Dua Minggu Sebelum Positif Corona Menhub Kunker di Sulsel, Ini Lokasinya

KabarMakassar.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (14/3), dinyatakan positif terjangkit Virus Corona dan saat ini tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Budi Karya merupakan pasien kasus 76.

Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, setelah mendapat izin dari pihak keluarga Budi Karya Sumadi.

“Atas izin keluarga, yang disampaikan oleh Pak Kepala Rumah Sakit Gatot Soebroto tadi (pejabat yang positif Corona) adalah Pak Budi Karya, Pak Menhub. Ini kami sampaikan atas izin keluarga,” kata Pratikno.

Sekadar diketahui, sebelumnya Budi Karya dikabarkan mengalami sakit tifus setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja di berbagai daerah, termasuk beberapa kabupaten/kota di Sulsel, yakni Tana Toraja, Luwu, Makassar dan Barru.

Berdasarkan data KabarMakassar, Budi Karya melakukan kunjungan kerja di Sulsel pada tanggal 28-29 Februari lalu. Selama dua hari itu, Budi Karya didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan sejumlah pejabat mengunjungi sejumlah tempat.

Jumat (28/2), Budi Karya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekira pukul 10.30 WITA. Kemudian pukul 11.00 WITA, Budi Karya bersama Gubernur Sulsel dan rombongan take-off menuju Bandar Udara Pongtiku di Kabupaten Tana Toraja (menggunakan pesawat King Air PK-Can); melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Nurul Yaqin; melakukan kunjungan ke Bandara Buntu Kunik, Simbuang, Mengkendek,Tana Toraja, dan selanjutnya menuju ke Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.


Sore hari, Budi Karya bersama Gubernur Sulsel kembali ke Makassar dan tiba sekira pukul 17.00 WITA, untuk kemudian menuju ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel untuk rapat terkait progres pembangunan kereta api di Sulsel.

Sabtu (29/2) sekira pukul 07.15 WITA, Budi Karya didampingi Gubernur Sulsel dan sejumlah pejabat dengan menggunakan pesawat (Helikopter) melakukan kunjungan ke Kabupaten Barru dan Pangkep. Di sana, Budi Karya bersama rombongan meninjau progres pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi jalur Maros-Pangkep-Barru-Parepare.

Setelah itu, rombongan kembali ke Makassar. Siang harinya sekira pukul 13.30 WITA, Budi Karya take-off dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Jakarta.

Setelahg melakukan kunjungan kerja di Sulsel selama dua hari, Ahad (1/3) Budi diketahui berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. BIJB merupakan tempat evakuasi 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.

Menhub Dinyatakan Positif Corona, Tugasnya Diambil Alih LBP

KabarMakassar.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit Virus Corona dan saat ini tenga dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Budi Karya merupakan pasien kasus 76. Hal ini disampaikan Mensesneg Pratikno, di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3)..

Pratikno mengatakan, pernyataan tersebut disampaikan setelah sebelumnya dilakukan mekanisme under analysis dan melihat hasil laboratorium.

“Atas izin keluarga yang disampaikan oleh Pak Kepala Rumah Sakit Gatot Soebroto tadi adalah Pak Budi Karya, Pak Menhub. Ini kami sampaikan atas izin keluarga,” kata Pratikno seperti dikutip dari detik.com.

Untuk sementara, kata daia, tugas Budi Karya Sumadi sementara digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

“Perlu kami sampaikan juga tugas-tugas Kemenhub sangat berat. Sekarang ini presiden sudah menugaskan mengangkat Menhub ad interim menugaskan Menko yang mengkordinatori yaitu Menko Maritim dan Investasi sebagai Menhub,” terangnya.

Pratikno memastikan fungsi Kementerian Perhubungan tidak akan terganggu dengan positifnya Budi Karya terkena virus corona.

“Jadi ini juga fungsi-fungsi kementerian juga tidak akan terganggu. Jadi sekali lagi semoga maslah Covid bisa ditangani dengan baik dan pak Presiden buat Satgas yang terus secara cepat bertindak dalam hal ini pasien-pasien diobati semoga segera sembuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Budi Karya dikabarkan mengalami sakit tifus setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja.

Budi diketahui berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jabar, pada Minggu (1/3). BIJB merupakan tempat evakuasi 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis pemerintah, per Sabtu (14/3) ini, total pasien positif corona di Indonesia jumlahnya sudah sebanyak 96 orang. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya meninggal dunia, dan 8 dinyatakan telah sembuh.

Dampak Corona, Okupansi Hotel di Makassar Terjun Bebas

KabarMakassar.com — Industri perhotelan menjadi salah satu sektor yang juga mengalami dampak luar biasa dari mewabahnya Virus Corona (Covid-19) yang semakin masif dalam dua bulan terakhir.

Adanya sejumlah pembatasan kunjungan dan imbauan dari berbagai pihak agar kegiatan keramaian di tempat-tempat umum dikurangi, serta kekhawatiran massyarakat terjangkit Covid-19, membuat tingkat hunian atau okupansi hotel-hotel di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Makassar “terjun bebas” atau mengalami penurunan drastis.

Seperti yang dialami Hotel Claro di Makasar, beberapa event internasional yang rencananya akan digelar di hotel tersebut dan bakal menggunakan ratusan kamar, dibatalkan.

“Sejak adanya Virus Corona ini okupansi Hotel Claro mengalami penurunan yang cukup besar.Bahkan ada event besar yang rencananya akan menggunakan sekitar 200-an kamar, terpaksa dibatalkan oleh pihak perusahaan yang akan menyelenggarakan event tersebut,” kata Marketing Communicatin Manager Hotel Claro, Richwan Wahyudi, Sabtu (14/3).

Menurut pria yang akrab disapa Yudi itu, di awal tahun 2020 (medio Januari-Februari) pihak manajemen Hotel Claro menargetkan okupansi sebesar 60-65%. Namun akibat mewabahnya Covid-19, estimasi itu tidak tercapai dan mengalami penurunan.

“Yang mampu tercapai hanya sekitar 38-40% setiap harinya,” ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut Yudi, juga berdampak pada karyawan hotel yang sifatnya casual atau yang bekerja hanya pada saat ada event.

“Saat ini mereka karyawan casual belum bisa kita pekerjakan dulu. Tapi untuk gaji karyawan hotel lainnya masih menerima gaji normal seperti biasa. Hanya saja untuk gaji service, jelas akan kurang yang mereka dapat. Karena gaji service yang mereka dapatkan tergantung banyaknya jumlah tamu yang akan mereka layani,” jelasnya.

Terpisah, General Manager (GM) Hotel Four Points by Sheraton Makassar, I Gede Sudjana mengatakan, meski minggu depan diperkirakan angka atau tingkat kunjungan hotel tersebut akan mengalami penurunan sekitar 25%, namun menurutnya kondisi Hotel Four Points by Sheraton Makassar masih aman.

“Untuk minggu ini kami masih aman, namun minggu depan sudah bisa diperkirakan kunjungan ke Hotel Sheraton menurun sekitar 25%. Namun kondisi masih tetap aman meski ada penurunan,” kata I Gede Sudjana.

Penurunan okupansi ini juga, kata dia, tidak sampai mempengaruhi karyawan yang bekerja di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.

“Mereka masih bisa bekerja seperti biasa. Intinya kami masih aman, dan untuk antisipasi virus corona pihak Hotel Sheraton juga telah menerapkan hygiene dan sanitation standard yang mengacu pada standard Marriott International. itu demi keamanan seluruh tamu dan karyawan,” jelasnya.

Halte Kapsul di Makassar, Riwayatmu Kini

KabarMakassar.com — Dua unit Halte Kapsul yang dibangun di Kota Makassar pada tahun 2016 lalu dengan anggaran sebesar Rp600 juta, kondisinya kini memprihatinkan.

Alih-alih berfungsi sebagai tempat tunggu bagi penumpang Pete-pete Smart atau untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga Kota Makassar dalam bertransportasi umum sesuai rencana awalnya, kini Halte Kapsul tersebut justru tak difungsikan.

Berdasarkan pantauan Kabar Makassar di salah satu Halte kapsul yang berlokasi di Jalan Hertasning (depan Kantor PLN Sulselbar), kondisi halte senilai ratusan juta itu kini tak terawat, kotor, dan dinding kacanya sudah dipenuhi berbagai coretan-coretan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said yang dikonfirmasi terkait kondisi Halte Kapsul tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Makassar akan mengambil langkah agar fasilitas umum ini dapat difungsikan, meski bukan lagi untuk pengguna Pete-pete Smart.

“Memang kalau menurut saya lebih bagus kalau kita alihfungsikan itu. Karena kan pete-pete smart belum ada. Jadi daripada itu barang tinggal seperti itu, mending dimanfaatkan atau difungsikan untuk hal lain,” kata Mario Said, Sabtu (14/3).

Kedepannya, kata dia, Halte Kapsul tersebut akan digunakan sebagai halte yang dapat dipergunakan masyarakat untuk menunggu angkutan umum, baik itu pete-pete, taksi, bus maupun angkutan umum lainnya.

“Artinya kita buka saja itu untuk pete-pete,atau orang yang menunggu taksi atau menunggu bus, supaya itu bisa berfungsi,” ujarnya.

Ditanya perihal sejauh mana koordinasi yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar dalam pengalihfungsian tersebut, Mario Said mengaku pihaknya akan segera melakukan rapat internal membahas hal ini.

“Kemungkinan hari Senin nanti saya akan sampaikan untuk segera dibenahi dan dibersihkan. Artinya saya berharap anggota kami akan turun untuk melakukan pembersihan, dan setelah itu mungkin bisa pasang namanya disitu ‘Halte Angkutan Umum’, jadi angkutan umum apa saja yang orang mau turunkan dan menaikkan penumpang disitu, silahkan menunggu di halte tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb juga telah meminta agar Halte Kapsul tersebut bisa digunakan atau difungsikan untuk hal-hal yang lebih berguna bagi masyarakat daripada dibiarkan mangkrak dan tak terurus seperti kondisi saat ini.

“Halte kita rapikan. Halte menurut saya itu tidak ada khusus, boleh pete-pete biasa, bus-bus biasa, semua bisa mampir disitu. Intinya kalau saya lihat fungsinya bisa dimanfaatkan untuk pete-pete biasa, dan sebenarnya tidak perlu ada pete-pete berhenti di sembarang tempat yah,” ujarnya.

Kasus Corona di Indonesia Bertambah jadi 96, 8 Sembuh, 5 Meninggal

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Sabtu (14/3) sore, Juru Bicara Pemerintah untuk Penaganganan Corona, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya penambahan 27 pasien positif Covid-19.

Dengan begitu, jumlah total pasien positif Covid-19 di Indonesia hingga hari ini sudah sebanyak 96 orang. Dari jumlah tersebut, 8 diantaranya dinyatakan sembuh (bertambah 3 orang dari hari sebelumnya 5 orang), dan 5 orang meninggal dunia (bertambah 1 orang dari hari sebelumnya 4 orang).

“Ada 27 kasus baru, itu semua kita dapat dari hasil tracing masif,” kata Yuri saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu (14/3).

Yuri menyampaikan, saat ini penyebaran COvid-19 di Indonesia semakin meluas. Daerah yang terkena wabah corona juga tak hanya di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, dan Yogyakarta) dan Bali saja. Akan tetapi juga ditemukan di beberapa daerah lain, seperti Manado hingga Pontianak.

Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan perubahan metode pelacakan. Menurut dia, saat ini pelacakan sudah tak lagi dilalakukan dengan berbasis kasus. Pemerintah kini mengutamakan komunitas, agar orang-orang sehat tidak jatuh sakit. Pemerintah pun mengimbau seluruh kepala daerah untuk segera membentuk gugus tugas khusus untyuk penanganan Covid-19.

“Gugus tugas ini perlu dibentuk agar ada sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah tidak ada overlapping,” tutup Yuri.

Hadiri Pelantikan PPK Gowa, Ini Harapan Bupati Adnan di Pilkada 2020

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru dilantik mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mengawal proses pengadministrasian di internal KPU. Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa Tahun 2020, di Hotel Best Western, Makassar, Sabtu (14/3).

“Sekretariat PPK harus bisa clean government dalam mengawal pengadministrasian, mulai dari tahapan hingga berakhirnya proses pilkada, sehingga pertanggungjawaban dari setiap anggaran yang kita gunakan bisa berjalan sesuai dengan kaidah dan aturan-aturan yang ada,” katanya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada, kata Adnan,t idak sedikit anggaran Pemerintah Kabupaten Gowa yang dialokasikan untuk KPU.

“Total keseluruhan berkisar Rp81 miliar. Untuk KPU Rp55 miliar dan selebihnya adalah biaya pengamanan. Anggaran ini terbilang cukup besar di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu,” ungkap Adnan.

Olehnya itu, Adnan berharap seluruh proses tahapan Pilkada 2020 di Kabupaten Gowa menjadi tanggung jawab bersama agar dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya mengajak bapak ibu sekalian untuk bisa bersama sama mensukseskan pilkada ini, karena suksesnya Pilkada tersebut bukan hanya tanggungjawab dari KPU saja tetapi ini menjadi tanggung jawab dan tugas kita bersama,” ujar mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini.

Lebih jauh Adnan menyampaikan, Gowa yang selama ini berada dalam zona merah pada beberapa kali pelaksanaan Pilkada, kini masuk dalam zona hijau atau zona aman.

Menurut Adnan, hal ini tentu bukan hanya kerja pemerintah Kabupaten Gowa, tetapi juga berkat kejasama seleuruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Gowa.

“Mudah-mudahan situasi ini mampu kita pertahankan bersama hingga selesainya pelantikan bupati dan Wakil bupati terpilih dan semoga Pilkada yang diselenggarakan di Gowa mampu menjadi contoh Pilkada di Sulsel,” ucapnya.

Sementara, Koordinator Divisi SDM KPU Sulsel, Fatmawati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, sebab KPU Gowa menjadi yang pertama kali melakukan pelantikan Sekretariat PPK di Sulsel.

“Ini menjadi bukti bahwa ada akselerasi dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara KPU dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fatma juga menyampaikan sejumlah point penting yang perlu didalami lebih lanjut oleh anggota sekretariat PPK.

Ditempat yang sama, Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis menjelaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretariat PPK hari ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh KPU.

“Selama ini Sekretariat PPK hanya dimintakan SK yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, setelah itu menjalankan tugas dan membantu teman-teman PPK sesuai dengan keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2020. Itu sudah diatur mekanisme pengangkatan dan penrekrutan mulai dari PPK, PPS, Sekretariat PPK, Sekretariat PPS hingga PPDP, dimana salah satu pointnya diatur bahwa untuk tahun ini sekretariat PPK akan dilantik,” jelasnya.

Kabar Pasien Suspect Corona dari RSUD Syech Yusuf Dipastikan Hoax

KabarMakassar.com — Kabar soal adanya salah seorang pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Kabupaten Gowa yang diduga (suspect) Virus Corona sehingga dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar dipastikan hoax.

Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusido, Dr Khalid Saleh mengatakan, pasien yang dirujuk dari RSUD Syekh Yusuf ke RSUP Wahidin masuk kriteria Orang Dengan Pemantauan (ODP).

“Kabar soal adanya pasien suspec Corona itu hoax. Pasien dari Gowa itu masuk dengan kriteria ODP.

Pasien yang dirujuk dari RS Syech Yusuf Kabupaten Gowa itu memiliki penyakit lain.

Sebetulnya (perawatan) bisa dilakukan di rumah, tetapi ada penyakit lainnya yang perlu penganan lanjut. Jadi tetap di rawat di RS Wahidin,” terang Khalid, Sabtu (14/3).

Terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dr. Gaffar juga membenarksn jika status pasien dari RS Syech Yusuf yang dirujuk ke RSUP Wahidin adalah ODP.

“Dari protokol ada istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), suspec, dan positif. Pasien ini masuk ODP,” kata Gaffar.

“Kalau ODP itu memang ada kontaminasi dari luar. Pasien tidak ada gejala demam. Tapi ada penyakit penyerta yang RS Syech Yusuf tidak punya alat untuk diagnosis, sehingga harus dirujuk,” tambahnya.

Gaffar juga menegaskan, video proses evakuasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang viral di sejumlah whatsapp grup dan media sosial itu hanya sebagai langkah untuk mengantisipasi, dan yang dirujuk bukan pasien Suspec Corona.

“Jadi tidak benar itu kalau suspec Corona. Perlu diluruskan. Video viral itu salah, karena dia dalam kategori ODP makanya protap dijalankan untuk mengantisipasi kemungkinan dia masuk PDP,” tutupnya.

Kasus Narkoba Mantan Ketua DPRD Enrekang Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

KabarMakassar.com — Kasus narkoba yang menyeret mantan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, DD (55), akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

“Berkasnya sementara kita rampungkan, mudah-mudahan tidak lama lagi dilimpahkan ke Kejaksaan. Karena perintahnya pimpinan agar secepatnya dikerjakan,” kata Kasat Narkoba Polres Enrekang, AKP Ridwan kepada kabarmakassar.com, Sabtu (14/3).

Saat ini, kata Ridwan, mantan Ketua DPRD Enrekang tersebut masih dalam penahanan Polres Enrekang.

“Sampai saat ini masih ditahan. Baru ini kita menambahkan penahanan dari 20 hari menjadi 40 hari,” terangnya.

Diketahui, DD tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu. Ia diamankan di kediamannya di Jalan Gotong Royong Nomor 01, Belajen, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang pada 19 Februari lalu.

Penangkapan terhadap DD dilakukan setelah personel Polres Enrekang menerima laporan dari masyarakat.
DD disangkakan dengan Pasal 112 dan 127 Undang-Undang (UU) Narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara.

Ada Teh Corona di Takalar Expo 2020

KabarMakassar.com — Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 yang digelar di Lapangan H. Makkatang Dg. Sibali sejak tanggal 9 hingga14 Maret 2020, setiap malamnya selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Dari hampir ratusan stand yanag ada di arena Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 itu, ada satu stand yang cukup menarik perhatian pengunjung. Pasalnya, di saat masyarakat dunia termasuk Indonesia dibuat khawatir dengan merebaknya Virus Corona (Covid-19), stand di Takalar Expo ini justru menawarkan minuman Teh Corona yang terbuat dari daun kelor.

Firman (49) warga Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, sang pembuat Teh Corona yang dijual di stand tersebut mengaku sudah sejak 2018 lalu membuat teh kelor ini.

“Itu mulai pertama kalinya itu tahun 2018. Saat itu saya baru mulai coba membuat dan konsumsi sendiri bersama keluarga. Kalau untuk nama atau merek Corona itu sudah dari dulu, dan sebelum ada Virus Corona. Itu saya ambil dari bahasa Makassar,” kata Firman, Sabtu (14/3)

“2019 itu baru kami mulai menjual. Itu pun hanya secara perorangan dan menawarkan dari mulut ke mulut. Baru di 2020 ini kita mulai pasarkan dan tawarkan secara luas melalui media sosial. Harganya pun terjangkau. Untuk 1 dus kecil itu Rp25 ribu, dan untuk 1 kemasan plastik seharga Rp15 ribu,” tuturnya.

Perihal khasiat dari teh kelor dengan brand atau merek Corona ini, Firman mengatakan, meski secara spesifik dirinya belum melakukan kajian atau peneliatian terhadap produk Teh Corona produksinya, namun secara umum berdasarkan sejumlah hasil peneltian yang sudah banyak dilakukan para peneliti di Indonesia maupun luar negeri, ekstrak kelor terbukti lebih efektif daripada antibiotik dalam menghilangkan beberapa jenis bakteri dan jamur. Termasuk baik bagi jantung, menurunkan gula darah, mengandung senyawa anti kanker, hingga mengatur hormon tiroid yanag ada di dalam tubuh.

“Kalau untuk izin, PIRT-nya usaha saya ini sudah ada dan sudah terdaftar,” terangnya.

Lebih jauih Firman yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Usaha Unggul Takalar itu mengatakan, tujuan utama dirinya merintis usaha teh berbahan dasar daun kelor ini tak lain adalah untuk membantu mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Takalar.

“Saya memang sudah dari awal sampaikan ke masyarakat. Kalau ini goal (sukses), kita akan beli daun kelor dari masyarakat. Tujuan kami memang ingin membantu perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan tumbuhan yang ada di sekitar kita. Selama ini kan cuma dibuat sayur, dan saya yakin harganya bisa lebih baik kalau nantinya ini (teh kelor) bisa sukses ,” pungkasnya.

Brigjen TNI Wing Handoko Resmi Nakhodai E-Sports Sulsel

KabarMakassar.com — Pengurus E-sports Provinsi Sulsel resmi dilantik oleh Ketua Harian Penegurus Besar (PB) E-Sport, Irjen Pol Bambang Sunarwibowo, melalui video conference serentak di 34 provisi se-Indonesia, Sabtu (14/3).

Ketua E-sports Sulsel, Brigjen TNI Wing Handoko usai dilantik mengaku sudah menyiapkan Esports yang merupakan permainan game mobile bersifat kompetitif ini untuk tingkat daerah di kabupaten dan kota di wilayah Sulsel.

“Kita sudah menyiapkan E-sports ini mulai dari tingkat daerah kabupaten dan kota di seluruh wilayah Sulsel, dan nantinya mereka kita rangkul untuk bekerjasama dalam mengadakan kegiatan di daerahanya nanti. Kemudian kita harapkan ada yang memiliki kemampuan yang baik dan bisa menjadi atlet yang handal di E-sports Sulsel,” kata Brigjen TNI Wing Handoko, usai dilantik secara online serentak se-Indonesia.

Brigjen TNI Wing Handoko yang juga menjabat sebagai Kabinda Sulsel itu menambahkan, klub-klub E-sports yang ada di Sulsel dipersilahkan bergabung dan mendaftarkan diri, untuk dipersiapkan menjadi atlet E-sports Sulsel di setiap ajang yang nantinya akan digelar.

“Pada intinya kita merangkul para klub-klub yang ingin bergabung, dan nanti kedepannya kita arahkan menjadi atlet yang berkompeten, bukan terampil bermain tetapi bahasanya juga nanti yang kita arahkan juga,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Harian E-sports Sulsel, Alton Annar Yunior Sampetoding mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar kompetisi yang akan di mulai dari Kota Makassar, dan berlanjut ke beberapa wilayah di Sulsel lainnya.

“Kita mulai persiapkan ini, untuk kompetisi tingkat daerah juga ada nanti. Ada beberapa item games E-sports. Diantaranya, PES, Mobile Legend dan termasuk PUBG. Tahun ini kita mulai,” kata Alton Annar.

Sementara, Wakil Ketua Umum KONI Sulsel, H.M Ambas Syam mengatakan, perkembangan Esports sangat pesat. Minat masyarakat terkait E-sports ini juga cukup baik dan mulai merambah dan digandrungi kalangan anak muda dan milenial di Sulsel,

“Pelantikannya saja online dan sangat efisien. Mulai dari waktu hingga prosesi pelantikannya ini sangat-sangat luar biasa. KONI Sulsel yakin jika E-sports terlaksana dengan baik,” kata Ambas Syam.

“E–sports ini sudah jadi Cabor yang ke-50an, termasuk bola tangan nanti bersamaan menjadi Cabor yang kita eksebisikan agar bisa bermain di Porprov dan juga Porda hingga PON juga nantinya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, E-sport merupakan permainan video game yang bersifat kompetitif. Apabila sebelumnya esport identik dengan game untuk PC dan konsol, kini telah menjamah ranah game mobile.

Perkembangan industri esport di Indonesia sudah tidak bisa dielakkan. Bahkan di Sulsel sendiri data dari KONI Sulsel jika sudah 60 juta penggemar permainan game mobile tersebut.

Berikut susunan pengurus Esports Sulsel yang dilantik secara online serentak di 34 Provinsi se-Indonesia di antaranya,

Ketua Umum : Kabinda Sulsel, Brigjen TNI Wing Handoko
Ketua Harian: Alton Annar Yunior Sampetoding
Sekretaris: Adrian Sampetoding
Wakil Sekretaris: Muhammad Sahfwan
Bendaraha: H. Lukman
Wakil Bendahara: Dewi Kartika Sari
Wakil Bid Organisasi: Mahesa S Husain
Wakil Bid Wasit dan Pelatih: Rizal Mustahar
Wakil Bid Kompetisi Atlet dan Prestasi: Tommi Thesman.