Beredar Pesan Berantai Nomor Layanan Homecare, Kadinkes Makassar: Itu Tidak Benar

KabarMakassar.com — Beberapa hari terakhir, marak beredar pesan berantai yang memberikan informasi sejumlah nomor telepon yang bisa dihubungi warga Kota Makassar jika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dalam pesan berantai itu disebutkan, cukup dengan menghubungi salah satu nomor yang tercantum, maka dokter atau petugas kesehatan akan datang ke rumah dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Dikonfirmasi terkait kebenaran pesan berantai yang mencantumkan 47 nomor telepon layanan Homecare tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin itu dengan tegas menyebut informasi itu tidak benar.

“Ini tidak benar,” tegas Naisyah, Rabu (25/3).

Menurut Naisyah, massyarakat atau warga kota Makassar yang membutuhkan layanan kesehatan cukup menghubungi call center yang sudah disiapkan, yakni di nomor 112.

“Cukup hubungi call center 112,” ujarnya.

KabarMakassar.com mencoba menghubungi beberapa nomor telepon yang tercantum di pesan berantai tersebut. Beberapa nomor telepon yang dihubungi tidak aktif, dan beberapa yang lainnya tidak menjawab panggilan yang dilayangkan.

Berikut bunyi pesan berantai yang disebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai informasi tidak benar:

Utk warga kota Makassar…
Kalo ada keluarga sakit. Tdk ada waktu bawa ke RS. Telp ki Makassar Homecare. Dokter akan datang periksa ki.
Berikut nomor telepon home care yang dirilis oleh Pemkot Makassar :Perlu di ingat Makassar Home Care ini tidak di kenakan biaya ( GRATIS )

  1. 081355077920 Andalas
  2. 085299527028 Antang
  3. 085397721025 Antang Perumnas
  4. 082396672870 Antara
  5. 081245377885 Ballaparang
  6. 081342750110 Bangkala
  7. 0811429872 Bara-baraya
  8. 081343677797/081241777718 Barombong
  9. 085299353458 Barrang Lompo
  10. 081342654543 Batua
  11. 081342462638 Bira
  12. 082188439628 Bulurokeng
  13. 081342995995 Cendrawasih
  14. 081342622767 Dahlia
  15. 08124153080 Jongaya
  16. 085255452274/085399793819 Jumpandang Baru
  17. 08175414009/082343432329 Kaluku Bodoa
  18. 082191395158 Kapasa
  19. 082188627274 Karuwisi
  20. 081342322157 Kassi-kassi
  21. 081342744813 Kodingareng
  22. 08138579009 Layang
  23. 085242949292 Maccini Sawah
  24. 085255099191 Maccini Sombala
  25. 085299339997 Makkasau
  26. 0811464456 Malimongan Baru
  27. 0411-2151310 Mamajang
  28. 085299396 Mangasa
  29. 081241270299 Maradekaya
  30. 082188781575 Minasa Upa
  31. 085299075022 Paccerakkang
  32. 081342425654 Pampang
  33. 082187099909 Pannambungan
  34. 085242524548 Pattingaloang
  35. 081343771296 Pertiwi
  36. 085397899848 Rappokalling
  37. 085225200600 Sudiang
  38. 085342004789 Sudiang Raya
  39. 085657099655 Tabaringan
  40. 085399177387/085145986528 Tamalanrea
  41. 082189101184 Tamalate
  42. 082348024480 Tamalate Raya
  43. 081342979685 Tamamaung
  44. 081354810709 Tamangapa
  45. 081280110044 Tarakang
  46. 08124251850 Toddopuli
  47. 08124223015 Dinas Kesehatan
    Silahkan share… ke kerabat yg tinggal di Makassar

Pasca Kongres, DPP Demokrat Instruksikan Kadernya Lakukan Medical Check Up

KabarMakassar.com — Pasca pelaksanaan Kongres Partai Demokrat di Jakarta pada 15 Maret lalu, dewan pengurus pusat (DPP) partai berlambang bintang mercy itu menginstruksikan kepada kader, khususnya yang menghadiri kongres tersebut untuk melakukan pemeriksaan atau medical check up Covid-19.

Hal instruksi ini dilakukan menyusul adanya alah satu kader Partai Demokrat, dr. Cellica Nurrachadiana, yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Bupati Karawang – Jawa Barat itu sebelumnya hadir pada Kongres Partai Demokrat di Jakarta pada 15 Maret lalu, sebagai pimpinan sidang bersama Magindaan, Syarif Hasan, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Beni K Harman.

Sejumlah petinggi dan dan pengurus Partai Demokrat Sulsel pun turut hadir pada acara Kongres Partai Demokrat tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) membenarkan dirinya hadir di Kongres Partai Demokrat tersebut. Tapi, kata dia, sebelum mengikuti kongres pihak panitia telah meminta untuk mengikuti protokol untuk pencegahan Covid-19.

Bahkan menurut dia, sebagai salah satu persyaratan, setiap kontingen peserta Kongres Demokrat wajib membawa dokter.

“Sebelum mengikuti kongres, panitia memang sudah mewanti-wanti kepada peserta untuk menjaga kebersihan. Tiap kontingen itu diwajibkan membawa dokter, setelah itu protokol kebersihan juga wajib dijalankan ketika ditempat kongres. Sosial distancing sejumlah langkah pencegahan Covid-19 juga kami terapkan,” kata ARA, Rabu (25/3).

Anggota DPRD Kota Makassar itu mengaku, sampai saat ini belum ada kader Partai Demokrat DPC Kota Makassar yang melaporkan adanya ciri-ciri terpapar Covid-19. Meski begitu, sebagai langkah antisipasi, pihaknya tetap mengimbau untuk melakukan medical check up.

“Alhamdulillah belum ada, dan mudah-mudahan saja tidak ada seterusnya. Karena kemarin itu memang kita bawa dokter dan peserta dari Makassar itu diperiksa secara rutin,” ujarnya

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Pinrang, Andi Irwan Hamid yang juga menghadiri Kongres Partai Demokrat di Jakarta tersebut mengaku, untuk kontingen dari Kabupaten Pinrang, hanya dirinya yang masuk ke arena kongres.

“Tidak ada yang masuk, yang masuk kan cuma saya. Tapi alhamdulillah, saya masih sehat. Tapi inha Allah saya akan melakukan pemeriksaan,” kata Bupati Pinrang itu.

Sementara, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Januar Jaury menjelaskan, pelaksnaan kongres di Jkarta itu mengikuti prosedur dan protokol kesehatan serta diawasi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Peserta kongres itu tak ada kontak fisik antara sesama. Ini karena panitia kongres telah mengikuti protokol Covid-19 yang telah diberlakukan seperti pemeriksaan suhu dan melakukan cuci tangan,” kata Januar.

“Sampai hari ini, 11 hari sejak kongres, kami belum mendapatkan keluhan dari delegasi Sulsel. Semoga seluruh kader dalam keadaan sehat dan paling penting, arahan isolasi mandiri dan segera periksa di rumah sakit jika memang bergejala,” tambahnya.

Sebelumnya, Mantan Wakil Sektretaris Jenderal (Wasekjend) DPP Partai Demokrat, Andi Arief membenarkan jika Celica dinyatakan positif Convid 19. Untuk itu, kata dia, semua kader yang sempat berinteraksi dngan yang bersangkutan (saat kongres di Jakarta) diwajibkan memeriksakan diri.

“Kami mendengar Ibu Cellica, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat positif covid-19, mudah-mudahan beliau bisa ditangani hingga sembuh. Dia ini tidak bergejala. Tapi perkembangan virus tetap mesti diwaspadai,” kata Andi.

Menurut Arief, Cellica diperkirakan tertular Covid-19 pada 9 Maret ketika menghadiri acara HIPMI. Pada 15 Maret, yang bersangkutan hadir pada Kongres Partai Demokrat sebagai pimpinan sidang bersama Magindaan, Syarif Hasan, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Beni K Harman.

“Tetapi dalam acara tersebut kami menggunakan standar para dokter yang ditunjuk sesuai SOP yang ada, dan dalam pengawasan Dinkes/Pemda DKI. Tidak ada sentuhan tangan. Bahkan, sebelumnya ada pemeriksaan ketat suhu dan melakukan cuci tangan berulang kali sesuai standar,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, Partai Demokrat menginstruksikan kepada kader untuk melakukan pemeriksaan meski tidak bersentuhan tangan terutama yang sudah berinteraksi dengan Cellica.

“Mudah-mudahan seluruh kader dalam keadaan sehat dan paling penting segera periksa di rumah sakit yang ditunjuk sesuai arahan Ketua Umum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono juga telah mengeluarkan intruksi dengan nomer Intruksi/01/III/2020 tentang Gerakan Nasional Demokrat Melawan Corona.

Selain Cabai Kecil, Harga Bahan Pokok di Gowa Terpantau Stabil

KabarMakassar.com — Harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Indonesia beberapa minggu belakangan mengalami kenaikan akibat atau dampak dari mewabahnya Virus Corona (Covid-19).

Namun khusus di Kabupaten Gowa, hal itu tak terjadi. Secara umum, harga sejumlah kebutuhan pokokterpantau stabil.

Berdasarkan data harga bahan pokok di Pasar Induk Minasa Maupa Sungguminasa yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa pada Rabu (25/3) pagi, dari total 22 item komoditi/jenis bahan pokok, hanya harga cabai kecil yang mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp28.000/Kg. naik menjadi Rp35.000/ kg.

Sedangkan Cabai merah besar tetap di harga Rp10.000/Kg, Cabai kriting Rp15.000/Kg (tetap), dan cabai hijau Rp15.000/Kg (tetap).

Komoditi bahan pokok lainnya seperti bawang, beras, daging, ikan, telur, tepung dan beberapa komoditi lainnya terpantau stabil dan tak mengalami kenaikan harga. .

Harga bawang juga tidak mengalami kenaikan. Bawang merah masih Rp35.000/Kg, dan bawang putih Rp40.000/Kg.

Sementara untuk harga daging sapi stabil di harga Rp95.000/Kg. Begitupun dengan harga daging ayam broiler yang tetap di harga Rp50.000/ekor.