6 Pasien Dalam Pengawasan di Makassar Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar merilis update atau data terbaru hasil pemantauan penyebaran Virus Corona (Covid-

19) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 yang dilakukan di wilayah Kota Makassar.

Tak ada penambahan untuk jumlah pasien positif Covid-19. Hingga Ahad (22/3) pukul 21:15 WITA, jumlahnya tetap 2 orang. 1 meninggal dan 1 lagi masih dalam perawatan. Yang bertambah hanya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Jumlah ODP tercatat sebanyak 15 orang (tidak termasuk 68 lainnya yang berada dalam pengamatan), dimana 10 diantaranya masih dalam proses pemantauan dan 5 lainnya sudah selesai pemantauan. Sedangkan jumlah PDP bertambah dari sebelumnya 14 orang menjadi 24 orang.

Yang sedikit melegakan, dari jumlah PDP sebanyak 24 orang itu, 6 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Sementara 18 lainnya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin menuturkan, pasien PDP yang sudah dinyatakan sembuh ini adalah mereka yang sudah menjalani pemeriksaan swab nasofaring (teknik usap hidung dalam) dan hasilnya menunjukkan bahwa uang berangkutan negatif Covid-19.

“Orang atau pasien yang berstatus PDP itu betul-betul dalam pengawasan. Sejauh ini totalnya ada 24, dimana 18 dirawat dan 6 sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumahnya masing-masing. Yang dinyatakan sembuh ini berarti sudah ada hasil pemeriksaan swab dan dinyatakan negatif Covid-19,” terang Naisyah.

Menurut Naisyah, hingga saat ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing untuk mencari sekaligus mencegah meluasnya penularan Covid-19 di Kota Makassar.

“Tim kita masih terus bekerja, dan kita berharap masyarakat juga ikut membantu dengan melakukan sosial distancing atau mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak. Ini sangat penting dan akan sangat membantu pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Sebelimnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulasel, Ichsan Mustari juga meminta seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

Pasalnya menurut Ichsan, saat ini proses penularan Covid-19 di Sulsel bukan lagi berasal dari luar daerah, tetapi sudah local transmission (penularan terjadi di lokasi, daerah atau tempat pasien berada).

“Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” kata Ichsan.

Pemkab Bulukumba Minta Warganya Gunakan Medsos Secara Bijak

KabarMakassar.com — Sejak wabah Virus Corona (Covid-19) masuk ke Indonesia, banyak warganet yang mengunggah kabar atau informasi di media sosial yang tidak benar (hoax) atau tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan membuat masyatakat semakin panik.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang juga sekaligus sebagai Juru Bicara Pemkab Bulukumba untuk penanganan Covid-19, Daud Kahal mengimbau waga masyarakat Kabupaten Bulukumba untuk leboh bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat Bulukumba untuk bijak dalam menggunakan meddia sosial. Ini penting agar tak membuat masyarkat semakin panik. Selain itu, juga bisa berujung pada masalah hukum karena melanggar Undang-Undang ITE Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Daud, Ahad (22/3).

Terkait banyaknya massyarakat Bulukumba yang meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap orang dari luar yang masuk ke Bulukumba, Daud menegaskan bahwa hal tersebut sudah dilakukan oleh Pemkab Bulukumba.

“Itu sudah dilakukan. Kita juga terus mengimbau warga agar mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas termasuk Posko Gugus Tugas Covid-19 untuk memeriksakan diri jika merasa mengalami gelajal-gejala terpapar Covid-19. Kita juga ada petugas akan mendatangi ke rumah yang bersangkutan, dan ada tim surveilance yang ditugaskan,” terangnya.

Daud menambahkan, pihaknya juga sangat berharap bantuan dan kesadaran masyarakat Bulukumba utamanya yang baru berpergian dari luar Sulsel atau luar neger untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, dan membatasi interaksi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Harus mengkarantina atau mengisolasi diri dulu, sambil dipantau oleh tim surveilance Dinas Kesehatan atau Puskesmas selama 14 hari. Itu sudah standar prosedur dalam pencegahan Covid-19. Kami juga meminta warga Bulukumba untuk melakukan sosial distancing dan membatasi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada hal-hal yang mendesak,” pungkasnya.

CEK FAKTA: Penyemprotan Racun Virus Corona dari Malaysia dan Singapura

KabarMakassar.com — Maraknya pesan berantai akan adanya penyemprotan racun untuk virus Corona COVID-19 dari Malaysia dan Singapura dari udara melalui aplikasi percakapan Whatsapp. Hal ini membuat warga Indonesia panik dan bertanya perihal pesan berantai yang masuk dalam berbagai grup Whatsapp.

Dimana dalam pesan tersebut berbunyi,

“Pemberitahuan bahwasannya nanti mlm pada pukul 23.00 wib agar kita tidak ada yg keluar rumah,jika ad menjemur pakaian atau makanan segera diangkat dibawa masuk,karena mulai pukul 23.00 wib akan ada penyemprotan racun untuk virus corona dari malaysia dan singapore melalui udara,bila besok pagi hujan jgn keluar rumah dulu sampai hujan berhenti..mohon beritahukan kepada keluarga,sahabat atau tetangga bapak ibu sekalian. Trima kasih”.

Hasil Cek Fakta

KabarMakassar.com menelusuri pesan berantai tersebut yang sudah tersebar di berbagai Whatsapp grup dan ternyata informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Dimana berdasarkan informasi yang didapatkan KabarMakassar.com melalui surat dari Angkatan Tentera Malaysia yang dijelaskan langsung oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Hj Affendi bin Buang TUDM.

Didalam suratnya ia mengatakan jika informasi berantai tersebut adalah hoaks dan tidak benar.

Berikut link bantahan Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Hj Affendi bin Buang TUDM, yang dikutip dari media Portal Berita Radio Televisyen Malaysia.

ATM nafi helikopter tentera khas buat semburan disinfeksi di udara



Angkatan Tentera Malaysia menafikan terdapat helikopter tentera khas yang digunakan untuk membuat semburan disinfeksi COVID-19 di udara di seluruh negara.

Panglima Angkatan Tentera Malaysia, Jeneral Tan Sri Affendi Buang menegaskan berita yang tular di media sosial itu adalah palsu.

Dalam satu kenyataan, beliau berkata walaupun tidak dinyatakan jenis helikopter milik pasukan perkhidmatan mana sama ada Tentera Darat, TUDM atau TLDM namun penggunaan perkataan tentera serta hebahan tidak benar boleh mencetuskan suasana panik.

Orang ramai juga dinasihatkan tidak mudah terpengaruh dengan sebarang berita yang boleh mencetuskan kebimbangan.

Orang ramai diminta dapatkan maklumat COVID-19 yang sahih daripada talian CPRC kebangsaaan begitu juga saluran telegram Majlis Keselamatan Negara.

Kesimpulan

Informasi terkait penyemprotan racun untuk virus corona dari negara malaysia dan singapore tidak benar atau HOAKS dan membuat warga resah.

Referensi:

Portal Berita Radio Televisyen Malaysia – RTM
http://berita.rtm.gov.my/index.php/nasional/16689-atm-nafi-helikopter-tentera-khas-buat-semburan-disinfeksi-di-udara

RS Darurat Penanganan Covid-19 Beroperasi Mulai Senin Besok

KabarMakassar.com — Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19 yang merupakan hasil kerjasama berbagai pihak termasuk swasta, dengan memanfaatkan gedung Wisma Atlet Kemayoran, siap beroperasi mulai Senin (23/2) besok.

Hal ini dipastikan setelah Menteri BUMN, Erick Thohir bersama dengan Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR dan Kepala BNPB berkunjung langsung untuk melihat kesiapan di Wisma Atlet Asian Games Kemayoran di Jakarta Utara, yang dalam empat hari terakhir ‘disulap’ menjadi RS Darurat Penanganan Covid-19.

“BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker. Selain itu, untuk kebutuhan komunikasi, kami juga sudah menyiapkan jaringan telekomunikasi hingga 500 MB,” Kata Erick Thohir, Ahad (22/3).

Erick menjelaskan, pada saat pelaksanaannya nanti, RS Penanganan Darurat Covid-19 ini akan dibagi dalam 3 zona.

Pertama, Zona Hijau (Tower 1) yang akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di Zona ini, hanya orang yang berkepentingan yang bisa masuk.

Kedua, Zona Kuning (Tower 3) yang akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.

Ketiga, Zona Merah (Tower 6-7) yang menjadi RS Darurat Penanganan Covid-19.

“Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang bisa masuk ke zona ini (Zona Merah) selain pasien,” jelasnya.

Menurut Erick, dokter-dokter yang nantinya akan bekerja di RS Penanganan Darurat Covid-19 ini adalah gabungan dokter dari berbagai instansi, dari Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, BUMN dan lain-lain.

“Percayalah, kalau kita semua mau bersatu, insha Allah apapun bisa kita lalui dengan baik. Saya apresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang sudah bergerak cepat membantu pemerintah untuk mewujudkan RS Darurat ini. Semoga upaya kita semua ini diridhoi Yang Maha Kuasa dan dapat menekan lajunya pandemi Covid-19 di Indonesia. Insha Allah selalu ada jalan,” tutup Erick.

Antisipasi Covid-19, Area Kantor Pertamina MOR VII Disemprot Disinfektan

KabarMakassar.com – PT Pertamina melakukan penyemprotan disinfektan di area kantor Marketing Operation Region (MOR) VII, Sabtu (21/3). Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19),

Area yang dilakukan penyemprotan meliputi ruang kerja, ruang rapat, bangunan penunjang seperti toilet dan kantin, poliklinik, Gelanggang Olahraga (GOR), serta halaman hingga tempat parkir Pertamina MOR VII. Area Mesjid pun tidak luput dari penyemprotan disinfektan ini.

Kegiatan disinfeksi ini dilakukan oleh dua orang petugas dari Patra Jasa dan diawasi oleh satu orang personel fungsi Health, Safety, Security and Evirontment (HSSE) Pertamina MOR VII. Semua petugas dan pengawas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk mengantisipasi paparan bahan kimia yang digunakan dan potensi COVID-19 yang ada.

Penyemprotan dilakukan mulai pukul 10.00 WITA hingga 18.00 WITA dengan menggunakan peralatan mist blower dan melibatkan 100 liter cairan disinfektan dan 5 liter bahan bakar.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan, langkah ini diambil sebagai langkah preventif penyebaran COVID-19 di lingkungan Kantor MOR VII.

“Dikarenakan penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi dan telah ada sejumlah kasus di Sulawesi Selatan khususnya Makassar, maka langkah antisipasi ini perlu dilakukan agar penyebaran virus tidak semakin meluas,” kata Hatim.

Walaupun sebagian pekerja telah melaksanakan mekanisme kerja Work From Home (WFH), lanjut Hatim, namun sebagian kecil lainnya harus tetap bekerja demi pelayanan Pertamina kepada masyarakat.

“Penyemprotan ini juga untuk memastikan pekerja yang masih harus datang ke kantor merasa aman dan tidak khawatir dengan lingkungan kerjanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina telah memberlakukan mekanisme kerja WFH kepada sebagian besar pekerjanya. Area kantor Pertamina MOR VII pun menjadi area terbatas, dimana setiap orang yang masuk akan melalui pemeriksaan kesehatan terutama suhu tubuh. Hal ini sebagai bentuk keseriusan Pertamina dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Selain itu, hand sanitizer dan area cuci tangan telah dipasang di beberapa sudut kantor dengan harapan agar pekerja selalu menjaga kebersihan dirinya. Pekerja yang masih berkantor juga diberikan multivitamin untuk meningkatkan imunitas sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Tim Kacamatayya Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke Warga Bulukumba

KabarMakassar.com — Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau, yang dipimpin Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba, Fahidin HDK, melakukan aksi bagi masker dan hand sanitizer di Pasar Cekkeng, Kota Bulukumba, Ahad (22/3).

Fahidin mengatakan jika kegiatan yang dilakukan oleh puluhan anggota Tim Kacamatayya (relawan pendukung Tomy-Makkasau) itu dilakukan sebagai bentuk perhatian sekaligus membantu pemerintah dalam melakukan upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid -19, khususnya di Kabupaten Bulukumba.

“Jumlahnya keseluruhan yang dibagikan itu lebih dari 200 masker dan hand sanitiser. Tentu ini masih sedikit dibandingkan warga yang membutuhkan. Makanya kami akan melakukan pengadaan lagi untuk dibagikan,” kata Fahidin.

Menurut Fahidin, aksi bagi masker dan hand sanitizer yang dilakukan Tim Kacamatayya tersebut bukan baru kali ini saja. Tetapi sudah dilakukan sejak Civid-19 diketahui masuk ke Indonesia. Termasuk melakukan sosilisasi kepada warga tentang bagaimana mencegah penularan Covid-19.

“Ini akan terus kita lakukan, khususnya saat meppatabe (mohon restu) kepada tokoh masyarakat untuk keberkahan pasangan calon kacamatayya,” ujarnya.

Mewakili relawan Tomy-Makkasau, ia juga mengajak agar seluruh pihak ikut menggalakkan aksi bersih-bersih sekaligus pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat.

“Persoalan pencegahan penyebaran virus ini perlu penanganan maksimun dan melibatkan seluruh pihak.

Pemerintah dengan segala upayanya, dan masyarakat diminta untuk menjalankan imbauan yang dikelaurkan pemerintah. Minimal memproteksi diri, lingkungan dan keluarga masing-masing,” pungkasnya.

Sejumlah Instansi di Sulsel Belum Umumkan Hasil Verval SKD CPNS

KabarMakassar.com — Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 telah menyerahkan hasil verifikasi dan validasi (verval) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) kepada total 521 instansi, yang terdiri dari 65 instansi pemerintah pusat (kementerian/lembaga) dan 456 instansi pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota).

Melalui pernyataan tertulisnya pada Jumat (20/3) kemarin, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono mengatakan, penyerahan hasil SKD tersebut disampaikan kepada seluruh admin instansi melalui portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

BKN, kata dia, meminta instansi menyiapkan pengumuman hasil SKD untuk disampaikan secara serentak kepada pelamar melalui masing-masing laman website atau media sosial instansi pada tanggal 22 – 23 Maret 2020.

Namun, hingga Ahad (22/3) pukul 12:00 WITA, instansi-instansi di Provinsi Sulsel, seperti Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Gowa dan beberapa daerah lainnya belum mengumumkan atau mengunggah hasil pengumuman SKD dari BKN tersebut di laman website resmi badan kepegawaiannya masing-masing.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Taufik Akbar yang dikonfirmasi terkait hal ini tidak memberikan jawaban pasti kapan hasil verval SKD untuk CPNS lingkup Pemprov Sulsel bakal diumumkan dan diunggah ke laman website resmi BKD Sulsel.

“Untuk pengumuman hasil SKD CPNS, hari ini kami masih mengerjakan datanya. Untuk diumumkan atau tidaknya hari ini, silahkan ditunggu saja. Kami pasti akan sampaikan ke publik setelah semuanya selesai, jadi harap bersabar,” kata Taufik.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Abdul Kadir Masri memastikan, pengumuman hasil verval SKD CPNS lingkup Pemkot Makassar akan disampaikan pada Senin (23/3) besok.

“Kami sudah terima hasil verifikasi dari BKN, dan insha Allah untuk lingkup Pemkot Makassar akan diumumkan besok,” kata Kadir.

Senada, Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa, Muh Bashir juga menyampaikan jika pengumuman hasil verval SKD penerimaan CPNS lingkup Pemkab Gowa akan diumumlan pada Senin (23/2) besok.

“Insha Allah rencannya besok akan kita umumkan,” singkat Bashir.

Sekadar diketahui, meski pengumuman hasil verval SKD CPNS Formasi Tahun 2019 dilakukan sesuai jadwal pada tanggal 22 23 Maret 2020, namun pemerintah telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang merupakan tahap lanjutan dari seleksi peneriman CPNS.

Keputusan ini disampaikan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan CPNS melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/318/M.SM.01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019, dengan merujuk pada PermenPANRB 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, dan Surat Kepala BKN Nomor K 26-30/V 205-4/99 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

Plt Kepala Biro Humas BKN, Paryono mengatakan, SKB yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 25 Maret 2020 akan ditunda sampai dengan dikeluarkannya kebijakan lebih lanjut oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Keputusan penundaan ini, kata dia, dilatarbelakangi oleh situasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan lanjut SKB pada pengumuman hasil SKD agar tetap memantau website/media sosial Instansi, menunggu keputusan pelaksanaan SKB yang akan ditentukan kemudian,” kata Paryono di Kantor Pusat BKN Jakarta, Selasa (17/3) lalu.

Lebih jauh Paryono mengatakan, dalam surat Menteri PANRB itu juga disampaikan, instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah menentukan jadwal pelaksanaan SKB termasuk penyiapan sarana/prasarana, agar berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kementerian Keuangan, dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Tepis Berita Miring, Sekprov Sulsel Buka Suara Soal Kondisi Kesehatannya

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani akhirnya angkat bicara soal kabar yang menyebutnya dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar karena menjadi salah satu pasien positif Virus Corona atau Covid-19 (pasien 286).

Kabar tersebut sudah kurang lebih seminggu terakhir beredar di sejumlah media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat di Sulsel.

Sabtu (21/3) malam, salah seorang Direksi Perusda Sulsel, MS Andi Baso DN melakukan video call dengan Abdul Hayat Gani.

Dalam rekaman video call yang beredar luas di sejumlah WhatasApp Grup dan media sosial itu, Abdul Hayat mengaku apa yang dialaminya saat ini sangat bertolak belakang dengan kabar miring yang beredar utamanya di media sosial beberapa hari terakhir.

“Saya selaku Sekprov Sulsel baik-baik saja disini, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak ada masalah. Saya kira isu-isu yang beredar di luar utamanya di medsos, itu sangat bertentangan dengan apa yang saya alami saat ini,” kata Abdul Hayat.

Abdul Hayat pun menepis anggapan, dirinya dan keluarganya dikarantina di suatu tempat. Fakta sesungguhnya, kata dia, dirinya dan keluarganya dalam keadaan sehat dan hanya beraktivitas di rumah saja sesuai imbauan dari pemerintah, baik pusat maupun dari pemerintah Sulsel sendiri.

“Saya dan keluarga sama sekali tidak dikarantina. Normatif biasa saja seperti yang dilakukan masyarakat lain, bekerja, belajar dan beribadah untuk sementara di rumah. Ini juga melaksanakan imbauan dari pemerintah,” tegasnya.

“Alhamdulillah, saat ini saya dan keluarga dalam keadaan sehat dan baik baik saja. Mohon doanya agar dalam waktu dekat ini saya kembali beraktivitas membantu dan menjalankan tugas tugas yang diberikan Gubernur Sulsel, khususnya penanganan penyebaran Covid=19 di wilayah Sulsel,” tambahnya.

Ia juga sangat menyayangkan beredarnya foto salah seorang pejabat di Pemkot Makassar yang terbaring lemah akibat serangan jantung, yang kemudian disebarluaskan ke medsos dan dijustifikasi foto itu adalah dirinya.

“Foto itu betul-betul keterlaluan dan luar biasa pembohongan publiknya,” ujarnya

Pernyataannya melalui rekaman video call ini juga merupakan yang pertama kalinya sejak kurang lebih dua pekan terakhir Abdul Hayat tak pernah terlihat.

Sekadar diketahui, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menunjuk Asisten 1 Pemprov Sulsel bidang Pemerintahan, Andi Aslam Pattonangi sebagai pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel menggantikan Abdul Hayat Gani yang dikabarkan sakit dan telah dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohsodo Makassar.

Sebelum dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Abdul Hayat selama kurang lebih sepekan sempat dirawat di RS Siloam Makassar.

“Penunjukan Plh ini dilakukan agar pemerintahan tetap berjalan lancar seperti biasa, dan tidak ada pekerjaan yang tertunda. Ini demi kelancaran tugas,” kata Nurdin, Selasa (17/3) lalu.

Terkait kondisi dan penyakit yang diderita Abdul Hayat, Nurdin mengatakan, Sekprov Sulsel itu harus menjalani perawatan karena demam berdarah dengue (DBD). Namun, yang bersangkutan ternyata juga memiliki riwayat penyakit asma.

“Awalnya DBD, tapi sudah sembuh. Cuma asmanya kambuh. Dia memang punya riwayat penyakit asma, jadi dia minta dirujuk ke RS Wahidin karena peralatan disana lebih lengkap. Tidak ada masalah kok, kita baru lihat,” terang Nurdin.

Kabar miring yang menyebut Abdul Hayat positif terjangkit Covid-19 mulai bermunculan saat dirinya dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo yang merupakan RS rujukan untama di Sulsel untuk menangani pasien Covid-19.

Jumlah ODP dan PDP di Sulsel Bertambah, Masyarakat Diimbau Ikuti Anjuran Pemerintah

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merilis update atau data terbaru pemantauan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan di 24 kabupaten/kota.

Berdasarkan data terbaru, Ahad (22/3) pukul 10:28 WITA, terjadi lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP). Ada penambahan sebanyak 45 orang dari yang sebelumnya pada Sabtu (21/3) pukul 14.24 WITA dilaporkan sebanyak 50 orang, kini menjadi 95 orang (83 dalam pemantauan, 12 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 1 orang, dari yang sebelumnya 27 menjadi 28 orang (21 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal dan 1 masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan, Ahad (22/3).

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya di rawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.