Spiderman Parepare Dapat Hadiah Umrah Gratis

KabarMakassar.com — Rudy Hartono, warga Kota Parepare yang rutin membersihkan sampah di beberapa tempat di kota kelahiran Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie itu dengan menggunakan kostum Spiderman, mendapat hadiah umrah gratis dari Komunitas Pasukan Amal Sholeh (Paskas), salah satu lembaga amal.

Penyerahan paket umrah gratis untuk Sipiderman Parepare itu dilakukan langsung oleh Ustaz Hisbul, salah satu anggota Paskas yang juga pembina gerakan infaq beras, di Masjid Al-Irsyad Jalan Andi Sinta, Parepare, Senin (2/3).

Rencananya, Spiderman Parepare itu akan berangkat umrah lewat jalur VVIP bersama sejumlah marbot mesjid, tukang gali kubur, pengurus jenazah, tahfiz dan anak yatim juga mendapat hadiah umrah gratis.

“Terima kasih. Insya Allah berkah Paskas dengan gerakan sedekahnya. Berangkat dengan manusia-manusia luar biasa, para hafids dan anak yatim. Nilainya lebih tinggi dari berangkat bersama presiden sekalipun,” kata Rudi, Spiderman Parepare, usai menerima hadiah paket umrah gratis sambil melakukan sujud syukur dan menagis haru.

Sementara, Ustaz Hisbul, salah satu anggota Paskas sekaligus pembina gerakan infaq beras mengatakan, hadiah umrah yang diberikan kepada Spiderman Parepare itu adalah ketetapan Allah.

“Dia yang bersungguh-sungguh bergerak di bidang sosial, peduli lingkungan, dan diberi rezeki oleh Allah. Meski tak pernah membayangkan, tapi mungkin dia dalam hati kecilnya pernah terlintas ingin berkunjung ke Baitullah,” ujar Hisbul.

Sekadar diketahui, aksi peduli lingkungan khususnya memrangi sampah plastik yang dilakukan Rudi Hartono si Spiderman Parepare ini juga sempat viral dan disorot sejumlah media nasional dan luar negeri.

Dinkes Makassar Minta Penjual Masker Tak Naikkan Harga Terlalu Tinggi

KabarMakassar.com — Merebaknya wabah virus corona menjadi keresahan bagi masyarakat dunia, termasuk warga Kota Makassar. Sejumlah langkah antisipasi pun dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus yang mematikan ini. Salah satunya dengan menggunakan masker.

Meningkatnya jumlah permintaan masker ini berdampak pada ketersediaan benda tersebut yang beberapa waktu belakangan semakin langka, dan secara otomatis mendongkrak harga alat pelindung diri khususnya untuk pernafasan tesebut.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar dalam waktu dekat berencana untuk turun langsung ke lapangan mengunjungi toko obat, apotek dan toko-toko untuk mengecek harga maskeer yang dijual, sekaligus megimbau agar tidak menaikkan harganya terlalu tinggi.

“Itu akan kita pantau. Kalau ada kita tahu mereka jual dengan harga yang tak sesuai, kita akan berikan teguran. Kita juga akan mengimbau, yang pertama jangan lakukan peningkatan harga, setidaknya harus sesuai standar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, Senin (2/3).

Selain itu, Naisyah juga meminta seluruh apotek, toko maupun pedangang di Makassar agar tidak melayani penjualan masker dengan jumlah yang banyak. Pasalnya, kata dia, beberapa awaktu belakangan banyak orang dari daerah bahkan provinsi lain yang kerap datang ke Makassar hanya untuk membeli masker.

“Kepada toko obat, apotek, pedagang masker, kita minta agar sediakan masker untuk kebutuhan masyarakat Makassar dan jual sesuai harga,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, berdasarkan pantauan KabarMakassar.com di sejumlah apotek dan mini market di Kota Makassar pada Kamis (13/2) lalu, harga masker mengalami kenaikan cukup signifikan.

Seperti di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani, harga masker jenis N95 harganya melejit hampir 400 persen dari yang sebelumnya Rp23.500 per buah, naik menjadi Rp90.000/buah. Begitupun jenis masker yang lainnya. Harganya juga melonjak sampai tiga kali lipat.

“Semenjak adanya virus corona, masker N95 menjadi langka dan harganya juga jauh lebih mahal. Itu dikarenakan ketersediaan barang di distributor sangat kurang, makanya mau tidak mau harganya juga naik. Sebelumnya per 1 biji harganya Rp23.500 naik menjadi Rp90.000. begitupun dengan masker jenis yang lainnya. ada yang awalnya kita jual Rp8.000 ribu tapi karena langka makanya harganya naik sampai Rp23.000,” terang Michelle, pendamping di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani Makassaar.

Menurut Michelle, konsumen yang membeli masker di apotek tempatnya bekerja tidak hanya berasal dari warga Kota Makassar saja, tetapi ada juga yang berasal dari luar Makassar.

“Banyak yang membeli untuk kemudian dikirim ke luar kota. Banyak juga yang mengeluh kenapa harganya naik, tapi kita hanya bisa menjawab bahwa dari distributornya yang memang menaikkan harganya, bukan kami,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang pegawai di Apotek Abadi Farma di jalan Bulusaraung. Bahkan, kata dia, akibat langkanya masker pelindung penafasan, apotek tempatnya bekerja sudah beberapa minggu ini tidak mendapatkan stok benda tersebut.

“Pernah jual, cuma sekarang karena mulai susah stoknya dari distributor jadi kami tidak jual lagi,” ujarnya.

Tak hanya di Apotek, di beberapa minimarket juga harga masker mengalami kenaikan. Salah satunya seperti di salah satu minimarket di jalan Sombaopu.

Serahkan Stadion Mattoangin, YOSS Bakal Cabut Tuntutan di PTUN

KabarMakassar.com — Polemik kepemilikan dan pengelolaan Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) akhirnya berakhir. Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) selaku pihak yang selama ini mengelola stadion tersebut secara resmi menyerahkannya ke Pemerintah Provinsi Sulsel, Senin (2/3).

Penyerahan tersebut ditndai dengan penandatanganan akta penyerahan yang dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur, disaksikan langsung Wakil Ketua KPK Nurul Gufron, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Ina Kartika Sari, dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel.

Dengan diserahkannya Stadion Mattoanging kepada Pemprov Sulsel, pihak YOSS juga akan mencabut tuntutan yang sudah diajukannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait pengelolaan stadion tersebut.

“Kita lihat perkembangannya, karena itukan sudah sementara berjalan, tapi insha Allah (kita cabut tuntutan). Nanti juga masih ada pembicaraan-pembicaraan,” kata Ilhamsyah, usai penyerahan Stadion Mattoanging.

Ia berharap, dengan diserahkannya stadion yang menjadi kandang PSM ini, Pemprov Sulsel akan segera melakukan perbaikan. Ilham pun mengaku saat ini sudah merasa lega.

“Sudah dilihat tadi penyerahan, sudah secara formal. Kita sudah serahkan dan insha Allah kita menunggu hasil renovasi nanti. Yang jelas kita merasa lega bahwa ini semua sudah tidak berpolemik lagi,” ujarnya.

Ilhamsyah juga mengatakan, pihaknya akan bersedia jika nantinya pascaarenovasi kembali dipercayakan untuk mengelola Stadion Mattoanging.

“Insha Allah seperti apa yang dikatakan oleh pak gubernur, yah itu kami akan tetap menjaga dan bertanggung jawab untuk memelihara karena memang itu spesialisasi kami. Sudah sekian puluh tahun tanpa dukungan pemerintah dan tanpa dukungan apa-apa kita bisa jalan. Itu yang saya mengapresiasi kepada apa yang dikatakan pak gub tadi, bahwa yang ngerti betul yah memang itu tidak salah,” ucapnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya YOSS melalui tim kuasa hukumnya telah menggugat Pemprov Sulsel baik di PTUN maupun di Pengadilan Negeri. Di PTUN Makassar, gugatan YOSS terdaftar dengan Nomor Perkara 119/G/2019/PTUN-MKS tanggal 5 November 2019 atas dugaan pelanggaran hukum terkait pencabutan hak kelola YOSS atas Stadion Mattoanging oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang diperintahkan Pemprov Sulsel.

Sementara di Pengadilan Makassar, gugatan YOSS dilayangkan pada 13 Januari 2020 dengan objek perkara terkait dengan sertifikat kepemilikan Pemprov Sulsel atas Stadion Mattoanging.

Iqbal dan Presiden ADB Tinjau Lokasi Pembangunan Kawasan Kumuh

Kabarmakassar.com — Pemkot Makassar bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) berkomitmen untuk membenahi kawasan kumuh di Kota Makassar. Ini dilakukan dalam upaya untuk menjadikan kota ini layak huni.

Dalam kerjasama yang diberi nama program Neighborhood Upgrading and Sector Project Phase (NUSP) itu, ADB akan membantu Pemkot Makassar dalam menuntaskan kemiskinan.

Program digulirkan sejak 2015 ini, kembali dilanjutkan tahun 2019 lalu dengan menunjuk Kelurahan Batua sebagai titik percontohan untuk kelurahan lain yang juga mendapatkan bantuan.

Untuk itu, Penjabat (Pj) WaliKota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama dengan Presiden ADB, Masatsugu Asakawa mengunjungi langsung lokasi NUSP di di Jalan Swadaya Mas, RT 05 RW 03, Senin (2/3).

Terkait hal itu, Iqbal Suhaeb berharap bantuan dari ADB dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Apalagi, kata dia, Makassar memiliki 523 hektar kawasan kumuh.

“Alhamdulillah berkat bantuan ADB saat ini sudah ada beberapa kelurahan yang mendapatkan bantuan. Ya semoga masyarakat dapat membantu dengan menjaga yang sudah diperbaiki agar kesan kumuhnya bisa dihilangkan,” kata Iqbal.

Ia menambahkan saat ini laju perbaikan kawasan kumuh hingga tahun 2019 sudah terealisasi sebesar 60% dari luas kawasan 740,10 HA pada tahun 2014. Karena itu, kata dia, program ini sangat membantu warga dan pemerintah.

“Dukungan pembiayaan ADB melalui kementrian PUPR menjadi stimulan yang akan diaplikasikan juga oleh Pemkot melalui berbagai dana pembiayaan, salah satunya melalui APBD,” ujarnya.

Sementara itu, Mr Masatsugu Asakawa mengaku bahagia atas sambutan yang diberikan masyarakat. Ia berharap program ini bisa berkelanjutan agar masyarakat dapat hidup layak dan belajar bersih.

“Terimakasih atas sambutannya yang luar biasa. Saya bahagia berada di sini. Semoga masyarakat di sini bisa hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tidak kumuh lagi,” tuturnya.

Penasehat Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Jepang ini juga mengunjungi Jalan Inspeksi Kanal RT 01 RW 01 masih untuk meninjau lokasi RISE.

Pada tempat peninjauan kedua ini, Pj Wali Kota Makassar dan Presiden ADB mengecek langsung perbaikan yang sudah dilakukan seperti sanitasi, drainase, jalan lingkungan serta rumah warga.

Diketahui, dari total 11 unit rumah yang ditargetkan akan diperbaiki, sudah ada 8 unit yang telah di perbaiki oleh ADB dan secara resmi dilounching Pj Wali Kota Makassar bersama Presiden ADB.

Info Adanya Pasien Positif Corona di Makassar Dipastikan Hoax

KabarMakassar.com — Kabar perihal adanya warga di Kota Makassar yang positif terjangkit Virus Corona, beredar di sejumlah whatsapp grup dan media sosial, hari ini, Senin (2/3).

Dalam tangkapan layar sebuah percakapan whatsapp yang diunggah salah satu netizen di akun facebook, seeorang wanita yang didepan namanya bertitel dokter (dr) kitu menyampaikan jika di Makassar ada salah seorang pasien di salah satu Rumah Sakit yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona.

“d makassar ada postof Corona di salah satu rumah sakit, keluar pake maske, kurang tempat umum,” tulisnya dalam sebuah percakapan yang tangkapan layarnya diunggah di media sosial dan ramai menjadi perbincangan warga Makassar.

Dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari dengan tegas membantahnya. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoax.

“Informasi yang beredar itu kita pastikan hoax,” tegas Ichsan, Senin (2/3).

Ichsan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan informasi secara resmi jika memang ada warga yang terpapar Virus Corona atau dirawat di rumah sakit di wilayah Sulsel.

“Kalau memang ada, informasi resminya pasti kita sampaikan dan kita jelaskan,” ujarnya.

Olehnya itu, Ichsan mengimbau masyarakat Sulsel untuk tidak panik dan tidak mempercayai penyebaran informasi dari sumber yang akurat serta tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Ichsan menambahkan, di Sulsel RSUP Wahidin Sudirohusodo merupakan salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan untuk perawatan jika ada pasien di Sulsel yang terpapar Virus Corona.

“Kita setiap saat berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. jika terdapat keadaan yang betul-betul pasti terkait penanganan pasien Corona, informasi akan disampakan secara resmi melalui lembaga pemerintahan secara terbuka,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin juga membantah kabar tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini Kota Makassar masih aman dari Virus Vorona.

“Saya sudah cek tadi pagi, belum ada laporan. Kita akan terus pantau dan berkomunikasi dengan intens dengan seluruh rumah sakit di Makassar,” kata Naisyah.

Meski begitu, Naisyah tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di tempat keramaian dan tidak bepergian bila tak ada urusan penting.

“Lebih baik mencegah daripada mengobat. Jaga kesehatan, dan bila mengalami batuk biasa seharusnya jangan malu memakai masker,” ujarnya.

Polemik Berakhir, YOSS Serahkan Stadion Mattoangin Ke Pemprov Sulsel

KabarMakassar.com — Polemik Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) yang selama ini menjadi penghambat porses renovasi stadion tersebut akhirnya berakhir.

Senin (2/3), pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) yang selama ini menjadi pengelola stadion tersebut secara resmi menyerahkannya ke Pemerintah Provinsi Sulsel.

Penyerahan yang ditandai dengan penandatanganan akta oleh Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur itu disaksikan langsung Wakil Ketua KPK Nurul Gufron, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Ina Kartika Sari, dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel.

Nurdin Abdullah mengatakan, sejak awal aset ini tidak memiliki masalah. Penyerahan yang dilakukan hari ini didasarkan pada kesepakatan antara Pemprov Sulsel dan pihak YOSS serta bantuan dan dorongan dari pihak lain, termasuk DPRD Sulsel, Korsupgah KPK, dan Kejati Sulsel.

“Aset kita tidak ada masalah, termasuk Mattoanging. Nah ini Andi Ilham akan menyerahkan Mattoanging. Ini sudah bagus, sudah ada kesepakatan. Kemarin itu cuma perlu kita mencari titik temu. Kemarin itu saya, ketua DPRD dan Komisi A sudah bicara sama beliau. Tidak ada sedikit pun kita mau menghalang-halangi,” kata Nurdin.

Dengan penyerahan ini, kata dia, berarti sudah tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal proses pelaksanaan rehabilitasi Stadion Matoangin. Nurdin memastikan, pengerjaannya akan segera dilaksanakan.

Ditanya terkait pengelolaan Stadion Mattoanging kedepannya, Nurdin mengaku saat ini belum bisa menentukan pihak mana yang akan mengelola.

“Soal pengelolaan, nanti. Sampai hari ini kita belum ada konsep siapa yang akan mengelola. Tapi YOSS ini kan ini dari dulu sudah mengelola olahraga, sehingga sedikit banyaknya beliau punya andil mengelola olahraga di Sulsel, termasuk Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging),” ujarnya.

“Nanti setelah selesai (renovasi) kita duduk bersama lagi. Kan kita lihat kecocokannya. Kalau sekarang ini kan YOSS jalan sendiri, dan memang tidak ada APBD apapun masuk ke situ. Kedepan tentu kita lebih intens untuk mengurus itu,” pungkasnya.

JMS Akui Intens Komunikasi Kepada Empat Partai

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menunjuk Jamaluddin M Syamsir (JMS) sebagai bakal calon bupati pada Pilkada Bulukumba September mendatang.

Keputusan itu berdasarkan rapat pleno pada Minggu (1/3) kemarin. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Tim 9 DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid.

“Iya sudah ditetapkan tadi di DPP dalam rapat pleno tim desk Pilkada DPP,” kata Kadir.

Dikonfirmasi terpisah, Jamaluddin M Syamsir mengaku bersyukur dirinya dipercayai Golkar untuk maju dan bertarung di Pilkada Bulukumba.

“Ini memang baru surat tugas untuk menggenapkan dukungan tapi alhamdulillah. Untuk itu, kita tentu sangat siap untuk menggenapkan usungan,” kata JMS, Senin (2/3).

Karena itu, JMS mengaku intens melakukan komunikasi politik kepada sejumlah partai politik yang siap berkoalisi untuk mencukupkan delapan kursi persyaratan pendaftaran di KPU.

“Saat ini saya fokus lakukan komunikasi ke beberapa partai seperti PKS, Berkarya, PKB, dan PAN. Karena syarat untuk maju itu kan delapan kursi,” ungkapnya.

Adapun ditanya terkait beredarnya pernyataan Nurdin Halid yang memberikan surat tugas kepada Andi Hamzah Pangki, JMS mengaku jika hal tersebut adalah hoax.

“Itu tidak benar, saya sudah konfirmasi ke Pak Nurdin Halid,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Partai Golkar memiliki 4 kursi pada DPRD Bulukumba. Oleh karena itu, JMS masih membutuhkan 4 kursi lagi untuk mencukupkan syarat maju pada Pilkada Bulukumba.

2 WNI Positif Corona, Gubernur Imbau Warga Kurangi Aktifitas di Tempat Keramaian

KabarMakassar.com — Presiden RI Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terpapar Virus Corona (COVID-19), Senin (2/3).

Saat ini, kedua warga Depok, Jawa Barat, yang terpapar Virus Corona tersebut Indonesia tersebut telah diisolasi dan dirawat intensif di RS Sulianti Saroso Jakarta Utara.

Menyikapi hal ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh warga Sulsel untuk mengurangi aktivitas yang tak perlu untuk menghindari terpapar dari Virus Corona.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel supaya kurangi bersentuhan dulu, dan datang ke tempat-tempat keramaian kalau tidak perlu,” kata Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (2/3).

Nurdin meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan.

“Jaga baik-baik kesehatan, tubuh harus kuat, sehat. Jangan sampai lemah kondisi tubuh kita, karena kondisi tubuh yang lemah mudah masuk penyakit. Bukan hanya Corona, tapi semua virus,” ujarnya.

Kepada instansi terkait, Nurdin juga mengaku telah meminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan yang terburuk.

“Makanya kita minta juga supaya Dinkes mempersiapkan ruang isolasi ketika terjadi kasus suspect kena Corona,” ucapnya.

Selain itu, Nurdin juga meminta semua pihak yang berhubungan dengan pintu masuk Sulsel untuk memperketat pemeriksaan kesehatan pada setiap orang yang baru datang atau ingin masuk ke Sulsel.

“Semua lini harus lebih mengantisipasi hal-hal yang kita tidak inginkan, termasuk Angkasa Pura supaya berkoordinasi dengan Dinkes untuk mendeteksi semua tamu-tamu yang masuk ke Sulsel dari berbagai negara dan daerah,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, dua warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif terjangkit Virus Corona atau COVID-19. Keduanya kini berada di Tanah Air dan sudah dirawat. Hal tersebut diumumkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/3).

Jokowi mengungkapkan, penemuan dua WNI yang positif terjangkit COVID-19 ini berawal dari pengakuan warga negara Jepang di Malaysia yang dinyatakan positif Corona, dan mengaku usai mengunjungi Indonesia. Setelah itu, dilakukan penelusuran oleh tim. Hingga akhirnya ditemukan dan adanya dua WNI yang juga dinyatakan positif Corona.

“Ditelusuri dan ketemu. Sudah ditemukan, ternyata orang yang telah terkena virus corona ini berhubungan dengan dua orang. Seorang ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Kita cek pada posisi yang sakit. Dicek, dan tadi pagi saya mendapati laporan dari menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenen, Jakarta.

Warga Jepang yang terinveksi Corona tersebut, kata dia, sempat bertemu seorang anak di Indonesia. Dan setelah diperiksa, ternyata yang bersangkutan positif Corona.

“Di Indonesia. Sudah di rumah sakit. Tadi saya sampaikan bahwa yang Jepang ini bertemu dengan anak. Anak berumur 30 tahun dan ada di Indonesia,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, sejak awal pemerintah sudah menyiapkan rumah sakit khusus dengan standar isolasi yang baik untuk pasien terjangkit Virus Corona. Selain itu, katanya, ada delapan peralatan yang memadai.

“Kita memiliki tim gabungan TNI-Polri dan sipil dalam penanganan ini. Kita memiliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional. Kita memiliki anggaran dan ini diprioritaskan menangani ini,” ucapnya.

Sementara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, dua orang WNI yang dinyatakan positif Virus Corona atau COVID-19 tersebut adalah warga Depok, Jawa Barat. Kini, keduanya sudah diisolasi dan dirawat intensif di RS Sulianti Saroso Jakarta Utara agar tidak menyebar ke warga lainnya.

“Rumahnya dicek, ibu dan anak, (umurnya) 31 dan 61 tahun. Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Jakarta, daerah Depok,” kata Terawan.

Menurut Terawan, kedua WNI tersebut baru terdeteksi positif Corona pada 1 Maret 2020. Setelah itu, jelas dia, dilakukan pemeriksaan.

“Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Dibandingkan kita mengacu. Karena tidak mungkin,” katanya.

Mahasiswa UMI Gelar Aksi Tolak Omnibus Law dan Industrialisasi Pendidikan

Kabarmakassar.com — Aliansi Mahasiswa UMI (AMU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin, (2/3).

Aksi tersebut berlangsung kurang lebih 2 jam dengan membakar sejumlah ban bekas dan menahan satu unit truk kontainer untuk dijadikan mimbar aksi.

“Kami melakukan aksi prakondisi dengan isu besar tolak Omnibus Law dan industrialisasi pendidikan,” kata Humas Aliansi, Faat.

Faat mengaku jika aksi pertama ini merupakan kampanye penyerbarluasan penolakan Omnibus Law kepada masyarakat. Terutama, kata dia, yang ada di Kota Makassar.

“Bahwa Rancangan Undang Undang (RRU) Omnibus Law ini akan berdampak dan sangat merugikan kepada mahasiswa, buruh, pelajar, dan semua elemen masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Jenderal Lapangan (Korlap) Aksi, Iful menegaskan bahwa mahasiswa menjadi sasaran bagi kepentingan investor dibawah RUU Omnibus Law.

“Di Indonesia angkatan kerja baru setiap tahunnya kian meningkat. Dengan dalih RUU Cipta Karja, kita mahasiswa akan makin celaka setelah lulus,” kata Iful.

Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) ini menambahkan, hal itu dibarengi dengan wacana konsep kampus merdeka oleh menteri pendidikan Nadiem Makarim.

“Dia mencoba mengkolaborasikan sektor pendidikan tinggi dan industri, perusahaan, organisasi nirlaba, serta institusi multilateral. Hal itu akan berdampak sangat buruk terhadap ruang demokrasi kampus, yang hanya satu arah yaitu untuk investasi,” pungkasnya.

BNNP Sulsel Musnahkan 3,7 Kg Sabu Senilai Rp5,5 M

KabarMakassar.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel memusnahkan 3,7 kilogram narkoba jenis sabu senilai Rp5,5 miliar, hasil tangkapan di Kota Parepare, dengan tersangka empat orang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kabupaten Pinrang, Senin (2/3).

Kepala BNNP Sulsel, Idris Kadir mengatakan, pemusnahan barang bukti ini adalah hasil pengembangan kasus pada tahun 2019 lalu.

“Empat orang perempuan berhasil diamankan di dalam mobil di depan kampus Universitas Muhammadiyah Parepare. Satu sebagai koordinator dan tiga lainnya sebagai kurir,” kata Idris, saat menggelar konferensi pers di kantornya.

Idris menyebutkan, keempat pelaku tersebut masing-masing berisial KM (29), FT (53), AR (26), dan AL (34). Mereka diamankan bersama barang bukti yang disembunyikan didapatkannya di dalam celana untuk mengelabui petugas.

“Masing-masing pelaku membawa paket sabu sebanyak 1 Kg lebih. AL sebagai Koordinator yang menjemput ketiganya di Pelabuhan Parepare. Rencananya barang tersebut akan dibawa ke Kabupaten Sidrap,” ucapnya.

Keempat tersangka, kata dia, dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 5 sampai 20 tahun penjara.