Ini Penyebab “Serangan” Kupu-kupu Putih di Pinrang

KabarMakassar.com — Warga di Kabupaten Pinrang mengeluhkan “serangan” kawanan kupu-kupu putih berserbuk yang terjadi setiap kali musim panen padi.

Kupu-kupu putih ini biasanya mulai bermunculan di waktu petang dan terbang berkerumun mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya. Jika terkena kulit, dampaknya menyebabkan memar dan gata-gatal.

Warga berharap, kondisi ini bisa segera direspon pemerintah setempat melalui instansi terkait dengan melakukan upaya pembasmian terhadap kupu-kupu putih tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang mengatakan, kupu-kupu putih tersebut adalah hama pengganggu tanaman padi atau biasa disebut dengan hama penggerek batang yang muncul saat menjelang musim panen.

Menurut Andi Tjalo, sebenarnya hama itu bisa dihindari dengan mengatur jadwal tanam. Hanya saja yang menjadi kendala, kata dia, terkadang petani tidak mematuhi jadwal tanam yang sudah disepakati melalui musyawarah di tiap kecamatan.

“Hama kupu-kupu itu sebenarnya bisa dihindari melalui jadwal tanam yang sudah disepakati. Tapi terkadang petani tidak turun sawah sesuai jadwal yang sudah kami atur melalui hasil Tudang Sipulung (musyawarah) di tiap kecamatan. Mungkin karena faktor air dan terbatasnya traktor, makanya dia (petani) tidak turun sesuai jadwal,” kata Andi Tjalo, Senin (9/3).

Selian itu, lanjut Andi Tjhalo, untuk mengantisipasi tumbuh pesatnya hama penggerek batang tersebut, petani harus terus memantau perkembangan hama itu dengan cara penyemprotan menggunakan racun saat telurnya mulai menetas.

“Cara lain, petani harus jeli melihat dan memantau perkembangan hama itu. Biasanya, hama itu bertelur di daun padi. Kalau telurnya sudah menetas, baru disemprot pakai racun. Kalau tidak, hama itu turun ke batang. Nah disitu dia merusah batang padi,” jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, sejumlah areal persawahan di Kabupaten Pinrang memasuki masa panen. Seperti biasanya, setiap musim panen, warga Pinrang selalu “diserang” dengan kawanan kupu-kupu putih berserbuk yang mulai bermunculan di waktu petang dan terbang berkerumun mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya. Jika terkena kulit, dampaknya menyebabkan memar dan gata-gatal.

Untuk menghindari serangan kupu-kupu putih ini, sejumlah warga memilih untuk tidak menghidupkan lampu di teras rumahnya.

“Serbuk yang dikeluarkan kupu-kupu ini bila terkena kulit membuat kulit kami gatal-gatal. Ini sangat mengganggu warga,” kata Jaenab, salah seorang warga Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Ahad (8/3) sore.

“Apalagi rumah kami dekat dari persawahan. Kalau lampu dinyalakan, pasti banyak sekali yang menempel disitu. Agar tidak didatangi (kupu-kupu), saya memilih mematikan lampu di teras rumah,” lanjutnya.

Jaenab berharap, kondisi ini bisa segera direspon pemerintah setempat. Paling tidak, kata dia, ada upaya yang dilakukan seperti melakukan pembasmian terhadap kupu-kupu yang diyakini menjadi penyebab penyakit gatal-gatal tersebut.

“Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah. Apalagi kupu-kupu yang datang semakin lama semakin bertambah banyak,” ujarnya.

Komisi D Gelar RDP Bersama HMI dan PT Makassar Rezky Cemerlang

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait laporan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan eksploitasi terhadap hak pekerja oleh pengelola Mall Daya Grand Square (DGS) yakni PT Makassar Rezky Cemerlang.

Kabid Hukum dan HAM Bako HMI Sulselbar, Syamsumarlin mengatakan menduga adanya pelanggaran dilakukan seperti hak pekerja tidak diberikan dan upah serta kesewenang-wenangan dilakukan pihak perusahaan kepada para pekerja.

“Kami minta perusahaan mengakomodir seluruh karyawannya di BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian UMP yang dibawah standar itu juga yang kami persoalkan, adanya PHK sepihak yang akan kami interventarisir. Itu sudah melanggar, dan masuk dalam unsur pidana,” kata Syamsumarlin, Senin (9/3).

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir mengatakan jika ada sejumah pelanggaran yang dilakukan pihak PT Makassar Rezky Cemerlang. Hanya saja, kata dia, dewan terlebih dahulu menunggu hasil investigasi dan laporan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.

“Kalau perusahaan ini valid wajar kalau ada begitu, ini sudah BPJS pegawai tidak dibayarkan dan upahnya dibawah standar. Ini kita kan tunggu semua laporannya masuk dari Disnaker. Harapan kami, perusahaan dan pegawainya bisa terbuka lagi komunikasinya, kalau perlu mereka perlu dialog dulu,” kata Wahab.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Makassar Rezky Cemerlang, Asran Rizaly mengatakan tuduhan yang layangkan itu tidak benar. Tapi, kata dia, adanya upah dibawah standar karena biaya operasional perusahaan tidak mampu membiayai pekerja sesuai UMP saat ini.

“Memang dari awal kondisi (perusahaan) tidak memungkinkan, karena sejak 2017 sudah disubsidi dari owner, pendapatan sendiri tidak mampu, tidak seimbang dengan pengeluaran. Kita perlu konsolidasi dulu dari dalam, yang jelas kita ini sudah dari 2017 sudah tidak mampu membiayai dari segi operasional,” kata Asran.

Gubernur Sulsel Minta BRI Perhatikan Nasib Petani dan Nelayan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, meminta agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperhatikan nasib petani dan nelayan. Sebab saat ini, daerah pesisir masih menjadi kantong-kantong kemiskinan.

Nurdin menekankan, BRI harus mempermudah pinjaman petani, nelayan, dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di semua daerah, khususnya di Bantaeng.

“Saya berharap BRI memback-up saudara-saudara kita yang ada di pesisir. Karena angka kemiskinan masih berada di saudara-saudara kita di pesisir,” kata Nurdin dalam sambutannya di peresmian gedung baru BRI Cabang Bantaeng, Senin (9/3).

Dengan peresmian kantor baru BRI Cabang Bantaeng ini, Nurdin berharap akan menjadi semangat untuk melayani dan terus maju mendukung perekonomian Sulsel. Apalagi, dengan perekonomian dunia yang sedang carut marut, ditambah lagi dengan wabah Virus Corona yang sudah menyerang hampir 162 negara.

“Saya berharap BRI maju terus. Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan selamat atas pembukaan kantor baru ini,” ujarnya.

Sementara, Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Ahmad Solichin Lutfjyanto mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel atas kesediaan waktunya meresmikan gedung baru BRI Cabang Bantaeng ini.

Ahmad Solichin mengaku, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sulsel terus melejit, BRI sudah lama menjalankan program kemitraan dengan jumlah kantor se-Sulsel mencari 400 unit, dan ribuan perwakilan BRI di pedesaan.

“Kami sangat yakin program ini sangat didukung Bapak Gubernur, dan kami sangat mendukung kemajuan dan perkembangan ekonomi masyarakat Sulsel dengan mengembangkan konsep kemitraan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ahmad Siichin, BRI juga mendapatkan dukungan dari Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin. Ia mengaku, dengan kehadiran BRI di Bantaeng, tentunya sangat mendukung pertumbuhan ekonomi baru masyarakat Bantaeng.

“Kami berharap kehadiran BRI Bantaeng untuk memberikan bantuan pinjaman kepada masyarakat Bantaeng. Keberadaan BRI di pelosok sangat membantu masyarakat di desa-desa,” tutupnya. (*)

NA: Sektor Pertanian Berhasil Karena Andil Kehutanan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menyatakan hubungan penting antara sektor kehutanan dengan sektor pertanian. Hutan yang terjaga akan menjaga suplai air yang akan menjaga produksi pertanian.

“Keberhasilan sektor pertanian, yang punya andil besar adalah sektor kehutanan,” kata Nurdin Abdullah.

Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 di Ruang Pola Kantor Wali Kota Palopo, Minggu, 8 Maret 2020.

Mengapa hutan di Sulsel harus dijaga, sebab secara nasional merupakan tumpuan harapan nasional, baik sebagai penyangga pangan, maupun sebagai pintu gerbang Indonesia timur.

“Salah satu tugas pokok kita ada suplai beras ke 22 provinsi,” sebutnya.

Hutan yang tidak terjaga akan menyebabkan banjir, fenomena saat ini banjir dimana-mana. Fungsi hutan sebagai ground storage water (penyimpan air) tidak berfungsi. Sungai semakin dangkal.

“Dan saya yakin kalau ini terjadi, maka kita akan mengalami kesulitan air di musim kemarau,” kata Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Haasanuddin ini.

Melihat lebih holistik, persoalan hutan adalah persoalan bersama, yang tentu akan menentukan ke depan seperti apa masa depan bangsa dan negara.

Sehingga ia berharap pertemuan ini semakin meningkatkan sinergitas semua stake holder.

“Tidak hanya pemangku kepentingan kehutanan, tetapi juga keterlibatan kepolisian, TNI dan kejaksaan termasuk perguruan tinggi. Perlu kesepahaman bersama,” pungkasnya.

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 24 April 2020

KabarMakassar.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1441 Hijriah/ 2020 masehi jatuh pada hari Jumat, 24 April 2020.

Pengumuman resmi tersebut dituangkan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muahmmadiyah dengan Nomor: 01/MLM/I.0/E/2020 tertanggal 25 Februari 2020 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1441 Hijriah, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto.

Dalam maklumat tersebut disampaikan jika penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal dan 1 Zuhijah ini dilakukan berdasar pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“1 Ramadan 1441 H jatuh pada hari Jum’at Kliwon, 24 April 2020 M,” bunyi salah satu poin dalam maklumat tersebut.

Selain 1 Ramadan 1441 H yang jatuh pada hari Jum’at, 24 Apri 2020, melalui maklumat tersebut PP Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020; 1 Zulhijah 1441 H pada hari Rabu, 22 Juli 2020; dan Idul Adha (10 Zulhijah 1441 H) pada hari Jum’at, 31 Juli 2020.

“Demikian mklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita,” bunyi kalimat penutup pada maklumat tersebut.