Siapkan Tempat Nongki Kaum Millenial, MBF Launching Ka-ga-nga Coffee

KabarMakassar.com — Millenial Business Forum (MBF) dan Makassar Hub Creative (MHC) melaunching produk anggotanya, yakni Ka-ga-nga Coffee, yang berlokasi di Lantai 1 Kantor Kabar Makassar, Kompleks Latanete Plaza Makassar, Ahad (23/2).

Ka-ga-nga Coffee adalah usaha di bidang jasa cafe yang dikembangkan anak muda Makassar di bawah binaan MBF dan MHC, komunitas bisnis anak-anak muda Makassar yang selama ini digagas Kabar Makassar dan KGI Network.

“Launching ini sebagai perkenalan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sumbangsih buat generasi milenial Makassar yang selama ini tumbuh subur di kota ini,” kata Ketua MBF, Winnie disela acara launching Ka-ga-nga Coffee.

Rifki selaku pengelola Ka-ga-nga Coffee mengaku senang Kabar Makassar memberi ruang kepada mereka untuk berusaha.

“Alhamduillah kami diberi ruang untuk mengembangkan usaha disini. Ini outlet ketiga kami di Kota Makassar,” katanya.

Sementara, Founder dan CEO KGI Network, Upi Asmaradhana mengatakan, MBF adalah komunitas milenial bentukan Kabar Makassar sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak muda Makassar untuk berusaha secara mandiri.

Saat ini, kata dia, BMF sudah memasuki tahun kedua sejak pertama kali diluncurkan pada 2018 lalu.

Selain menyiapkan tempat workshop, praktek dan juga jualan secara online dan offline, BMF dan MHC juga akan menfasilitasi para startup di Kota Makassar untuk saling berkolaborasi, mengembangkan diri, kapasitas dan juga jejaring usahanya.

“Saat ini media tak hanya memproduksi berita, tapi juga menginisiasi kebaikan-kebaikan. Salah satunya membantu anak-anak muda kreatif untuk berusaha dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya,” kata Upi.

Upi berharap, para anak muda Makassar bisa bergabung di Kabar Makassar, MBF dan MHC untuk saling berkolaborasi mengembangkan usahanya.

“Ini tempat khusus buat anak-anak milenial Makassar,” pungkasnya.

Digelar Malam Hari, Pawai Budaya di Parepare Berlangusng Meriah

KabarMakassar.com — Pawai Budaya yang digelar dalam rangka memperingati hari Jadi Kota Parepare ke-60 yang di pusatakan di lapangan Andi Makkasau, Ahad (23/2), berlangusng meriah.

Dalam rangka memeringati hari jadi kota Parepare ke-60 tahun. Disdikbud Parepare menghelat pawai budaya. Kegiatan itu dipusatkan di lapangan Andi Makkasau, Sabtu (22/02/2020).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pawai Budaya kali ini digelar pada malam hari. Kegiatan yang diikuti 92 kelompok dan 13 barisan mandiri ini menampilkan busana dengan bentuk atau motif beberapa ikon Kota Parepare, seperti Monumen Cinta Habibie dan Ainun.

Tak hanya itu, selain mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, para peserta yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA dan sejumlah elemen masyarakat ini juga menampilkan kreativitasnya melalui berbagai macam alat transportasi tradisonal yang didekor sedemikian rupa. Diantaranya becak hias, perahu hias, dan kuda.

“Alhamdulillah, acara berlangsung sukses dan meriah. Ratusan warga antusias datang menonton menyaksikan pawai budaya ini,” tutur Kabid Kebudayaan Disdikbud Parepare, Mustadirham, yang juga ketua panitia kegiatan ini.

Menurut Mustadirham, Pawai Budaya ini merupakan bagian dan upaya Pemrintah Kota Parepare untuk melestarikan budaya sekaligus menjadikannya sebagai pemersatu masyarakat yang ada di Kota Parepare.

“Dengan momentum ini, kita mengajak semua elemen masyarakat yang ada untuk bersama-sama saling mendukung dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan serta menjalin sinergitas dalam memajukan Kota Parepare ini,” ujarnya.

Begini Kronologis Masuknya Preman ke Sekolah dan Aniaya Siswa SMKN 2 Gowa

KabarMakassar.com — Seorang pelajar SMK Negeri 2 di Kabupaten Gowa berinisial ABR (16), menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman di dalam area sekolahnya pada Jumat (21/2) kemarin.

Siswa kelas 10B jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu dipukuli oleh beberapa orang preman yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas saat jam pelajaran tengah berlangsung.

Tak hanya dianiaya di dalam kelas, korban juga sempat diseret hingga keluar area sekolah. Akibat peristiwa terebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus dirawat di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa.

Pihak keluarga korban pun menyesalkan sikap pihak sekolah yang membiarkan para preman tersebut masuk ke dalam area sekolah dan terkesan membiarkan aksi penganiayaan terhadap korban terjadi.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Nurhadi yang dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa salah satu siswanya itu.

Nurhadi mengatakan, saat kejadian dirinya berada di pintu masuk utama bersama security sekolah. Sementara para preman yang menganiaya ABR masuk lewat pintu belakang sekolah yang berdekatan dengan SMK Negeri 3.

“Mereka (para preman) masuk itu bukan lewat pintu utama. Seandainya pintu utama pasti dilarang masuk, karena kebetulan saya juga berada di depan, duduk bersama security. Mereka masuk lewat pintu belakang dengan cara merusak gembok pagar, kemudian masuk ke dalam kelas,” kata Nurhadi saat ditemui kabarmakassar.com, Ahad (23/2).

Menurut Nurhadi, di pintu belakang sekolah tempat masuknya para preman tersebut memang tidak dilakukan penjagaan oleh security. Sebab, jika proses belajar mengajar dimulai, pintu tersebut ditutup dan digembok.

“Memang disini (pintu belakang) tidak disiapkan security. Security di pintu utama, di depan. Karena disini di kunci mati,” jelasnya.

Pintu belakang SMK Negeri 2 itu, kata dia, berdekatan dengan pintu gerbang utama SMK Negeri 3 Sungguminasa. Sementara, security berada di pos jaga di pintu utama (depan).

“Jadi, saat kejadian itu mobil para preman masuk di lorong pintu gerbang SMK 3 samping SMK 2. Mobilnya diparkir di depan pintu Gerbang SMK 3. Security tidak mengetahui karena jaraknya jauh dari gerbang utama pos jaga. Saya juga tahu hanya sepintas karena saya sama security di depan,” terangnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK (MKKSS) Kabupaten Gowa, Muh Yusuf mengatakan, terkait insiden ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel juga sudah datang langsung ke lokasi (SMK Negeri 2 Sungguminasa) dan meminta pihak sekolah untuk melakukan penutupan jalan pintu gerbang masuk SMK Negeri 3 yang ada di samping SMK Negeri 2 Sungguminasa.

“Kepala Dinas tadi sudah turun ke lokasi meninjau langsung dan mengeluarkan rekomendasi antara lain penutupan pintu. Jadi nanti itu antara SMK 2 dan 3 akan terpisah pintu masuknya,” kata Yusuf.

“Kerawanannya ini adalah karena pintu SMK 2 dan 3 bersampingan. Sehingga orang yang dari luar tidak dapat terpantau masuk. Makanya ini akan kita tembok. Pintu utama SMK Negeri 3 sebenarnya ada di sebelah di Jalan Basoi Daeng Bunga,” pungkasnya.

Masuk ke Dalam Kelas, Preman Pukuli Pelajar di Gowa

KabarMakassar.com — Seorang pelajar SMK Negeri 2 di Kabupaten Gowa berinisial ABR (16), menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman di dalam area sekolahnya.

Siswa kelas 10B itu dipukuli oleh beberapa orang preman yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas saat jam pelajaran tengah berlangsung, Jumat (21/2) kemarin.

Tak hanya dianiaya di dalam kelas, korban juga sempat diseret hingga keluar area sekolah. Akibat peristiwa terebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus dirawat di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa.

Menurut keterangan Ali Padjarang yang merupakan paman korban, saat kejadian keponakannya itu sementara berada di dalam kelas mengikuti proses belajar mengajar. Tiba-tiba, datang sekelompok preman yang langsung menarik korban dari dalam kelas.

“Sekitar lima orang masuk ke dalam sekolah mengaku sebagai petugas kepolisian. Mereka masuk ke dalam kelas 10 jurusan teknik komputer jaringan B, dan menarik korban lalu memukulnya berdamai-ramai,” kata Ali kepada kabarmakassar.com, Ahad (23/2).

Pada saat kejadian, kata dia, guru yang tengah mengajar sempat menegur para pelaku dan menanyai alasan mereka masuk ke dalam kelas. Namun, preman tersebut justru balik membentak dan meminta sang guru agar tidak ikut campur. Ciut dengan gertakan, guru itupun hanya menyaksikan anak didiknya dikeroyok para preman tersebut.

“Hanya dilihat-lihati oleh gurunya. Harusnya ini guru berusaha melerainya atau dia melindungi muridnya, karena ini juga tanggungjawabnya,” sesal Ali.

Tak sampai disitu, lanjut Ali, para preman yang belum puas memukuli korban di dalam area sekolah kemudian menyeret korban hingga keluar area sekolah, dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil lalu dibawa pergi.

Tapi belakangan, para pelaku ini menyadari jika mereka salah sasaran. Sehingga para preman terebut langsung membawa korban ke Ruang IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk mendapat perawatan. Namun setelah korban sampai di Ruang IGD para pelaku kemudian kabur meninggalkan korban.

“Pelaku sendiri yang bawa ke rumah sakit. Karena mereka sadari jika korban ini bukanlah targetnya atau salah sasaran,” ungkapnya.

Atas peristiwa ini, Ali mengaku sangat menyanyangkan sikap dari pihak sekolah yang seakan tidak melindungi anak didiknya. Ia pun merasa sekolah bukanlah tempat yang aman. Keluarga korban juga sudah melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polres Gowa.

Setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf, saat ini korbansudah berada di kediamannya.

Sementara, salah seorang teman kelas korban juga membenarkan kejadian tersebut. Kepada kabarmakassar.com, Azizah menjelaskan kronologis pemukulan teman kelasnya.

“Iye kulihatki, pertama masuk baju hitam ke kelas lalu memukul ABR. Kemudian masuk bapak-bapak berbaju batik abu-abu kayak pak guru,” kata Azizah, saat ditemui di rumah korban.

“Kalau yang Bapak-bapak pake baju batik, kasih tidur ABR lalu tendang-tendang kepalanya,” terangnya.

Nurhaldin Serahkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke Sekretariat DPRD Makassar

KabarMakassar.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Nurhaldin NH melakukan sejumlah gebrakan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Bahkan, politisi Partai Golkar itu membantu memerangi dan sebagsi upaya mencegah wabah Covid-19 ini di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar dengan memberikan alat pelindung diri (APD), handsanitizer dan alat penyemprot desinfektan.

Pemberian bantuan itu diberikan secara langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris DPRD Makassar, Abdul Azis Hasan didampingi pejabat struktural di Ruangan Kabag Umum Sekertariat DPRD Kota Makassar, Senin (23/30).

Terkait hal itu, Abdul Asiz Hasan mengatakan pihaknya akan gencar melakukan pencegahan Covid-19. “Hari ini kita akan perangi Covid-19, semoga adanya giat ini akan membebaskan kantor DPRD Kota Makassar dari Covid-19 agar setiap yang berkunjung akan merasa aman,” kata Asiz.

“Kantor ini cukup bagus dan mewah sehingga perlu keseimbangan antara gedung yang mewah seperti ini dengan lingkungannya itu harus ikut mendukung,” tambahnya.

Sementara itu, Andi Nurhaldin mengaku tindakan ini dilakukan sebagai wujud kepeduliannya selaku Pimpinan DPRD Kota Makassar terhadap para pejabat dan staf lingkup Sekretariat DPRD Kota Makassar.

“Ini bentuk kepedulian kami kepada para staff dan pegawai yang menjadi garda terdepan memberikan dukungan dalam melaksankan tugas dan fungsi dirinya selaku wakil rakyat,” kata Nurhaldin.

3 Pelajar Terseret Arus di Pantai Ujung Tape, 1 Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Tiga Pelajar SMP Negeri 4 Pinrang yang sedang bermain di Pantai Ujung Tape, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang pada Ahad (23/2) pagi, terseret arus.

Dari tiga pelajar korban terseret arus tersebut, satu diantaranya yang diketahui bernama Iskandar (15) warga Sekkang, Desa Massulowalie, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, meninggal dunia.

Sementara dua lainnya selamat. Namun satu diantaranya harus dilarikan ke RSUD Lasinrang, Pinrang, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Lurah Pallameang, Fajrin Abma saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban meninggal dunia saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Iya benar, tiga orang (terseret arus). Satu meninggal dunia, dua selamat. Salah satu dari yang selamat itu dilarikan ke rumah sakit,” terang Fajrin kepada KabarMakassar.com.

Longsor di Pinrang, Akses Jalan Antar Desa di Lembang Nyaris Tertutup

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pinrang Sejak Sabtu (22/2), mengakibatkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Lembang, Ahad (23/2).

Berdasarkan data yang dihimpun KabarMakassar, setidaknya ada lima titik longsor yang terjadi di kecamatan tersebut. Dua diantaranya longsoran besar yang nyaris menutup akses jalan poros atau penghubung antara dua desa, yakni Desa Bakaru dan Desa Basseang.

Selain material longsor, di lokasi tersebut juga ada dua tiang listrik tumbang yang kabelnya terbentang tenagh jalan dan sangat membahayakan warga yang melintas.

“Untuk sementara, akses jalan di titik longsor terbuka seadanya. Pengendara yang melintas harus extra hati-hati, karena terdapat jurang di sisi kiri jalan,” kata Kepala Desa Bakaru, Alimuddin Moteng, Ahad (23/2).

Saat ini, kata dia, Pemerintah Desa dan warga sekitar dengan alat seadanya bergotong royong untuk memindahkan material longsor yang menutupi jalan.

“Alat berat belum tiba di lokasi. Saat ini alat berat pemda masih di Perkampungan Mu’alaf, Lembang,” terangnya.