Bantu Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19, MaRI Tutup 12 Hari

KabarMakassar.com — Operasional Mall Ratu Indah akan ditutup atau dihentikan sementara selama 12 hari, mulai tanggal 25 Maret hingga 5 April mendatang.

Keputusan ini diambil pihak manajemen mall yang berada di Jalan Ratulangi itu untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Walau demikian, khusus untuk tenant Food and Beverage (F&B) masih akan tetap beroperasi dengan layanan terbatas (delivery/take away).

Hal ini berdasarkan surat penyampaian manajemen MaRi dengan nomer 264/TR-MaRi/Let/III-20, yang ditandatangani oleh Centre Manager, Irwan Ismail.

Public Relation (PR) MaRI, Megawati Tajuddin yang dikonfirmasi membenarkan adanya rencana penutupan sementara operasional tersebut.

“Iya, secepatnya kami beri klarifikasi terkait hal tersebut,” kata Mega, Senin (23/3).

Menurut Mega, pihak manajemen akan menyampaikan secara resmi keputusan ini kepada publik melalui press rilis pada Selasa (24/3) besok.

“Insha Allah besok pagi,” pungkasnya.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Selayar Keluarkan 13 Himbauan

KabarMakassar.com — Ketua Pelaksana Gugus Tugas penanganan Covid-19 Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., menghimbau kepada seluruh masyarakat Selayar, khususnya yang tinggal di desa untuk dapat bersama-sama mencegah penularan covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Selayar itu sedikitnya mengeluarkan 13 poin penting dalam imbauan tersebut. Salah satunya, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Selayar tetap dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga penyebaran Covid-19 dapat ditangani oleh pemerintah,” kata Marjani Sultan, Senin (23/3).

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta untuk makan makanan bergizi, buah, sayur dan mengurangi aktivitas fisik serta memperbanyak istirahat.

“Banyak istirahat, kurangi merokok dan perbanyak minum air putih minimal 8 gelas setiap hari,” pungkasnya.

Berikut imbauan lengkap Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Selayar :

  1. Selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik.
  2. Jaga daya tahan tubuh dengan makan buah dan sayur setiap hari.
  3. Aktivitas fisik setiap hari dan istirahat yang cukup.
  4. Tidak merokok.
  5. Minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.
  6. Jaga kebersihan lingkungan sekitar.
  7. Sedapat mungkin tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata.
  8. Hindari kontak dengan hewan liar dan ternak tanpa menggunakan pelindung.
  9. Apabila ada keluarga yang datang dari daerah terjangkit, agar segera lakukan isolasi mandiri selama 14 hari, tidak keluar dari rumah atau laporkan ke petugas kesehatan terdekat.
  10. Apabila tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tinggal di rumah saja.
  11. Hindari kerumunan dan keramaian serta jaga jarak dengan orang di dekat anda minimal satu meter.
  12. Pakai masker bila demam, flu, batuk dan sesak nafas serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
  13. Tetap tenang dan jangan lupa berdoa.

Kapolda Sulsel dan Ustad Das’ad Keliling Makassar Beri Imbauan ke Warga

KabarMakassar.com — Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama Ustad Das’ad Latief dan Kapolrestabes Makassar berkeliling ke sejumlah titik keramaian untuk memberi imbauan kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah serta tidak berkumpul di pusat keramaian, sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pasar- pasar tradisional di Kota Makassar, seperti Pannampu, Pasar Cidu, Pasar Maricayya, Pasar Butung, Mall-mall dan Pasar Sentral Makassar serta kawasan-kawasan perdagangan dan perkantoran seperti di Jl, Sulawesi, Jl. Veteran, Jl. Jenderal A. Yani, Jl. Jenderal Sudirman, disusuri Kapolda bersama Ustad Das’ad menggunakan mobil Jeep milik Sat Brimob Polda Sulsel.

Warga Makassar juga diimbau untuk mematuhi Maklumat Kapolri, yang meminta seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan, yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri

“Jangan anggap remeh Virus Corona ini, Mari bersama kita tangkal virus berbahaya ini. Kalau tidak ada kepentingan darurat, tinggal saja di rumah. Kurangi ngopi di Warkop, lebih baik ngopi di rumah,” imbau Ustad Das’ad, Senin (23/3).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang juga ikut berkeliling menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel khususnya Kota Makassar.

Polda Sulsel, kata dia, juga mensosialisasikan Maklumat Kapolri dengan memberikan imbauan ke tempat-tempat keramaian, tempat berkumpulnya banyak masyarakat, agar megurangi aktivitasnya di luar rumah, guna menangkal penyebaran Covid-19.

“Ya jadi intinya kami imbau masyarakat supaya menjaga jarak, dan aktivitasnya dihentikan. Supaya kembali ke rumahnya.

Langkah ini merupakan aplikasi dari instruksi seperti yang ditegaskan Bapak Kapolri, yaitu kami bekerja untuk anda, dan anda di rumah untuk semua, untuk Indonesia. Semoga masyarakat Sulsel aman dari virus Covid-19,” tutur Ibrahim.

Presiden Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Tenaga Medis

KabarMakassar.com — Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya sejumlah dokter, perawat, dan tenaga medis yang menangani pasien positif virus korona (Covid-19).

“Saya ingin menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam, belasungkawa yang dalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis yang telah berpulang ke sisi Allah SWT,” kata Jokowi, Senin (23/3).

Jokowi menilai para tenaga medis tersebut telah berdedikasi dan berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani Covid-19.

“Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja kerasnya, atas perjuangan, dalam rangka mendedikasikan dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Di samping itu, Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengalokasikan insentif bagi para tenaga medis yang berjuang di tengah pandemi korona. Ia mengaku jika hal itu telah dikoordinasikan dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

“Kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, telah dihitung oleh Menteri Keuangan, bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada para tenaga medis,” jelasnya.

Kata dia, besaran insentif yang akan diterima oleh para tenaga medis antara lain untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya sebesar Rp5 juta.

Selain insentif bulanan, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah juga akan memberikan santunan bagi tenaga medis yang wafat di daerah tanggap darurat.

“Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” pungkasnya

Sekwan DPRD Makassar Pimpin Rapat Internal

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan social distancing kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN dalam jajaran Pemkot.

Terkait hal itu, Sekreriat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar melaksanakan rapat internal, Senin (23/3). Rapa tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD Makassar, Asiz Hazan dan dihadiri seluruh pejabat struktural.

Pada kesempatan itu, Asiz Hasan menjelaskan bahwa rapat pagi ini menyikapi terkait surat edaran Pj. Walikota tentang jam kerja ASN dan Non PNS selama sosial distance hingga akhir Maret mendatang.

Ia mengatakan jika hasil dari rapat internal tersebut disepakati setiap harinya 40 orang staf akan ditugaskan berkantor di sekretariat DPRD sampai batas waktu yang ditentukan.

“Jadi 40 orang staf ini juga akan digilir untuk melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area gedung DPRD Makassar. Jadi seperlima dari jumlah pegawai ini itu setiap harinya harus berkantor di sekretariat sampai batas waktu yang ditentukan,” kata Asiz.

Pemkab Gowa Ajak Masyarakat Dukung Pelaksanaa Earth Hour 2020

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengimbau seluruh masyarakat untuk mematikan lampu dan pelengkap elektronik lainnya selama satu jam pada 28 Maret 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Pemkab Gowa melalui Surat Imbauan dengan Nomor: 188/014/Ekonomi, yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis, Senin (23/3).

Dalam surat imbauan tersebut, disampaikan bahwa hal ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Earth Hour 2020.

“Imbauan ini menindaklanjuti Surat Gubernur Sulawesi Selatan Nomor: 671.1/1795/desdm tanggal 5 Maret 2020 perihal mendukung kebijakan kegiatan Earth Hour Tahun 2020 yang ditujukan kepada para pimpinan SKPD dan para camat se-Kabupaten Gowa,” kata Muchlis.

Selain itu, Muchlis juga menyampaikan, dengan adanya pemadaman lampu dan sejumlah perlengkapan elektronik ini, akan menghemat daya dan upaya mengurangi pemanasan global.

“Seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkat RT/RW sampai dengan tingkat kecamatan, untuk mendukung kegiatan Earth Hour dengan mengadakan ceremonial switch off atau mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak perlu selama satu jam, dimulai pukul 20.30 hingga 21.30 WITA di kantor/instansi masing-masing pada tanggal 28 Maret 2020 mendatang,” terangnya.

Sekedar diketahui, Earth Hour merupakan sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya, berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam, untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim.

Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007, dimana saat itu sekitar 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, beberapa kota di seluruh dunia juga ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2008.

KONI Sulsel Tunda Pelaksanaan Tes Atlet Persiapan PON 2020

KabarMakassar.com — Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel mememutukan untuk menunda pelaksanaan tes atlet dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, sampai batas watu yang belum ditentukan.

Ketua KONI Sulsel Ellong Tjandra mengatakan, keputusan ini diambil atas dasar pertimbangan keselamatan para atlet, pelatih, official dan pengurus KONI, setelah mencermati perkembangan dan penyebaran penularan Covid-19 di Sulsel.

Selain menunda pelaksanaan tes atlet PON , mulai hari ini, Senin (23/3), seluruh jajaran pengurus dan karyawan KONI Sulsel juga mulai menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home).

Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor 057/U/III/2020, yang ditandangani langsung oleh Ellong Tjandra selaku Ketua Umum KONI Sulsel.

“Keputusan ini demi keselamatan dan kepentingan bersama. Masa berlakunya tak terbatas disesuaikan dengan perkembangan,” kata Ellong melalui keterangan tertulisnya.

Dengan surat ini, lanjut Ellong, seluruh induk cabang olahraga di bawah naungan KONI Sulsel diharapkan menyesuaikan diri. Khususnya cabor yang melakukan persiapan menghadapi PON 2020 mendatang.

“Kalau ada kebutuhan mendesak dapat menghubungi Sekum KONI atau Kepala Tata Usaha untuk membuat komitmen waktu bertemu. Kita berharap, semoga Covid-19 dapat segera diatasi dan kita bisa melakukan aktivitas secara normal seperti biasa kembali,” tutupnya.

THM, Tempat Rekreasi dan Bioskop di Makassar Ditutup Sementara

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan Surat Edaran nomor: 2152/S EDAR/045.1/DISPAR/III/2020 tentang Penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) dan tempat-tempat rekreasi selama dua pekan terhitung mulai tanggal 23 Maret sampai tanggal 5 April 2020.

Adapun THM dan tempat rekreasi yang diminta untuk ditutup sementara selama dua pekan keddepan yakni: Klub malam, diskotik, pub, karaoke keluarga dan eksklusif, bar dan bafe, panti pijat, refleksi dan spa, mandi uap, bioskop, bola sodok, dan arena bermain ketangkasan atau elektronik yang ada di Mal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari upaya pencegahan penular Virus Corona (Covid-19).

“Ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Rusmayani, Senin (23/3) siang.

Menurut Rusmayani, sebagian besar para pengusaha dan pemilik tempat hiburan dan rekreasi juga sudah setuju dengan keputusan ini.

“Rata-rata mereka setuju. Tidak ada yang sampaikan keluahan ke saya,” ujarnya.

Ditanya perihal sanksi yang akan diberikan jika nantinya ada pemilik tempat usaha yang melanggar, rusmayani mengatakan, pihaknya meyakini para pengusaha akan patuh dan mengindahkan surat edaran ini.

“Mungkin juga Satpol PP akan turun melakukan pemantauan di lapangan,” terangnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, pihaknya juga mengimbau seluruh tempat-tempat hiburan untuk menutup usahanya sementara, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah.

“Badan Pengurus AUHM juga meminta kepada para pengelola usaha untuk sementara waktu melarang karyawan dan pekerjanya mudik sampai batas waktu dimaksud, sambil menunggu koordinasi selanjutnya dengan pihak Pemkot Makassar,” ujarnya.

Doakan, Rabu Ini Tiga Lab di Makassar Sudah Bisa Lakukan Tes Covid-19

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Susel mengupayakan dalam satu atau dua hari kedepan, tiga laboratorium kesehatan di Makassar, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Laboratorium RS Wahidin dan Laboratorium Universitas Hasanuddin, sudah bisa melakukan tes spesimen pengecekan Covid-19 sendiri.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, Gubernur Sulsel dan stake holder terkait saat ini tengah mengupayakan peralatan dan izin dari Kementerian Kesehatan untuk ketiga laboratorium tersebut.

“Gubernur dan stake holder terkait berusaha agar secepatnya tiga laboratorium yang ada di Makassar ini bisa segera mendapatkan izin untuk melakukan pengetesan sampel darah (spesimen) pasien sendiri. Pemesanan bahan untuk laboratorium itu menunggu 1-2 hari ini. Doakan bisa dipakai beroperasi laboratoriumnya itu Rabu (25/3) lusa,” ujarnya.

Terkait teknis pengeoperasian termasuk apakah tes Covid-19 yang akan dilakukan nantinya berbayar atau tidak, Husni mengaku belum bisa memastikan hal tersebut.

“Belum ada informasi untuk bagaimana model pembayarannya,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga Senin (23/3) pukul 09:48 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 21 orang dari yang sebelumnya pada Ahad (22/3) pukul 14.24 WITA dilaporkan 95 orang, kini menjadi 114 orang (93 dalam pemantauan, 21 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 1 orang, dari yang sebelumnya 28 menjadi 29 orang (22 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal dan 1 masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan, Ahad (22/3).

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya di rawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.

RSUD Sayang Rakyat Dipersiapkan jadi RS Penyangga Penanganan Covid-19

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel berupaya untuk menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan untuk menangani pasien atau kasus Virus Corona (Covid-19).

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, ada satu RS yang saat ini sedang dipersiapkan sebagai tambahan dari 7 RS rujukan maupun penyangga yang sudah ditunjuk sebelumnya.

“RS Sayang Rakyat sementara dalam persiapan (untuk dijadikan RS rujukan Covid-19), semoga bisa segera selesai persiapannya dalam waktu dekat,” kata Husni, Senin (23/3).

Perihal kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di sejumlah RS yang ada Sulsel, Husni mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel terus berkoordinasi dengan Badan Penganggulangan Bencana (BPBD dan BNPB) dan pemerintah pusat untuk pengadaan APD tersebut.

“Sementara diupayakan menyangkut APD. Teman-teman di Dinkes senantiasa berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana dan pemerintah pusat untuk pengadaannya. Berangsur-angsur APD ini datang (dikirimkan), tapi masih terbatas. Tapi kalau untuk DOkter dan tenaga medis yang nelakukan penanganan terhadap pasien PDP itu masih cukup,” ujarnya.

Husni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi-informasi yang beredar. Pasalnya menurut dia, tak sedikit informasi tidak benar dan menyesatkan yang beredar khususnya di media sosial.

“Yang harus sama-sama kita tekankan dan kita pahami, yang bisa memvonis seseorang itu positif atau tidak hanya hasil lab. Tidak ada yang lain. Tim kami juga terus melakukan pelacakan dan penelusuran di lapangan agar kita bisa sama-sama mmutu rantai penyebaran virus ini,” tutupnya.