Jelang Musda, Sejumlah Petinggi Golkar Sulsel Bertemu di Pangkep

KabarMakassar.com — Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel, harmonisasi kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Nurdin Halid (NH) mulai tidak stabil.

Pada Musda Golkar Juli 2019 lalu menetapkan NH. Akan tetapi kepengurusan yang diajukan oleh NH belum di-SK-an oleh DPP Partai Golkar. Bahkan, terbaru NH ditarik ke DPP sebagai salah satu Wakil Ketua Umum DPP Golkar.

Seiring berjalannya waktu, muncul sebuah gerakan baru yang diinisiasi oleh sejumlah DPD II Partai Golkar dan diberi nama Golkar Pembaharu. Hal ini kemudian menimbulkan wacana perlawanan terhadap NH sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel.

Terbaru, sejumlah pengurus DPD I Golkar Sulsel melakukan pertemuan dengan Ketua dan Sekretaris DPD II serta sejumlah organisasi sayap Partai Golkar di Pangkep. Pertemuan yang digelar Kamis (19/3) ini difasilitasi oleh Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin Hamid.

Beberapa pengurus DPD I Golkar Sulsel yang hadir pada pertemuan tersebut, antara lain: Arfandy Idris, Irwan Muin, Kadir Halid, Rusmi Kasman, Suastusi Amir, Imran Tenri Tata, Aksara Alif Raja, Maqbul Halim, dan sejumlah pengurus lainnya.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Pangkep, Rahmat Nur yang ditanya terkait pertemuan itu, tidak mau berkomentar. Ia mengaku jika hal itu bukan ranahnya untuk berbicara.

“Iya jangan mi saya, hubungiki DPD I,” kata Rahmat Nur, Kamis (19/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki. Bahkan, bakal calon Bupati Bulukumba itu meminta untuk menghubungi pengurus DPD I Golkar Sulsel.

“Silahkan hubungi Jubir Pak Risman Pasigai,” ujarnya.

Golkar Jadi Perbicangan “Tetangga

Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD I Golkar Sulsel, Maqbul Halim mengatakan bahwa kegiatan yang dihadirinya itu adalah undangan dari Syamsuddin Hamid. Ia mengaku pertemuan itu adalah undangan acara ulang tahun dari Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid.

“Maka ramai-ramailah yang sempat ke sana, ada juga yang tidak sempat datang ke sana. Jadi tidak ada pertemuan, hanya menghadiri undangan makan ikan bakar,” kata Maqbul, Kamis (19/3).

Menurut Maqbul, tidak semua Ketua DPD II hadir dalam acara tersebut. Menurut dia, yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua DPD II Golkar Makassar, Maros, Barru, Sidrap, Bulukumba, Luwu Utara, Sidrap, Wajo, Luwu Timur.

Selain itu, ada juga sejumlah Sekretaris DPD II Golkar yakni Selayar, Jeneponto, Gowa, dan Pinrang. Perihal siapa yang diundang, Maqbul tidak mengetahui karena yang mengundang adalah tuan rumah, yakni Syamsuddin Hamid.

“Ini kami tidak tahu siapa yang diundang Pak Bupati, yang saya sebutkan itu yang saya liat saja secara langsung di sini. Ada juga beberapa pengurus DPD I yang hadir. Kalau Pak NH itu masih di Jakarta jadi tidak hadir,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai pembahasan pada pertemuan itu, politisi asal Wajo ini mengatakan hanya pertemuan biasa. Ia juga mengaku tidak ada pembahasan mengenai Musda Golkar atau calon yang akan diusung pada Musda.

“Tidak ada pembahasan soal Musda atau soal siapa yang akan diusung karena kami hanya menghadiri undangan saja,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, ada sejumlah wacana yang menarik. Salah satunya terkait menjaga wibawa Partai Golkar sehingga tidak menjadi perbincangan tetangga. Ia mengatakan bahwa jika bukan kader, siapa lagi yang akan menjaga wibawa Partai Golkar.

“Bahwa kita semua ini yang bisa menjaga wibawa Partai Golkar, tidak mempermalukan Partai Golkar dari luar. Dan usah saya sebut siapa yang mengatakan tapi katakan saja bahwa ini dari keterangan saya,” jelasnya.

Kata Maqbul lagi, bahwa kader Golkar yang hadir tidak berubah dalam menjaga marwah Partai Golkar. “Kita harus dewasa tidak saling mempermalukan kemudian membawa kekecewaan di dalam Golkar, keluar dari Golkar sehingga jadi perbincangan tetangga,” pungkasnya.

NH Terkendala Restu DPP

Pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan saat ini Golkar Sulsel mengalami masa transisi kepemimpinan. Karena itu, kata Adi, wajar ketika terjadi polarisasi kader dalam mengusung bakal calon pada Musda.

“Semakin banyak tokoh yang muncul maka semakin banyak kubu dan polarisasi kader. Transisi kepemimpinan atau suksesi di partai politik itu kalau yang sudah tidak menjabat maka mencalonkan diri atau dicalonkan,” kata Adi.

Walau demikian, kata dia, kekuatan dan pengaruh NH masih kuat karena merupakan perpanjangan DPP untuk melaksanakan Musda. Namun, kendalanya bagi NH adalah restu dari DPP.

“Tapi lagi-lagi itu soal restu DPP, kan itu sudah terbukti. Dan memang cenderung DPP menginginkan NH menyerahkan komando Golkar Sulsel kepada orang baru. Maka alternatifnya adalah NH menyiapkan kader untuk didorong maju dengan sejumlah komitmen politik,” pungkasnya.

1 dari 2 Pasien Covid-19 di Sulsel Meninggal Sebelum Hasil Lab Keluar

KabarMakassar.com — Satu dari dua pasien Corona (Covid-19) di Sulsel telah meninggal dunia pada Ahad (15/3) kemarin, sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pasien positif Covid-19 yang terdata dengan nomor kasus 285 itu sebelumnya baru pulang dari menunaikan ibdah umrah. Seminggu kemudian, yang bersangkutan mengalami keluhan diare dan batuk.

Pasien tersebut lantas dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan demam, sesak, dan ketika dilaksanakan foto Thorax menunjukkan pneumonia di kedua paru-paru.

“Pasien sempat diambil sampel untuk kemudian dikirim ke Labkes Kementerian di Jakarta. Pasien sudah meninggal, tetapi baru hari ini kita mendapatkan informasi bahwa pasien tersebut positif Corona atau Covid-19,” kata Nurdin dalam konferensi pers di Makassar, Kamis (19/3) malam.

Sementara satu pasien positif Covid-19 lainnya di Sulsel yang terdata dengan nomor kasus 286, masuk Rumah Sakit dengan keluhan demam dan batuk. Belakangan pasien ini diketahui memiliki kontak dengan penderita Covid-19.

“Pemeriksaan rontgen menunjukkan hasil pneumonia, kemudian dilakukan pengambilan sampel swab. Kondisinya hari ini sudah semakin membaik,” terangnya.

Menurut Nurdin, pasien tersebut kini dirawat di salah satu Rumah Sakit rujukan penanganan Covid-19 yang ada di Kota Makassar.

Nurdin menambahkan, dengan adanya dua kasus positif Covid-19 di Sulsel ini, pihak Rumah Sakit akan mengikuti prosedur dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan contact tracing.

“Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada masyarakat Sulawesi Selatan, saya sudah mengeluarkan imbauan untuk semaksimal mungkin melaksanakan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah. Anak-anak yang sudah tidak bersekolah agar diawasi untuk belajar di rumah dan tidak bermain main di luar, menjaga perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan, gizi dan istirahat yang cukup,” imbaunya.

Sekadar diketahui, hingga Kamis (19/3) di wilayah Sulsel ada sebanyak 17 orang pasien yang diperiksa karena diduga terpaapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 2 diantaranya dinyatakan positif terjangkit Covid-19 (1 meninggal); 6 negatif; dan 9 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium.

2 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Warga Makassar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan hingga Kamis (19/3), di wilayah Sulsel ada sebanyak 17 orang pasien yang diperiksa karena diduga terpaapar Virus Corona (Covid-19). Dari jumlah tersebut, 2 diantaranya dinyatakan positif terjangkit Covid-19; 6 negatif; dan 9 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Dua pasien yang dinyatakan positif Covid-19 itu, kata dia, terdata dengan kasus 285 dan 286, dimana keduanya berasal dari Kota Makassar.

Nurdin menjelaskan, untuk Pasien 285, yang bersangkutan baru kembali dari menunaikan ibadah Umrah. Seminggu kemudian, mengalami keluhan diare dan batuk.

Pasien tersebut kemudian dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan demam, sesak, dan ketika dilaksanakan foto Thorax menunjukkan pneumonia di kedua paru-paru.

“Pasien sempat diambil sampel untuk kemudian dikirim ke Labkes Kementerian di Jakarta. Pasien sudah meninggal, tetapi baru hari ini kita mendapatkan informasi bahwa pasien tersebut positif Corona atau Covid-19,” kata Nurdin, saat menggelar konferensi pers di makassar, kamis (19/3) malam.

Sementara untuk Pasien 286, lanjut Nurdin, yang bersangkutan masuk Rumah Sakit dengan keluhan demam dan batuk. Pasien ini diketahui memiliki kontak dengan penderita Covid-19.

“Pemeriksaan rontgen menunjukkan hasil pneumonia, kemudian dilakukan pengambilan sampel swab. Kondisinya hari ini sudah semakin membaik,” terangnya.

Menurut Nurdin, 1 pasien positif Covid-19 tersebut kini dirawat di salah satu Rumah Sakit rujukan di Kota Makassar.

Nurdin menambahkan, dengan adanya dua kasus positif Covid-19 di Sulsel ini, pihak Rumah Sakit akan mengikuti prosedur dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan contact tracing.

“Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada masyarakat Sulawesi Selatan, saya sudah mengeluarkan imbauan untuk semaksimal mungkin melaksanakan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah. Anak-anak yang sudah tidak bersekolah agar diawasi untuk belajar di rumah dan tidak bermain main di luar, menjaga perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan, gizi dan istirahat yang cukup,” pungkasnya.

Cegah Penularan Covid-19, Kantor Bank Sulselbar Disemprot Disinfektan

KabarMakassar.com — Sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19), PT Bank Sulselbar melakukan penyemportan disinfektan di lingkungan kantornya di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Makassar, Kamis (19/3).

Plt Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan mengatakan, hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi karyawan yang bertugas maupun nasabah yang melakukan transaksi langsung di kantor Bank Sulselbar.

“Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Tetap fokus dan memastikan proses pelayanan tetap berjalan normal, tapi kita harus mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi atas ancaman ini,” kata Irma.

Selain penyemprotan disinfektan, Bank Sulselbar juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi pegawai dan nasabah serta menyediakan hand sanitizer.

“Bank Sulselbar tetap melakukan pelayanan, namun memastikan protokol kewaspadaan Covid-19 juga dijalankan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Bank Sulselbar juga telah menerapkan sejumlah kebijakan sebagai antisipasi Covid-19. Diantaranya larangan melakukan perjalanan ke daerah atau negara yang telah terpapar Covid-19.

Pertamina Bagi-bagi Masker Gratis

KabarMakassar.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bekerjasama dengan Dewan Pengurus Cabang (DPC) I Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Makassar membagikan masker secara gratis sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sekaligus bentuk kepedulian kepada pelanggan setianya.

Pembagian masker ini dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.901.13 Bawakaraeng, Kota Makassar, selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa (17/3) dan Rabu (18/3).

Masker tersebut dibagikan kepada pelanggan setia pengguna produk Pertamax series yang melakukan transaksi via MyPertamina.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sales Branch Manager (SBM) 1 Sulseltra, Arif Rohman Hakim; Kepala Bidang (Kabid) SPBU DPC I Hiswana Makassar, Sigit Saputera; dan Sekretaris DPC I Hiswana Makassar, Chairul Aqmal; beserta jajaran pengurus Hiswana Migas lainnya.

“Pertamina juga telah meminta kepada pengusaha SPBU untuk menginstruksikan para operatornya untuk menggunakan masker sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus yang mungkin terjadi,” kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan.

Menurut Hatim, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada para pemilik 414 SPBU di wilayah operasi Pertamina MOR VII yang meliputi 6 provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Gorontalo, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

“Kami juga sudah menginstruksikan kepada seluruh SPBU agar dalam melayani masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19,” tutup Hatim.

Pemerintah Umumkan Ada 2 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Juru Bicara Pemerintah untuk Penaganganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan jumlah pasien di Indonesia yang dinyatakan positif (Covid-19).

Per Kamis (19/3) total jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 309 orang. Teramasuk 2 kasus baru yang ditemukan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Sulawesi Selatan ada 2 kasus baru, sehingga jumlahnya menjadi dua,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Kamis (19/3) sore.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari yang coba dikonfirmasi terkait hal tersebut, sampai saat ini belum bisa dihubungi. Nomor call center yang dirilis Pemprov Sulsel untuk mengkonfirmasi terkait penanganan Covid-19 termasuk data jumlah kasus di Sulsel (9085299354451) pun tak bisa dihubungi.

KabarMakassar.com mencoba beberapa kali menghubungi, namun panggilan yang masuk selalu di-reject.

Imigrasi Makassar Pastikan WNA Peserta Ijtima Asia Berjumlah 474 Orang

KabarMakassar.com — Pihak Kantor Imigrasi Kelas I kota Makassar memastikan jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengikuti kegiatan Ijtima Asia 2020 di Kabupaten Gowa berjumlah sebanyak 474 orang.

“Informasi valid yang kita dapat dari panitia, karena kami juga baru dari sana untuk pastikan bahwa jumlah orang asing yang ada di sana sekarang itu ada 474 orang dari 12 negara. Yang diundang itu sebenarnya ada 48 negara, tapi yang hadir sampai tadi itu 12 negara,” terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Makassar, Andi Pallawarukka, Kamis (19/3).

Menurut Pallawarukka, para WNA yang datang ke Sulsel ini telah melalui tahapan pemeriksaan yang panjang. Baik itu pemeriksaan kesehatan dari negara asal masing-masing peserta, maupun pemeriksaan kesehatan ketika tiba di Indonesia.

Pallawarukka menjelaskan, sebenarnya sudah ada peraturan untuk melarang WNA dari beberapa negara masuk ke Indonesia, yakni Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020. Dimana dalam aturan itu disebutkan beberapa negara yang warganya dilarang masuk ke Indonesia, yaitu: disampaikan bahwa China, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

“Belakangan menyusul lagi beberapa negara, mungkin termasuk negara-negara yang sudah memberlakukan lockdown, yang salah satunya Malaysia,” jelasnya.

Hanaya saja, lanjut Pallawarukka, para WNA termasuk yang berasal dari Malaysia itu sudah lebih dulu masuk ke Indonesia sebelum aturan tersebut dikeluarkan.

“Sebelum diberlakukan aturan itu, dia sudah masuk. Kan rencana pelaksanaan Ijtima Asia di Gowa itu dari jauh-jauh hari, bahkan itu dari tahun lalu,” ujarnya.

Pallawarukka mengaku, WNA yang melalui pemeriksaan langsung oleh pihak Imigrasi Kelas I Kota Makassar hanyalah WNA dari Malaysia dan Thailand.

“Perlu diketahui, WNA yang masuk kemarin untuk menghadiri Ijtima Asia itu mayoritas melalui Bandara Soekarno-Hatta dan bukan melalui Bandara Sulthan Hasanuddin. Jadi pemeriksaan keimigrasiannya itu banyak dilakukan di Soekarno-Hatta dengan bandara-bandara lain, seperti di Surabaya dan Bali. Kalau melalui Bandara Sulthan Hasanuddin, hanya dari Malaysia dengan Thailand,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, saat ini para WNA peserta Ijtima Asia 2020 yang sebelumnya berkumpul di Komples Pesantren Darul Ulum, di Desa Nurannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kini sudah dikumpulkan dan diisolir di Hotel Grand Sayang, Makassar.

Sebelum Dipulangkan, Peserta Ijtima Asia 2020 Dikarantina di 2 Lokasi Ini

KabarMakassar.com — Pascapembatalan pelaksanaan Ijtima Asia 2020 yang sedianya di Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Nurannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara lain bakal dikarantina.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, ada dua lokasi yang sudah disiapkan pemerintah untuk dijadikan sebagai tempat karantina para peserta Ijtima Asia tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan kami bersama gubernur, forkopimda Sulsel, Dandim dan Kapolres Gowa, peserta yang hadir akan dikarantina di Makassar. Untuk peserta WNA dikarantina di Hotel Grand Sayang, dan untuk peserta dari daerah lain di Indonesia (di luar Sulsel) di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Insya Allah habis dzuhur akan dilakukan mobilisasi secara bertahap,” kata Adnan, Kamis (19/3).

Selama berada di lokasi karantina, lanjut Adnan, para peserta Ijtima Asia 2020 ini akan diberikan pengawasan, pemeriksaan, hingga penyemprotan disinfektan, sambil menunggu jadwal kepulangan sesuai dengan jadwal tiket mereka masing-masing.

“Dengan dikarantina di dua tempat ini kita bisa memisahkan antara peserta WNA dengan WNI, dan pengontrolan bisa dilakukan lebih gampang.
Makanya pihak panitia tadi meminta waktu hingga dzuhur untuk dilakukan penyampaian ke peserta, setelah itu baru dilakukan pemindahan ke tempat karantina,” jelasnya.

Terkait peserta yang baru tiba hari ini, Adnan mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama antara panitia Ijtima Asia bersama Dewan Syuro Jemaah Tabligh, para peserta tersebut akan langsung diarahkan ke lokasi karantina di Hotel Grand Sayang dan Asrama Haji Sudiang.

“Kita berharap, dengan dilakukannya penundaan atau pembatalan Ijtima ini, penularan Covid-19 di Sulsel khususnya di Kabupaten Gowa bisa dicegah, dan para jamaah nantinya bisa dipulangkan ke tempat masing-masing setelah dilakukan karantina di tempat yang telah diasediakan,” pungkasnya.

Jumlah Kasus DBD di Pinrang Meningkat Drastis

KabarMakassar.com — Kementerian Kesehatan mencatat, selama medio Januari hingga awal Maret 2020 jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia sudah menembus angka 16 ribu, dengan jumlah korban meninggal dunia lebih dari 100 orang.

Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi dengan total lebih dari 1000 kasus

Khusus untuk di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, sepanjang medio Januari hingga pertengahan Maret 2020, tercatat ada sebanyak 22 kasus DBD yang terjadi di wilayahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi merincikan dari total 22 kasus tersebut, 10 diantaranya terjadi di bulan Januari (Puskesmas Bungi 2 orang, Leppangang 1 orang, Teppo 1 orang, Sulili 1 orang, Salo 4 orang, Ujung Lero 1 orang; 8 kasus di bulan Februari (Puskesmas Leppangang 1orang, Sulili 1 orang, Mattiro Deceng 1 orang, Salo 4 orang, Lanrisang 1 orang).

“Sementara untuk bulan Maret, dari awal hingga pertengahan Maret ada sebanyak 4 kasus. Rinciannya: 1 orang di Kecamatan Suppa; 1 orang di Watang Sawitto; 1 orang di Paleteang; dan 1 orang di Cempa,” papar Dewi, Kamis (19/3).

Menurut Dewi, angka kasus DBD di Pinrang selama Januari hingga pertengahan Maret ini sudah melebihi angka kasus dalam setahun pada 2017, 2018 dan 2019.

“Tahun 2017 itu total ada 12 kasus; 2018 ada 13 kasus; dan 2019 ada 13 kasus. Jadi jumlah jumlah kasus selama Januari hingga pertengahan Maret 2020 ini sudah cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Olehnya itu, lanjut Dewi, untuk mencegah agar tidak semakin banyak warga Pinrang yang terjangkit DBD sejumlah upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan. Mulai dari melibatkan TNI/Polri dan pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hingga melakukan fogging di beberapa kecamatan yang menjadi daerah endemik penularan wabah DBD.

“Tiap tahun dilakukan fogging, tahun ini sudah 34 kali di beberapa titik endemik. Tentu sebelum fogging, ya dilakukan PSN melibatkan masyarakat dan beberapa elemen termasuk TNI/Polri,” jelasnya.

Dewi juga menyarankan agar masyarakat secara mandiri melakukan gerakan 3 M, yaitu menutup tempat penampungan air; menguras dan mengosongkan genangan air; dan mengubur sampah yang berpotensi menimbulkan genangan air.

“Masyarakat juga harus sadar menciptakan lingkungan yang bersih dengan gerakan 3M,” imbaunya.

Pelantikan Panwaslu Rampung, Bawaslu Makassar Agendakan Penguatan Internal

KabarMakassar.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar terus melakukan sejumlah persiapan pelaksanaan Pilwalkot Makassar yang menurut jadwal bakal digelar September mendatang. Salah satunya dengan melakukan perekrutan Panitia Pengawas di tingkat Kelurahan.

“Tahap perekrutan Panwas sampai di tingkat kelurahan itu sudah selesai dilaksanakan pada 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar,” kata Ketua Bawaslu Makassar, Nursari, Kamis (19/3).

Bahkan, kata dia, pelantikan Panwaslu pada 15 kecamatan itu sudah dilaksanakan.

“Saat ini saya di Pulau Barrang Lompo untuk menghadiri pelantikan Panwaslu se-Kecamatan Sangkarrang. Ini adalah pelantikan Pawaslu terakhir. Untuk 14 kecamatan lainnya sudah dilaksanakan,” terangnya.

Untuk agenda selanjutnya, Nursari mengaku akan melakukan penguatan secara internal, terutama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di jajaran Bawaslu Makassar. Menurut dia, hal ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tahapan Pilwalkot.

“Setelah kami kembali dari Pulau Barang Lompo, kami akan melakukan persiapan untuk dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek). Ini agar petugas kita nantinya menjadi lebih siap dengan situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemutakhiran data pemilih pada Pilwalkot mendatang.

“Pemutakhiran data pemilih ini sangat penting karena data inilah nantinya yang akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan pemilihan,” pungkasnya.