Minimarket dan Apotek Diimbau Tak Jual Bebas Alat Kontrasepsi

KabarMakassar.com — Jelang Hari Valentine, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar melakukan kunjungan ke beberapa minimarket untuk memasang surat edaran dan mengimbau untuk tidak menjual alat kontrasepsi (kondom) secara bebas.

Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud mengatakan, hal ini dilakukan untuk menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat yang religius. Terlebih, kata dia, pada tahun 2015 silam, MUI sempat mengajukan protes ke minimarket yang menjual alat kontrasepsi secara bebas menjelang valentine.

“Makanya kita harus turun untuk menjaga agar penjualannya tidak terlalu bebas, vulgar dan bisa disalahgunakan. Terlebih bagi anak di bawah umur. Karena seharusnya ini hanya bisa digunakan bagi sepasang suami istri yang sudah sah,” kata Iman, Rabu (12/2).
Selain pemasangan surat edaran dan imbauan, lanjut Iman, nantinya Satpol PP juga akan melakukan razia untuk memastikan surat edaran dan imbauan tersebut dipatuhi oleh para pengusaha minimarket dan apotek.

“Jika masih ada yang melanggar, maka akan di berikan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam surat edaran yang dipasang di sejumlah mini market dan apotek, Pemerintah Kota Makassar melalui Satpol-PP mengimbau supermarket untuk tidak menjual alat kontrasepsi secara bebas, khususnya kepada anak dibawah umur. Setiap pembeli alat kontrasepsi harus dapat memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Gunakan Narkoba, Supir Truk di Toraja Diciduk Polisi

KabarMakassar.com — Geliat Sat Narkoba Polres Tana Toraja perangi peredaran narkoba di Kabupaten Tana Toraja kembali membuahkan hasil.

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tana Toraja menciduk pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu berinisial MP (19), warga Kelurahan Batupapan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk.

Kasat Res Narkoba Polres Tana Toraja, AKP Abner Sitorus mengatakan, penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika ini dilakukan di Se’pon, Kelurahan Lapandan, Kecamatan Makale, Ahad (9/2) lalu sekira pukul 00.15 WITA.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan jika di lokasi tersebut sering digunakan sebagai tempat melakukan transaksi narkoba,” terang Abner, Rabu (12/2).

Mendapat informasi tersebut, Lanjut Abner, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tana Toraja melakukan penyelidikan di sekitar lokasi yang dimaksud. Beberapa saat kemudian, tim melihat ciri-ciri pelaku sebagaimana informasi yang disampaikan oleh masyarakat.

“Kemudian terhadap yang bersangkutan dilakukan penggeledahan badan dan kendaraan miliknya. Hasil penggeledahan, anggota menemukan satu buah pembungkus Salonpas yang di dalamnya terdapat tiga sachet plastik klip bening berisikan butiran kristal bening, yang diduga narkotika jenis sabu, dan satu buah plastik yang berisikan 25 sachet plastik bening kosong yang disimpan pelaku di saringan mobil miliknya,” kata Abner.

Kini, pelaku mendekam di tahanan Polres Tana Toraja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terpisah, Kapolres Tana Toraja, AKBP Liliek Tribhawono Iryanto mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres tana Toraja untuk mendukung kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba, dengan cara melaporkan ke pihak terkait jika mendengar atau melihat gelagat adanya peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing.

“Narkoba adalah musuh bersama yang menghancurkan generasi muda. Jangan biarkan generasi kita diracuni oleh narkoba. Kiranya para orang tua mengawasi pergaulan dari anak-anak kita. Bukan hanya narkoba saja yang mengintai mereka, termasuk juga kekerasan dan pelecehan seksual yang setiap saat terus mengintai. Mari kita waspada, selamatkan generasi kita untuk masa depan Indonesia,” imbau Liliek.

Diresmikan, STIE Ichsan Sidrap Segera Rekrut Dosen Tetap

KabarMakassar.com — Pemukulan gong oleh Bupati Sidrap Dollah Mando menandai peresmian STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Ichsan Sidenreng Rappang (Sidrap).

Acara peresmian tersebut berlangsusng di Kampus STIE Ichsan Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, yang merupakan eks Kantor Bupati Sidrap, Rabu (12/2).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIkti) Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasruddin, Ketua Yayasan Universitas Ichsan Gorontalo, Abdul Gaffar Latjokke, Ketua STIE Ichsan Sidrap Haris Hasan, Forkopimda Sidrap, para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa serta pengawas dan kepala sekolah SMA dan SMK.

Dalam sambutanya, Dollah menyampaikan apresiasi kepada ketua yayasan, pengurus dan seluruh pihak yang mendukung berdirinya kampus STIE Ichsan di Kabupaten Sidrap.

Ia berharap, keberadaan STIE Ichsan bisa memajukan sektor pendidikan dan mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sidrap.

“Kami berharap STIE Ichsan bisa berkembang dan menjadi percontohan, dan pemda siap untuk mendukung,” ujar Dollah.

Sementara, Ketua Yayasan Universitas Ichsan Gorontalo, Abdul Gaffar Latjokke yang juga merupakan putra daerah Sidrap itu mengaku bangga bisa membawa STIE Ichsan berdiri di kabupaten berjuluk Bumi Nene Mallomo itu.

Gaffar berharap, hadirnya STIE Ichsan ini dapat menjadi solusi bagi warga sidrap yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Semoga kehadiran STIE Ichsan Sidrap ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Sidrap dan sekitarnya,” kata Gaffar.

Gaffar menambahkan, setelah persmian ini, STIE Ichsan Sidrap akan mulai melakukan penerimaan dosen tetap. Setelah itu, juga akan segera membuka penerimaan mahasiswa baru.

BI Gandeng MUI Gelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Halal

KabarMakassar.com — Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel berkerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPW Juru Sembeli Halal (Juleha) Sulsel menggelar pelatihan penyembelih hewan halal serta peningkatan kompetensi dalam rangka peningkatan value chain, di kantor Bank Indonesia Sulsel, Rabu (12/2).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Bambang kusmiarso mengatakan, besarnya peluang dari segi pertumbuhan ekonomi syariah dan tingkat konsumsi produk halal di Indonesia menjadikan sejumlah negara di dunia berlomba memanfaatkan keadaan ini, terlebih bagi industri produk makanan halal.

“Ini karena Indonesia berada di posisi pertama dalam pembelian produk halal. Dan tingkat konsumsi halal manusia di tahun 2020 itu mencapai USD 2,22 triliun. Sementara keuangan ekonomi syariah mencapai USD 2,5 triliun,” kata Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga mengungkapkan bahwa di zaman modern seperti sekarang ini, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai menunjang kemajuan ekonomi syariah.

“Teknologi digital juga dapat dioptimalkan dalam kemajuan ekonomi syariah dengan tetap mengikuti prosedur ekonomi syariah. Karena pada dasarnya alat teknologi digital dapat membantu kita di zaman modern ini,” tuturnya.

Bambang berharap kerjasama antar instansi dalam menjalankan program dapat menciptakan sinergi yang erat dan mampu menpercepat perkembangan ekonomi syariah. Terlebih dengan adanya teknologi digital.

“Harapan kami kegiatan di pagi ini dapat menjadi krikil percepatan dalam pengembangan ekonomi syariah,” tutupnya.

Pelindo IV Raih 3 Kategori Penghargaan Bulan K3

KabarMakassar.com — Dalam rangka Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 12 Januari hingga 12 Februari, manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menerima tiga penghargaan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Tiga penghargaan tersebut yakni untuk kategori Kinerja K3 Terbaik, Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terbaik, dan Zero Accident.
Penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah itu diterima langsung oleh Senior Vice President Risk Manajemen dan Standarization PT Pelindo IV, Moudy Pitoy, saat Upacara Bulan K3 Nasional Tahun 2020 Tingkat Provinsi Sulsel yang digelar di Kantor PT PLN (Persero) UIP Sulbagsel, Makassar.

Moudy mengatakan, ketiga kategori penghargaan tersebut masing-masing diberikan kepada PT Pelindo IV Kantor Pusat, Cabang Makassar, dan Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM).

“Dengan diterimanya penghargaan K3 ini, semoga menjadikan Pelindo IV sebagai perusahaan yang berbudaya dan sadar K3, terutama di semua level manajemen,” tutrur Moudy.

Moudy berharap, budaya K3 bisa diimplementasikan di setiap proses bisnis perusahaan dengan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja menuju perusahaan yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Ia juga berterima kasih kepada Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi PT Pelindo IV untuk semua dukungan yang diberikan, sehingga pihaknya bisa menerapkan budaya dan sadar K3 di lingkungan perusahaan.

Sekadar diekthaui, dalam peringatan Bulan K3 tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan mengusung tema ‘Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi’.

Peringatan Bulan K3 dilaksanakan setiap tahun pada 12 Januari hingga 12 Februari. Gerakan nasional membudayakan K3 yang berkesinambungan ini dalam rangka melaksanakan ketentuan yang ada di dalam UU Nomor 1 Tahun 1970, dan mendorong tercapainya kemandirian Bangsa Indonesia Berbudaya K3 pada 2020.

Waspada Corona, Dinkes Gelar Rakor Kesiapsiagaan

KabarMakassar.com — Mewaspadai penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi lintas sektor. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Rabu 12 Februari 2020 di Ruang Rapat Bupati.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes, Handayani dalam laporannya menyampaikan bahwa sehubungan dengan meluasnya penyebaran Infeksi Novel Coronavirus ke berbagai negara dengan risiko penyebaran ke Indonesia terkait dengan mobilitas penduduk, diperlukan upaya penanggulangan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi hal tersebut.

“Kita perlu mempersiapkan skema penanggulangan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan bila nantinya virus Corona masuk di wilayah secara terpadu termasuk kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan ketersediaan anggaran penanggulangan,” ungkapnya.

Wabup Tomy Satria Yulianto menyebutkan, meski belum ada penyebaran virus Corona di Indonesia, termasuk di Bulukumba, namun sangat penting melakukan kewaspadaan dini untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terburuk jika virus tersebut penyebarannya sudah sampai di Indonesia.

“Akses virus ini masuk di Indonesia sangat terbuka karena kita memiliki banyak pintu masuk. Apalagi disinyalir virus Corona ini sudah sampai di Malaysia, Singapura, dan Thailand yang notabene orang Indonesia hilir mudik di negara ini,” katanya.

Sehingga penting, lanjut Tomy, pemerintah melakukan langkah kewaspadaan untuk mengantisipasi virus yang sampai hari ini belum ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. “Olehnya itu pihak rumah sakit dan puskesmas sudah harus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk meningkatkan sosialisasi cara hidup sehat di masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, harap Tomy pihak terkait harus mempersiapkan sarana prasarana, misalnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), ruang isolasi khusus di rumah sakit dan posko KLB jika itu terjadi. Jika pun ada kejadian, Tomy meminta dalam penanganannya tidak perlu panik oleh karena justru akan menambah keresahan di masyarakat.

Mengingat banyak warga Bulukumba yang merantau khususnya di Malaysia, Tomy juga minta para kepala desa dan lurah untuk melakukan pengawasan jika ada orang yang datang di wilayahnya. “Begitu pula pihak puskesmas sudah harus membuat SOP penanganan jika ada warga yang dicurigai  terjangkit. Karena sebagai instrumen negara, kita harus hadir mempersiapkan sedini mungkin. Tapi mudah-mudahan ini terjadi di negara kita atau di Bulukumba,” pintanya.

Aisyah Sufrie dari KKM Makassar, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona, seperti pemeriksaan tubuh para penumpang dan memeriksaan alat angkut itu sendiri. Menurutnya wilayah Indonesia sangat rentan karena memiliki banyak pintu masuk. “Kita memiliki 35 bandara dengan akses langsung ke luar negeri, 135 pelabuhan laut dan 10 perlintasan lintas batas darat negara dengan Papua Nugini, Timor Lester dan Malaysia,” bebernya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, lanjut Aisyah, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dimana dalam aturan tersebut pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggungjawab melindungi kesehatan masyarakat dari potensi adanya kedaruratan kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui, saat ini ada 7 (tujuh) warga Bulukumba yang mengikuti proses karantina di pulau Natuna. Mereka rata-rata mahasiswa yang kuliah di Wuhan. Jika masa karantina atau masa inkubasi telah selesai dan dinyatakan negatif atau bebas dari virus Corona, maka mereka akan dipulangkan.

Diskominfo Relokasi 18 Titik WiFi Gratis di Bulukumba

KabarMakassar.com — Tahun ini, program penyediaan WiFi Publik (WiFi gratis) untuk beberapa tempat umum di Kabupaten Bulukumba yang sudah dimulai sejak tahun 2019 lalu akan terus dilanjutkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bulukumba.

Kabid Penyelenggaraan e-Government Diskominfo Bulukumba, Abdul Gafur mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan melakukan reposisi beberapa titik penyediaan WiFi Publik. Salah satunya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge, di Jalan Yos Sudarso, yang pemasangan instalasinya jaringan WiFi-nya dilakukan, Selasa (12/2) kemarin.

“Kita memang ada program penyediaan WiFi Publik untuk beberapa tempat umum sejak tahun 2019, dan untuk tahun 2020 ini kita akan reposisi beberapa titik, salah satunya di TPI Bentenge. Itu kita lakukan karena ada beberapa pedagang ikan mencoba menjual online, dan ternyata penjualannya meningkat drastis, sehingga pihak pedagang ikan meminta kita untuk merelokasi ke tempat tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Telkom terkait relokasi beberapa titik WiFi Publik ini.

“Kami sudah komunikasikan dengan pihak Telkom untuk menentukan titik koordinatnya,” ujarnya.
Mantan Kabag Humas Pemkab Bulukumba itu menambahkan, apabila ada jaringan WiFi yang tidak berfungsi, maka salah satu faktor penyebabnya adalah ketersediaan jaringan listrik.

“Kalau ada yang tidak berfungsi WiFi-nya, maka salah satu kendalanya itu adalah terkait jaringan listrik dimana titik WiFi tersebut ditempatkan” tutupnya.

Berikut 18 titik relokasi WiFi Publik Diskominfo Bulukumba :

  • Taman Cekkeng
  • Kampung Nipah ex Hutan Kota
  • Sentra Kuliner Pantai Merpati
  • Nursery Bulukumba
  • Taman Pantai Kota
  • Mesjid Islamic Center
  • Kantor Camat Gantarang
  • Kantor Camat Tanete
  • Kantor Camat Ujung Loe
  • GOR Bulukumba
  • Ruang Kadis Kominfo
  • Alun-alun Kota Bulukumba
  • Kantor Camat Bonto Bahari
  • Kantor Camat Rilau Ale
  • Kantor Lurah Kasimpureng
  • Kantor Dinas Tenaga Kerja
  • Kantor Dinas PMD
  • TPI Bentenge.

Pencuri Mesin Pompa Air Sawah di Takalar Diringkus Polisi

KabarMakassar.com — Empat pelaku pencurian mesin pompa air bantuan pemerintah berkapasitas 23 PK yang digunakan para petani untuk mengairi sawah di Dusun Panjojo, Desa Lassang Barat, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar pada pekan lalu, akhirnya diringkus Tim Buser Polsek Polongbangkeng Utara Takalar dibantu Tim Buser Polsek Bontonompo Gowa, Selasa (11/2) malam.

Kanit Reskrim Polsek Polongbangkeng Utara, Aiptu Suaib Pasang menyebutkan, keempat warga Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar yang diringkus di rumahnya masing-masing tersebut yakni Alex Dg Ngemba (39) warga Dusun Panjo’jo Desa Lassang; Renaldi (21) warga Lingkungan Talakapanrang, Kelurahan Parangluara; Abdul Majid (21) warga Dusun Panjo’jo, Desa Lassang Barat; dan Arman (31) warga Dusun Bontorannu, Desa Massamaturu.

“Para pelaku melakukan aksi kejahatannya itu di malam hari, dengan cara membobol ruangan penyimpanan mesin pompa air tersebut. Mesin pompa air berbobot besar yang dicuri itu diperkirakan harganya berkisar di atas Rp30 juta,” kata Suaib, Rabu (12/2).

Dari hasil penangkapan keempat tersangka, lanjut Suaib, polisi menemukan barang bukti berupa satu unit mesin pompa air. Setelah diringkus,
keempat pelaku diamankan di Mapolsek Polongbangkeng Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Para pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun,” terangnya.

Susuri Kanal Panakkukang, Ini yang Ditemukan Pj Wali Kota

KabarMakassar.com — Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb berjalan kaki menyusuri drainase dan kanal di Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang, Rabu (12/2).

Sejumlah tumpukan sampah dan juga kondisi tanggul yang rendah ditemukan sebagai penyebab tertahannya aliran air, yang kemudian menjadi salah satu hal penyebab banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sekitar kawasan Pettarani, Boulevard, Pengayoman, Hertasning dan sejumlah daerah di Kelurahan Masale.

“Setiap tahun wilayah ini (Pettarani, Boulevard, Pengayoman, Hertasning dan Masale) selalu mengalami banjir, khususnya pada musim hujan. Kami perhatikan sedimentasinya sudah cukup tinggi, ditambah tanggul yang terlalu rendah, sehingga tidak mampu menahan air. Ini juga cukup riskan jika digali terlalu dalam, tanggulnya bisa runtuh. Intinya jika aliran airnya kita buat lancar, Insya Allah banjir bisa diatasi,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, saat ini pihaknya tengah menyiapkan surat untuk segera dikirim ke Balai Besar Sungai Pompengan-Jeneberang yang berada di bawah Kementerian PUPR untuk segera bersinergi, utamanya dalm hal penyediaan alat berat, biaya dan juga sumber daya lainnya.

“Inikan masuk kategori berat, jadi mesti ada pelibatan pemerintah pusat. Untuk yang setengah berat, kita sudah perintahkan Dinas PU untuk bekerja. Demikian pula yang ringan-ringan itu bagian pemerintah di kecamatan,” ujarnya.

Sementara, Ketua RW 4 Kelurahan Masale, Mappaenre mengaku wilayahnya memang selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.

“Setiap tahun air selalu naik di pemukiman, tingginya bisa sampai satu meter. Terpaksa sebagian warga kami harus mengungsi setiap banjir datang. Makanya kami senang Pak Wali melihat langsung keadaan di sini, mudah-mudahan ada perubahan di wilayah kami,” harapnya.

Sekadar diketahui, selain menyusuri Kanal Panakkukang, Iqbal yang didampingi sejumlah pejabat terkait, diantaranya Camat Panakukang, Thahir Rasyid, Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Fuad Azis, Ketua LPM serta sejumlah tokoh masyarakat setempat itu juga menyempatkan menemui warga yang banyak bermukim di sekitar kanal.

Beberapa tempat yang sulit dijangkau seperti daerah bersemak termasuk jembatan bambu yang kerap digunakan warga juga tak luput menjadi perhatian Iqbal saat melintas.

MBA Kunjungi Masyarakat di Pulau Kayuadi

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali (MBA), mengunjungi dan bersilaturrahmi dengan masyarakat Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, di Lapangan Pemuda Dusun Bonto Tanjong, Desa Kayuadi, Rabu (12/2).

Pada kesempatan tersebut, MBA menyampaikan bahwa infrastruktur jalan hotmix yang sementara berjalan pada beberapa desa diharapkan bisa segera selesai, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Terkait masalah suplai listrik di daerah tersebut, MBA mengatakan, mesin pembangkit PLN segera didatangkan ke Pulau Kayuadi.

Meski begitu, ia tetap berharap dukungan dari warga setempat. Sebeb menurut dia, masyarakatlah yang menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud,” tuturnya.

Setelah mendengar lansung aspirasi dan keluhan warga di Pulau kayuadi, MBA berjanji sejumlah usulan dan permintaan bantuan yang telah disampaikan masyarakat akan dianggarkan pada tahun 2021.

“Semua bantuan yang diminta oleh masyarakat, insha Allah akan kita usahakan. Namun akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu oleh dinas terkait, apa betul penerima manfaat sudah tepat sasaran atau tidak,” ujarnya.

Lebih jauh MBA menyampaikan, dirinya berharap, siapapun nantinya yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati di Kepualaun Selayar, bisa melanjutkan apa yang sudah ia kerjakan bersama Wakil Bupati H. Zainuddin.

Sekadar diketahui, kunjungan Bupati Selayar ke Pulau kayuadi ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 Tahun 2020.