Ini Alasan Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Ribuan peserta Ijtima Asia tahun 2020 malam ini telah berkumpul di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Panitia Ijtima Asia tahun 2020, Mustari yang dihubungi mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, peserta sudah terlanjur datang. Apalagi menurut dia, para peserta sudah berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari, Rabu (18/3) malam.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Sampai saat ini, Mustari mengaku pihaknya belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutakan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Meski begitu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Senin (16/3) lalu Bupati Gowa telah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Meski Dilarang, Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Meski Pemerintah Kabupaten Gowa tak memberi izin dan telah mengeluarkan surat edaran pada Senin (16/3) yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda, sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), namun peserta tetap berdatangan ke lokasi acara.

Berdasarkan pantauan, saat ini ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sembilan negara lainnya telah berdatangan di lokasi pelaksanaan acara, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Menurut jadwal dari panitia, acara Ijtima Asia Tahun 2020 ini akan dibuka pada Kamis (19/3) besok, dan berlangsung hingga 22 Maret 2020 mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Untuk itu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola yang tengah berada di lokasi berkumpulnya para peserta Ijtima Asia 2020 tersebut, mengaku belum bisa memastikan kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan negosiasi dan berkoodinasi dengan panitia pelaksana acara tersebut.

“Saya sekarang di lokasi. Masih melakukan kordinasi. Kita tunggu ba’da subuh. Kata panitia, mereka akan melakukan rapat,” terang Boy.

Sekadar diketahui, dari data yang beredar, saat ini jumlah peserta yang sudah berada di lokasi kegiatan berjumlah lebih dari 8.000 orang, terdiri dari 8.283 orang warga negara Indonesia (dari berbagai daerah), dan 400-an lebih Warga Negara Asing (dari 9 negara).

Ikut Cegah Penularan Covid-19, Ini yang Dilakukan Grab Indonesia

KabarMakassar.com — Pada tanggal 16 Maret 2020 Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Untuk memerangi pandemik COVID-19 dibutuhkan kolaborasi seluruh dunia, sedangkan bagi para lini terdepan Grab Indonesia dibutuhkan keberanian untuk bergabung dalam gerakan KitaVSCorona. 

“Seluruh rangkaian Mitra Pengemudi, pengantaran, merchant dan karyawan Grab Indonesia bersatu untuk melawan musuh bersama yakni pandemi virus. KitaVSCorona berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, membangun keteguhan dan memberdayakan masyarakat Indonesia saat masyarakat bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi,” ungkap Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia.

“Kami sangat bersyukur para Mitra pengemudi, pengantaran dan merchant kami, telah menjadi pahlawan yang membantu keseharian kita, yang terus melayani masyarakat Indonesia pada masa yang penuh cobaan ini. Kami telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta paket dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup mereka, ” tambah Neneng.

  • Tindakan pencegahan untuk lindungi kesehatan dan keselamatan baik pelanggan maupun mitra di seluruh layanan Grab
  • Memperkenalkan Pemesanan Tanpa Kontak untuk GrabFood dan GrabExpress

Sejak dimulainya wabah penyebaran virus COVID-19 pada bulan Desember, Grab Indonesia telah memonitor situasi dan mempersiapkan seluruh pemangku kepentingan Grab pada respon kami terhadap COVID-19. Grab menempatkan kesehatan dan keselamatan pelanggan, Mitra Pengemudi dan merchant sebagai prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Melalui upaya jaga jarak sosial yang aman dan efektif, kemitraan dari segi teknologi dan inisiatif edukasi, Grab telah menerapkan langkah-langkah tegas untuk membatasi penyebaran virus di Indonesia. 

Di masa yang tidak pasti ini, sebagai aplikasi serba bisa di Indonesia, Grab memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh lini layanan berjalan dengan resiko yang lebih minim bagi semua pelanggan dan lini mitra yang kami layani dan dukung dalam platform Grab. 

Sebagai langkah perlindungan bagi pelanggan dan mitra pengantaran, Grb telah memperkenalkan Pemesanan Tanpa Kontak di antara kedua pihak. Pelanggan GrabFood dan GrabExpress dapat mengikuti panduan Pemesanan Tanpa Kontak yang tersedia dalam aplikasi atau dengan mengikuti tiga langkah mudah berikut : Informasikan mitra pengantaran untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu seperti resepsionis gedung jika diizinkan oleh manajemen gedung yang bersangkutan; Mitra pengantaran akan memberitahu pelanggan saat mereka telah tiba di lokasi pengantaran, meletakkan pesanan di tempat yang telah ditentukan dan menunggu pelanggan untuk mengambil pesanan dimana mereka akan berdiri setidaknya 2 meter dari pesanan tersebut; Grab sangat menyarankan pelanggan untuk memilih pembayaran non-tunai. Jika penggunaan uang tunai tidak dapat dihindari, pelanggan dapat meletakkan uang tersebut di dalam amplop dan menaruhnya di tempat pesanan yang telah ditentukan sebelumnya.
Grab juga mengimplementasikan langkah pencegahan tambahan di seluruh gerai GrabKitchen di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Medan. Seluruh staf GrabKitchen termasuk staf mitra merchant akan dicek suhu tubuhnya setiap hari sebelum mulai bekerja.
Seluruh mitra pengantaran akan dicek suhu tubuhnya sebelum mengambil pesanan pelanggan. Seluruh mitra merchant akan memastikan bahwa semua pesanan makanan telah dibungkus dengan benar sebelum diserahkan kepada mitra pengantaran dengan kontak seminimum mungkin.

GrabFood juga berharap dapat segera bekerja sama dengan Kementerian dan badan pemerintahan terkait untuk mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan tambahan tersebut ke para pelaku industri makanan dan minuman demi keberlangsungan bisnis industri makanan dan minuman dan keamanan masyarakat dalam jangka panjang. 

Sebagai contoh, Grab telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam industri makanan dan minuman untuk meningkatkan standar kebersihan mulai dari tahap penyiapan makanan hingga proses pengantaran. Grab juga telah melakukan edukasi tentang pentingnya kebersihan makanan dan menyusun pedoman baru kepada para mitra merchant untuk mendorong penggunaan jaring rambut, masker bedah dan sarung tangan ketika menyiapkan hidangan, serta mencuci tangan secara teratur selama 20 detik dan melakukan penyemprotan desinfektan ke bidang kerja mereka secara teratur sebelum dan sesudah mempersiapkan makanan.

“Mitra pengantaran juga dihimbau untuk mencuci tangan mereka secara teratur, membersihkan tas GrabFood mereka secara berkala dengan cairan desinfektan, dan menerapkan metode pengantaran tanpa kontak setiap waktu,”kata Neneng.

Perang melawan COVID-19 akan berlangsung selama beberapa waktu kedepan. GrabFood berkomitmen untuk membantu para mitra merchant melewati masa-masa penuh tantangan ini, dan akan bekerja sama dengan mereka dalam memanfaatkan saluran-saluran online untuk mendorong transaksi. Sebagai permulaan, mitra merchant dapat mendaftarkan diri untuk mengaktifkan fitur Ambil Sendiri, yang memungkinkan pelanggan untuk memesan makanan dan minuman lewat aplikasi, dan mengambil sendiri pesanan mereka ketika sudah siap, tanpa harus mengantre. Fitur ini merupakan alternatif untuk meminimalisir kontak menyusul anjuran pembatasan sosial.

Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengimplementasikan kebijakan untuk bekerja dari rumah, dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang berdiam di rumah, Grab memperluas jaringan GrabExpress melalui kerja sama dengan Ninja Xpress.. Pelanggan dapat menggunakan layanan pengiriman on-demand Ninja Xpress di aplikasi Grab dengan jangkauan pengiriman dari Jabodetabek menuju Bali, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua dengan tarif yang terjangkau.

GrabHealth powered by Good Doctor menawarkan konsultasi kesehatan dalam aplikasi gratis kepada konsumen, yang dijalankan oleh tenaga medis profesional Good Doctor yang telah dilatih oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjawab pertanyaan seputar COVID-19. Mereka juga dapat membeli produk kesehatan dan vitamin atau menebus suplemen melalui GrabRewards. GrabHealth juga akan secara teratur berbagi konten pendidikan dengan publik untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19.

Mitra Pengemudi dan pengiriman adalah tulang punggung platform Grab. Untuk itu, Grab juga telah mempersiapkan paket GrabCare untuk memberikan bantuan keuangan dan medis kepada mitra pengemudi Grab jika diantara mereka ditempatkan pada karantina yang dimandatkan otoritas kesehatan publik/pemerintah, atau telah dites positif terhadap COVID-19.

Untuk Mitra Pengemudi GrabCar dan GrabBike yang aktif, disediakan 100.000 masker dan dapat diambil di stasiun kereta terpilih, GrabBike Lounge dan dapat ditukarkan melalui program GrabBenefits. Mitra pengemudi roda dua dan penumpang dapat mengambil masker yang disediakan di empat stasiun kereta api (Stasiun Sudirman, Gondangdia, Manggarai & Tebet) pada pukul 07.00-10.00 WIBi.  Juga ada hand sanitizers di 11 GrabNow Shelters dan 3 GrabBike Lounge.

Saat ini, penyediaan masker tersebut baru dilakukan di Kota Jakarta sedangkan kota-kota lain seperti Surabaya, Makassar, menyusul. Langkah ini memang dilakukan secara bertahap dan diupayakan untuk menjangkau sebanyak mungkin Mitra pengemudi, pengantaran, merchant dan pelanggan Grab Indonesia.

Hal tersebut, akan memungkinkan para Mitra Pengemudi untuk mensanitasi kendaraan dan tas pengiriman mereka dengan baik sepanjang hari. Para pengemudi GrabBike juga diingatkan untuk selalu mengenakan helm dan sarung tangan yang bersih, serta menjaga kesehatan. Dengan demikian, pengemudi GrabBike dapat menggunakan manfaat GrabBenefits yang terdiri dari diskon untuk mencuci jaket dan helm serta membeli vitamin.

Semua skuter GrabWheels dibersihkan setiap harinya oleh staf lapangan dan juga menyediakan hand sanitizer untuk semua staf lapangan.

Petugas lapangan yang mengunjungi mitra GrabKios dan GrabFood setiap harinya akan dilengkapi dengan pembersih tangan dan masker. Mereka juga akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh harian sebelum mereka mengunjungi mitra.

Untuk mendukung para pahlawan, Grab juga telah mengaktifkan berbagai saluran dukungan kami seperti Grab Safety Hotline, Pusat Bantuan di Aplikasi Grab Driver, dan melalui forum online untuk menjawab pertanyaan dan segera memberikan bantuan.

Kebijakan Kantor Grab Indonesia 

Grab Indonesia berkomitmen untuk juga menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Grab telah menerapkan tindakan pencegahan termasuk kewajiban bagi karyawan yang sakit untuk tidak masuk bekerja; pembersihan menggunakan bahan disinfektan di kantor ; menyediakan pembersih tangan di kantor; kewajiban bagi karyawan untuk menyatakan deklarasi riwayat perjalanan mereka dan menyediakan masker wajah untuk karyawan di lini terdepan yang mempunyai risiko lebih tinggi,
“Kami berharap konsumen, mitra pengiriman dan mitra merchant Grab untuk terus saling menjaga dengan tetap waspada dan menerapkan praktik kebersihan yang baik. Kami akan memanfaatkan platform KitaVSCorona untuk memastikan masyarakat Indonesia menerima informasi COVID-19 yang terkini dan andal untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,”pungkas Neneng. (*)

Bupati Selayar Pastikan Tidak Ada Pasien Corona di Selayar

KabarMakassar.com — Informasi yang beredar jika salah satu Staf Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sulselbar Cabang Selayar diduga terjangkit virus corona (Covid-19) adalah hoax.

Hal itu dipastikan setelah Bupati Selayar, H. Basli Ali. Ia mengaku jika dirinya tidak pernah melakukan konfirmasi langsung kepada pimpinan Bank Sulselbar terkait hal itu.

Karena itu, Ketua DPD II Partai Golkar Selayar mengaku jika informasi tersebut tidak benar alias Hoax. “Ini hanyalah hoax. Saya tidak pernah menelfon ke pimpinan Bank Sulselbar,” kata Basli Ali, Rabu (18/3).

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi hoax soal corona. Walau, kata dia, virus Covid- 19 telah menjadi trending topik dunia.

Sementara itu, Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Selayar, Andi Mattonrokan mengatakan bahwa tidak ada karyawan Bank Sulselbar Cabang Selayar yang terinfeksi Covid-19.

“Kita tentu sangat menyesalkan kepada penyebar informasi ini di media sosial karena akan mempengaruhi layanan kami kepada masyarakat,” kata Andi Mattonrokan.

Andi Mattonrokan mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada nasabah Bank Sulselbar Cabang Selayar untuk pandai memilah informasi yang benar dan informasi yang hoax. Apalagi, kata dia, sudah ada posko siaga terkait informasi Covid-19.

“Jadi kalau mendengar informasi yang belum diketahui kebenarannya harusnya konfirmasi dulu ke posko siaga. Namun yang pasti tidak ada karyawan saya yang terinfeksi covid-19,” pungkasnya.