Silaturrahmi dengan Warga Laiyolo Baru, Ini Janji MBA

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali (MBA) kembali melakukan kunjungan kerja dan bersilaturrahim dengan masyarakat Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, Rabu (4/3).

Di desa tersebut, MBA mengawali kunjunganya dari Dusun Pangkajene, menyusul ke Dusun Kilotepo dan Dusun Laiyolo didampingi oleh Asisten Pemerintahan Suardi, Kadis Sosial Patta Amir, Kadis Pertanian Ismail, Kepala BPBD Ahmad Ansar, Kabag Humas dan Protokol Siti Rahmania, Camat Bontosikuyu Muhammad Aris dan Sekretaris PU.

MBA mengatakan dalam kunjungan kerjanya selain bersilaturrahim sekaligus ingin mendengarkan masukan dari masyarakat termasuk hal-hal yang perlu dibenahi di akhir kepemimpinannya bersama Wabup Zainuddin. Sekaligus menyampaikan permohonan maaf jika selama empat tahun kepemimpinannya ada kebijakan yang belum bisa terpenuhi.

“Sebagai pemimpin di Kabupaten Kepulauan Selayar saya menyampaikan permohonan maaf. Tentu tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Jadi ruang ketidaksempurnaan itu ketika kita saling memaafkan,” kata Basli Ali.

Dari sejumlah kebijakan yang belum terealisasi, kata dia, di akhir periodenya akan terus berupaya maksimal untuk bisa terakomodir pada APBD 2021.

MBA juga menyampaikan soal karakteristik wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar yang sangat jauh berbeda dengan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Letak geografis yang terpisah dari daratan Pulau Sulawesi menjadi tantangan tersendiri untuk membangun daerah ini.

Menurut dia, menjadi pemimpin di Kabupaten Kepulauan Selayar tidak semudah dengan apa yang dibayangkan. Disamping dibutuhkan koneksi, kemauan dan pikiran, juga dibutuhkan fisik yang kuat. Terlebih banyak warga kita yang butuh pelayanan prima pada lima kecamatan di kepulauan.

“Kalau di kabupaten lain praktis seluruh wilayahnya bisa ditempuh dengan perjalanan darat yang bisa dijangkau dalam perjalanan satu hari. Tetapi daerah kita yang terdiri gugusan pulau pulau kecil tidak segampang dengan daerah lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut MBA, berdasarkan data BPS secara umum dapat digambarkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Selayar dapat berjalan dengan baik.

Dalam silaturahim tersebut, sejumlah aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Selayar hingga permohonan bantuan juga tersampaikan langsung ke MBA.

MBA pun meminta agar permohonan bantuan dibuat secara tertulis, untuk bisa disesuaikan dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, MBA kembali menegaskan bahwa dari sejumlah permohonan bantuan itu, tidak semuanya bisa direalisasikan. Hal ini mengingat anggaran yang sangat terbatas.

“Kita akan prioritaskan bantuan yang sifatnya mendesak dan berskala umum untuk masyarakat secara keseluruhan,” tutupnya. (*)

DPRD Sebut Dinkes Sulsel Kurang Sosialisasi Soal Virus Corona

KabarMakassar.com — DPRD Provinsi Sulsel menilai, Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Dinas Kesehatan kurang dan tidak maksimal memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan Virus Corona atau COVID-19.

“Belum maksimal dan saya menyebut kurang. Buktinya, jangankan masyarakat, anggota DPRD saja kita tidak pernah mendapatkan informasi itu,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Arum Spink, usai menggelar rapar dengar pendapat bersama DInas Kesehatan Provinsi Sulsel terkait penanganan Virus Corona, di ruang rapat Komisi E DPRD Sulsel, Rabu (4/3).

Menurut pria yang akrab disapa Pipink itu, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah diyakinkan oleh pemerintah bahwa tidak perlu khawatir, karena pemerintah telah melakaukan pencegahan dan penanaganan penyebaran Virus Corona.

“Masyarakat butuh diyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari proses pencegahan sampai penanganan Virus Corona. Semuanya siap dengan Standar Operasional Persedur (SOP), seluruh pihak terkait siap, dan tak ada yang perlu dikhawatirkan dari itu semua,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, Pemerintah Provinsi Sulsel memanfaatkan oraganisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam penyampaian cara-cara penanganan dan menghindari penularan virus ini kepada masyarakat.

“Seharusnya itu, Pemerintah Provinsi Sulsel sampaikan ke masyarakat, apa yang harus dilakukan dan bagaimana pencegahannya. Bukan hanya fokus pada ceremonial dan rilis-rilis kegiatan saja,” ucapnya.

Pipink menegaskan, DPRD Sulsel akan tetap melakukan monitoring terkait perkembangan dan langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulsel kedepan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Virus Corona.

“Yang paling penting, di rapat-rapat koordinasi mereka baik itu antar rumah sakit atau antar pemkab/pemkot, termasuk antar lintas sektor seperti imigrasi dan KKP, kami dlibatkan. Ini agar kami tahu bahwa langkah-langkah dan seluruh prosedur yang dimintakan harus dilaksanakan secara baik,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi E DPRD Suslel mengatakan, pihaknya siap untuk menangani hal-hal yang tidak diinginkan (menangani pasien Corona), jika kedepannya ada ditemukan atau terjadi di wilayah Sulsel.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menunjuk dan menetapkan enam Rumah Sakit (RS) sebagai tempat rujukan, jika terdapat pasien suspect Corona atau COVID-19 di wilayah Sulsel.

Keenam RS tersebut yakni: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); RSU Andi Makkasau (Parepare); RSU Lakipadapada (Tanah Toraja); RSU Akademis Jaury (Makassar); RS Islam Faisal (Makassar); dan RSUD Sinjai (Sinjai).

Selain enam RS rujukan tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel juga telah menyiapkan Posko Siaga COVID-19.

“Semua (enam RS rujukan) siap per tadi pagi. Semua siap,” tegas Ichsan.

Menurut Ichsan, keenam RS yang ditunjuk ini adalah RS yang dulunya juga dijadikan sebagai tempat rujukan kasus Flu Burung.

“Rumah sakit ini adalah rumah sakit rujukan infeksi flu burung yang mewabah beberapa tahun yang lalu,” terangnya.

Meski begitu, Ichsan memastikan sampai saat ini belum ada kasus Virus Corona di Sulsel.

“Kita berdoa sama-sama. Sampai saat alhamdulillah ini tidak ada (warga di wilayah Sulsel) yang terinfeksi. Masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait Virus Corona dengan menghubungi call center 085299354451,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang merupakan salah satu pintu gerbang Provinsi Sulsel, saat ini baru ada satu unit alat thermoscanner yang terpasang di pintu kedatangan internasional.

“Di Bandara Sultan Hasanuddin masih satu alat. Untuk sementara, kami pasang di pintu kedatangan internasional. Kalau di ruang kedatangan domestik, kami upayakan sesegera mungkin menambahkannnya,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Bandara (KKP) Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko.

Sumur Bor di Gowa Keluarkan Air Seperti Susu

KabarMakassar.com — Warga Kabupaten Gowa, khususnya di Dusun Songkolo, Lingkungan Cambayya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, dihebohkan dengan penemuan air berwarna putih seperti susu yang keluar dari sumur bor.

Pemilik sumur bor, Iis Nurismi menuturkan, air berwarna putih seperti susu itu pertama kali ditemukan pada akhir Januari lalu, saat ia meminta dibuatkan sumur bor di lokasi tersebut yang menurut rencana airnya akan digunakan untuk menyiram tanaman.

“Pertamanya itu di Bor kedalaman 26 meter. Tapi airnya masih kurang, trus dilakukan pengeboran lagi sampai kedalaman 50-70 meter, dan ternyata yang keluar air berwarna putih seperti susu,” kata Iis, Rabu (4/3).

Kini, air dari sumur bor tersebut ditampung di kolam yang dulunya digunakan sebagai tempat penampungan air untuk menyiram bunga, dan sekarang dijadikan kolam permandian.  

“Awalnya ini kolam penampungan air untuk siram bunga Taman Merigol Songkolo program Beautiful Malino,” terangnya.

Terpisah, Camat Bontomarannu, Sabir yang dikonfirmasi terkait keberadaan kolam permandian yang berisi air berwarna putih seperti susu itu di wilayahnya mengaku sudah mengetahui hal tersebut.

“Iya, lokasi itu tidak pernah sepi pengunjung terutama di pagi hari,” kata Sabir.  

Pihaknya, kata dia, juga berencana untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar berwarna putih seperti susu yang saat ini sudah digunakan warga untuk mandi bahkan ada yang sampai mengkonsumsi itu bisa diketahui kandungannya, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau soal air itu, sudah dipakai mandi dan ada pula yang meminumnya. Petugas Puskesmas sudah mengambil sampel untuk diperiksa kandungan dan khasiat air itu,” ujarnya.  

Viral dan Dikunjungi Warga dari Luar Kabupaten Gowa

Beberapa hari belakangan, keberadaan air berwarna putih seperti susu ini pun mulai ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Hal ini membuat sejumlah masyarakat bahkan dari luar Kabupaten Gowa, datang berkunjung ke lokasi tersebut. Salah satunya yakni Agus Suharto yang merupakan warga asal Kabupaten Soppeng.

“Saya sudah dua kali berkunjung ke permandian yang viral ini. airnya terasa dingin. Saya juga sudah minum airnya beberapa kali,” kata Agus. saat ditemui di lokasi kolam permandian tersebut.

Menurut dia, fenomena air berwarna putih seperti susu yang keluar dari sumur bor tersebut terbilang aneh. Pasalnya, di samping sumur bor tersebut juga ada sumur bor lainnya, tetapi air yang keluar warnanya berbeda.

“Aneh juga karena air sumur bor. Kebetulan di samping tanah air susu yang viral tersebut ada juga yang di bor. Tapi airnya tidak putih, justru bening,” ujarnya.

Mayat Laki-laki Gegerkan Warga Pinrang, Diduga Korban Kecelakaan

Kabaramakassar.com — Sesosok mayat ditemukan tergeletak di pinggir jalan poros Pinrang-Benteng menggegerkan warga Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Pinrang, Sulsel, Rabu (4/3).

Mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kendaraan berupa motor kawasaki ninja berwarna biru itu ditemukan sekitar pukul 05,30 Wita dengan kondisi sudah terbujur kaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarMakassar.com, korban diketahui bernama Bobi (26) warga Masolo, Kelurahan Teppo, Kecematan Patampanua, Pinrang. Kuat dugaan, korban meninggal karena kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Pinrang, Ipda Amir Usman mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal.

“Kejadiannya tadi malam, pagi baru ditemukan. Jatuh sendiri tidak ada lawannya,” kata Ipda Amir.

Pemprov Sulsel Siapkan 6 RS Rujukan untuk Tangani Pasien Corona

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel menunjuk dan menetapkan enam Rumah Sakit (RS) sebagai tempat rujukan, jika terdapat pasien suspect Corona atau COVID-19 di wilayah Sulsel.

Melalui akun instagramnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan, keenam RS tersebut yakni: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); RSU Andi Makkasau (Parepare); RSU Lakipadapada (Tanah Toraja); RSU Akademis Jaury (Makassar); RS Islam Faisal (Makassar); dan RSUD Sinjai (Sinjai).

Selain enam RS rujukan tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel juga telah menyiapkan Posko Siaga COVID-19.

“Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan Posko Siaga Covid-19,” tulis Nurdin di akun Instagramnya @nurdin.abdullah, Selasa (3/3) kemarin.

Nurdin juga mengimbau masyarakat Sulsel untuk tidak panik dengan adanya pemberitahuan terkait masuknya Virus Corona ke Indonesia.

Meski begitu, Nurdin tetap meminta masyarakat Sulsel untuk terus menjaga kesehatan dan sementara waktu menghindari bepergian ke luar negeri jika tidak begitu penting.

“Biasakan cuci tangan, tidak sering menyentuh wajah, menutup hidung dan mulut jika bersin atau batuk, dan jika kurang sehat sebaiknya memakai masker dan segera periksa kesehatan,” imbaunya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya siap untuk menangani hal-hal yang tidak diinginkan (menangani pasien Corona), jika kedepannya ada ditemukan atau terjadi di wilayah Sulsel.

“Semua (enam RS rujukan) siap per tadi pagi. Semua siap,” tegas Ichsan Mustari, Rabu (4/3).

Menurut Ichsan, keenam RS yang ditunjuk ini adalah RS yang dulunya juga dijadikan sebagai tempat rujukan kasus Flu Burung.

“Rumah sakit ini adalah rumah sakit rujukan infeksi flu burung yang mewabah beberapa tahun yang lalu,” terangnya.

Meski begitu, Ichsan memastikan sampai saat ini belum ada kasus Virus Corona di Sulsel.

“Kita berdoa sama-sama. Sampai saat alhamdulillah ini tidak ada (warga di wilayah Sulsel) yang terinfeksi,” ujarnya.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait Virus Corona dengan menghubungi call center 085299354451,” pungkasnya.

Dinkes Bulukumba Gelar Simulasi Penanganan Pasien Corona

KabarMakassar.com — Seorang perempuan warga Bululumba datang memeriksakan dirinya di Puskesmas Herlang, Rabu (4/3).

Kepada dokter yang memeriksanya, ia mengaku seminggu lalu dirinya melakukan perjalanan dari China.

Setelah memeriksa kondisi tubuh perempuan itu, sang dokter memberikan penjelasan bahwa gejala yang diderita pasien tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, karena terindikasi terpapar Virus Corona.

Sang dokter pun kemudian memanggil Tim Surveilans Puskesmas untuk segera menghubungi Posko Publik Safety Center (PSC) Bulukumba guna menjemput pasien tersebut.

Beberapa menit kemudian, ambulans PSC datang menjemput. Dua petugas medis yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) turun dari mobil ambulans dan melakukan evakuasi terhadap pasien untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit.

Narasi di atas adalah gambaran proses simulasi alur penanganan terhadap pasien yang diduga terjangkit Virus Corona atau COVID-19, yang dilaksanakan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba di Posko PSC Bulukumba, Rabu (4/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Wahyuni menuturkan,
meski di Kabupaten Bulukumba belum ditemukan adanya kasus Virus Corona, namun Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan dan RSUD telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi jika suatu saat hal tersebut terjadi.

“Kita melakukan simulasi ini sebagai langkah antisipasi dalam penanganan COVID-19. Kita ingin memastikan sarana dan prasarana tersedia, SDM-nya mahir, dan logistik juga tersedia. Dan yang paling penting, petugas cakap atau terampil dalam menangani pasien,” kata Wahyuni disela pelaksanaan simulasi.

Jika kemudian ada masyarakat, khususnya yang ketahui memiliki riwayat perjalanan dari negara yang tertular COVID-19 dan menunjukkan indikasi dengan tiga gejala Corona, yaitu deman, batuk dan gangguan pernafasan, Wahyuni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penanganan.

“Untuk itu PSC kita jadikan sebagai pusat informasi dalam melakukan penanganan sebagaimana yang kita simulasikan,” ungkapnya.  

Sekadar diketahui, saat ini Virus Corona atau CIVID-19 sudah masuk atau ditemukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia, mulai dari tingkat pusat, provinsi maupun daerah saat ini secara bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan penanganan di wilayahnya masing-masing.

Biang Kemacetan, Kadishub Sebut Pelataran MP Diambil Alih PD Parkir

Kabarmakassar.com — Sejumlah titik di Kota Makassar masih menjadi titik kemacetan. Hal ini pun menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemkot untuk menyelesaikan masalh ini.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan yakni di Jalan Boulevard, tepatnya di depan Mall Panakkukang. Hal itu dikarenakan banyaknya taksi online yang tidak mematuhi rambu rambu lalu lintas.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said mengaku ikut prihatin. Ia mengatakan pihaknya sudah membicarakan hal tersebut kepada pihak PD Parkir.

“Tadi saya sudah bicara dengan Pak Direktur Operasional PD Parkir, katanya mereka sudah membicarakan dengan pihak mall bahwa pelatarannya itu diserahkan dan dikelola oleh mereka,” kata Mario, Rabu (4/3).

Karena itu, kata dia, ada kemungkinan nanti untuk kendaraan roda 4 bisa diatur. “Termasukmi itu taksi online.” ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengurangi kemacetan tidak hanya sekedar penegakan aturan. Tapi, kata dia, dibutuhkan partisipasi dari masyrakat dengan membangun kesadaran dalam etika berlalu lintas.

Apalagi, Kota Makassar yang memiliki pertumbuhan kendaraan yang semakim signifikan dan dilain pihak sementara ruas jalan yang tidak mencukupi.

“Kalau tidak ada kesadaran dari kita semua, artinya sadar untuk memenuhi semua aturan lalu lintas, saya kira semakin sulit.” katanya.

“Saya harap teman-teman grab, gojek, angkutan umum, masyarakat umum untuk mematuhi seluruh peraturan lalu lintas agar menggunakan etika berlalu lintas dalam berkendara di jalan,” pungkasnya.

Jalin Kerjasama, Perusda Sulsel-Nuansa Group Teken MoU

KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman) dengan Nuansa Group terkait kerjasama di bidang unit usaha pertambangan, sumber daya mineral dan perkebunan di wilayah Provinsi Sulsel.

Penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh M Taufiq Nahwi Rasul mewakili Perusda Sulsel dan Saripuddin Rabadong dari PT Rama Coal Resources mewakili pihak Nuansa Group, disaksikan Direktur Utama Perusda Sulsel, Taufik Fachrudin dan Owner sekaligus CEO dari Nuansa Group Susanto Supardjo itu dilakukan di Kantor Perusda Sulsel, Rabu (4/3).

“Alhamdulillah, hari ini kita telah sepakati untuk melakukan kerjasama dengan Nuansa Group, khususnya kerjasama di bidang pertambangan, energi sumber daya mineral dan perkebunan. Semoga ini membawa berkah,” kata Direktur Utama Perusda Sulsel, Taufik Fachrudin.

Sementara, CEO dan Owner Nuansa Group, Susanto Supardjo yang akrab disapa Tono menjelaskan, langkah dan upaya melakukan kerjasama dengan Perusda Sulsel ini dilalkukan karena pihaknya melihat potensi sumber daya alam di Sulsel cukup besar.

Tono juga mengungkapkan, pihaknya memilih untuk melakukan kesepakatan kerjasama dengan Perusda Sulsel, karena perusahaan milik Pemprov Sulsel tersebut dikelola dan dipimpin oleh SDM yang profesional dan handal di dunia usaha.

Pihaknya berharap, apa yang dilaksanakan hari ini juga mendapat dukungan dari seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan dalam merealisasikan apa yang menjadi maksud dan keinginan kedua pihak.

“Kami butuh dukungan dan support dari seluruh pihak terkait, agar apa yang kami ingin lakukan di Sulsel dapat terealisasi, sehingga pembangunan di Sulsel dapat maju dan berkembang, serta terbuka ruang bagi dunia usaha untuk ikut andil dalam proses pembangunan di Sulsel. Insha Allah, kerjasama ini akan bermanfaat bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat di Sulsel,” ujar Tono.

1,3 Kg Sabu dan Ratusan Pil Ekstasi Dimusnahkan Kejari Sidrap

KabarMakassar.com — Sebanyak 1,3 kilogram sabu, 290 butir pil ekstasi dan 566 botol minuman keras (miras) dimusnahkan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sidrap, di halaman Kantor Kejari Sidrap, Rabu (4/3).

Kepala Kejari Sidrap, Djasmaniar mengatakan, sabu, pil ekstasi dan miras tersebut merupakan barang bukti dari kasus tindak pidana umum yang ditangani Kejari Sidrap selama periode Januari sampai dengan awal Maret 2020.

“Yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti dari 27 perkara narkotika dan 7 perkara miras. Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Djasmaniar.

Berdasarkan pengamatan pihaknya, kata dia, angka atau jumlah kasus penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika di wilayah Kejari Sidrap semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan pengamatan, penyalahgunaan narkotika telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dan tidak lagi memandang profesi serta status sosial,” ujarnya.

Menurut Djasmaniar, ada beberapa hal yang menjadi penyebab kasus penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari pengaruh atau bujukan rayuan teman, ingin coba-coba, hingga faktor prustasi atau stress.

“Ada juga yang menggunakan narkotika dengan alasan ingin meningkatkan atau ketergantungan gairah kerja, dan ada juga karena faktor keadaan lingkungan atau keluarga yang tidak harmonis,” terangnya.

Olehnya itu, lanjut Djasmaniar, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan upaya pemberantasan narkoba di wilayah Sidrap melalui langkah preventif dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.

“Ini untuk membebaskan dan menyelamatkan generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa dari ancaman terganggunya atau rusaknya sel-sel dan susunan saraf,” pungkasnya.

Bupati Selayar Harap Komunitas BBC Dapat Menjadi Mitra Pemerintah

KabarMakassar.com — Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali menghadiri peringatan HUT ke-3 dan pergantian pengurus komunitas kemasyarakatan Bale-Bale Community (BBC) periode 2020-2023 di Dusun Balang-Balang, Desa Maharayya, Kecamatan Bontomatene, Selasa (3/3) kemarin.

Terkait hal itu, Ketua Panitia, Baso Rahman mengatakan bahwa BBC terbentuk sejak 25 Februari 2017. Kata dia, sebelumnya BBC dipimpin oleh M. Yusuf dan untuk periode 2020-2023 melalui rapat terbuka disepakati untuk mengangkat Sumiati sebagai Ketua.

“Pada periode ini kami sepakat untuk mengangkat Ketua dan pengurus baru, semuanya dari kaum perempuan. Ini sebagai wujud pembuktian kesetaraan gender bahwa semua anggota berhak jadi ketua ataupun pengurus,” kata Baso.

Ia mengungkapkan jika BBC saat ini beranggotakan 28 orang. Menurutnya, sesuai dengan motto BBC bahwa yang diprogramkan dan dikerjakan untuk masyarakat dan lingkungan, kemudian berbagi untuk masyarakat dan agama.

Sementara itu, H. Muh. Basli Ali dalam arahannya mengatakan bahwa pada prinsipnya pemerintah sangat mengapresiasi jika ada kelompok masyarakat mau membentuk sebuah komunitas.

Komunitas itu, kata Basli, banyak sekali manfaatnya disamping sebagai ajang silaturahmi, komunitas juga dapat mendiskusikan hal-hal baik, dibanding diskusi tanpa diwadahi oleh sebuah komunitas.

“Setelah saya mendengar apa yang disampaikan oleh ketua panitia, sangat luar biasa semangatnya. Walaupun saya melihat komunitas ini masih perlu bimbingan dan arahan sehingga komunitas ini semakin dirasakan manfaatnya baik anggota dan masyarakat,” kata Basli.

Ia berharap komunitas BBC bisa memberikan kontribusi positif dalam peningkatan ekonomi anggota dan masyarakat. Apalagi, kata dia, banyak program pemerintah yang bisa dikerjakan. Tapi, kata dia, pemberian bantuan itu harus sesuai regulasi.

“Bukannya pemerintah tidak mau memberikan bantuan, tetapi harus sesuai regulasi yang mengatur,” katanya.

Basli kemudian mencontohkan pemberian bantuan mesin jahit, menurutnya, penerimanya harus dipastikan sudah mendapatkan pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) atas keterampilan yang dimilikinya.

“Setelah mendapatkan pelatihan kursus, lalu secara bersyarat bisa diberikan bantuan. Ini menjadi penekanan karena dikhawatirkan bantuan yang turun tidak termanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat supaya disampaikan secara tertulis kepada pemerintah baru akan disesuaikan dengan regulasi dan aturan yang berlaku.

“Kita mendukung agar komunitas seperti BBC bisa terbentuk pada setiap desa, karena selain bisa menjadi mitra pemerintah, komunitas itu bisa menjadi ujung tombak dari program pemerintah,” pungkasnya.