Ratusan Kios di Pasar Sentral Baraka Hangus Dilalap Si Jago Merah

KabarMakassar.com — Sebanyak 120 unit kios dan 620 unit los di Pasar Sentral Citra Baraka, Kelurahan Baraka, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, hangus dilalap si jago merah, Selasa (10/3).

Berdasarkan data laporan kejadian dari Pusdalops BPBD kabupaten Enrekang yang diterima Redaksi kabarMakassar.com, kebakaran yang dugaan sementara berasal dari arus pendek listrik di salah satu kios di pasar tersebut tersebut mulai terjadi sekira pukul 15.30 WITA.

“Warga yang melihat kejadian tersebut segera melakukan pemadaman manual dengan alat seadanya. Namun, karena api dengan cepat membakar seluruh isi kios tersebut, kemudian merembet ke kios yang lainnya sehingga beberapa kios ikut hangus terbakar,” terang Pusdalops BPBD Enrekang dalam laporan tersebut.

Armada dan petugas pemadam kebakaran yang baru tiba di lokasi kejadian pukul 16.30 WITA, langsung melakukan pemadaman. Hanya saja,
petugas pemadam kebakaran kewalahan dikarenakan jarak untuk mendapatkan suplay air dari lokasi cukup jauh, ditambah dengan warga dan kendaraan di jalan yang menghambat sehingga terjadi kamacetan lalu lintas.

“Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WITA, namun seluruh kios yang berada dalam pasar telah hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Untuk korban jiwa, nihil,” papar Pusdalops BPBD Enrekang dalam laporan tersebut.

Bertambah 8 Orang, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia jadi 27 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Selasa (10/3) sore, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengumumkan ada penambahan 8 pasien lagi yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Dengan begitu, sampai saat ini jumlah total pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkitt Covid-19 menjadi sebanyak 27 orang.

“Ini informasi dari hasil laboratorium yang kita dapatkan sampai dengan siang hari tadi, dan berdasarkan hasil analisis bersama para ahli,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (10/3) sore.

Dari 8 tambahan pasien positif Covid-19 tersebut, kata dia, 2 diantaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Yuri menyebutkan, 8 orang pasien tambahan yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, yakni:
Pasien 20, perempuan berusia 70 tahun (bagian dari penelusuran atau tracking dari subcluster Jakarta);
Pasien 21, perempuan berusia 47 tahun (bagian dari penelusuran atau tracking dari subcluster Jakarta);
Pasien 22 perempuan berusia 36 tahun (diduga penularannya tidak terjadi di Indonesia/imprted case);
Pasien 22 perempuan berusia 36 tahun (imported case);
Pasien 23 perempuan 73 tahun (imported case).
Pasien 24, laki-laki berusia 46 tahun (impoted case);
Pasien 25, WNA perempuan 53 tahun (imported case);
Pasien 26, WNA laki-laki berusia 46 tahun (impoted case);
Pasien 27, laki-laki berusia 33 tahun.

AM Sukri Sappewali Harap MPP Dibangun Tahun 2020

KabarMakassar.com — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali menghadiri penandatanganan Komitmen Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kantor Kementerian PAN-RB, Selasa (10/3).

Pada kesempatan itu, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo antusiasme perbaikan layanan publik menunjukan niat baik dari pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan berkualitas.

Karenanya, MPP diharapkan mampu membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang modern dan memiliki pola pikir untuk bekerja lebih baik dan profesional.

“Layanan yang terbaik akan berdampak pada tumbuhnya industri mikro dan kecil,” kata Tjahjo.

Ia mengungkapkan bahwa MPP telah dibangun sejak tahun 2017 dan telah hadir pada 24 diberbagai kabupaten/kota di Indonesia. “Ini suatu langkah strategis dalam perbaikan layanan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa inovasi ini hadir untuk mendobrak rutinitas dan menjadi solusi terhadap anggapan bahwa pelayanan pemerintah memakan banyak waktu, berbelit-belit, dan tidak transparan.

Politisi PDIP itu menilai kehadiran MPP akan menjadi kunci peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pemberian pelayanan sesuai dengan kemajuan perkembangan teknologi informasi.

“Digitalisasi layanan ini memungkinkan menjadi lebih cepat, mudah, dan terjangkau,” katanya.

Selain itu, MPP juga menjadi layanan terintegrasi antara pemerintah pusat, daerah hingga swasta. “MPP dapat mengintegrasikan pelayanan pusat dan daerah, serta pelayanan bisnis dalam satu tempat,” jelas Menteri Tjahjo.

Sementara itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengatakan sebagai wujud perhatian dan upaya perbaikan pemerintah tentang layanan publik yang nyaman dan efektif.

Untuk itu, kata dia, penandatanganan komitmen tersebut sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Bulukumba, provinsi dan pusat.

“Tahun ini kita akan mulai proses pembangunannya, semoga MPP ini segera terwujud,” kata Sukri.

Binpres KONI Sulsel Sharing Program dengan Pelatih Cabor

KabarMakassar.com — Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel akan menggelar kegiatan sharing program dengan para pelatih cabang olahraga (cabor) yang ada di bawah naungannya pada tanggal 11-13 Maret 2020.

Jubir KONI Sulsel, M. Dahlan Abubakar mengatakan, hal ini diputuskan melalui rapat Binpres dengan para pelatih cabor di Kantor KONI Sulsel, Selasa (10/3) malam.

“Tadi rapatnya dipimpin Wakil Ketua III KONI Sulsel, Prof. Muzakkir. Kegiatan sharing program ini dimaksudkan agar dapat dipadukan program latihan cabor dari pelatih dengan program bidang Binpres, sebagai upaya mematangkan persiapan jelang PON XX di Papua,” kata Dahlan.

Setelah sharing program selesai dilakukan, kata dia, selanjutnya pada tanggal 26-28 Maret akan dilaksanakan tes tahap pertama bagi para atlet yang dipersiapkan untuk berlaga di PON XX Papua.

“Setelah tes pertama, tes kedua dan ketiga akan dilaksanakan pada Juni dan Juli 2020,” terangnya.

Lebih jauh Dahlan mengatakan, berdasarkan penyampaian Penjabat Ketua Bidang Binpres KONI Sulsel,
Prof. Ichsan, tes atlet yang akan dilaksnakan tersebut bakal disederhanakan.

“Yang jadi parameter umum berupa tes naik turun selama lima menit, kemudian diukur kemampuan kardiovaskuler-nya,” ungkapnya.

Gubernur Pastikan Belum Ada Pasien Corona di Sulsel

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan, sampai saat ini belum ada satupun warga di Sulsel yang terjangkit Virus Corona (Covid-19).

“Saya ingin menyampaikan, sampai saat ini belum ada satupun pasien Corona di Sulsel,” kata Nurdin, Selasa (10/3).

Nurdin menyampaikan, segala upaya terus dilakukan pemerintah agar penyebaran virus mematikan itu bisa diatasi.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga telah mengeluarkan enam poin imbauan kepada warga sebagai langkah antisipasi.

“Yang harus dilakukan, pertama adalah warga untuk sementara diminta agar menunda perjalanan keluar negeri. Termasuk untuk daerah yang sudah terinfeksi covid-19,” ujarnya.

Nurdin juga meminta warga untuk tidak menimbun atau memborong masker. Ia mengingatkan, alat tersebut hanya digunakan untuk yang sedang sakit atau petugas medis di rumah sakit.

“Saya juga mengimbau masyarakat di Sulsel untuk tidak memborong makanan, karena persediaan di Sulsel sangat cukup,” ujarnya.

Selain itu, Nurdin juga meminta kesadaran warga yang baru kembali dari daerah terinfeksi dan merasakan gejala, untuk segera memeriksakan diri ke dokter dengan menghubungi call center yang telah disiapkan.

Masyarakat, lanjut Nurdin, juga diminta untuk tidak mudah percaya dengan informasi terkait dengan kasus corona yang tidak jelas sumbernya.

“Dan yang paling penting, Covid-19 sangat besar potensi kesembuhannya. Tetap menjaga kebersihan agar badan tetap sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit,” imbaunya.

“Kami juga meminta warga tidak panik, tapi harus tetap waspada,” pungkasnya.

Imbang Kontra Kaya FC, Gol Osas Saha Selamatkan PSM dari Kekalahan

KabarMakassar.com — PSM Makassar hanya mampu bermain imbang dan meraih satu poin saat menghadapi weakil Filipina Kaya FC Iloilo di laga ketiga babak penyisihan Grup H AFC Cup 2020 yang digelar di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (10/3) sore.

Meski bertindak selaku tuan rumah, namun PSM Makassar di laga ini tampak kesulitan mengembangkan permainan. Hal ini tak terlepas dari penampilan Kaya FC yang memang langsung menerapkan permainan menekan sejak menit awal.

Alih-alih bisa mengembangkan permainan, di menit ke-6 PSM justru harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit asal India Srikrishna Coimbatore yang memimpin laga tersebut menghadiahi kartu kuning kedua (kartu merah) untuk Dedy Gusmawan akibat melakukan pelanggaran terhadap pemain Kaya FC.

Bermain dengan 10 pemain ternyata tak membuat permainan skuat Juku Eja menjadi kendor. Pasukan Ramang justru bisa bermain lebih lepas. Alhasil, di menit ke-22, Osas Saha mampu membobol gawang Kaya FC yang dikawal Mitchell, dan merubah skor 1-0 untuk keunggulan PSM Makassar. Skor ini bbertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Kaya FC yang unggul jumlah pemain meningkatkan intensitas tekanannya. Alhasil, lima menit babak kedua berjalan, anak asuh Oliver Colina bisa menyamakan skor melalui Eric Giganto. Memanfaatkan umpan crossing, tandukan Eric gagal dibendung kiper PSM Hilamn Syah. Skor menjadi 1-1.

Skor yang kembali imbang membuat laga berjalan ketat. Kaya FC kembali terus menekan pertahanan PSM Makassar. Meski kedua tim sama-sama saling menciptakan peluang, namun hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya laga, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta pada laga tersebut.

Hasil ini membuat PSM tertahan di peringkat 3 Grup H dengan raihan 4 poin dari 3 laga yang telah dilakoni, dengan rincian sekali menang, sekali kalah, dan sekali imbang.

Setelah laga ini, PSM Makassar akan bermain di markas Kaya FC (15 April 2020). Setelah itu, mereka akan menjamu Tampines (28 April 2020). Laga terakhir babak penyisihan, Pasukan Ramang akan bertandang ke maskas Shan United (12 Mei 2020). Tim asuhan Bojan Hodak harus bekerja keras di sisa laga yang tersisa untuk bisa menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Ritel Modern Semakin Menjamur di Pinrang, Pasar Tradisional Terancam Sepi

KabarMakassar.com — Pertumbuhan ritel modern yang semakin menjamur hingga ke pelosok wilayah pedesaan membuat keberadaan warung/toko klontong (ritel tradisional) dan pasar rakyat di Kabupaten Pinrang semakin terancam.

Kondisi ini diperparah dengan letak atau lokasi ritel modern tersebut yang sangat dekat dengan ritel dan pasar tradisional.

“Dari segi kenyamanan dan kebersihan barang, ritel modern itu memang unggul. Masyarakat menengah ke atas juga lebih memilih belanja di ritel modern ketimbang di pasar tradisional. Meski tidak semua, tapi lambat laun akan beralih. Apa lagi banyak itu yang berdekatan dengan pasar tradisional,” kata salah seorang dosen ekonomi di STIKIP Cokroaminoto Pinrang, Nisba Silvana, Selasa (10/3).

“Tapi dari sisi harga dan kesegaran buah, sayuran maupun ikan, pasar tradisonal masih unggul karena harganya cukup murah dan masih bisa tawar menawar harga. Kalau di ritel modern harganya tidak bisa ditawar,” ungkapnya.

Untuk menyelamatkan keberadaan pasar tradisional ini, kata Nisba, pemerintah setempat harus mampu menata dan mengelola pasar tradisonal agar menjadi nyaman dan bersih.

“Tantangan pemerintah kita sekarang adalah bagaimana mengelola pasar tradisional itu agar terlihat rapih, bersih serta nyaman, agar masyarakat betah berbelanja di sana,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait keberadaan ritel modern di beberapa lokasi di Kabupaten Pinrang yang jaraknya tak jauh dari pasar rakyat atau pasar tradisional, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Pinrang, Andi Mirani tak menampik hal tersebut.

Menurut Mirani, memang ada beberapa ritel modern yang jaraknya tidak jauh dari pasar tradisional. Seperti di Teppo (Kecamatan Patampanua), Pekkabata (Kecamatan Duampanua), dan di Kariango (Kecamatan Mattiro Bulu).

“Yang di Teppo itu izinnya baru keluar di tahun 2018, jadi nanti habis masa berlakunya tahun 2023. Untuk di Pekkabata dan Kariango 2024 habis masa berlakunya karena 2019 lalu keluar izinnya. Masa izin toko modern itu 5 tahun,” kata Mirani.

Mirani juga mengatakan, masyarakat atau usaha lokal di sekitar ritel modern bisa mengadu jika merasa di rugikan.

Pihaknya, kata dia, akan memanggil setiap pengelola ritel modern agar membina dan melakukan kerjasama atau kemitraan dengan pedagang kecil di sekitarnya.

“Kalau ada pihak yang dirugikan bisa mengadu ke kami. Kita akan panggil (ritel modern) yang bersangkutan untuk membina dan kerja sama kemitraan dengan usaha di sekitarnya. Kedepan, bukan lagi pemda yang mengeluarkan izin, tapi langsung pemerintah pusat,” terangnya.

DPRD Apresiasi Pembukaan Gerai Pengukuran Kapal oleh Kemenhub di Bulukumba

KabarMakassar.com — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka gerai pengukuran kapal di bawah GT 7 secara gratis di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, Selasa (10/3).

Pembukaan gerai pengukuran kapal secara gratis oleh Kemenhub ini mendapat apresiasi dari DPRD Bulukumba.

“Apa yang telah dilakukan oleh Kemenhub ini telah memberikan pelayanan administrasi sebagai penguatan kepada nelayan-nelayan yang ada di Bulukumba. Khususnya keamanan dari sisi administrasi saat mereka mencari nafkah di tengah laut,” kata

Wakil Ketua 1 DPRD Bulukumba, Sitti Aminah Syam disela kunjungannya bersama Wakil Bupati Bulukumba, Tommy Satria Yulianto, ke gerai pengukuran kapal tersebut.

Menurut Aminah, Apa yang dilakukan Kemenhub ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

“Saya rasa apa yang dilakukan Kementerian Perhubungan ini perlu kita apresiasi dan diberikan dukungan, mengingat mereka memberikan pelayanan kepada nelayan kita,” ujarnya.

Bapemperda DPRD Sulsel Kunker ke DPRD Bulukumba

KabarMakassar.com — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulsel melakukan kunjungan kerja di Kantor DPRD Bulukumb. Kunjungan itu pun disambut oleh Ketua DPRD Bulukumba, Sekretaris Dewan, pada Kabag dan Kasubag DPRD Bulukumba di Ruang Rapat Paripurna, Jumat (6/3) lalu.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Bulukumba, Haji Rijal berharap pertemuan ini sebagai studi komparasi untuk mengetahui dan menambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan Bapemperda.

“Kami berharap bahwa pertemuan ini dapat mempererat silaturahmi dan persahabatan diantara kita semua,” kata Haji Rijal.

Ia mengatakan pada tahun 2020 DPRD Bulukumba akan membahas 14 Ranperda. Tiga diantaranya, kata dia, merupakan Raperda wajib seperti pembahasan APBD dan laporan hasil kerja tahun 2019.

Ia mengungkap Ranperda lain yang juga akan dibahas yakni Raperda tentang rencana pembangunan dan kawasan pemukiman, Ranperda tentang perubahan Perda nomor 17 tahun 2012 tentang retribusi izin usaha perikanan, Ranperda tentang retribusi jasa usaha produksi daerah.

Kemudian, Ranperda tentang pengelolaan lingkungan hidup, Ranperda tentang penanaman modal pemberian insentif dan pemberian kemudahan penambahan modal daerah, Ranperda tentang pencabutan Perda Nomor 11 tahun 2012 tentang retribusi izin gangguan.

Selanjutnya, Raperda tentang perubahan Perda nomor 14 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat desa, Ranperda tentang izin mendirikan Bangunan, Ranperda tentang perubahan ketiga Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah, Ranperda tentang kepemudaan, dan Ranperda tentang ciri khas bangunan Kabupaten Bulukumba.

“Untuk anggaran tahun 2020 Bapemperda Bulukumba akan melibatkan tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam pembuatan Perda,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu sesuai amanat dari undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.

“Juga sesuai dengan PP nomor 59 tahun 2015 tentang keikutsertaan perancang peraturan perundang-undangan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dan keterlibatan tenaga perancang tersebut juga telah diterapkan dalam pembahasan perubahan peraturan DPRD Bulukumba,” pungkasnya.

Bupati Kepulauan Selayar Siap Selenggarakan MPP

KabarMakassar.com — Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi salah satu dari 48 kabupaten/kota di Indonesia yang melakukan penandatanganan komitmen penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) Tahun 2020, di Kantor Kementerian PAN-RB, Selasa (10/3).

Karena itu, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali hadir melakukan penandatanganan pada kegiatan tersebut. Turut mendampingi antara lain Asisten Administrasi Drs. Dahlul Malik, M.H., Kadis PMPTSPTK Muhammad Arsyad dan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Andi Patonrangi Pasbal.

Penandatanganan komitmen itu adalah bentuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar berkomitmendan sanggup untuk mewujudkan penyelenggaraan MPP 2020 sebagai salah satu aksi nyata dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo mengatakan penyelenggaraan MPP akan terus didorong karena hal ini salah satu visi misi Presiden RI, Joko Widodo menyangkut reformasi birokrasi yang tidak hanya penyederhanaan struktur birokrasi untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Tapi, kata dia, untuk menggerakkan dan mengorganisir instansi pemerintah, baik kementerian dan lembaga dalam melayani masyarakat dengan cepat.

“Memang sekarang baru pada sektor-sektor tertentu tapi pada prinsipnya seluruh OPD instansi pusat dan daerah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, Kadis PMPTSPTK, Muhammad Arsyad mengaku telah terbentuk Tim Percepatan Pembentukan MPP Selayar. Ia mengaku tim itu akan bekerja mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi persyaratan MPP.

“Target launching/peresmian November 2020 mendatang, sebagai kado hari jadi Selayar, insyaAllah,” kata Arsyad.

Ia mengaku untuk peningkatan pemahamam dan proses pembentukan serta penyelenggaraan MPP, maka tim itu akan dipimpin oleh Sekda Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, MSi.

“Saat ini tim sedang melakukan banchmarking MPP di DKI Jakarta dan Bogor,” ungkapnya.