menggembirakan, jumlah pasien yang sembuh juga terus bertambah. Hari ini, tercatat ada penambahan 13 orang pasien positif Covid-19 lagi yang dinyatakan sembuh. Secara total, sudah ada sebanyak 59 orang pasien positif Covid-19 yang sembuh.

Sekadar diketahui, dari penambahan sebanyak 109 kasus baru (positif Covid-19) ini, 4 diantaranya terjadi di Sulsel. Dengan begitu, jumlah total pasien positif Covid-19 di Sulsel hingga Sabtu (28/3) pukul 12.00 WITA menjadi sebanyak 33 orang (4 meninggal, 29 masih di rawat).

Berdasarkan data yang dirilis di laman covid19.sulselprov.go.id yang dikelola langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga Sabtu (28/3) pukul 17:36 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 365 orang (329 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 80 orang (72 masih dirawat, 8 pulang dan sehat).

Beredar Kabar Pasien Covid-19 Kabur dari RS, Pemkot Makassar Belum Terima Laporan

KabarMakassar.com — Kabar adanya pasien yang diduga terjangkit Covid-19 dan kabur dari Rumah Sakit (RS) di Makassar beredar di sejumlah WhatsApp Grup (WAG) selama beberapa hari terakhir.

Terbaru, hari ini kembali beredar di sejumlah WAG kabar soal adanya seorang pasien dari RS Grestelina yang memaksakan untuk pulang ke rumah, meski sedang dalam pemantauan tim medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Naisiyah Tun Azikin yang dikonfirmasi terkait kebenaran kabar ini, mengaku sampai saat ini belum menerimanya laporan dari pihak RS terkait hal tersebut.

“Saya belum terima laporan soal ini, nanti akan saya kroscek,” kata Naisya, Sabtu (28/3).

Hal yang sama juga disampaikan Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb. Ia mengaku sampai hari ini dirinya belum menerima laporan terkait hal tersebut.

“Belum dapat informasi, nanti saya cek,” kata Iqbal.

Meski begitu, Iqbal mengaku percaya jika setiap RS memiliki standarisasi yang cukup ketat untuk menangani pasien-pasien, khususnya pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Istilahnya mereka atau dia (rumah sakit) punya standar,” imbuhnya.

Namun jika informasi yang beredar itu benar, lanjut Iqbal, maka pihak rumah sakit dan pemerintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan pasti akan melakukan langkah-langkah preventif.

“Kalau pasien covid-19, semua pasien itu kan ada alamatnya. Nanti rumah sakit kirimkan dinas kesehatan alamatnya kalau memang sudah pernah ada alamatnya, hasil uji swab-nya. Nanti itu akan didatangi tim medis Puskesmas kalau ada begitu,” ujarnya.

Lebih jauh Iqbal mengatakan, memang ada beberapa orang yang berstatus Pasien Dalam pengawasan (PDP) bahkan positif Covid-19 tetap berada di rumahnya dan melakukan self isolasi.

“Jadi tidak harus melakukan perawatan di rumah sakit kalau dia pasien Covid-19. TIdak apa-apa mereka di rumah, yang penting mereka isolasi mandiri. Tidak ada masalah. Sebenarnya itu pasien Covid-19 di rumah sakit hanya yang memerlukan perawatan intensif yang butuh alat bantu pernapasan dan lain sebagainya. Yang bisa istirahat di rumah sendiri tidak perlu di rumah sakit. Sebenarnya begitu,” jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman covid19.sulselprov.go.id, hingga Sabtu (28/3) pukul 16:33 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel jumlahnya ada sebanyak 29 orang (25 dirawat, 4 meninggal).

Sementara untuk jumlah orang Dalam Pemantauan ada sebanyak 365 orang (329 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 80 orang (72 masih dirawat, 8 pulang dan sehat).

Akses Jalan Masuk Objek Wisata Malino Ditutup Sementara

KabarMakassar.com — Akses jalan masuk ke objek wisata Malino di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, ditutup untuk sementara waktu.

Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlyh mengatakan, penutupan akses jalan masuk ke wilayah Tinggimoncong khususnya objek wisata Malino ini dilakukan sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita lakukan penutupan akses masuk guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Bagi masyarakat yang akan melintas menuju kabupaten Sinjai, silahkan melanjutkan perjalanan. Akan tetapi masyarakat yang hendak menikmati liburan di Malino untuk sementara waktu tidak diizinkan, dan diminta kembali ke rumah masing-masing,” kata Hasan, Sabtu (28/3).

Hasan berharap, masyarakat di wuilayah Kecamatan Tinggimoncong juga tetap berada di rumah jika tak ada hal-hal mendesak yang harus dikerjakan di luar rumah.

“Ini semua dilakukan untuk memuutus rantai penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap di rumah saja, biarkan kami yang bekerja untuk masyarakat dalam pencegahan Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara, Camat Tinggimoncong Andry Mauritz mengatakan, penutupan ini dilakukan berdasarkan keputusan rapat Muspika, sebagai bentuk tindak lanjut dari edaran Bupati Gowa.

“Kita lakukan pemeriksaan bagi masyarakat yang keluar masuk wilayah kita, jadi hal-hal yang tidak perlu seperti pengunjung wisata yang akan berwisata ke Malino kita suruh kembali. Tetapi bagi warga sekitar yang memang ada keperluan tetap bisa masuk, tapi ada batasan-batasan,” kata Andry.

Terkait para pedagang hasil bumi atau bahan pokok di Malino, Andry mengatakan, pihaknya tidak melarang. Akan tetapi harus memperhatikan sterilisasi sekitar dan dilakukan pengawasan oleh petugas.

“Pedagang-pedagang yang menjual bahan-bahan pokok untuk konsumsi masyarakat itu kita dibolehkan, tapi tentunya melakukan sterilisasi seperti penyemprotan disinfektan terhadap kendaraannya. Termasuk pengecekan suhu badan dan tetap dalam pengawalan dan pengawasan petugas,” jelasnya.

Andry juga mengklarifikasi soal beredarnya kabar yang menyebut Malino akan di-lockdown. Menurut dia, hal itu terjadi pengucapan istilah yang salah yang dilakukan oleh Kapolsek, dan sudah diralat.

Keputusan lockdown itu, kata dia, tidak serta merta dikeluarkan, tetapi ada aturan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga ke kecamatan.

“Jadi tidak ada lockdown. Itu hanya kesalahpahaman dalam menggunakan kata-kata dan sudah diralat. Semua itu ada aturan yang berlaku, tetapi kita saat ini lakukan pembatasan siapa saja yang mau masuk di wilayah kita,” tegasnya.

5 Warganya Positif Covid-19, Begini Respon Pemkab Gowa

KabarMakassar.com — Jumlah warga Kabupaten Gowa yang telah dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) bertambah 2 orang pada Jumat (27/3) kemarin. Dengan begitu, secara total jumlah warga GOwa yang positif terjangkit Covid-19 saat ini sudah sebanyak 5 orang.

“Iya, sudah 5 warga Gowa yang positif Covid-19. Tambahan 2 pasien lagi yang kemarin itu masing-masing warga Bontomarannu dan Somba Opu sekitaran Pao-pao,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Baharuddin, Sabtu (28/3).

Burhanuddin merinci, secara keseluruhan sebaran pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gowa berdasarkan kecamatan yakni: 3 orang warga Kecamatan Somba Opu (1 yang dirawat di RS Stella Maris sudah kembali ke rumah dan melakukan isolasi mandiri, 1 dirawat di RS Labuang Baji, 1 lagi melakukan isolasi mandiri di rumah); 1 orang warga Kecamatan Pallangga (dirawat di RS Labuang Baji); dan 1 orang warga Kecamatan Bontomarannu (dirawat di RS Pelamonia).

Menyikapi kondisi ini, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran covid-19, petugas dari Pemkab Gowa akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan.

Kali ini, kata dia, penyemprotan akan dilakukan secara serentak atau massal di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Adnan menjelaskan, penyemprotan secara serentak ini dilakukan mulai dari Kantor Bupati, Kecamatan, Lurah, Desa dan tempat-tempat umum yang akan dilakukan pada 1 April mendatang diharapkan selesai dalam waktu satu hari.

“Kita berharap penyemprotan ini dilakukan mulai dari pagi hari dan selesai di sore hari. Kita usahakan supaya ini bisa selesai dalam 1 hari saja. Kalau perlu bisa selesai dalam 1 hari lebih bagus tapi kalau memang tidak memungkinkan kita minta untuk 2 hari,” kata Adnan saat memimpin rapat teleconference dengan para Forkopimda dan pimpinan SKPD serta camat lingkup Pemkab Gowa.

Olehnya itu, Adnan berharap agar alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan saat penyemprotan disiapkan secepat mungkin.

Sebelumnya, Pemkab Gowa juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum dan kantor-kantor pemerintahan. Selain itu Pemkab Gowa juga telah memasang hand sanitizer di ruangan-ruangan kantor pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara, Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengatakan, penyemprotan disinfektan secara serentak ini merupakan salah satu cara yang juga cukup efektif untuk memutus rantai dari penularan Covid-19 Kabupaten Gowa.

“Untuk penyemprotan secara bersama-sama itu harus sampai ke tingkat RT/RW melaksanakannya. Jadi harus dilaksanakan serentak semua mulai dan RT/RW dan sebagainya dan itu bisa dikondisikan dan koordinasikan dari tingkat desa sampai RT/RW yang ada sehingga semua sekaligus,” kata Boy.

Dalam upaya pencegahan penularan covid-19 ini, Boy juga berharap semua elemen terlibat termasuk relawan dan organisasi-organisasi yang ada. Seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pramuka.

“Untuk antisipasi terakhir kita harus berpikir hal terburuk yang mungkin terjadi. Makanya kita semua harus bergerak, semua elemen masyarakat. Jadi mungkin ada yang mengkoordinir para relawan PMI, kemudian pramuka dan sebagainya untuk sewaktu-waktu yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Bupati Selayar Keluarkan Surat Edaran, Minta ASN Netral

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 270/77/s.edaran/III/Kesbangpol/2020, tertanggal 26 Maret 2020 tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada September mendatang.

Basli Ali berharap, surat edaran itu dapat mewujudkan ASN yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik pada Pilkada 2020.

“Pemkab Selayar ingin membangun pemerintahan yang sejuk serta jauh dari sifat otoriter terhadap jajarannya. Kami menyadari bahwa pemerintahan ini tidak boleh dibangun di atas kecemasan orang lain,” kata Basli, Sabtu (28/3).

Ia mengatakan bahwa ASN tidak diperbolehkan dalam kegiatan politik praktis, serta melakukan kegiatan pencegahan bersama pejabat pembina kepegawaian dalam rangka menjaga netralitas ASN selama penyelenggaraan Pilkada di Selayar.

“Kami juga mewajibkan ASN untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah dan kepala desa lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Selayar untuk melakukan pengawasan terhadap ASN yang berada dalam lingkungan kerjanya masing-masing.

“Mari saling menjaga, terutama para ASN pada lingkup kerja masing-masing,” pungkasnya.

DPP MHKI Minta Kader Edukasi Masyarakat Terkait Covid-19

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) buka suara terkait pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kini masuk status keadaan darurat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Karena itu, Ketua Umum DPP MHKI, dr. Mahesa Paranadipa Maikel, M. H menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk melakukan physical distencing demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Mengedukasi masyarakat untuk menjalankan physical distencing serta menjaga diri agar tetap selalu sehat di tengah wabah ini melalui media massa, media sosial atau media lainnya yang tidak memerlukan kontak dekat,” dr. Mahesa.

Ia mengaku DPP MHKI akan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) atau bantuan dalam bentuk apapun kepada fasilitas kesehatan berdasarkan kemampuan yang yang dimiliki.

“Kami nantinya juga siap memberikan bantuan berdasarkan kemampuna kami. Sebab APD ini penting bagi para tenaga medis kita sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Secara organisasi, kata dia, pihaknya akan mengadvokasi kepada pemerintah agar serius dalam memberikan perlindungan kepada petugas kesehatan yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19.

“Pemerintah harus cepat tanggap akan hal ini, terutama sekali memberikan perlindungan kepada para tenaga medis. Kami juga minta agar tetap mengedukasi masyarakat agar tetap di rumah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengadvokasi kepolisian dan pengadilan untuk tidak memproses pengaduan pidana maupun perdata dengan teradu petugas ataupun fasilitas kesehatan.

“Ini penting karena petugas dan fasilitas kesehatan saat ini menjadi garda terdepan. Tidak boleh ada seperti itu,” pungkasnya.