Ada Pengerjaan Koneksi Pipa, Distribusi Air Bersih ke 17 Titik Disetop Sementara

KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makasar, akan menyetop sementara distribusi air bersih ke sejumlah pelanggan yang bermukim di 17 titik di wilayah pelayanannya. Hal ini diperkirakan bakal berlangsung dua hari.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengatakan, penghentian sementara distribusi air bersih ini dilakukan menyusul adanya pengerjaan koneksi pipa distribusi berdiameter 300 mm ke diameter 150 mm di Jalan Batua Raya pada Rabu 18 Februari 2020, dan pengerjaan pipa distribusi dengan diameter 350 mm di Jalan Metro Tanjung Bunga pada Kamis 19 Februari 2020.

“Suplay air bersih kita setop selama dua hari. Penghentian distribusi air akan dimulai pukul 09.00 WITA. Jadi warga yang terkena dampak diimbau untuk melakukan langkah antisipasi dengan menampung air sebelum pengerjaan dilakukan,” kata Hamzah, Senin (17/2/2020).

Hamzah menyebutkan, untuk wilayah Batua Raya ada tujuh titik yang terkena dampak dari pengerjaan pipa ini, yakni Jalan Batua Raya dan sekitarnya, Jalan Borong Raya dan sekitarnya, Jalan Toa Daeng dan sekitarnya, Jalan Swadaya dan sekitarnya, Jalan Bonto Bila dan sekitarnya, Jalan Angrek dan sekitarnya, serta Jalan Mawar dan sekitarnya.

Sedangkan untuk pengerjaan pipa di Jalan Metro Tanjung Bunga, ada 10 wilayah yang terkena dampak. Diantaranya, Rusunawa dan sekitarnya, Trans Studio Mall, Perum Double Dekker, RS Siloam, Hotel Gammara, Center Point of Indonesia, Hotel Swiss Bellin, sebagian Jalan Nusantara, sebagian Jalan Sulawesi, sebagian Jalan Riburane.

“Suplay air akan mengalir normal secara bertahap beberapa saat setelah pengerjaan selesai dilaksanakan,” ujarnya.

4 Tahun Kepemimpinan Sukri-Tomy dan Realisasi RPJMD 2016-2021

KabarMakassar.com — Hari ini, Senin (17/2), tepat empat tahun AM Sukri Sappewali sebagai Bupati dan Tomy Satria Yulianto sebagai Wakil Bupati memimpin Kabupaten Bulukumba sejak dilantik mpada 2016 lalu.

Pasangan yang dikenal dengan ST15 ini ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada pada 2015 silam dengan total raihan sebanyak 60.517 suara dari lima kandidat psangan calon bupati yang mengikuti kontestasi ilkada Bulukumba saat itu. 

Empat tahun menahkodai kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi, kritikan dan masukan yang ditujukan pada pemerintahan Sukri-Tomy terus mengalir dari berbagai pihak. Namun, sejumlah capaian dan penghargaan di berbagai bidang juga berhasil diraih Kabupaten Bulukumba di periode kepemimpinan mereka.

Beberapa capaian yang telah berhasil diwujudkan Sukri-Tomy diantaranya: hadirnya Public Safety Center (PSC) 119, layanan kesehatan yang terjun langsung ke rumah-rumah warga. Dimana untuk bisa mendapatkan layanan tersebut, warga cukup menghubungi hotline telepon 119.

Di sektor pertanian, pemerintahan Sukri-Tomy menghadirkan dan menyalurkan 2 ribu hektare asuransi pertanian bagi petani yang gagal panen.

Angka kemiskinan juga berhasil ditekan, di angka 9,15 persen pada trahun 2015 menuju angka 7,26 persen di tahun 2019. 

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali pada beberapa kesempatan membeberkan, ada 25 program prioritas yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021. Program prioritas tersebut adalah penjabaran dari visi dan misi saat menjadi peserta Pilkada 2015 yang lalu.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba, Feryyawan Fahmi, 25 program yang tertuang di dalam RPJMD 2016-2021 saat ini sudah hampir terpenuhi semuanya.

“Terkait pembangunan museum dan gedung kesenian, itu telah dialokasikan anggarannya di tahun 2020 ini. Yang terpenting, di tahun 2020 ini telah dialokasikan dana kelurahan bagi 20 kelurahan di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Feryyawan.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan, selama empat tahun memimpin Bulukumba, AM Sukri Sappewali bersama dirinya lebih banyak fokus untuk memperbaiki pelayanan dasar masyarakat. Menurut dia, hal ini sebagai bagian dari upaya merespon keinginan masyarakat agar lebih dekat.

Meski hasil kerjanya bersama AM Sukri Sappewali mendapat pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai pemerintah kabupaten yang menempati posisi 8 dengan kinerja tertinggi secara nasional, ia juga tak menampik jika masih ada sejumlah kekurangan. Hal itu kata dia merupakan hal yang wajar mengingat dirinya bersama AM Sukri Sappewali bukanlah pemimpin yang sempurna

“Tidak ada pemimpin yang ingin dihujat oleh rakyatnya. Itulah sebabnya kami senantiasa bekerja keras untuk memastikan program kegiatan akan kami teruskan dalam sisa waktu periode ini yang akan berakhir pada tahun 2021,” kata Tomy.

Tak Ada Acara Khusus

Tak ada acarqa khusus yang digelar Pemkab Bulukumba untuk memperingati empat tahun kepemimpinan AM Sukri Sappewali – Tomy Satria Yulianto memimpin Kabupaten Bulukumba sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Hari ini, baik Sukri maupun Tomy sama-sama sibuk menjalankan agenda masing-masing. AM Sukri Sappewali memantau pelaksanaan hari pertama ujian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang dipusatkan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB).

Setelah memantau tes CPNS, Sukri Sappewali kemudian bergeser ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk memantau pelaksanaan hari pertama tes wawancara bakal calon kepala desa.

Tes Wawancara ini adalah kelanjutan dari tes tertulis yang dilaksanakan sebelumnya untuk desa yang memiliki lebih dari 5 orang bakal calon kepala desa.

“Kita berharap para bakal calon kepala desa ini dapat memaparkan apa yang akan dilakukan untuk desanya, sesuai potensi yang dimiliki desa sehingga dia betul-betul dapat dinilai pantas atau layak menjadi kepala desa,” kata Sukri Sappewali.

Sementara, Tomy Satria Yulianto hari ini menghadiri acara penyerahan surat keputusan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Bank Sulselbar yang resmi ditunjuk sebagai bank penerima Ongkos Naik Haji (ONH) untuk wilayah Sulsel, di Hotel Claro Makassar.

Pj Walikota Sudah Kantongi Nama 4 Direksi Baru PDAM Makassar

KabarMakassar.com — Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku telah mengantongi empat nama direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar periode 2020-2025.

Meski begitu, Iqbal belum mau membeberkan keempat nama direksi baru Perumda Air Minum Kota Makassar tersebut.

“Sudah ada (nama-namanya). Tanya Timsel, saya tidak hapal,” kata Iqbal, Kamis (13/2).

Ia mematikan, pelantikan direksi baru Perumda Air Minum itu akan segera dijadwalkan. Pasalnya, saat ini posisi direksi di perusahaan milik Pemkot Makassar itu masih dijabat oleh pelaksana tugas.

“Segera kita lantik,” ujarnya.

Sekadar diketahui, tahapan seleksi direksi Perumda Air Minum Kota Makassar periode 2020-2025 dilakukan sepenuhnya oleh tim seleksi yang diketuai Sekretaris Daaerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.

Selain menyeleksi para calon direksi, Timsel juga langsung menentukan posisi dari masing-masing direksi, mulai dari direktur utama, direktur umum, direksi teknik, dan direksi keuangan.

Adnan Sebut Pemkab Gowa dan PPP Selalu Bergandeng Tangan

KabarMakassar.com — Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-47 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tingkat Provinsi Sulsel dipusatkan di Kabupaten Gowa, tepatnya di Gedung Haji Bate Sungguminasa Jalan Tumanurung Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (17/2).

Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan yang hadir pada acara tersebut mengaku sangat berterima kasih atas dipilihnya Kabupaten Gowa sebagai tuan rumah. Ia menyebut, pemilihan Gowa sebagai tempat pelaksanaan peringatan Harlah ke-47 PPP ini sangat tepat.

“Pemilihan Kabupaten Gowa tentu merupakan pemilihan yang sangat tepat, karena disinilah masyarakat memberikan dukungan tertinggi sehingga Partai Persatuan Pembangunan bisa menjadi Ketua DPRD Kabupaten Gowa,” kata Adnan.

Terlebih, kata dia, selama ini partai dengan lambang Ka’bah tersebut selalu mewarnai setiap kemajuan dan program-program prioritas pemerintah, yang tentunya bermuara pada pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan Kabupaten Gowa.

“Pemerintah Kabupaten Gowa dan PPP selalu bergandengan tangan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Gowa. Itu terbukti dari komunikasi kita yang baik, sehingga mampu mengesahkan semua program-program yang tentunya bermuara pada kemajuan Kabupaten Gowa,” kata Adnan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel, Muhammad Aras mengungkapkan, Kabupaten Gowa dipilih sebagai lokasi perayaan Harlah ke-47 PPP di tingkat Provinsi Sulsel, karena tingginya kepercayaan masyarakat terhadap PPP.

“Dari sekian pertimbangan yang kita lakukan adalah bahwa Gowa merupakan pemenang pertama dan terbesar di Sulsel dengan mendudukan 8 kader di DPRD, yang sekaligus menempatkan kader kita sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gowa. Olehnya itu tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menempatkan puncak Harlah ini di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Aras menambahkan, Gowa merupakan lumbung suara PPP di Sulsel untuk menopang suara kabupaten, provinsi dan DPR RI, sehingga Gowa menjadi contoh dan teladan untuk membangun dan mengembangkan PPP di Indonesia.

Tanam 18.000 Bibit Vetiver, Pemkab Gowa Raih Rekor LEPRID

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) berkat penanaman 180.000 bibit Vetiver yang dilakukan secara serentak di 11 kecamatan di wilayahnya.

Piagam Rekor LEPRID tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka kepada Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan didampingi Wabup Abd Rauf Malaganni, disela penanaman vetiver di Kecamatan Parangloe, Senin (17/2).

“LEPRID datang ke Kabupaten Gowa untuk memberikan penghargaan apresiasi kepada pemerintah dan juga masyarakat Kabupaten Gowa yang hari ini secara serentak di 71 desa/kelurahan di 11 kecamatan melakukan penanaman vetiver atau akar wangi sebanyak kurang lebih 180 ribu,” kata Paulus.

Paulus juga mengatakan, Kabupaten Gowa pertama di Indonesia yang melakukan penanaman vetiver secara serentak dengan melibatkan sekitar 22 ribu orang, yang terdiri dari masyarakat, ASN, TNI-Polri, PKK, pelajar dan mahasiswa.

“Ini baru pertama kali penanamannya secara massal dan akan diikuti oleh kota-kota lain di seluruh Indonesia, karena ini merupakan program nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Sementara, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, penanaman yang dilakukan di 11 kecamatan tersebut merupakan wilayah yang memang rawan longsor di Kabupaten Gowa.

Ia merinci, 11 Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Tinggimoncong sebanyak 12.850 bibit dengan melibatkan 3.000 peserta, Tompobulu 18.000 bibit dengan 2.000 peserta, Manuju 12.000 bibit dengan 1.200 peserta, Pattalassang 25.000 bibit dengan 2.500 peserta, Biringbulu 25.000 bibit dengan 3.000 peserta, Bontolempangan 16.000 bibit dengan 1.800 peserta, Parangloe 14.100 bibit dengan 1.500 peserta, Tombolopao 11.000 bibit dengan 1.100 peserta, Bungaya 22.000 bibit dengan 2.200 peserta, Bajeng Barat 10.000 bibit dengan 1.000 peserta serta Parigi 14.050 bibit dengan 743 orang.

“Kita berharap penanaman vetiver ini bisa menjadi mitigasi bencana di Kabupaten Gowa, sehingga setiap masuknya musim hujan kita tidak was-was lagi dengan terjadinya longsor di Kabupaten Gowa. Selain kita berdo’a kepada Allah SWT, upaya yang kita lakukan ini Insha Allah akan menjadi baik bagi wilayah Kabupaten Gowa. Mari kita jaga alam kita, maka alam akan jaga kita,” kata Adnan di hadapan masyarakat Kecamatan Parangloe.

Sekadar diketahui, vetiver yang ditanam tersebut dapat menjadi pengikat tanah sehingga akan mengurangi potensi terjadinya longsor. Akar tanaman vetiver dianggap mampu menjadi pengikat di kemiringan tanah.

Tak hanya itu, tanaman dengan berbahasa latin vetiveria zizaniodies atau chrysopogan zyzanioides ini juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena akar dari vetiver ini bisa dijual untuk dibuat wangi-wangian.

Demo di DPRD Makassar, Aliansi Jukir Diterima Komisi A

KabarMakassar.com — Aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Juru Parkir (Jukir) Makassar mendatangi gedung DPRD Makassar, Senin (17/2). Aspirasi Aliansi Jukir diterima anggota komisi A DPRD Massar, H Zaenal Dg Beta.

Para pendemo menyuarakan aspirasinya terkait adanya parkir elektronik (eparkir) yang dinilai merugikan para juru parkir se Makassar. Hal tersebut diutarakan salah satu Jukir Makassar, Petrus. Ia menyampaikan unek-unek tentang permasalahan kebijakan-kebijakan PD. Parkir.

“Dalam pernyataan sikap kita, kami Jukir Makassar menolak dengan adanya rencana PD Parkir Makassar untuk mengadakan Parkir elektronik yang akan dikelola oleh pihak swasta,” kata Petrus yang juga Sekretaris Aliansi Jukir Makassar.

Petrus menambahkan dengan diadakannya Parkir Elektronik oleh PD. Parkir maka secara tidak langsung telah memutus pendapatan kerja dari masyarakat kecil kota Makassar, dalam hal ini Jukir-Jukir kota Makassar.

“Mengelola parkir tidak boleh mengorbankan juru parkir, rencana PD Parkir untuk mengadakan parkir elektronik akan merugikan kita jukir Makassar dan kami akan perjuangkan hak-hak kesejahteraan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Makassar, H. Zaenal Dg. Beta saat menerima aspirasi mengatakan, dirinya secara pribadi sangat menolak hal tersebut dan jauh hari sudah sering mengingatkan kepada Pemkot Makassar dalam hal ini PD. Parkir untuk lebih terbuka dalam mengambil tindakan sehingga hasilnya tidak menuai protes oleh masyarakat.

“Saya sudah jauh hari selalu ingatkan PD. Parkir dalam mengambil kebijakan-kebijakan sebaiknya lebih terbuka dan melibatkan jukir sehingga hasilnya nanti tidak di protes dan tidak merugikan Jukir Makassar,” ungkapnya

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Arifin Dg. Kulle juga menjelaskan bahwa aspirasi yang dibawa oleh Jukir Makassar akan diteruskan ke pimpinan dan dirinya bersama H. Zaenal Beta akan mengawal aspirasi tersebut sampai diadakannya Rapat Dengar Pendapat di komisi terkait.

“InsyaAllah kita berdua akan mengawal aspirasi teman-teman Jukir, sampai diadakannya rapat dengar pendapat di Komisi B dengan mengundang Direksi PD Parkir dan Jukir Makassar sehinggat menemui titik temu dari permasalahan tersebut,” pungkasnya.

BPKH Gagas Gerakan Ayo Haji Muda, Ini Tujuannya

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Badan Pengurus Keuangan Haji (BPKH), setidaknya sebanyak 75 persen dari total masyarakat Indonesia yang mendaftar untuk menunaikan ibadah haji berada di kisaran usia 40 tahun.

Sementara, waktu tunggu pendaftar haji di Indonesia untuk bisa berangkat menunaikan rukun islam kelima itu sekitar puluhan tahun.

“Di Sulsel itu waktu tunggunya 39 tahun, Sulbar 30 tahun. Kalau pensiun atau di usia 55 baru mendaftar, tambah 30 jadi di usia 80 tahun baru berangkat. Inikan Tidak situatif secara fisik,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnain, saat menghadiri penyerahan SK dari BPKH kepada Bank Sulselbar sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPSBPIH) di Hotel Claro Makassar, Senin(17/2).

Atas dasar hal tersebut, kata dia, pihaknya menggagas gerakan Ayo Haji Muda, yang hadir sebagai bentuk dukungan BPKH terhadap kelancaran ibadah haji bagi kaum muslimin.

“Pelaksanaan ibadah haji sangat berkaitan dan membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, sehingga kita menyegerakan namanya gerakan Ayo Haji Muda. Tagline kita namanya MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda). Kita harapkan para milenial dapat bisa merencanakan pergi haji dengan baik, direncanakan sejak awal. Karena antrian cukup panjang,” ujarnya.

Menurut Iskanadar, kaum milenial dapat mewujudkan ini jika merencanakannya secara matang.

“Harus direncanakan melalui beberapa program yang ada di bank-bank tentunya. Tabungan dan sebagainya tentunya bank-bank sedang mempersiapkan program,” tuturnya.

Terkait dengan penetapan Bank Sulselbar sebagai BPSBPIH,
Iskandar mengatakan, pihaknya berharap Bank Sulselbar memiliki fungsi investasi sehingga,bisa menjadi mitra investasi BPKH. Apalagi, pendaftar haji di Bank Sulselbar tahun 2019 jumlahnya tercatat sebanyak 33.260 dengan nilai setoran awal mencapai Rp867,4 miliar.

“Kita harapkan dalam waktu dekat Bank Sulselbar dapat mengajukan fungsi mitra investasi, sehingga fungsinya semakin banyak dan dapat memberikan dampak ke masyarakat yang lebih luas lagi,” tutupnya.

Arca di Pinrang Bukan Peninggalan Zaman Hindu-Budha

KabarMakassar.com — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Sulawesi Selatan merampungkan laporan awal penelitian atas temuan patung berbentuk manusia di Kabupaten Pinrang, baru-baru ini.

Tim BPCG (Arkeolog) Sulsel, Iswadi menuturkan, temuan semacam itu baru pertama ditemukan di wilayah Pinrang.

“Dugaan awal temuan ini biasanya digunakan sebagai nisan kubur, penanda batas wilayah, penjaga lumbung padi dan sarana pemujaan arwah leluhur. Tradisi pembuatan temuan ini merupakan tradisi megalitik, yang berkembang hingga pertengahan abad 19 hingga 20,” kata Iswadi, Senin (17/2).

Menurut Iswadi, arca yang ditemukan itu terbuat dari bahan batuan beku andesit yang banyak ditemukan di wilayah Enrekang, Parepare, Pinrang, hingga dareah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Untuk itu masih perlu data pembanding lainnya seperti data sejarah, hasil wawancara, temuan sejenis, konteks temuan dan asosiasianya. Jenis arca atau patung ini bukan peninggalan dari zaman klasik Hindu-Budha. Itu yang sementara kami bisa sampaikan,” ungkapnya.

Sebelumnya dikabarkan, Tim BPCB Sulsel turun untuk melakukan pengumpulan data dan mengecek keaslian benda tersebut pada Rabu (12/2) lalu.

Awalnya, patung tersebut diduga dan diperkirakan sebagai peninggalan Kerajaan Sawitto sebelum masuknya Islam, dan berusia sekitar 400 tahun lalu atau pertengahan abad ke-19 sampai abad 20.

Meski begitu, pihak BPCB mengaku kesulitan dalam mengumpulkan data terkait temuan patung atau arca itu. Pasalnya saat TIm BPCB tiba di lokasi, benda tersebut posisinya sudah berada di atas tanah. Sementara belum diketahui saat ditemukan berasosiasi dengan apa.

“Ya masih kesulitan. Kita masih dalami patung itu berasosiasi dengan apa. Apakah masih ada bagian-bagian yang lain di dalamnya. Nanti kita coba wawancara dengan penemu, bagaimana sejarah penemuaannya. Termasuk pemilik tanah kami akan minta keterangan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, patung terbuat dari batu yang berbentuk manusia dan diduga arca kuno ini pertama kali ditemukan oleh seorang tukang batu bernama Syahdan (26), di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulsel, tak jauh dari makam para Raja-raja Sawitto.

Patung batu yang beratnya ditaksir sekitar 200 Kg, dengan panjang 120 cm dan lebar 50 cm tersebut ditemukan di kedalaman kurang lebih 1 meter, saat Syahdan tengah menggali pondasi rumah milik Sakka pada Sabtu (8/2).

Sulsel Dipilih jadi Ikon Inacraft 2021

KabarMakassar.com — Sulawesi Selatan (Sulsel) dipilih menjadi ikon pelaksanaan ajang International Handicraft (Inacraft) pada 2021 mendatang.

Sekjen Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Baby Jurmawati mengatakan, Sulsel dipilih berdasar penilaian atas kesiapan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk melaksanakan event bergensi ini.

“Insha Allah Sulsel menjadi ikon Inacraft untuk tahun depan. Tidak hanya kerajinan, tetapi juga wisata, budaya, seni, kuliner juga bisa ditampilkan, karena Inacraft sendiri merupakan ajangnya promosi untuk seluruh negara-negara Asia Tenggara yang terbesar,” kata Baby, saat bertemu dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (17/2).

“Ini merupakan kesempatan wilayah Timur Indonesia yang selama ini belum terwakili, karena selama ini sentra kerajinan ada di Jawa. Padahal potensinya Sulawesi juga sangat banyak. Banyak yang belum tahu kain di Sulawesi bagus, dan motif tenunnya banyak sekali,” tambahnya.

Sementara, Ketua Dekranasda Sulsel, Lies F Nurdin mengaku. Sulsel mulai bersiap untuk memberikan yang terbaik pada Inacraft 2021 mendatang.

“Kita sangat senang dan bahagia karena Inacraft merupakan suatu pameran yang sangat dinantikan, eksklusif untuk pameran craft nasional di Indonesia. Untuk masuk ke situ memang sangat susah. 2021 kita diharapkan bisa ikut menjadi ikon untuk pameran Inacraft. Jadi mudah-mudahan kita tidak mengecewakan. Persiapannya harus bagus untuk 2021,” kata Lies.

Lies menambahkan, pada Inacraft 2021 diharapkan mulai dari pintu masuk hingga venue acara, serta panitia dan Presiden yang menghadiri, semuanya menggunakan ciri khas Sulsel.

Tuntut Pengembalian Uang, Warga Datangi Bank Mandiri Sidrap

KabarMakassar.com — Puluhan warga mendatangi Kantor Bank Mandiri Cabang Sidrap, Senin (17/2), mempertanyakan kejelasan uang sejumlah Rp2 miliar milik salah seorang nasabah bernama H. Podda, yang hilang sejak 17 Desember 2018 lalu.

Belasan orang yang datang sejak sekira pukul 05.00 WITA itu membawa spanduk bertuliskan ‘Berikan Hak Kami, Kami Minta Uang Kami Dikembalikan’, dan dipasang di depan kantor dan ATM Bank Mandiri Sidrap.

Mereka juga membuat tenda di lokasi tersebut, dan berkumpul di teras kantor Bank Mandiri sambil menunggu pihak bank memberikan kepastian pengembalian dana nasabah milik H. Podda.

Aksi belasan warga ini mendapat penjagaan ketat oleh sejumlah pihak kepolisian dan TNI.

H. Podda mengatakan massa tidak akan meninggal kantor tersebut sebelum ada kejelasan kapan pencairan dana miliknya terealisasi.

“Dari kesepakatan sebelumnya, pihak bank akan melakukan audit uang nasabah dan akan memeberikan informasi aktual tentang pengembalian uang nasabah yang hilang ini, kemudian Bank Mandiri Cabang Sidrap akan melakukan transaksi pencairan terhadap uang nasabah yang hilang. Namun hingga saat ini, pencairan belum dilakukan,” ungkapnya.

“Sudah lama kami bersabar tapi belum ada kejelasan dari pihak Bank Mandiri terkait pencairan dana tersebut, makanya kami turun lagi,” tambahnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan dari pihak Bank Mandiri Cabang Sidrap terkait tuntutan dari nasabah tersebut.

Pihak bank mengaku, pimpinan cabang Bank Mandiri Sidrap masih berkoordinasi dengan Bank Mandiri pusat.