Kadinkes Sebut Beberapa Pejabat Pemprov Sulsel Berstatus PDP?

KabarMakassar.com — Entah keceplosan atau bukan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari membenarkan kabar yang menyebut sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini berstatus Pasien Dalam pengawasan (PDP).

Hal itu disampaikan Ichsan saat menjawab pertanyaan dari salah satu jurnalis terkait kondisi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel dan kabar soal adanya beberapa pejabat dan staf Pemprov Sulsel yang berstatus PDP.

Hanya saja, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu enggan menyebutkan secara pasti siapa-siapa saja pejabat di lingkup Pemprov Sulsel yang berstatus PDP tersebut.

“Soal pejabat yang berstatus ODP dan PDP, memang semuanya PDP. Maaf, maksud saya ada beberapa memang. Kita juga sudah sampaikan bahwa mereka diharapkan isolasi rumah (melakukan isolasi mandiri di rumah asing-masing). Ini sangat penting. PDP ini tidak berarti positif, dan ini tentu ditetapkan dengan kriteria yang ada,” kata Ichsan melalui video conference, Kamis (26/3) malam.

“Terkait Pak Sekprov, beliau bertambah baik kondisinya. Asmanya juga semakin membaik. Cuma itu yang bisa saya sampaikan. Kalau yang lain-lain saya tidak bisa sampaikan. Saya bisa dituntut nanti sama yang bersangkutan, ini adalah rahasisa pasien,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Ichsan kembali mengimbau seluruh masyarakat di Sulsel untuk menerapkan social distancing dan juga physical distancing. Ichsan menyebut, cara tersebut mampu mengurangi penyebaran Covid-19 sampai dengan 75 persen.

“Penyebaran di Sulsel ini sekarang sudah ada yang local transmission. Jadi sekarang ini tidak cukup hanya social distancing, tapi juga harus physical distancing. Artinya, di rumah pun kita harus menjaga jarak anatar satu dengan yang lainnya. Ini bisa mengurangi penyebaran virus Covid-19 hampir 75 persen,” ujarnya.

Ichsan menambahkan, pemerintah sampai saat ini serius mencari cara agar penyebaran Covid-19 ini di Sulsel bisa dicegah.

“Obat antivirus yang dulu pernah digunakan untuk flu burung itu juga telah turun ke Sulsel, dan sudah kita bagikan ke rumah sakit-rumah sakit yang sementara ini merawat pasien yang positif Covid-19. Ini salah satu upaya kita agar yang positif ini bisa cepat sembuh,” pungkasnya.

Komisi D Akui Anggaran Penanganan Covid-19 Bisa Dicairkan

KabarMakassar.com — Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar terus melakukan sejumlah upaya untuk membackup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam percepatan dan penanganan pendemi Covid-19.

Terbaru, anggota Komisi D melakukan rapat online bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, M Ansar, Kadis Kesehatan Naisyah Tun Azikin, Kadis Sosial Muhtar Tahir, Kepala BPBD Muh Rusli, Camat Mariso Harun Rani dan telah menyetujui anggaran penanganan Covid-19 untuk dicairkan, Kamis (26/3) malam.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatma Wahyuddin mengatakan anggaran yang diberikan kepada SKPD terkait merupakan garda terdepan dalam penanganan virus Corona agar tidak merebak ke seluruh masyarakat di Kota Makassar.

“Hari ini anggaran penanganan covid 19 sudah bisa dicairkan, Dinkes akan mengadakan APD, alat pengukur suhu, 1 juta masker, kantong jenazah, dan lainnya. Sementara BPBD akan menggelontorkan dana tanggap darurat bencana untuk pembelian APD bagi pengurus, pemandi jenazah dan penggali kubur, alat penyemprot desinfektan beserta cairannya,” kata Fatma.

Untuk dampak sosial, Fatma meminta agar Dinas Sosial menganggarkan logistik kepada masyarakat yang terdampak, terutama dalam menyiapkan dapur umum dan memberikan bahan pokok sembako untuk masyarakat.

“Kebutuhan untuk Dinsos terkait dengan APD itu sendiri terkhusus kepada pemandi jenazah karena melihat dan mendengar laporan masyarakat adanya kasus yang terjadi di kecamatan Mariso, ada pemandi jenazah korban virus corona yang sementara dalam pengawasan Dinas Kesehatan,” kata Fatma.

Sementara itu, M Ansar mengatakan jika tanggap darurat ini akan terus dipantau hingga tanggal 31 maret ke depan. “InsyaAllah apa yang kita inginkan soal pendanaan bisa semua. Misalnya setiap kecamatan kita akan mendrop alat penyemprot, ini dibutuhkan karena banyak permintaan dari masyarakat,” kata Ansar.

Menurutnya, jika masih terjadi kondisi darurat maka Pemkot Makassar kembali akan mengeluarkan kebijakan agar seluruh pegawai dan anak sekolah bekerja dan belajar di rumah sampai kondisi stabil.

“Tapi semoga kondisi segera pulih dan kami semua dapat betaktivitas seprti biasa. Meskipun sudah dilakukan pencegahan tapi belum massif secara keseluruhan, insya Allah lewat BPBD akan mendrop semua kecamatan,” pungkasnya.

Dirawat di 5 RS, Ini Daftar Tambahan 14 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Sulsel yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 bertambah sebanyak 14 orang. Dengan begitu, hingga Kamis (26/3) total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel berjumlah sebanyak 27 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 14 pasien positif Covid-19 ini diketahui berdasarkan hasil tes spesimen dari para pasien yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Menurut Ichsan, 14 tambahan pasien positif Covid-19 ini tersebar dan dirawat di 5 rumah sakit, yakni: 1 dirawat di RSUD Andi Makkasau (Parepare); 3 di RS Tajuddin Chalid (Makassar); 6 di RS Stella Maris (Makassar); 2 di RS Grestelina (Makassar); dan 2 di RS Labuang Baji (Makassar).

“Dari yang tambahan 14 pasien positif Covid-19 yang datanya baru diumumkan hari ini, ada 2 yang telah meninggal saat masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni 1 di RS Tajuddin Chalid, dan 1 RS Grestelina,” terang Ichsan melalui video conference, Kamis (26/3) malam.

“Untuk asal pasien, yang 14 pasien positif baru ini 1 dari Sidrap, 1 dari Bulukumba, 1 dari Maros, dan sisanya dari Makassar. yang dari Sidrap itu dirawat di RSUD Andi Makkasau, dan sisanya dirawat di Makassar,” sambungnya.

Ichsan menjelaskan, peningkatan secara signifikan jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel ini dikarenakan dua laboratorium di Sulsel sudah beroperasi untuk memeriksa spesimen pasien berstatus PDP.

“Lab kita itu, yakni BBLK Makassar dan Lab Unhas di RS Wahidin itu sudah bisa memeriksa spesimen pasien. Jadi tak perlu lagi dikirim ke Jakarta. Otomatis hasilnya sudah bisa cepat diketahui. Makanya kelihatannya peningkatannya begitu cepat alangsung menjadi banyak,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut, sebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih didominasi di DKI Jakarta.

Namun berdasarkan data peningkatan jumlah kasus pasien positif, Sulsel juga menjadi salah satu daerah dengan penambahan jumlah kasus terbanyak. Olehnya itu, Yurianto meminta hal ini menjadi perhatian pihak terkait.

“Sebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih didominasi di DKI Jakarta. Sementara di Sulsel juga terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, yakni 14 orang. Ini Ini hendaknya menjadi atensi kita sekalian dalam mewaspadai ini,” kata Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (26/3) sore.

Pasar Induk Minasa Maupa Disemprot Disinfektan

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat, Kamis (26/3). Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Hari ini kita lakukan penyemprotan bersama Bapak Dandim 1409 Gowa, Kapolres Gowa beserta jajarannya, dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Kepala Pasar Minasa Maupa Kelurahan Tompobalang,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta via whatsapp, Kamis (26/3).

Selain pasar Induk Minasa Maupa, orang nomor satu di Gowa ini mengatakan, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di Villa milik Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi di Dusun Taipakodong, Desa Rappoala, Kecamatan Tompobulu.

Penyemprotan disinfektan di Villa Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2006 – 2010 dan 2010 – 2014 ini karena sebelumnya Prof. Idrus pada Rabu (25/3) sore kemarin sekitar pukul 17.00 Wita dikabarkan positif covid-19.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan disinfektan di villa prof. Idrus dan lingkungan sekitar, termasuk TTU yang beliau datangi selama dua hari di Rappoala,” ujar Bupati Adnan.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, lanjut Adnan, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga sekitar yang kemungkinkan sempat kontak langsung dengan Prof. Idrus.

Kepala Desa Rappoala, Syamsu Rizal menyebutkan, mantan rektor Unhas tersebut memang sempat mengunjungi villanya. Menurut dia, Prof Idrus berada di villanya selama dua hari.

“Terakhir beliau ke sini hari Minggu kemarin. Beliau di sini selama dua hari, Minggu dia balik ke Makassar. Tadi ada juga pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Tompobulu untuk warga yang sempat kontak langsung dengan Prof. Idrus,” katanya.

Ia menambahkan, sejak mewabahnya Covid-19 ini, Pemerintah Kecamatan Tompobulu bersama Pemerintah Desa Rappoala juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat umum. (*)

Nurdin Abdullah Jalani Rapid Tes Covid-19, Ini Hasilnya

KabarMakassar.com — Tim Medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar melakukan rapid test Covid-19 terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di kediaman pribadinya di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (26/3).

Melalui video yang beredar di sejumlah WhatsApp Grup, Nurdin mengaku jika hasil dari rapid tes yang telah dijalaninya itu menunjukkan bahwa dirinya negatif Covid-19.

“Saya Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel. Baru saja saya menerima tim medis dari RS Bhayangkara atas arahan bapak Kapolda, untuk melakukan rapid test kepada saya. Alhamdulillah hasilnya negatif. Tentu saja saya bersyukur. Ini penting bagi saya, karena saya pemimpin daerah, harus memastikan bahwa saya negatif,” kata Nurdin dalam video tersebut.

“Walaupun sebenarnya tidak ada gejala dan tidak ada masalah dalam kesehatan saya, tapi tetap saya harus pastikan,” sambungnya.

Namun untuk masyarakat Sulsel, Nurdin meminta agar lebih mendahulukan uji laboratorium bagi orang-orang yang bermasalah dalam sisi kesehatan.

“Kita dahulukan uji lab bagi saudara-saudara kita yang lagi bermsakah dalam kesehatan, terutama ciri-ciri covid-19, yaitu batuk, flu, demam. Saya kira itu yang penting,” ujarnya.

Selain itu, Nurdin juga mengimbau masyarakat Sulsel untuk mawas diri dan menerapkan social distancing maupun physical distancing di lingkungannya masing-masing.

“Saya kira kita perlu mawas diri, menjaga jarak antara sesama, agar rantai penularan Covid-19 ini bisa kita putus bersama. Kita tentu diminta bersabar sebagai umat beragama, bahwa ini adalah sebuah cobaan bagi bangsa, negara dan masyarakat Sulsel,” pungkasnya.

Pertamina Apresiasi Kinerja dan Loyalitas Agen BBM Industri dan Petrochemical

KabarMakassar.com – PT Pertamina (Persero) menggelar Apresiasi Agen Corporate Sales VII 2020 di The Anvaya Resort Beach, Bali, Jumat (13/3) lalu.

Acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada Agen Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri dan Petrochemical yang menunjukkan kinerja serta loyalitas tinggi selama tahun 2019 lalu.

Malam apresiasi yang dibalut dengan gala dinner ini dihadiri oleh agen-agen terbaik dari wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua. Terdapat 25 Agen terbaik yang diundang dengan rincian 17 Agen BBM Industri wilayah Sulawesi dan 8 Agen Petrochemical wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Dalam acara Apresiasi Agen Corporate Sales VII 2020 ini, berbagai kategori penghargaan diberikan kepada para mitra bisnis Pertamina diantaranya The Best Fuel Agent, The Best Agent Curah Kapal, & The Best Agent Aspal Drum.

Untuk kategori The Best Fuel Agent, dimenangkan oleh PT Solusi Energi Utama, agen asal Sulawesi Tengah, atas pencapaian volume selama 2019 sebesar 135.000 Kilo Liter (KL), di susul oleh PT Samudera Haluan Sentosa (Sulawesi Selatan) dengan 47.000 KL dan PT Bahtera Anugrah Narwastu (Sulawesi Tenggara) dengan capaian 14.000 KL.

Untuk kategori The Best Agen Aspal Curah Kapal dimenangkan oleh PT Bumi Sarana Utama, agen dengan cakupan Sulampua, atas pencapaian volume selama 2019 yang mencapai 75.850 Metric Ton (MT). Sedangkan kategori The Best Agen Aspal Drum, diboyong oleh PT Mambruk Mutiara, agen dengan cakupan Sulampua, atas pencapaian volume Aspal sebesar 6.790 MT.

General Manager Marketing Operation Region (MOR) VII, C. D. Sasongko mengatakan, acara gala dinner ini bertujuan untuk semakin mendekatkan Pertamina dengan para agen yang selama ini menjalin kerjasama.

“Selain itu, apresiasi ini juga diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya selama tahun 2019,” ujarnya.

Sasongko berharap, apresiasi ini dapat menimbulkan iklim kompetisi yang positif terhadap sesama lembaga penyalur.

“Semoga pencapaian yang akan diraih tahun 2020 lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Region Manager Corporate Sales VII, Jeffri Affandi.

Status Makassar Dinaikkan jadi Darurat Covid-19

KabarMakassar.com — Jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id, hingga Kamis (26/3) pukul 09:47 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Makassar jumlahnya ada sebanyak12 orang (1 meninggal, 10 dirawat, 1 isolasi mandiri di rumah).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 40 orang (4 proses pemantauan, 36 dalam pemantauan); dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang (4 meninggal, 48 masih dirawat, 7 pulang dan sehat).

Sementara berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, hingga Kamis (26/3) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien postif Covid-19 di Sulsel totalnya menjadi 27 orang. Angka ini bertambah sebanyak 14 orang data sebelumnya. Dimana pada Rabu (25/3) kemarin, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel ada sebanyak 13 orang.

Menyikapi terus bertambahnya jumlah kasus maupun pasien positif Covid-19 di Sulsel, khususnya Kota Makassar, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menaikkan status kota Makassar dari Tanggap Darurat menjadi Darurat Covid-19.

“Semenjak ada yang meninggal, kita (statusnya) sudah darurat,” kata Iqbal, Kamis (26/3).

Ditanya perihal apakah Pemkot Makassar memiliki rencana untuk melakukan lockdown, Iqbal mengaku dirinya secara pribadi ingin melakukan hal tersebut.

Namun, kata dia, mengingat Kota Makassar adalah pusat atau ibukota Provinsi Sulsel, maka kebijakan itu akan kembali dirembugkan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi.

“Kemungkinannya ada. Apalagi kalau nanti ada lonjakan yang besar, dan kalau itu dianggap sudah rawan. Kebijakan lockdown akan kita koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Forkopimda,” ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, salah satu alasan Pemkot Makassar masih mempertimbangkan untuk melakukan lockdown adalah alasan distribusi logistik yang masuk ke Sulsel melalui Makassar, khususnya yang lewat jalur udara.

“Karena jalur logistik, baik pangan, obat-obatan, itu lewat udara. Jadi masih dalam pertimbangan apakah akan ada pembatasan atau penutupan,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan,saat ini Pemkot Makassar terus melakukan sejumlah upaya untuk menghambat dan menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Makassar. Salah satunya yakni dengan melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang berkaitan atau pernah melakukan kontak dengan pasien postif Covid-19.

Dinas Kesehatan Bantaeng Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Gereja

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menyisir sejumlah gereja untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga masyarakat dari bahaya virus corona (Covid-19).

Penyemprotan itu dipantau langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Hartawan Zainuddin, Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Ihsan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ritha Pasha, Kepala Kantor Kementerian Agama Bantaeng H. Muh. Yunus, Kepala Bagian Organisasi Setda Djufri Kau, serta Kepala Puskesmas Kota Bantaeng dr. Ulil Amri.

Terkait hal itu, dr Andi Ihsan mengatakan penyemprotan disinfektan ini akan terus dilakukan Pemkab Bantaeng sampai masa protokol waspada corona selesai. Kata dia, selain gereja, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah yang ada di Bantaeng.

“Kalau sekolah rencananya nanti hari Senin, pekan depan, ” kata dr Andi Ihsan.

Ia menambahkan bahwa proses penyemprotan desinfektan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penyemprotan disinfektan itu bukan hanya untuk mencegah corona tapi juga untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Kami berharap ini berlanjut. Ini hanya pembelajaran, kami akan siapkan bahan, sisa bagaimana pengurus masjid dan sekolah bisa melanjutkannya,” pungkasnya.

Bertambah 14 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 27 Orang

KabarMakassar.com — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kembali mengumumkan update data terbaru jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Yurianto mengatakan, berdasarkan laporan konfirmasi positif dari pencatatan sejak Rabu (25/3) pukul 12.00 WITA hingga Kamis (26/3) pukul 12.00 WITA, total ada penambahan kasus positif Covid-19 baru sebanyak 103 kasus.

“Kita lihat ada penambahan kasus positif sebanyak103 orang, sehingga totalnya sampai hari ini kasus positif Covid-19 di Indonesia ada sebanyak 893,” kata Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Kanotr BNPB, Jakarta, Kamis (26/3) sore.

Menurut Yurianto, sebarankasus positif Covid-19 di Indonesia masih didominasi di DKI Jakarta.

“Sementara di Sulsel juga terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, yakni 14 orang. Ini Ini hendaknya menjadi atensi kita sekalian dalam mewaspadai ini,” ujar Yurianto.

Yuri menambahkan, secara akumulasi, selain angka jumlah kasus positif, angka pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 4 orang.

“Ada penambahan 4 yang sembuh. Sehingga totalnya sampai hari ini sudah ada 35 orang yang sembuh,” terangnya.

Sementara untuk angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia juga bertambah sebanayk 20 orang.

“Jumlah kematian bertambah 20 kasus, sehingga totalnya sebanyak 78 orang,” tutupnya.

Sekadar ddiketahui, dengan adanya penambahan sebanyak 14 kasus positif Covid-19 ini, maka total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sampai hari ini berjumlah 27 orang.

Cegah Covid-19, Bupati Selayar Minta Penyebarangan Kapal Fery Bira-Pamatata Dikurangi

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali melaporkan kondisi terkini terkait dengan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Selayar kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melalui video conference, Kamis (26/3).

Pada kesempatan itu, Basli Ali didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Selayar Marjani Sultan, Ketua DPRD Selayar Mappatunru, Kapolres Selayar bersama Dandim 1415 Selayar.

Hadir pula para ssisten, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kh. Hayyung, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPKPAD, Kepala BP3KB, serta Kepala Dinas PMPTSPTK.

Dalam laporannya, Basli Ali mengatakan bahwa sampai hari ini yang masuk dalam data Orang Dalam Pemantauan (ODP) enam orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 0 (nol).

Terkait dengan arahan dari Presiden RI dan Gubernur Sulsel, Basli Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar telah melaksanakan seluruh arahan tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat pada dasarnya dapat menerima dengan baik, himbauan dan arahan dari pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Ini semua berkat dukungan dari semua Forkopimda dan jajaran pemerintahan dan masyarakat,” kata Basli Ali.

Meski demikian, Basli mengungkap beberapa kendala yang dihadapi oleh Pemkab Selayar dalam pencegahan covid-19. Diantaranya, kata dia, terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker N95, maupun surgical mask bagi tenaga medis dan petugas posko pada empat titik pintu masuk di Selayar.

“APD sangst sulit untuk didapatkan, termasuk terbatasnya alat thermometer infrared yang digunakan pada empat posko. Karena itu kami meminta untuk diberikan alat tes untuk Covid-19,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke Kota Makassar walau telah dihimbau untuk tidak melakukan kunjungan. Maka dari itu, Basli meminta agar dengan kewenangan yang dimiliki oleh Gubernur Sulsel supaya penyeberangan fery yang di Pelabuhan Bira dan Pamatata diminta untuk dikurangi volumenya.

“Misalnya dari tiga kali menjadi satu kali penyeberangan dalam sehari, dengan prioritas mobil pengangkut sembako ke Selayar,” ucapnya.

Ia mengaku jika saat ini Pemkab Selayar sementara melakukan persiapan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 9.000 Kepala Keluarga (KK).

“Ini untuk mengantisipasi terkait dengan adanya pembatasan beraktivitas di luar rumah. Olehnya itu agar kiranya Gubernur Sulsel dapat mendesak pemerintah pusat agar program bantuan sembako secepatnya diturunkan ke daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa protokol standar prosedur pencegahan wabah Covid-19 sudah dilakukan oleh para Bupati dan Wali Kota. “Saya sangat senang mendengar bahwa seluruh Bupati dan Wali Kota sudah bersinergi dengan Forkopimda yang ada untuk bersama-sama mencegah penularan wabah virus corona di Sulsel,” kata Nurdin Abdullah.

Ia meminta agar Pemkab Selayar tetap waspada terutama daerah yang belum terjangkit covid-19, sembari berharap wabah virus corona ini segera berakhir sehingga roda perekonomian kembali berjalan lancar seperti biasanya.

Terkait permintaan pengurangan jadwal angkutan laut, NA mengaku sepakat demi untuk memutus rantai penularan covid-19. “Ini saya kira sangat penting kita lakukan dan segera saya akan menyurati instansi yang berwenang,” katanya.

Terkait APD yang belum mencukupi, mantan Bupati Bantaeng itu mengaku jika hal ini akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. “Stok yang ada akan dikoordinasikan untuk segera disalurkan,” pungkasnya.