Peluang Appi Kendarai Golkar di Pilwalkot Makassar 2020 Pupus

KabarMakassar.com – Peluang Munafri Arifuddin untuk bisa mengendarai atau diusung Partai Golkar sebagai calon wali kota pada Pilwalkot Makassar 2020 sepertinya sudah pupus.

Pasalnya, hasil Rapat Pleno DPD Golkar Sulsel bersama Tim 9 yang dipimpin langsung Nurdin Halid pada Ahad (9/2), memutuskan mengirim tiga nama bakal calon wali kota Makassar ke DPP, guna diseleksi dan dipilih salah satunya untuk kemudian ditetapkan atau direkomendasikan sebagai usungan partai berlambang pohon beringin itu di Pilwalkot Makassar 2020.

Nama CEO PSM Makassar itu tak termasuk dalam tiga nama yang dikirimkan ke DPP. Ketiga nama tersebut yakni Syamsu Rizal, Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Irman Yasin Limp.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Sulsel, Kadir Halid menjelaskan, nama Appi tak masuk dalam tiga nama yang dikirimkan ke DPP karena beberapa pertimbangan dan juga melihat hasil penilaian selama proses penjaringan.

“Kemarin sudah diberi ruang saat melawan kotak kosong, tapi tidak menang. Itu pertimbangan pertama. Kedua, hasil uji kompetensi Appi di urutan keempat, sementara hanya tiga nama yang dikirimkan ke DPP,” jelasnya.

Ada Kelas Belajar untuk Anak Putus Sekolah di Parepare

Kabarmakassar.com — Rumah Belajar Cinta Damai (RBCD) Parepare membuka kelas belajar untuk anak putus sekolah, yang rutin dilakukan setiap Sabtu dan Ahad.

Meski tak seperti sekolah formal, belasan anak jalanan Parepare yang putus sekolah mengikuti kelas belajar tersebut dengan antusias.

Di sana, mereka dididik dan dibina dengan pendekatan belajar sambil bermain oleh puluhan relawan yang sebelumnya telah diseleksi.

Koordinator relawan, Saiful mengatakan, kelas belajar itu merupakan aksi kemanusiaan dalam bidang pendidikan. Sebab menurut mereka, anak jalanan juga berhak mengenyam pendidikan.

“Kami hadir untuk memfasilitasi anak jalanan belajar. Kami kumpulkan mereka satu persatu, mulai di sekitar kawasan Pelabuhan Parepare. Mereka kebanyakan mengemis dan menjual (pedagang) asongan,” kata Saiful, di RBCD Jalan Jenderal Sudirman, Parepare, Ahad (9/2).

Tak hanya kelas belajar, lanjut Saiful, pihak RBCD juga memfasilitasi transportasi menuju ke tempat belajar, seragam hingga alat tulis menulis anak-anak jalanan tersebut.

“Umurnya beragam. Ada yang 4 sampai 12 tahun ikut belajar. Ada yang ikutkan adiknya yang umurnya 1 tahun saat belajar,” terangnya

Salah seorang anak jalanan, Salsa (10) yang sehari-hari membantu orangtuanya dengan cara mengemis, mengaku senang bisa ikut belajar di RBCD.

“Saya tidak pernah sekolah. Saya pergi minta-minta bantu mama untuk beli makanan setiap hari dan untuk beli susu adik saya. Bapak saya tidak tinggal bersama kami. Saya senang bisa ikut belajar disini (RBCD),” kata Salsa.

Komisi D Makassar Minta Pelayanan Puskesmas Ditingkatkan

KabarMakassar.com — Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar, Saharudin Said meminta agar pelayanan di puskesmas ditingkakan. Dimana saat ini 46 dari 47 Puskesmas milik pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mendapatkan akreditasi dari Kemenkes RI.

Untuk diketahui jika dari 46 puskesmas ada 14 puskesmas milik Pemkot Makassar yang terakreditasi Kemenkes RI kini bakal dievaluasi kembali tiga tahun sekali sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 46/2015.

Dimana 14 puskesmas tersebut akan diakreditasi ulang atau re-akreditasi tahun ini. Jika tidak mampu bertahan siap-siap turun kelas.

Saharudin Said juga mengatakan, standar pelayanan puskesmas di Makassar diakui belum maksimal sejauh ini. Kekurangan itu mengenai kelengkapan alat kesehatan, utamanya pelayanan.

“Kita minta agar puskesmas ini bisa meningkatkan pelayanan. Bukan karena mau di akreditasi atau apa,” ungkap Saharudin Said, Minggu (9/2).

Saharudin Said,menambahkan jik ia dan Komisi D berjuang mengenai anggaran untuk kesehatan. Berdasarkan pantauannya, masih ada sejumlah puskesmas yang memang perlu pembenahan, dalam hal ini pelayanan dan sarana-prasarana.

“Kita imbau dan saran agar Pemkot tetap memperhatikan anggaran. Tujuannya, bisa memperbaiki puskesmas yang menjadi pelayanan dasar untuk masyarakat,” ungkapnya.

Berikut 14 puskesmas yang di re-akreditasi di antaranya,

  1. Puskesmas Bira
  2. Puskesmas Maccini Sombala
  3. Puskesmas Bulurokeng
  4. Puskesmas Tabaringan untuk akreditasi tingkat dasar
  5. Puskesmas Bara-Barayya
  6. Puskesmas Minasa Upa untuk akreditasi tingkat utama.

Sedangkan, untuk akreditasi tingkat madya yakni,

  1. Puskesmas Pampang
  2. Puskesmas Panambungan
  3. Puskesmas Tamamaung
  4. Puskesmas Bangkala
  5. Puskesmas Jumpandang Baru
  6. Puskesmas Layang
  7. Puskesmas Kapasa
  8. Puskesmas Maradekaya.

Gali Pondasi, Warga Pinrang Temukan Patung Batu Berbentuk Manusia

KabarMakassar.com — Sebuah patung terbuat dari batu yang berbentuk manusia dan mirip arca kuno, ditemukan oleh warga di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tak jauh dari makam para Raja-raja Sawitto.

Patung batu yang beratnya ditaksir sekitar 200 Kg, dengan panjang 120 cm dan lebar 50 cm tersebut ditemukan oleh seorang tukang batu bernama Syahdan (26), saat menggali pondasi rumah milik Sakka. Patung itu ditemukan di kedalaman kurang lebih 1 meter.

“Saya temukan kemarin (Sabtu, 8 Februari), saat menggali pondasi rumah. Awalnya saya kira batu biasa, tapi pas saya gali lebih dalam, ternyata sebuah patung,” kata Syahdan saat ditemui Kabarmakassar.com, Ahad (9/2).

Sementara, Sakka (45), pemilik rumah, mengaku heran dengan adanya penemuan patung di lokasi rumahnya tersebut. Terlebih saat ditemukan, patung itu dalam kondisi terbaring layaknya orang yang dikubur.

Menurut Sakka, dulunya di tempat penemuan patung itu terdapat lorong kecil.

“Saya heran, kenapa ada patung. Dulu waktu saya masih kecil, memang ada lorong sempit (kecil) disitu. Saat digali patung itu menghadap seperti orang mati dikubur,” terangnya.

Rapsel Ali Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

KabarMakassar.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem Muhammad Rapsel Ali menggelar Sosialisasi Kebangsaan MPR-RI di Hotel Trisula Jalan Topaz Raya, Makassar, Ahad (9/2).

Dihadapan ratusan Mahasiswa dan tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan itu, Rapsel Ali menekankan perlunya mahasiswa dan masyarakat untuk kembali meneladani Pancasila, Undang-Undang Negara Republik Indonesia, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai 4 Pilar Kebangsaan dalam menjaga keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sudah menjadi ciri kehidupan masyarakat Indonesia, sebab ini yang membedakan kita dengan negara lain. Tidak banyak negara yang memiliki keanekaragaman serupa dengan Indonesia, namun persatuan dan kesatuan tetap dapat kita jaga dan pertahankan sampai dengan saat ini,” kata Rapsel Ali.

Kedepan, kata dia, tantangan disintegrasi bangsa akan semakin besar. Namun, jika nilai-nilai luhur pancasila, kecintaan terhadap NKRI serta patuh pada UU yang berlaku ditanamkan dalam diri setiap warga negara Indonesia, maka ia meyakini kebhinekaan akan tetap terjaga.

Pada kesempatan itu, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel 1 ini juga menanggapi fenomena munculnya kerajaa-kerajaan baru di tanah air, yang mengancam keutuhan NKRI.

“Alhamdulillah fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru seperti Sunda Empire dan semacamnya tidak terjadi di Sulawesi Selatan. Tapi kita tentunya perlu untuk bersikap terhadap fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru ini. Perlu kiranya kita mempererat dan memperdalam kembali pengamalan 4 Pilar Kebangsaan, salah satunya sila Persatuan Indonesia dalam Pancasila,” ujarnya.

“Pancasila sebagai filsafat pemersatu bangsa harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi munculnya kerajaan-kerajaan baru ini,” tambahnya.

Lebih jauh Rapsel Ali mengingatkan, perlu dipahami bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang menjunjung tinggi kebebasan berkespresi. Namun, Indonesia juga adalah negara hukum yang menuntut agar setiap tindakan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku. 

Uniknya Destinasi Wisata Titik Nol Sulawesi di Bulukumba

KabarMakassar.com — Berkunjung ke Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, tidak lengkap rasanya jika belum menjajaki tempat wisata Titik Nol Sulawesi, yang merupakan salah satu destinasi wisata baru yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Bira.

Titik Nol Sulawesi memiliki suasana yang mirip dengan Pantai Appalarang. Hanya saja, disini ada beberapa spot yang menarik. Diantaranya  tangga kayu menuju ke pantai berbentuk angka 0, tugu Bira dan tugu Pinisi.

Jika Anda ingin merasakan langsung ekstremnya berdiri di Titik Nol Selatan Sulsel itu, maka anda bisa masuk ke dalam Kawasan Wisata Bira, dan setelah pos masuk Anda berbelok kiri lalu naik ke daratan Pantai Timur Tanjung Bira. Disebut ekstrem, karena titik tersebut berada pada pertemuan arus angin barat dan angin timur serta arus laut dari arah Selat Makassar dan dari Laut Flores.

Selain itu, dengan kondisi yang lebih terbuka, keindahan pemadangan matahari terbit (sunrise) maupun matahari terbenam (sunset) pun bisa disaksikan di Titik Nol Sulawesi ini. Tapi bagi Anda yang takut atau fobia dengan ketinggian, sepertinya harus berhati-hati.

Selvi Dian Lestari salah satu pengunjung Titik Nol Sulawesi yang berasal dari Kabupaten Maros, menyebut lokasi destinasi wisata ini memiliki dua view yang berbeda, dan sangat memanjakan mata pengunjung.

“Di Titik Nol ini ada dua kelebihan utama. Pertama, sebelah kiri kalau kita menghadap laut bisa lihat sunrise atau matahari terbit. Sementara di kanan kita bisa lihat sunset, matahari tenggelam. Jadi dari satu titik kita bisa lihat dua view berbeda, dan ini luar biasa,” ujarnya.

Mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Salewangan Maros itu, tak hanya lokasinya yang unik, jernihnya air laut dan tebing batu yang tersusun dengan eksotis di lokasi tersebut juga disebutnya mirip seperti Hard Rock yang ada di Bali.

“Kalau ke bawah airnya jernih, dan tebingnya kayak hard rock di Bali,” tutupnya.

Ratusan Peserta Ramaikan Event Bank Sulselbar Aksi Run 2020

KabarMakassar.com – Sebanyak 500-an peserta yang berasal dari 70 kumunitas lari di Makassar dan /kabupaten/kota lainnya di Sulsel meramaikan Aksi Run 2020 yang digelar dalam rangka ulang tahun Bank Sulselbar yang ke-59 tahun, Ahad (9/2).

Event ini mengambil lokasi start dan finish di Kantor Pusat Bank Sulselbar Jalan Ratulangi, Makassar, dengan total rute yang ditempuh peserta sejauh 5,9 kilometer.

Ketua Panitia Aksi Run Bank Sulselbar, Heru Haryadi mengatakan, tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah ‘a pledge to #gogreen’, yang sejalan dengan visi Bank Sulselbar untuk lebih cinta ke lingkungan.

“Melalui event ini, kita juga mengajak pelari Makassar dan sekitarnya untuk menjadi contoh dari upaya pengurangan penggunaan plastik,” ujarnya.

Heru juga mengatakan, berbagai hadiah menarik telah disipakn oleh panitia event ini. Dimana Grandprize-nya berupa tabungan valas senilai USD 590 atau sebesar Rp8.510.750.

“Selain itu, ada pula hadiah berupa 1 unit sepeda motor, 1 buah macbook, 1 buah Iphone 11, 1 buah Samsung Galaxy Note 10, dan 1 buah Ipad. Ada juga tambahan hadiah lagi seperti satu unit TV dan satu buah Tab. Ada juga hadiah games berupa emas 15 gram untuk tiga orang pemenang dengan masing-masing mendapatkan lima gram,” terang Heru.

Sementara, Gubernur Sulsel Nurdin Abdaullah dalam sambutannya saat melepas peserta Aksi Run 2020 mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung setiap langkah menyelamatkan lingkungan, termasuk dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Kita berharap kegiatan ini bisa memberi dampak yang besar dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya memerangi sampah plastik. Ini langkah kecil yang sangat berarti bagi lingkungan,” kata Nurdin.

Rumah Herbal Pinrang Dorong Warga Budidayakan Kelor

KabarMakassar.com — Kabupaten Pinrang merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulsel yang sumber daya alam melimpah. Termasuk untuk jernis tanaman atau sayuran yang memiliki khasiat baik bagi kesehatan, seperti tanaman kelor atau dengan nama latin Moringa oleifera.

Selama ini daun kelor menjadi salah satu sayuran favorit masyarakat di wilayah Kabupaten Pinrang dan sekitarnya. Selain daunnya dibuat sayur, batang tanaman yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah ini juga biasanya dijadikan sebagai pagar di kebun atau pekarangan rumah warga.

Melihat potensi ini, Ketua Kelompok Tani dan Usaha Rumah Herbal Pinrang, Abdul Haris beberapa waktu belakangan gencar mengedukasi dan mesosialisasikan manfaat-manfaat kelor bagi kesehatan. Hal ini dilakukan dengan harapan sekaligus dorongan agar masyarakat mau mebudidayakan tanaman kelor secara massif.

”Saatnya setiap potensi tanaman dan tumbuhan herbal yang ada di Pinrang bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesehatan masyarakat. Selain itu, ini juga memiliki nilai ekonomis yang bisa menguntungkan para petani,” kata Haris, Ahad (9/2).

Apalagi menurut dia, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukannya, Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar untuk bisa menjadi daerah pengembangan tanaman yang memiliki manfaat buat kesehatan seperti kelor dan beberapa tanaman herbal lainnya.

“Tanaman herbal di Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih praktis dan sehat untuk dikonsumsi, guna menunjang derajat kesehatan masyarakat. Sedangkan selama ini banyaknya jenis tanaman herbal di Kabupaten Pinrang ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal ini lah, kata dia, yang menjadi alasan ia dan beberapa rekannya membangun Rumah Herbal Pinrang. Mereka ingin agar masyarakat setempat bisa benar-benar memaksimalkan potensi SDA yang dimiliki Pinrang.

“Kita berharap kedepan hasil tumbuhan herbal dari Bumi Lasinrang (julukan Kabupaten Pinrang) bisa diekspor dan menjadi salah satu komoditi andalan Provinsi Sulsel,” ucap Ketua Forum Jurnalis Muda Lasinrang (FJML) itu.

Haris menambahkan, rencananya pada HUT Kabupaten Pinrang ke-60 tahun ini dirinya bersama Kelompok Taninya akan turut meramaikan pameran pembangunan Pinrang Expo 2020 sekaligus melaunching Rumah Herbal Pinrang.

Sekadar diketahui, tanaman kelor memiliki sejumlah khasiat yang sangat baik bagi kesehatan. Diantaranya: memberikan nutrisi untuk tubuh, kaya akan antioksidan, membantu menurunkan kadar gula darah, membantu meredakan peradangan, menurunkan kolesterol, melindungi tubuh dari keracunan arsen, membantu mengatasi kanker, dan berguna dalam membantu kemoterapi lebih efektif.

Selain itu, daun kelor juga baik untuk daya ingat, jantung, mencegah anemia, berpotensi mengatasi infeksi bakteri, dipercaya baik untuk wanita menopause, hingga baik untuk anak yang malnutrisi.

Ultralightnya Bakal Dimuseumkan, Haerul Berencana Buat Pesawat Amfibi

KabarMakassar.com — Haerul (34), montir asal Kabupaten Pinrang yang pertengahan Januari kemarin sempat viral karena mampu merakit

pesawat jenis ultralight dan menerbangkannya, Ahad (9/2), kembali membawa pesawat rakitannya tersebut ke Pantai Ujung Tape, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Namun, kedatangannya kali ini bukan untuk kembali menerbangkan pesawat rakitannya itu, melainkan hanya untuk memarkirnya dan agar memberikan kesempatan kepada masyarakat yang datang ke pantai tersebut berswafoto dengan hasil karyanya itu.

“Tidak diterbangkan. Melainkan sengaja diparkir disini, memberikan kesempatan kepada warga Pallameang dan sekitarnya maupun yang di luar daerah Pinrang untuk berswafoto. Agar orang-orang lebih kenal lagi dengan Pantai Ujung Tape,” kata Haerul saat ditemui di Pantai Ujung Tape, Ahad (9/2).

Haerul mengaku, Pemerintah Kabupaten Pinrang juga meminta agar pesawat buatannya itu dipamerkan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pinrang yang ke-60 pada 19 Februari 2020 mendatang.

“Maret bulan depan akan kami museumkan di Markas TNI AU di Yogyakarta, makanya kami berikan kesempatan untuk pengunjung berfoto disini,” ungkapnya.

Lebih jauh pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 5 SD itu menyampaikan, dirinya berencana untuk kembali membuat pesawat. Namun bukan jenis ultralight, melainkan jenis amfibi yang bisa memuat satu pilot dan dua penumpang.

“Setelah yang ini dimuseumkan, bulan depan saya akan buat pesawat jenis amfibi yang bisa memuat tiga orang. Untuk mesinnya nanti kita sesuaikan dengan berat pesawat,” pungkas Haerul.

Bupati Selayar Ingatkan Peran Ortu dalam Membentuk Karakter Anak

KabarMakassar.com – Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Hal itu disampaikannya saat membuka Grand Seminar Spiritual Hypnoparenting dengan tema ‘Mendidik Anak dengan Cinta’, yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar, Sabtu (8/2) kemarin.

Di hadapan para unsur forkopimda, pimpinan OPD, ketua TP PKK Kecamatan, desa dan kelurahan yang hadir pada kesempatan tersebut, Basli mengatakan, keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Olehnya itu, orang tua merupakan sumber utama pendidikan bagi anak

“Penyelenggaraan seminar ini sangat penting karena disamping meningkatkan wawasan dan pengetahuan para orang tua tentang bagaimana mendidik anak yang ideal, juga merupakan wujud kepedulian kita untuk membentuk generasi masa depan yang berkualitas,” kata Basli.

Menurut Basli, di era digital saat ini, mendidik anak dengan kekerasan, paksaan dan tekanan sudah bukan waktunya lagi. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang tua bisa benar-benar dekat secara batin dengan anak-anaknya.

“Saya meminta kepada peserta seminar agar sesibuk apapun, tetaplah sediakan waktu dan ruang komunikasi dengan anak-anak kita, agar mereka merasakan arti pentingnya sebuah perhatian dan kasih sayang orang tua,” ujarnya.

Sementara, Ketua TPP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dwiyanti Musrifah Basli dalam sambutannya menyampaikan pandangan terkait pentingnya pendidikan dan perawatan anak yang dimulai sejak 1000 hari kelahiran sampai anak berusia remaja.

“Pendidikan dan pengembangan karakter anak sebaiknya dilakukan sejak usia dini, agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter,” kata Musrifah.